Anda di halaman 1dari 17

MANIFESTASI

ORAL
PENDERITA
GAGAL GINJAL
OLEH :
DOSEN ORAL MEDICINE

Pendahuluan
Gagal ginjal keadaan dimana terjadi
penurunan faal ginjal yg menahun
Manifestasi akibat uremia selalu dijumpai
> 90% penderita gagal ginjal mulut
berbau amonia, kandidosis, timbul
stomatitis, xerostomia, dan gingivitis
Perawatan pd oral bertujuan MENCEGAH
TIMBULNYA INFEKSI (tu kandida) yg bisa
berakibat fatal
Dapat tjd akibat komplikasi diabetes
milletus (GGK-Diabetik)

Gambaran klinis Gagal


Ginjal Kronik Diabetik
Dimulai sejak mula awal penyakit
DM
Proteinuria (semula intermitten
lama kelamaan mjd persisten)
Manifestasi klinik :
1. Anorexia, nausea, vomitus, gastritis,
erosive, dan ulkus peptik
2. Gatal2 akibat toxin uremik dan
pengendapan kalsium di pori2

Manifestasi klinik :
Kulit berwarna pucat akibat anemia dan
kekuningan akibat penimbunan urokrom,
ekimosis akibat gangguan hematologik
Anemia akibat berkurangnya produksi
eritropoetin, hemolisis, akibat berkurangnya
masa hidup eritrosit dlm suasana uremia toksik,
defisiensi zat besi dan asam folat karena
hilangnya nafsu makan, perdarahan pd sal.
Pencernaan, fibrosis sumsum tulang
Gangguan fungsi trombosit dan thrombositopenia
Gangguan fungsi leukosit
Penderita merasa pegal di tungkai, rasa semutan,
terbakar pd telapak kaki

Manifestasi klinik :
Hipertensi, sesak nafas, nyeri dada
akibat perikarditis
Gangguan toleransi glukosa dan
metabolisme lemak dan vitamin D
Osteodistrofi renal, yaitu osteomalasi
osteotis fibrosa, dan osteosklerosis
akibat penimbunan asam organik hsl
metabolisme

Gambar

Manifestasi di rongga mulut


Secara umum : warna pucat pd
mukosa mulut, stomatitis,
perdaraha, kerentanan thd infeksi
terutama kandidiasis, xerostomia,
gingivitis, gangguan indra pengecap,
dan parotis.

Manifestasi di rongga mulut


1.

Warna pucat mukosa mulut


Diakibatkan oleh anemia. Pd GGK-Diabetik anemia
normokrom-normositter. Anemia GGK akan timbul jk
kreatinin serum > 3,5 mg/dl atau LGF menurun sd 30% dr
normal
2. Stomatitis
Disebabkan ok keadaan uremia. LGF yg menurun pd
penderita GGK menyebabkan penumpukan produk sisa
metabolisme di dlm darah karena ginjal mengalami
penurunan faal. Pd keadaan uremia tsb tjd penimbunan
urea dlm saliva yg akan dipecah oleh urease yg dihasilkan
oleh mikroorganisme mulut amonia bebas bau mulut
(foetor uremik) iritasi pd mukosa mulut stomatitis
eritemapultaceous dg tanda khas mulut kering, tdp
pseudomembran yg lengket diatas mukosa kemerahan,
penurunan respon imun, barier mukokutan mudah rusak
ulserasi.

Manifestasi di rongga mulut


3. Perdarahan
Disebabkan oleh ggn fungsi trombosit atau
trombositopenia.Trauma pd mukosa mulut dpt
menimbulkan hematoma perdarahan spontan pd gva,
ptekie, ekimosis di mukosa mulut
4. Xerostomia
Aliran saliva berkurang, kental, dan mulut cenderung kering
5. Gangguan indera pengecapan
Disebabkan oleh defisiensi Zn atau gangguan fungsi
neurologis. Penderita umumnya mengeluh rasa logam di
mulut
6. Infeksi
Menurunnya sistem imun tubuh infeksi kandida dan virus
herpes simpleks

Manifestasi di rongga mulut


Kandidiasis mrp suatu infeksi superfisial dari lap.
Atas epitelium mukosa mulut yg mengakibatkan
terjadinya plak atau flek putih pd permukaan
mukosa yg tdd jamur, debris, sel-sel radang,
deskuamosa epitel sel, bakteri dan fibrin. Warna
mukosa sekitar lesi dapat normal, kadang juga
menimbulkan warna kemerahan. Lesi ini
berkembang pd mukosa bukal, lipatan mukosa
bukal, orofaring, dan lidah.
Perawatan kerjasama dg dokter yg merawata
kondisi sistemiknya.Lesi kandidiasis =
ketokonazole

