Anda di halaman 1dari 22

PERAN PENDIDIK

DALAM PENDIDIKAN
(PAEDAGOGI)
DR. BR. G. BAMBANG NUGROHO FIC
DISAMPAIKAN DALAM PEMBINAAN KENAIKKAN
PANGKAT TENAGA PENDIDIK, AMBARAWA 16
AGUSTUS 2015

PENGERTIAN PENDIDIKAN
mendidik" artinya memelihara dan memberi

latihan. Dalam memelihara dan memberi


latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan
dan pimpinan mengenai akhlak dan
kecerdasan
pikiran
(Kamus
Bahasa
Indonesia, 1991:232)
pendidikan berasal dari kata "Pedagogi" yaitu
kata "paid" artinya "anak" sedangkan
"agogos"
yang
artinya
membimbing
"sehingga " pedagogi" dapat di artikan
sebagai "ilmu dan seni mengajar anak".
(bahasa Yunani )

Menurut UU No.20 tahun 2003


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.

LANJUTAN.
Pendidikan

adalah usaha sadar dan


terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya dan masyarakat.
(Wikipedia)

PENDIDIKAN BUKAN
SARANA TRANSFER
ILMU PENGETAHUAN
SAJA, MELAINKAN
SARANA
PEMBUDAYAAN DAN
PENYALURAN NILAI
KEHIDUPAN
brbambang_ypl@yahoo.
com

TUGAS SEORANG GURU/PENGAJAR


memudahkan pembelajaran para pelajar
menyediakan suasana pembelajaran yang

menarik dan harmonis.


menciptakan pengajaran yang berkesan.
mewujudkan suasana pembelajaran yang
dapat merangsang minat pelajar di samping
senantiasa
memikirkan
kebajikan
dan
keperluan siswa.
Aktifitas mempengaruhi intelektual, emosi dan
minat siswa.

APA YANG DIPERLUKAN


GURU ?
memerlukan kepakaran guru dalam menentukan

strategi pengajaran dan pembelajaran.


menentukan pendekatan, memilih kaedah dan
menetapkan teknik-teknik tertentu yang sesuai
dengan perkembangan dan kemampuan siswa.
mampu membantu menganalisis konsep atau ide
dan berupaya menarik hati siswa serta dapat
menghasilkan pembelajaran yang bermakna

PERAN GURU ?
Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber

norma kedewasaan;
Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta

didik;
Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui
penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses
interaksi dengan sasaran didik;
Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat
dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang
mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada
sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).

Gage dan Berliner, mengemukakan peran


guru dalam proses pembelajaran

Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses
belajar mengajar (pre-teaching problems).;

Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang,
menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak
sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik &
humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).

Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus
memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan
kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.

pembimbing (teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang
diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas
kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).

Peranan guru di sekolah, keluarga


dan masyarakat
Di

sekolah, guru berperan sebagai perancang


pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil
pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran
dan pembimbing peserta didik.
Dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik
dalam keluarga (family educator).
Di masyarakat, guru berperan sebagai pembina
masyarakat (social developer), penemu masyarakat
(social inovator), dan agen masyarakat
(social
agent).

Dari segi diri-pribadinya (self oriented),


seorang guru berperan sebagai :
Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang

harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;


Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus
senantiasa belajar secara terus menerus untuk
mengembangkan penguasaan keilmuannya;
Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua
peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
model keteladanan, artinya guru adalah model
perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta
didik; dan
Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik.
Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada
dalam didikan gurunya.

Dari sudut pandang secara psikologis, guru


berperan sebagai :
Pakar

psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang


memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam
melaksanakan tugasnya sebagai pendidik;
seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya
guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana
hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga
dapat mencapai tujuan pendidikan;
Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu mambentuk
menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai
tujuan pendidikan;
Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu
menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik; dan
Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru
bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.

GURU DAN KURIKULUM


guru menjadi faktor utama penentu keberhasilan dalam kegiatan

pengembangan kurikulum.
adanya spirit untuk memberdayakan dan mempercayakan guru
sekaligus mengembalikan hak-hak profesional yang melekat dalam
jabatannya, termasuk hak dan otoritas dalam setiap kegiatan
pengembangan kurikulum
Kurikulum ini tak ubahnya seperti kertas kosong yang diberikan kepada
guru untuk ditulisi sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri guru
itu sendiri.
Ada tanggung jawab besar dari guru untuk bagaimana dapat menulis
dalam kertas kosong itu sehingga akhirnya dapat dihasilkan tulisan
yang benar-benar indah dan bermutu tinggi.
mau tidak mau mensyaratkan adanya kreativitas yang tinggi dari para
guru untuk dapat mengembangkan kurikulum di sekolah

