Anda di halaman 1dari 49

PRESENTASI KASUS

LUKA BAKAR

Annisa Nurhayati
1110103000018
Pembimbing:
Dr. Elida Sari Siburian, SpBP

Ilustrasi Kasus
No. RM : 01348386
Nama : Tn. SA
Tempat/ Tanggal lahir : Pemalang/ 11-11-1959
Usia : 55 tahun 3 bulan
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Sawangan
Pendidikan : Tamat SMK
Pekerjaan : Wirausaha
Status Perkawinan : Kawin
Tanggal Masuk RS : 7 Februari 2015

keluh
an
utam
a

Luka
akibat
terkena
ledakan
gas 6 jam
SMRS

RPS
Awalnya pasien sedang

membetulkan selang gas yang


sebelumnya tercium bau gas
bocor. Kemudian setelah gas
tiba-tiba meledak. Pada saat
kejadian pasien memakai baju.
luka yang terkena ledakan
didaerah tangan dada,
punggung, kedua tangan dan
kedua kaki. sesak napas (+),
suara serak dan batuk (-), BAK
(-). Pasien sebelumnya sudah
dibawa ke klinik terdekat luka
dibalut dengan verban dan
sudah mendapat infus kemudian
dirujuk ke RS Fatmawati.
Riwayat hipertensi, asma, alergi
dan diabetes disangkal pasien.

Pemeriksaan fisik
PRIMARY SURVEY
Airway : bebas
Breathing : nasal
kanul O2 5L/menit,
spontan, RR 28x/menit
Circulation : HR
60x/menit, isi cukup
Disability : GCS 15

SECONDARY SURVEY
Keadaan Umum : tampak
sakit sedang
Kepala : Normosefal, rambut
sebagian terbakar.
Mata : konjungtiva anemis
-/-, sclera ikterik -/-, kedua alis
terbakar
Hidung
: Normosepta, bulu
hidung terbakar
Telinga: Normotia, secret -/ Mulut : Kumis terbakar
Leher : Trakea lurus di
tengah.

STATUS GENERALIS
Paru
Inspeksi : pergerakan dada simetris
saat statis dan dinamis
Palpasi : sulit dinilai
Perkusi : sulit dinilai
Auskultasi : suara napas vesikuler,
rhonki -/-, wheezing -/ Jantung
Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
Palpasi : sulit dinilai
Perkusi : sulit dinilai
Auskultasi : bunyi jantung I, II
regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen

Inspeksi : Datar
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-)
Perkusi : Timpani di seluruh lapang
abdomen
Auskultasi : Bising usus (+)
Ekstremitas : Sulit dinilai

STATUS LOKALIS
Tampak luka bakar
daerah sekitar wajah,
lengan kanan kiri,
tungkai bawah kanan
dan kiri, dada dan
punggung. Tampak
kulit berwarna hitam,
dengan luka pucat dan
hiperemis

STATUS LOKALIS

LABORATORIUM
PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

Hemoglobin

17.3

11,7-15,5 g/dl

Hematokrit

53

33-45 %

Leukosit

18200

5,0-10,0 ribu/L

Trombosit

311000

150.000-440.000/L

Ureum

41

20 -40 mg/dL

Kreatinin

0.7

0.6 1.5 mg/dL

SGOT

63

0-34

SGPT

41

0-40

Natrium

139

135 - 147 mEq/L

Kalium

3.13

3.10 5.10 mEq/L

Klorida

106

95 108 mEq/L

106

80-100 mg/dL

Hematologi

Kimia Darah

Elektrolit Darah

Gula Darah
Glukosa darah sewaktu

DIAGNOSIS

COMBUSTIO GRADE II A-B


TBSA 42% E.C API

PENATALAKSANAAN
Perawataan luka debridement
24 jam pertama:
IVFD RL 10000 cc/24 jam, dibagi 5000 cc/ 8 jam
pertama dan 5000 cc/16 jam kedua
Antibiotik ceftriaxone 1x2gr
Dobutamin 180 mg/24 jam
Awasi urin output 0.5-1 cc/kgBB/jam folley
catheter
Cek laboratorium ureum, kreatinin, elektrolit, urinalisa
NGT
Observasi tanda-tanda trauma inhalasi 1x24 jam

