Anda di halaman 1dari 18

Neuralgia Trigeminal

Delvina Tandiari

Seorang pasien perempuan berusia 71 thn datang ke poli RS Universitas


Hasanuddin dengan keluhan nyeri pada daerah wajah sebelah kanan
yang dialami sejak setahun yang lalu dan memberat dalam seminggu
terakhir. Nyeri terutama dirasakan pada pagi hari dan membaik pada
siang hari. Nyeri biasanya berlangsung kurang lebih 1 menit dan terasa
seperti tertusuk dan kesetrum dari alis kanan hingga ke rahang
atas kanan. Pasien mengeluh nyeri memberat terlebih ketika disentuh
atau sedang mengunyah. Pasien memiliki riwayat penggunaan obat
Carbamazepin satu tahun lalu dikarenakan keluhan yang sama dan
membaik dalam waktu 1 bulan setelah penggunaan obat.
Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, DM, demam, mual dan muntah
dan juga tidak ada riwayat trauma. Tanda vital dalam batas normal, fungsi
motorik dalam batas normal namun fungsi sensorik terdapat hipestesi
pada wajah sebelah kanan. BAB dan BAK normal

Neuralgia trigeminal

Menurut Internasional Association for Study of Pain(IASP),


mendefinisikan neuralgia trigeminal (TN) sebagai serangan
tiba-tiba, biasanya unilateral, parah, singkat, menusuk,
berulang serta episode nyeri pada distribusi satu atau lebih
cabang trigeminal saraf kranialis
Menurut International Headache Society (IHS),kesakitan
yang unilateral pada wajah dengan kesakitan terbatas pada
distribusi satu atau lebih divisi nervus trigeminal. Serangan
neuralgia trigeminal dapat berlangsung dalam beberapa
detik sampai semenit. Beberapa orang merasakan sakit
ringan, kadang terasa seperti ditusuk. Sementara yang lain
merasakan nyeri yang cukup kerap, berat, seperti nyeri
saat kena setrumlistrik.

Anatomi nervus trigeminus


Nervus trigeminal mempersarafi wajah dan
kepala. Terdapat 3 divisi yang menginervasi
daerah dahi dan mata (V1 optalmikus), pipi
(V2 maksilaris) serta wajah bagian bawah
dan rahang (V3 mandibularis)
Fungsi nervus trigeminus adalah sensasi
sentuhan wajah, sakit dan suhu, dan juga
kontrol otot pengunyahan.

etiologi

Penyebab terjadinya trigeminal neuralgia


yang paling sering ialah idiopatik (85%)

penekanan mekanik oleh pembuluh darah


malformasi arteri vena disekitarnya,
penekanan oleh lesi atau tumor
sklerosis multipel
kerusakan secara fisik dari nervus trigeminus oleh
karena pembedahan atau infeksi

patofisiologi
patofisiologi terjadinya trigeminal neuralgia oleh karena suatu lesi atau tumor
yang menekan atau menyimpang ke nervus trigeminus. Penekanan mekanik
pembuluh darah pada akar nervus ketika masuk ke brain stem paling sering
terjadi. Pada orang normal pembuluh darah tidak bersinggungan dengan nervus
trigeminus. Penekanan ini dapat disebabkan oleh arteri atau vena baik besar
maupun kecil yang mungkin hanya menyentuh atau tertekuk pada nervus
trigeminus.

Penekanan

yang

berulang

menyebabkan

iritasi

dan

akan

mengakibatkan hilangnya lapisan mielin (demielinisasi) pada serabut saraf.


Sebagai

hasilnya

terjadi

peningkatan

aktifitas

aferen

serabut

saraf

dan

penghantaran sinyal abnormal ke nukleus nervus trigeminus dan menimbulkan


gejala trigeminal neuralgia.

klasifikasi

Trigeminal neuralgia menurut International


Headache Society
Trigeminal neuralgia idiopatik : Jika dalam
pemeriksaan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
neurologik serta pemeriksaan penunjang tidak
ditemukan penyebab dari nyeri wajah.
Trigeminal neuralgia simptomatik : penyebab nyeri
wajahnya dapat diketahui dari pemeriksaan penunjang
tertentu atau pada eksplorasi fossa posterior.

Gejala klinis

Serangan neuralgia trigeminal dapat berlangsung dalam


beberapa detik sampai semenit. Beberapa orang
merasakan sakit ringan, kadang terasa seperti ditusuk.
Sementara yang lain merasakan nyeri yang cukup kerap,
berat, seperti nyeri saat kena setrum listrik. Penderita
neuralgia trigeminal yang berat menggambarkan rasa
sakitnya seperti ditembak , kena pukulan ,
atauadakawatdisepanjang wajahnya.
Serangan inihilangtimbuldanbisajadidalam sehari tidak
ada rasa sakit. Namun, bisa juga sakit menyerang setiap
hari atau sepanjang minggu kemudian, tidak sakit lagi
selama beberapa waktu. Neuralgia trigeminal biasanya
hanya terasa di satu sisi wajah, tetapi bisajuga menyebar
dengan pola yang lebih luas. Jarang sekali terasa di kedua
sisi wajahdlaam waktu bersamaan

Diagnosa
Untuk menegakkan diagnosis neuralgia trigeminal, IHS (International
Headache Society) hendaknya memenuhi seluruh kriteria tersebut; minimal
kriteria 1, 2, dan 3

Serangan nyeri paroksismal yang bertahan selama beberapa detik sampai 2


menit, mengenai satu atau lebih daerah persarafan cabang saraf trigeminal.

Nyeri harus memenuhi satu dari dua kriteria berikut:


Intensitas tinggi, tajam, terasa di permukaan, atau seperti ditusuk-tusuk.
Berawal daritrigger zoneatau karena sentuhan pemicu.

Pola serangan sama terus.

Tidak ada defisit neurologis.

Tidak ada penyakit terkait lain yang dapat ditemukan.

Anamnesis:
Lokalisasi nyeri, untuk menentukan cabang nervus
trigeminusyang terkena
Menentukan waktu dimulainya Trigeminal neuralgia dan
mekanisme pemicunya
Menentukan interval bebas nyeri
Menentukan lama, efek samping, dosis, danrespons
terhadap pengobatan
Menanyakan riwayatpenyakit herpez
Pemeriksaan Fisik:
Menilai sensasi pada ketiga cabang nervus trigeminus
bilateral (termasuk refleks kornea)
Menilai fungsi mengunyah (masseter) dan fungsi
pterygoideus (membuka mulut,deviasi dagu)

Penatalaksanaan
Pengobatan pada dasarnya dibagiatas 3
bagian:
1. Penatalaksanaan pertama dengan
menggunakan obat
2. Pembedahan dipertimbangkan bila obat
tidakberhasil secara memuaskan
3. Penatalaksanaan dari segi kejiwaan

Carbamazepine (CBZ) tetap menjadi obat


pilihan pertama. Pengobatan dimulai
dengan100 sampai 200 mg dua atau tiga
kali sehari-hari.
Jika paroxysms nyeri masih terjadi dengan
terapi darah, obat lain harusditambahkan:
baclofen atau fenitoin

Hal lain yang penting untuk diperhatikan


selain pemberian obat dan pembedahan
adalah segi mental serta emosi pasien.
Selain obat-obatanti depresan yang dapat
memberikan efek perubahan kimiawi otak
dan mempengaruhi neurotransmitter baik
pada depresi maupun sensasi nyeri, juga
dapat
dilakukan
teknik
konsultasi
biofeedback(melatih otak untukmengubah
persepsinya akan rasanyeri) dan teknik
relaksasi