Anda di halaman 1dari 20

Referat:

INFERTILITAS
KepaniteraanKlinikDepartemenIlmuKebidanan&Kandungan
Periode01Juni201515Agusutus2015
Pembimbing:
dr. Pim Gonta, Sp.OG

Penyusun:
Laura Cynthia Bria
(2013-061-113)

Definisi
Infertilitas ialah
pasangan suami-istri belum mampu dan belum
pernah memiliki anak setelah 1 tahun
berhubungan seksual
tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk
apapun.

Klasifikasi

Primer

Infertilitas Infertilisasi Primer yaitu jika perempuan


belum berhasil hamil walaupun bersenggama teratur
dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama
12 bulan berturut-turut.

Sekunder
infertilitas sekunder jika perempuan pernah hamil, akan
tetapi kemudian tidak berhasil hamil lagi walaupun
bersenggama teratur dan dihadapkan kepada
kemungkinan kehamilanselama 12 bulan berturut- turut.

Etiologi

ENDOMETRIOSIS
INFEKSIPANGGUL

PENYAKIT

MYOMAUTERI
POLIP
KISTA(PCOS)
SALURANTELURYANGTERSUMBAT

KELAINANOVARIUM

IMUNOLOGIS

FUNGSIONAL

GANGGUANPELEPASANSELTELUR
GANGGUANCERVIKS,UTERUS,TUBA
GANGUANIMPLANTASIKONSEPSI
KELAINANOVARIUM

Etiologi
KELAINANPADAALATGENITAL
KELAINANFUNGSIONAL

GANGGUANPRETESTIKULER
GANGGUANTESTIKULER
GANGGUANPOSTTESTIKULER
TIDAKADASEMEN
DEFISIENSITESTOSTERON

GANGGUANHUBUNGANSEKSUAL
FAKTORPSIKOLOGIS

Syarat Pemeriksaan infertil


Istri yang berumur antara 20-30 yang telah
berusaha untuk mendapat anak selama 12 bulan.
Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini apabila:
Pernah mengalami keguguran berulang
Diketahui mengidap kelainan endokrin
Pernah mengalami peradangan rongga panggul atau
rongga perut
Pernah mengalami bedah ginekologik

Syarat Pemeriksaan Infertil


Istri berumur 31-35 tahun dapat diperiksa saat
pertama kali datang ke dokter.
Istri pasangan infertil berumur 36- 40 tahun
hanya dilakukan pemeriksaan infertilitas kalau
belum mempunyai anak dari perkawinan tersebut
Pemeriksaan infertilitas tidak dilakukan pada
pasangan infertil yang salah satunya mengidap
penyakit yang dapat mem- bahayakan kesehatan
istri atau anaknya.

Pemeriksaan infertil pada


AX

NILAI

PF

OVULASI

UPS
HSG

Usia
Riw persalinan
Panjang siklus haid
RPD

SBB

NILAI
TUBA

USG Transvaginal

Riw Op

Tanda hiperandrogen

Frekuensi koitus

Pemeriksaan Progesteron

Alkohol/merokok/stress
IMT
Pemeriksaan klj tyroid
Tanda hiperandrogen
Pemeriksaan ginekologi

Memberi gambaran kualitas sperma,


fungsi getah serviks,dan interaksi
lendir serviks terhadap sperma

Pemeriksaan infertil pada


AX

Merokok
Kesulitan ereksi
Riwayat infeksi
Payudara : hiperestrogen

PF

Penis

: Hipospadia

Skrotum : Varikokel, H. skrotalis

ANALISA
SPERMA

Di bawah ini terdaftar kriteria semen normal yang


umum dipakai (WHO) :
Kriteria

Jumlah

Volume

2mlataulebih

PH

7,2-7,8

Jumlah sperma/ml

20jutasperma/mlataulebih

Jumlah sperma total/ejakulat

40jutasperma/ejakulatataulebih

Motilitas

50% atau lebih bergerak maju atau 25% lebih bergerak maju dengan cepat
dalamwaktu60menitsetelahditampung