PENATALAKSANAAN
24 jam kedua:
D5% 1500cc/24 jam
Observasi urin output
AGD

Tinjauan Pustaka

Pendahuluan
Luka bakar atau combustio merupakan luka
akibat kerusakan atau kehilangan jaringan
yang disebabkan kontak dengan sumber
panas
Salah satu
kasus
kegawatdarur
atan dalam
bidang
Kedokteran

Dapat
menyebabkan
kerusakan
multisistem serta
menyebabkan
cedera yang
mengancam nyawa

Angka morbiditas
dan mortalitas
yang tinggi yang
memerlukan
penatalaksaan
sebaik-baiknya dari
fase awal hingga
fase lanjut

Epidemiologi dan Etiologi


Etiologi:

650.000
ditangani
oleh
8000-12.000
kasus
Amerika
Serikat kasus
2,4
pusat perawatan
meninggalluka
juta/tahun
bakar

Suhu panas
Api
Sunburn
Bahan kimia
Asam kuat
Basa kuat
Listrik
Radiasi

KLASIFIKASI LUKA BAKAR


Derajat I
Kerusakan
terbatas pada
bagian epidermis
Kulit kering,
eritema
Nyeri
Tidak ada bula

KLASIFIKASI LUKA BAKAR


Derajat II
Meliputi
epidermis dan
sebagian dermis
Terdapat proses
eksudasi
Ada bula
Dasar luka
berwarna
merah/pucat
Nyeri

KLASIFIKASI LUKA BAKAR


Derajat III
Kerusakan meliputi
seluruh dermis dan
lapisan yg lebih
dalam
Tidak ada bula
Kulit berwarna abuabu dan pucat
Kering
Terdapat eskar
Tidak nyeri

DERAJAT KEDALAMAN

Luas Luka Bakar


Penenetuan luas luka bakar dapat
dilakukan dengan beberapa cara:
Telapak tangan = 1% luas permukaan
tubuh
Rule of nine
Lund and browder

RULE OF NINE
BAGIAN TUBUH

PERSENTA
SI

Kepala dan

9%

leher
Lengan

18 %

Badan Depan

18 %

Badan Belakang

18 %

Tungkai

36 %

Genitalia/perine
um

Tatal : 100

1%

Lund and
Browder

Patofisiologi
Kontak
dengan
sumber

Cairan
akibat
penguapan

Kerusakan
jaringan
kulit
oedem

Terbentuk
bulla
(banyak
elektrolit)

Sel darah
rusak

Anemia

PD rusak

Permeabilit
as

Vol. Cairan
intravaskule
r

TRAUMA INHALASI
Trauma luka bakar yang disebabkan oleh
udara panas yang mengenai mukosa
saluran nafas.
Terjadi pada kebakaran dalam ruang
tertutup atau akibat ledakan bom.
Gejala : bulu rambut hidung terbakar,
terdapat jelaga, dahak mengandung
jelaga, bila berat dapat muncul
gangguan pernafasan akibat oedem
mukosa saluran nafas

FASE LUKA BAKAR


1. FASE AKUT
Sejak terjadinya trauma sampai 48 jam
Problem Fase Akut :
- Gangguan pada jalan nafas
(trauma inhalasi)
- Shock
- Cairan dan elektrolit

FASE LUKA BAKAR


2. FASE SUB AKUT
Problem Fase Sub Akut :
- Infeksi : nosokomial, terjadi 48 jam
setelah MRS
- Sepsis : febris, septic shock
- Penyembuhan luka :
Luka derajat I & II dangkal epithelisasi
Derajat II dalam dan III Skin Graft
- Fungsi anggota gerak : kontraktur