GURU
menggorganisasikan

bahan
Belajar secara kolaboratif
Guru memfasilitasi
Belajar secara otentik

SISWA

siswa belajar
Belajar kolaboratif

balikan
keterlaksanaaa
n
kurikulum

menggunakan
secara inovatif ICT
dalam
pembelajaran

ENGAGED
LEARNING
Pengembangan
sumber belajar
Media belajar

KURIKULUM dan PENILAIAN


Meningkatkan hubungan
antara
kurikulum dan pembelajaran
Mempercepat memperoleh
balikan

Suparno & Waras, 2007

Mendukung
lingkungan belajar
Learning community
Penggunaan
sumber-sumber
belajar berbasis
TIK

KONDISI
PEMBELAJARAN

HASIL
PEMBELAJARAN

METODE
PEMBELAJARAN

KOMPETENSI GURU
Mengenal
peserta didik
Menguasai
substansi,
metodologi, dan
teknologi bidang
ilmu
Mendesain/men
ggubah
pembelajaran

Melaksanakan
pembelajaran
Memutakhirkan
pengetahuan
dan
keterampilan
Memiliki sikap, nilai
dan kebiasaan
berpikir produktif

KOMPETENSI GURU
1.Kompetensi pedagogik
2.Kompetensi profesional;
3.Kompetensi sosial;
4.Kompetensi

kepribadian;

Peterson, 1998 ; Shulman, 1987 ( Eggen & Kaucak, 2004


)
4 KOMPETENSI UTAMA UNTUK MENJADI
GURU EXPERT

KNOWLEDGE OF CONTENT

PEDAGOGICAL CONTENT
KNOWLEDGE

Penguasaan terhadap
materi studi yang
diajarkan
Kemampuan untuk
menyusun, menuliskan atau
menampilkan materi
sehingga mudah dipahami
oleh peserta didik
Instructional

GENERAL PEDAGOGICAL
KNOWLEDGE

KNOWLEDGE OF
LEARNER AND LEARNING

Kemampuan
mengelola
pembelajaran

strategy

Classroom
managmen
t

Pengetahuan dan pemahaman


tentang hakikat belajar dan
peserta didik

GURU

1. Memahami dan
menjabarkan kurikulum
2. Menyusun rencana
pembelajaran
3. Menguasai metode
pembelajaran

Kompeten
si
pedagogis

4. Menguasai media
pembelajaran
5. Menguasai sumber
belajar
6. Kemampuan
berkomunikasi

KEMAMPUAN
MENGELOLA
PEMBELAJARAN

7. Kemampuan
melaksanakan Evaluasi
8. Mengelola kelas
( classroom management
9. Memahami peserta didik
dan mampu memotivasi
siswa.

GURU
Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi
Memiliki
Kualifikas
i
Akademi
k

G
U
R
U

WAJIB

Memiliki
Kompeten
si

Diperoleh melalui pendidikan


tinggi program S1 atau D4
Pedagogik: Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik,
perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kepribadian: Kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik,
dan berakhlak mulia.
Profesional: Kemampuan penguasaan materi pembelajaran
secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing
peserta didik memenuhi standar kompetensi.
Sosial: Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat
untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta
didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali
peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Sertifikasi Pendidik diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi yang
memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang
terakreditasi yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Memiliki
Sertifikat
Pendidik

Pemerintah dan Pemda wajib menyediakan anggaran utk


peningkatan kualifikasi akademik & sertfikasi pendidik bagi guru
dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemda, dan masyarakat

3 JENIS PEGAWAI

Sungguh-sungguh. Pegawai yang bekerja dengan


penuh gairah dan merasa memilki hubungan yang
erat dengan lembaga. Mereka melakukan inovasi
dan membawa lembaga ke depan. (LEADERS)

Tidak sungguh-sungguh. Pegawai yang bekerja


seadanya dan sebisanya. Meraka bekerja sepanjang
hari, tetapi tidak mencurahkan energi dan gairahnya
ke dalam pekerjaan. (FOLLOWERS)

Secara aktif tidak sungguh-sungguh. Pegawai bukan hanya


tidak bahagia di tempat kerja; mereka sibuk untuk
mengungkapkan ketidakbahagiaannya. Setiap hari, karyawan ini
meremehkan hasil kerja karyawan yang bersungguh-sungguh.
(DEAD WOOD)

TERIMA KASIH