Anda di halaman 1dari 27

BATUAN SEDIMEN

OLEH:
KELOMPOK 2

MUHAMMAD IMAM FERIATNA


RAHMAT HIDAYAT
ARIYONO SUYONO

03021381419149

03021381419129
03021381419135

MUHAMMAD IKRAM

03021381419151

M. ALDYTIYA KIRVILIAN

03021381419161

DEFRI PRATAMA

03021381419162

DIMAS NUGRAHA RAHMADHANI

03111402041

SEFRI ANUAR WIBOWO

03111402057

TEAN PURNAMA PUBIANTI

03121402085

M. REZA PAHLEVI
MUHAMMAD ABDUH

03021181320052
03021381320044

APA ITU BATUAN SEDIMEN?

- BATUAN SEDIMEN ADALAH BATUAN ATAU KUMPULAN-KUMPULAN ATAU AGREGAT DARI MINERAL-MINERAL YANG SUDAH DALAM KEDAAN MEMBEKU/KERAS YANG TERJADI
KARENA PENGENDAPAN MATERI HASIL EROSI.
SEKITAR 80% PERMUKAAN BENUA TERTUTUP BATUAN SEDIMEN, WALAUPUN VOLUMNYA HANYA SEKITAR 5% DARI VOLUM KERAK BUMI.
CIRI CIRI :
ADANYA BIDANG PERLAPISAN YANG MENANDAKAN ADANYA PROSES SEDIMENTASI,
ADANYA JEJAK BEKAS ZAT HIDUP,
ADANYA FRAGMEN YANG MENANDAKAN BAHWA PARTIKEL PENYUSUNNYA PERNAH LEPAS,
HABLUR ATAU MUDAH LEPAS,
BERUPA BUTIRAN BUKAN KRISTAL,
TERDIRI DARI KUMPULAN MINERAL MINERAL PEMBENTUK BATUAN SEDIMEN.

APA ITU BATUAN SEDIMEN?


Definisi menurut Raymond (1995) =

BATUAN SEDIMEN : BATUAN YANG

TERBENTUK DI PERMUKAAN BUMI


DALAM KONDISI BERTEMPERATUR
RENDAH DAN BERTEKANAN RENDAH

BATUAN SEDIMEN MERUPAKAN HASIL


DARI AKUMULASI DAN SOLIDIFIKASI
SEDIMEN, YAKNI MATERIAL YANG
TERANGKUT (TRANSPORTED )
MELALUI MEDIA AIR, ANGIN, DAN ES.

APA ITU BATUAN SEDIMEN?


BATUAN SEDIMEN DAN SEDIMEN

HANYA 0,029% DARI TOTAL VOLUME


BUMI

NAMUN, TERDISTRIBUSI SANGAT

BAHKAN DI DAERAH BERBATUAN

BEKU DAN METAMORF, SEDIMEN


DAPAT DIJUMPAI SEBAGAI ENDAPAN
SUNGAI ATAU ENDAPAN DANAU.

LUAS DI PERMUKAAN BUMI

BATUAN SEDIMEN TERDAPAT DUA

PERTIGA DARI BATUAN YANG


TEREKSPOS DI PERMUKAAN DARATAN

(RAYMOND, 1995)

APA ITU BATUAN SEDIMEN?


BATUAN YANG CENDERUNG

MENGELOMPOK JENISNYA
BERDASARKAN PROSES DAN
LINGKUNGAN PENGENDAPANNYA
(TERJADI SECARA SPONTAN)

SEDIMEN TERBENTUK MENJADI BATUAN


BERDASARKAN ASAL SUMBER
MATERIALNYA, YAITU =

ALLOCHTHONOUS SEDIMENTS (MATERIAL

YANG TERANGKUT MASUK DALAM


CEKUNGAN SEDIMEN)
AUTOCHTHONOUS SEDIMENT
(TERBENTUK DIDALAM CEKUNGAN
SEDIMEN)