DIAGNOSIS LUKA BAKAR

Berdasar :
1. Luas luka bakar
2. Derajat (kedalaman) luka bakar
3. Lokalisasi
4. Penyebab

Pembagian zona kerusakan


jaringan

Zona koagulasi, zona nekrosis


(Daerah yang lsg mgalami
kerusakan)
Zona statis

Daerah yang berada disekitar zona


koagulasi
Kerusakan endotel p. darah, trombosit,
leukosit gangguan perfusi (no flow
phenomena) --> perubahan
permeabilitas kapiler dan respon
inflamasi lokal

Pembagian zona kerusakan jaringan

Zona hiperemi

Daerah diluar
zona statis
Vasodilatasi,
reaksi sellular (-)
Epidermis
Dermis

Jaringan Sub-Kutis

Zona Koagulasi
Zona Statis
Zona Hiperemi

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan darah rutin dan kimia
darah
Urinalisis
Pemeriksaan keseimbangan elektrolit
Analisis gas darah
Radiologi jika ada indikasi ARDS
Pemeriksaan lain yang dibutuhkan
untuk menegakkan diagnosis SIRS
dan MODS

Tatalaksana

Manajemen
awal

Terapi
Luka
Bakar

Manajemen Luka Bakar


Bertujuan untuk menghentikan
proses bakar, mendinginkan luka
bakar, dan menutupi luka bakar
Hentikan sumber perdarahan
Dinginkan luka bakar
Analgetik
Menutup luka bakar

PENATALAKSANAAN
a). Airway, Breating,
Circulation (Teknik ABC)
Prioritas pertama penderita
luka
bakar
yang
harus
dipertahankan
meliputi
airway,
Breating
dan
Circulation, perfusi sistemik.
Kalau
diperlukan
segera
lakukan intubasi endotrakeal,
pemasangan infuse untuk
mempertahankan
volume
sirkulasi

b).Pemeriksaan fisik
keseluruhan.
Pada pemeriksaan penderita
diwajibkan memakai sarung
tangan yang steril, bebaskan
penderita dari baju yang
terbakar,
penderita
luka
bakar dapat pula mengalami
trauma
lain,
misalnya
bersamaan dengan trauma
abdomen dengan adanya
internal
bleeding
atau
mengalami
patah
tulang
punggung / spine.

PENATALAKSANAAN
Perawatan luka
- Dimandikan / cuci : air steril + antiseptika
- Bula kecil ( 2-3 cm) dibiarkan.
- Bula besar ( > 3 cm ) bulektomi (dipecah)
- Obat-obat lokal (topikal) untuk luka :
Silver Sulfadiazine (SSD) contoh : Silvaden,
Burnazine, Dermazine dll
- Pemberian antibiotika bersifat profilaktis jenis
spektrum luas

PENATALAKSANAAN
- Antibotik tidak diberikan bila penderita
datang < 6 jam dari kejadian
- Analgetika
- ATS / Toxoid
- Antasida
- Pasang catheter pantau prod urin
- NGT(Nasogastric Tube) hindari ileus
paralitik

Terapi Cairan
PEDOMAN PEMBERIAN CAIRAN :
1. Per oral saja
Penderita dengan luka bakar tak luas
(< 15% grade II)
2. Infus (IVFD) : pada luka bakar > 15%

RUMUS PEMBERIAN
CAIRAN & ELEKTROLIT

BAXTER/PARKLAND (1968)
RL =

4cc x BB x %LB

1. jumlah cairan diberikan dalam


8 jam I post trauma
jumlah cairan diberikan dalam
16 jam berikutnya
2. Untuk luka bakar > 50%
diperhitungkan = luka bakar 50%