Morfologi

50%ataulebihbermorfologinormal

Viabilitas

50%ataulebihhidup,yaitutidakterwarnadenganpewarnaansupravital

Sel leukosit

Kurangdari1juta/ml

Seng (total)

2,4mikromolataulebihsetiapejakulat

Asam sitrat (total)

52mikromol(10mg)ataulebihsetiapejakulat

Fruktosa (total)

13mikromolataulebihsetiapejakulat

Uji MAR

Perlekatanpadakurangdari10%sperma

Uji butir imun

Perlekatanbutirimunpadakurangdari10%sperma

Terapi
obat

Bedah

Obatyangdapat
meningkatkanFSHendogen

CC(Clomiphencitrate)
danAromataseinhibitor

OvarianDrilling untukwanitadenganPCOSyang
resistenterhadappengobatandengan
Clomiphencitrate
Pembedahanpadatubafallopi Salpingolisis
Salfingostomi
Tubalanastomosis
Tubalkanalisasi

Terapi
obat

Oligozoospermia Clomiphencitrate1x50mgselama90hari
Tamoxifen2x1tabletselama60hari

Infeksikelenjarasesoris Antibiotika:golonganamoksisilin,

doksisiklindanerithromisin
ditambahroborantiaberupavitE,vit
CdanvitBkompleks.

Bedah

Varikokel

vasoligasivenaspermatikainterna

Teknologi Khusus dalam


Penanganan Infertilitas
Inseminasi Buatan

Peletakan sperma ke vagina wanita. Sperma tersebut


diletakkan di follicle ovarian (intrafollicular insemination),
uterus (intrauterine insemination-IUI), cervix (intracervical
insemination-ICI), atau tuba fallopian (intratubal) wanita
dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan
kopulasi alami.

ART ( Assisted Reproductive Technologies)


merupakan teknologi reproduksi yang digunakan untuk
mendapatkan kehamilan di luar cara alamiah yang digunakan
dalam infertilitas.

1.FIVET(Fertilisasiinvitroembriotransfer)/IVF(InVitroFertilization)
Prosesfertilisasiinidilakukandengancaramengambilovumdari
ovariumdengancaralaparoscopy,kemudiansperma
diinseminasikankedalammediabiak.Setelahterjadi
pembuahanpadamasaembriostadium2-4sel,laluditransfer
kedalamrahim.
indikasiFIVETadalahuntukpasienyangmengalamikerusakan
padasalurantelur.

2. GIFT (Gamet intrafallopiantransfer)


Proses fertilisasi ini dilakukan dengan cara mengambil
ovum dari ovarium dengan cara laparoscopy,
kemudian bersama sperma yang telah diolah (washed
sperm) dimasukkan kedalam tuba pada saat itu juga.
Indikasi GIFT ini adalah untuk pasien yang mengalami
endometriosis dan unexplained infertility.

3. ZIFT (Zygote intrafallopiantransfer)


Proses fertilisasi dengan cara mengambil ovum dari ovarium
dengan cara laparoscopy, kemudian sperma diinseminasikan
kedalam media biak. Setelah terjadi fertilisasi pada fase zygote,
hasil pembuahan ini dimasukkan kedalam tuba dengan cara
laparoscopy.
Proses ini hampir sama dengan FIVET, perbedaannya jika pada
FIVET hasil pembuahannya pada masa embrio lalu di transferkan
ke dalam rahim tetapi pada ZIFT hasil pembuahan bentuk zygote
dan di transferkan ke dalam tuba.Indikasi ZIFT ini adalah untuk
pasien yangmengalami oligozoospermia

Prognosis
Prognosis terjadinya kehamilan tergantung pada umur
suami, umur istri, dan lamanya dihadapkan kepada
kemungkinan kehamilan (frekuensi senggama dan
lamanya perkawinan).
Pengelolaan mutakhir terhadap pasangan infertil dapat
membawa kehamilan kepada lebih dari 50% pasangan.
Separuhnya lagi terpaksa harus hidup tanpa anak, atau
memperoleh anak dengan jalan lain, misalnya dengan
inseminasi buatan donor atau mengangkat anak
(adopsi).

nk
a
h
T
You