SIKLUS BATUAN

EMPAT TAHAP
PEMBENTUKAN BATUAN SEDIMEN

1. PELAPUKAN (WEATHERING )
2. PENGANGKUTAN (TRANSPORTATION )
3. PENGENDAPAN (DEPOSITION )
4. PEMBATUAN (LITHIFICATION )

TAHAP 1: PELAPUKAN (WEATHERING )

MELAPUKKAN BATUAN YANG HADIR LEBIH DAHULU (PRE-EXISTING ROCK )


MECHANICAL
CHEMICAL

MENGUBAH BATUAN MENJADI SEDIMENT

TAHAP 2: PENGANGKUTAN ( TRANSPORTATION )


SEDIMENT DIANGKUT OLEH :
ANGIN (WIND )
AIR (WATER )
ES (ICE )

GAMBARAN TEKSTUR DARI PENGANGKUTAN SEDIMENT


PEMILAHAN (SORTING )
PEMBUNDARAN (ROUNDING )

TAHAP 2, LANJUTAN :

BILA BUTIRAN (SEDIMENT) TERANGKUT JAUH, MAKA


AKAN MENGHASILKAN BUTIRAN YANG MEMBUNDAR

Jarak dekat
(Short distance)

Jarak jauh
(Long distance)

TAHAP 2, LANJUTAN

LEBIH LAMA SEDIMENT TERANGKUT


SEDIMENT LEBIH TERSORTASI

Shortdistance

Longdistance

TAHAP 3: PENGENDAPAN (DEPOSITION )


MENGANGKUT SEDIMENT MEMBUTUHKAN ENERGY
TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA UKURAN BUTIR (GRAIN
SIZE ) & ENERGY

BUTIRAN YANG LEBIH KECIL MEMBUTUHKAN ENERGI YANG

KECIL
BUTIRAN YANG LEBIH BESAR MEMBUTUHKAN ENERGI YANG
BESAR
JIKA SUNGAI MENGALIR MELAMBAT, SEDIMENT AKAN
DIENDAPKAN
JIKA SUNGAI MENGALIR LEBIH CEPAT, SEDIMENT BERUKURAN
BESAR AKAN TERBAWA

TAHAP 4: PEMBATUAN (LITHIFICATION )


-DIAGENESA- SEBUAH PROSES YANG MENGAKIBATKAN
PERUBAHAN SEDIMEN MENJADI BATUAN SEDIMEN, TERDIRI DARI :

KOMPAKSI (COMPACTION ) TEKANAN DARI SEDIMEN YANG MENUTUPI


DIATASNYA (OVERLYING SEDIMENTS ) AKAN MENYUSUN BUTIRAN DAN
MENEKAN AIR DARI RONGGA PORI JADI MINERAL TERMAMPATKAN

SEMENTASI (CEMENTATION )- RONGGA PORI TERISI OLEH PENGENDAPAN :


CALCITE
QUARTZ
IRON OXIDE

REPLACEMENT DAN REKRISTALISASI- PROSES REPLACEMENT ADALAH PROSES PENGGANTIAN MINERAL


OLEH PELARUTAN-PELARUTAN KIMIA HINGGA TERJADI MINERAL BARU. REKRISTALISASI ADALAH
PERUBAHAN ATAU PENGKRISTALAN KEMBALI MINERAL-MINERAL DALAM BATUAN SEDIMEN, AKIBAT
PENGARUH TEMPERATUR DAN TEKANAN YANG RELATIF RENDAH

AUTIGENESIS - YAITU TERBENTUKNYA MINERAL BARU DILINGKUNGAN DIAGENESA, SEHINGGA ADANYA


MINERAL TERSEBUT MERUPAKAN PARTIKEL BARU DALAM SUATU SEDIMEN

METASOMATISME YAITU PERGANTIAN MATERIAL SEDIMEN OLEH BERBAGAI MINERAL AUTIGENIK, TANPA
PENGURANGAN VOLUME ASAL

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN


1.