Dewasa :
Hari I

: RL = 4ccxBBx%LB

Bila pasase usus baik(bising usus+) oral


dimulai
Hari II
: sesuai kebutuhan dan
keadaan klinis penderita

Rumus Pemberian Cairan &


Elektrolit
Anak-anak
- Resusitasi

: 2ccxBB(kg)x%LB
= a cc
- Kebutuhan faali :
<1th
: BBx100cc
1-3th
: BBx75cc
= b cc
3-5th
: BBx50cc
Kebutuhan Total = resusitasi + faali = a + b
Diberikan dalam keadaan tercampur
- RL : dextran =17:3
- 8 jam I
= 1/2 (a+b)cc
- 16 jam II
= 1/2 (a+b)cc

FASE PASCA AKUT


1. Luka
2. Keadaan umum penderita
3. Diet dan cairan

LUKA FASE PASCA AKUT:

Eschar escharectomi
Gangguan AVN distal karena tegang
(compartment syndrome)
Kultur dan sensitivity test antibiotika. Antibiotika
diberikan sesuai hasilnya
Dimandikan tiap hari / 2 hari sekali
Kalau perlu pemberian Human Albumin Globulin

Jenis Perawatan Luka


pada luka bakar
Perawatan luka secara terbuka
Setiap hari penderita dimandikan
setelah itu diolesi salep SSD
Perawatan luka secara tertutup

Perawatan luka bakar secara tertutup

Luka
Rawat tertutup
dengan kassa steril
Buka verband
Jika luka hanya menunggu
epitelisasi, dibuka 4 hari

Cuci luka & debridemant


Silver sulfadiazin
Hari ke-7 mulai dimandikan
setelah mandi oleskan
Sol savlon 1:30

Posisi penderita :
- Ekstremitas: fleksi /ekstensi max
- Leher & muka: semi fowler

KU PENDERITA :
-

Kesadaran menurun/pasif
Febris
Sirkulasi perifer jelek

DIET DAN CAIRAN :

SEPSIS

- Cairan diberikan sesuai kebutuhan


(infus & po)
- Tinggi kalori dan tinggi protein
- Kalau perlu pemberian plasma/albumin
(Albumer, Plasbumin dsb)
- Roborantia: vit C, Vit Bcomplex, Vit A

PARAMETER MONITORING
Nadi cepat + kecil Hipovolemia
Tekanan darah
CVP lebih akurat utk menilai jumlah
cairan dalam sirkulasi
Produksi urin 0.5-1 cc/kgBB/jam
Kesadaran composmentis sirkulasi baik
Akral hangat sirkulasi baik
Laboratorium

LABORATORIUM
- Hb, Ht, Hb urin pada hari 1-3 tiap 12 jam
selanjutnya tiap habis koreksi
- Albumin pada hari 1-3,
selanjutnya tiap habis pemberian albumin
- RFT dan LFT hari ke 2, selanjutnya
tiap minggu
- Elektrolit setiap hari pd minggu pertama
- BGA bila nafas > 32x/menit menilai
asidosis/alkalosis
- Kultur kuman pada hari 1-3

INDIKASI RAWAT INAP


1.Dewasa
: Lb. > 15% grade II
Anak
: Lb. > 10% grade II
2.Luka bakar grade III > 2%
3.Luka bakar mengenai daerah yang
penting :
- muka dan leher
- genitalia
- ekstremitas
Catatan : derajat I tidak diperhitungkan

PROGNOSIS
Prognosis dan penanganan luka
bakar tergantung:
Dalam dan luasnya permukaan luka
bakar
Penanganan sejak awal hingga
penyembuhan
Letak daerah yang terbakar
Usia dan keadaan kesehatan penderita
Penyulit juga mempengaruhi progonosis
pasien. Penyulit yang timbul pada luka
bakar: gagal ginjal akut, edema paru,
SIRS, infeksi dan sepsis, serta parut

Komplikasi
Keloid
Kontraktur

Terima Kasih