Laporan Kasus
Ny. St, 52 th,dtg ke poliklinik 28 Agust ke
penyakit dalam RSAL dg keluhan utama terasa
sakit dan sesak terkadang perut bag. Bwh sakit.
Riwayat kesehatan skrg : kencing terasa sakit slm
+ 1 thn, kadang warna kencing merah. Pernah
mengalami tdk bisa kencing sama sekali, stlh
dipasang selang baru bisa kencingdan warnanya
keruh. Pasien merasa sesak, badan lemas, mual,
+ 2 hr tdk mau makan. Riwayat penyakit
terdahulu : Pernah drawat dg penyakit yang
sama, DM, asma keadaan umumsedang,
kesadaran baik, gizi baik.
Diagnosa masuk : DM nefropati, batu ginjal
bilateral dan hidronefrosis (GGK)

Laporan Kasus
Rencana terapi : perbaiki kedaan umu, pantau
KGD, pro operasi batu ginjal.
Tgl 7 September penderita dikonsultasikan ke
klinik Oral Medicine dg keluhan stomatitis dan
infeksi jamur pd lidah.

RIWAYAT KASUS

Anamnesa : penderita mengeluh tdk bs membuka


mulut krn ada luka pd bibir dan sudut mulut.
Keadaan ini sdh berlangsung hampir 1 mg shg
nafsu makan berkurang. Oleh dokter yg merawat
sblm dirujuk ke OM sudah diberi boraks gliserin
untuk luka bibir dan sudut mulutnya serta
mikostatin drops utk kelainan pd lidah ttp tdk ada
perubahan.

Riwayat Kasus
Riwayat pengobatan : Obat-obat yg sedang
dijalani : Cefotaxim inj, Ampisili inj, Infus MAnitol +
Dextrose 10% Borax Gliserin, Mikostatin drops.
Pemeriksaan Klinis :
1. Keadan umum; pasien tampak pucat, lemah, dan
kesakitan
2. Ekstraoral : tdp ulser pd sudut mulut bilateral dg
diameter + 5 mm, dilapisi pseudomembran yg
lengket diatas mukosa yg kemerahan mudah
berdarah dan sangat sakit, bibir cenderung
membengkak. Hampir semua gva mengalami
resesi dan byk debris. Tdp bercak2 putih pd dorsum
lidah dan dasar mulut dikerok meninggalkan daerah
kemerahan, lidah terasa kering.

Dignosa

Stomatitis Uremik pd sudut mulut dan mukosa


labial bawah
Kandidiasis pseudomembran akut pd dorsum
lidah dan dasar mulut.
PERAWATAN
Tgl 7/9 :
1. Bersihkan luka dg betadine
2. Pemberian sococeryl pasta 4-5 x sehari pd luka
3. Pemberian ketokonasol 200mg 1x1 slm 3 hari
4. Pemberian instruksi menjaga kebersihan mulut
5. Kontrol tgl 10/9

Tgl 10/9

1.
2.
3.
4.

Anamnesa : penderita merasa keadaan sdh


lebih baik, sudah bisa membuka mulut, dan
sudah mulai makan sedikit
Ekstraoral : luka di sudut mulut sdh mulai
mengecil dan cenderung mengering
Intraoral : ulser pd mukosa labial bibir bwh
sudah mengecil dan cenderung mengering.
Bercak putih pd lidah dan dasar mulut sudah
menipis.
Terapi :
Pemberian solcocferyl diteruskan
Pemberian ketokonazol dihentikan
Pemberian instruksi menjaga kebersihan mulut
Kontrol tgl 12/9

Tgl 12/9
Anamnesa : penderita merasa keadaan sdh lebih
baik, sudah bisa tersenyum, membuka mulut dan
makan sudah lebih banyak
Ekstraoral : luka di sudut mulut sdh kering
Intraoral : Bercak putih pd lidah dan dasar mulut
sudah hilang
Terapi :
1. Pemberian solcocferyl diteruskan
2. Pemberian instruksi menjaga kebersihan mulut
3. Kontrol tgl 19/9
Lalu pasien menjalani operasi batu ginjal 14/9

19/9
Anamnesa : penderita masih lemah (post
operasi),keluhan rongga mulut tidak ada
dan utk makan tdk ada masalah
Ekstraoral : luka di sudut mulut sdh
sembuh dan bibir kering
Intraoral : Mukosa rongga mulut sudah
normal tdk pucat lagi, warna lidah lbh
merah dan bercak2 pd lidah sdh hilang
Terapi :SELESAI