BERDASARKAN SUMBER MATERIAL

ALLOCHTONOUS
MERUPAKAN BATUAN SEDIMEN YANG ASAL SUMBER MATERIALNYA ( SEDIMEN ) BERASAL DARI LUAR
CEKUNGAN, KEMUDIAN DITRANSPORT DAN DIENDAPKAN DI DALAM CEKUNGAN PENGENDAPAN.
CONTOH : - TERRIGENOUS DEPOSITS / GOLONGAN DETRITAL
CONTOH : CLAY, KONGLOMERAT, DAN BREKSI
- PYROCLASTIC DEPOSITS
CONTOH : AGLOMERAT, TUFF, ASH

AUTOCHTONOUS
MERUPAKAN BATUAN SEDIMEN YANG ASAL SUMBER MATERIALNYA BERASAL DARI DALAM CEKUNGAN
( TIDAK MENGALAMI TRANSPORTASI ).
CONTOH : - CHEMICAL PRECIPITATES / GOLONGAN EVAPORITE
CONTOH : GYPSUM, HALIT
-ORGANIC DEPOSITS
CONTOH : COAL, LIMESTONE
-RESIDUAL DEPOSITS
CONTOH : LATERITE, BAUKSIT

2.

BERDASARKAN TENAGA PENGENDAP


AQUATIS ; MATERIAL SEDIMENNYA TERTRANSPORTASI OLEH AIR SUNGAI,
DANAU ATAU AIR HUJAN.
AEOLIS ; MATERIAL SEDIMEN YANG TERTRANSPORTASI OLEH ANGIN
GLACIAL ; MATERIAL SEDIMEN YANG TERTRANSPORTASI OLEH GLETSER ATAU ES

3.

BERDASARKAN TEMPAT PENGENDAPAN


TERISTIC ; MATERIAL SEDIMEN TERENDAPKAN DI DARAT
MARINE ; MATERIAL SEDIMEN TERENDAPKAN DI LAUT
FLUVIAL ; MATERIAL SEDIMEN TERENDAPKAN DI SUNGAI
GLACIAL ; MATERIAL SEDIMEN TERENDAPKAN DI GLETSER/DI DAERAH ES
LIMNIS ; MATERIAL SEDIMEN TERENDAPKAN DI DANAU.

4. MENURUT PETTIJON (1975) DAN T. HUANG (1965)


A. KLASTIK
MERUPAKAN BATUAN SEDIMEN YANG TERBENTUK AKIBAT PROSES PENGENDAPAN DETRITUS ATAU
PECAHAN BATUAN ASAL SECARA MEKANIK. MENGANDUNG ALLOGENIC MINERAL ( MINERAL MINERAL YANG
TERBENTUK DI LUAR LINGKUNGAN SEDIMENTASI ), SEPERTI KWARSA, PLAGIOKLAS, HORNBLENDE,
KAOLINIT, HEMATITE, DLL.
CONTOH : KONGLOMERAT, BREKSI, SANDSTONE, CLAYSTONE
B. NON-KLASTIK
MERUPAKAN BATUAN SEDIMEN YANG TERBENTUK AKIBAT PROSES KIMIA BAIK DARI LARUTAN MAUPUN
AKTIVITAS ORGANIK. MENGANDUNG AUTHIGENIC MINERALS ( MINERAL MINERAL YANG TERBENTUK DI
CEKUNGAN ATAU LINGKUNAGN SEDIMENTASI ), SEPERTI GYPSUM, ANHYDRITE, KALSIT DAN HALIT.
CONTOH : LIMESTONE, DOLOMIT, HALIT, FOSIL

STRUKTUR BATUAN SEDIMEN

1. SEDIMEN KLASTIK
-STRATIFIED
ADALAH STRUKTUR YANG MENUNJUKKAN ADANYA PERLAPISAN PADA BATUAN SEDIMEN KLASTIK.
-UNSTRATIFIED

ADALAH STRUKTUR YANG MENUNJUKKAN TIDAK ADANYA PERLAPISAN PADA BATUAN SEDIMEN KLASTIK.

2. SEDIMEN NON-KLASTIK
-FOSILIFEROUS

DITUNJUKKAN OLEH ADANYA FOSIL ATAU KOMPOSISI YANG TERDIRI DARI FOSIL.
-OOLITIK

DIMANA MATRIKS NON KLASTIK MENGELILINGI FRAGMEN KLASTIK DENGAN UKURAN BUTIR LEBIH KECIL DARI 2
MM.
-PISOLITIK
DIMANA MATRIKS NON KLASTIK MENGELILINGI FRAGMEN KLASTIK DENGAN UKURAN BUTIR LEBIH BESAR DARI 2
MM.
-CONE IN CONE

STRUKTUR GAMPING KRISTALIN YANG MENUNJUKKAN PERTUMBUHAN KERUCUT PER KERUCUT.


-BIOHERIN

STRUKTUR SEDIMEN YANG TERSUSUN OLEH ORGANISME MURNI DAN BERSIFAT INSITU.

TEKSTUR BATUAN SEDIMEN


1.

SEDIMEN KLASTIK

A. DERAJAT PEMILAHAN ( SORTING )


YAITU TINGKAT KESERAGAMAN DARI BUTIRAN MINERAL PEMBENTUK BATUAN SEDIMEN. TINGKATANNYA ADALAH:
-TERPILAH BAIK ( WELL SORTED ), JIKA UKURAN BUTIR SAMA BESAR
-

TERPILAH SEDANG ( MODERATELY SORTED ),

TERPILAH BURUK ( POORLY SORTED ), JIKA UKURAN BUTIR TIDAK MERATA, TERDAPAT FRAGMENTS DAN MATRIKS

B.DERAJAT PEMBUNDARAN ( ROUNDNESS )


ADALAH TINGKAT KELENGKUNGAN DARI SETIAP FRAGMEN ATAU BUTIRAN BATUAN.TINGKATANNYA YATU:
-ANGULAR ( MENYUDUT )
-SUB ANGULAR ( MENYUDUT TANGGUNG )
-SUB ROUNDED ( MEMBULAT TANGGUNG )
-ROUNDED ( MEMBULAT )
-WELL ROUNDED ( MEMBULAT BAIK )

DERAJAT PEMBUNDARAN

Nama partikel

Ukuran

Bongkah

>256 mm

Berangkal

64 - 256 mm

Kerakal

4 - 64 mm

Kerikil

2 - 4 mm

Pasir sangat kasar

1 - 2 mm

Pasir kasar

0.5 - 1 mm

Pasir sedang

0.25 - 0.5 mm

Pasir halus

0.125 - 0.25 mm

Pasir sangat halus

0.0625 - 0.125 mm

Lanau kasar

0.031 - 0.625 mm

Lanau sedang

0.016 - 0.031 mm

Lanau halus

0.008 - 0.016 mm

Lanau sangat halus

0.004 - 0.008 mm

Lempung

<0.004 mm

Istilah
Sedimen
Lepas

Gravel

Nama Batuan

Konglomerat - Breksi

Pasir

Batu Pasir

Lanau

Batu Lanau

Lempung

Batu Lempung, Batu


Lumpur, Batu Serpih

c. Ukuran Butir ( Grain Size )

MENGGUNAKAN KLASIFIKASI WENTWORTH

2. SEDIMEN NON-KLASTIK
-KRISTALIN

TERDIRI ATAS KRISTAL KRISTAL YANG INTERLOCKING SATU SAMA LAIN.


-AMORF

TIDAK MEMILIKI TEKSTUR YANG BERATURAN, UMUMNYA PARTIKEL PARTIKEL BERUKURAN LEMPUNG,
NON-KRISTALIN.
-GLASSY
TEKSTUR BATUAN YANG TIDAK MENGKRISTAL DAN HALUS SEPERTI KACA.
-FIBROUS

TEKSTUR YANG BERSERAT-SERAT


-POROUS
TEKSTUR YANG BERPORI-PORI

KEUNTUNGAN BATUAN SEDIMEN


BATUAN YANG POTENSIAL BERNILAI
EKONOMIS

TERKAIT DENGAN KEBERADAAN

BARANG TAMBANG DIDALAMNYA

MIGAS & BATUBARA


BAHAN GALIAN INDUSTRI SEPERTI

BATU KAPUR, PASIR BESI, TANAH LIAT,


AIR TANAH, DLL.

ADA PERTANYAAN?