Anda di halaman 1dari 27

Identitas Penderita

Nama
: An. Nz
Umur
: 2 tahun 10 bulan
Jenis kelamin
: laki laki
Anak ke
:1
Alamat
: sanding taman 47 / 18
panjalu
Agama
: Islam
Suku
: Sunda
No. MR
: 38 85 25
Tanggal Masuk
: 29 Desember 2014
Tanggal Pemeriksaan
: 30 Desember 2014

Anamnesa ( Aloanamnesa)
Keluhan Utama
Benjolan di kantung zakar disebelah
kanan
Keluhan tambahan
Tidak ada keluhan tambahan yang
disampaikan pasien

Riwayat penyakit sekarang


Pasien datang diantar ibunya dari poli
bedah RSUD Ciamis dengan keluhan
benjolan dikantung zakar sebelah kanan
sejak lahir. Benjolan terlihat semakin
membesar saat anak usia 3 bulan.
Benjolan bertambah besar ketika anak
menangis.
Ibu pasien mengatakan anaknya
tidak
mengeluh
kesakitan
dan
menyangkal benjolan dapat keluar masuk
serta semakin membesar ketika anaknya
batuk atau mengejan, tidak hilang jika
anak berbaring dan tidak tampak adanya
gambaran cacing pada kantung zakar.
Riwayat trauma disangkal, ibu pasien
mengatakan tidak ada demam serta

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat trauma tidak ada
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada keluhan serupa dikeluarga
pasien
Riwayat pengobatan
Pasien pernah diperiksakan ke dokter dan
menyarankan untuk operasi jika usia
pasien sudah lewat dari 1 tahun
Riwayat Alergi Obat dan Makanan
Pasien tidak memiliki alergi obat dan

Pemeriksaan Fisik ( tanggal 30


Desember 2014)
Keadaan umum
: Baik
Kesadaran
: Compos Mentis
Vital Sign
Nadi
: 112 x / menit
Respirasi
: 26 x / menit
suhu
: 36,8 oC
Berat badan sekarang : 13 Kg

Status Generalisata
Kulit
Warna
turgor
sianosis
ikterus
oedema
anemis

:
:
:
:
:
:

coklat sawo matang


cepat kembali
(-)
(-)
(-)
(-)

Kepala
bentuk Kepala : Normocephal
mata
: Conjungtiva anemis (-/-)
Sklera ikterik (-/-)
pupil bulat isokor
reflek cahaya (+/+)
Hidung
: sekret tidak ada, PCH tidak
ada, mukosa tidak
hiperemis,
darah
tidak ada
Telinga
: Simetris, tidak ada kelainan,
Otore (-/-)
Mulut
:POC (-), perdarahan gusi (-),
lidah
kotor (-), faring
hiperemis (-), tonsil T1T1
Normal

Leher

: Deviasi trakea tidak ada


pembesaran kelenjar tiroid
tidak ada
Pembesaran KGB tidak ada
Kaku kuduk (-)
Thorax : bentuk dada simetris kiri
kanan
pernafasan abdominalthorakal
Retraksi intercostal tidak ada

Paru
: inspeksi
: bentuk dan
pergerakan
dinding
dada simetris, tidak
ada
bekas luka
Palpasi : vocal fremitus
simetris,
nyeri
tekan (-), tidak teraba
benjolan
perkusi : sonor pada kedua
lapang
paru
auskultasi : VBS (+/+), wh (-/-),
rh (-/-)

Jantung : inspeksi
: iktus kordis tidak
terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba di
ICS V
perkusi : batas atas ICS III
garis
midclavicula
sinistra
batas kanan ICS V
garis
sternal
dextra
batas kiri ICS V garis
midclavicula

abdomen
normal

: inspeksi: datar, distensi (-)


auskultasi: bising usus (+)

Palpasi : soepel, NT (-), DM(-),


hepar
tidak teraba,
lien tidak
teraba
perkusi : Timpani
Ekstremitas: atas
sianosis (-),
Bawah

: CRT <2,

oedem (-)
: CRT <2, sianosis (-),
oedem (-)

Status lokalis
Regio suprapubik
Inspeksi : kesan datar warna kulit sama
dengan
sekitar, tidak tampak
massa tumor,
hematom
tidak ada
Palpasi : nyeri tekan (-), buli-buli tidak
teraba,
massa tumor tidak
teraba
Regio genitalia eksterna
Penis
inspeksi : ostium eksterna diujung
penis
warna sama dengan

palpasi`
Skrotum
inspeksi

massa tumor tidak ada


hematom tidak ada
: massa tumor tidak teraba
nyeri tekan tidak ada

: warna sama dengan sekitarnya


hematom tidak ada
besar tidak simetris
terdapat benjolan diskrotum
sebelah kanan
palpasi
: testis kanan dan kiri teraba
benjolan di skrotum kanan (+),
nyeri tekan (-)
konsistensi benjolan kenyal
auskultasi : bising usus (-)
pemeriksaan transiluminasi (+)

Resume
Anamnesis
:
Anak laki-laki berumur 2 tahun 10 bulan
datang dengan keluhan :
- benjolan dikantung zakar sejak lahir
- benjolan tersebut makin lama makin
besar
- tidak disertai nyeri
- besar nya benjolan bertambah saat
menangis
- benjolan tidak keluar masuk
- tidak membesar ketika batuk atau
mengejan
- tidak hilang jika pasien berbaring
- tidak tampak adanya gambaran cacing

Pemeriksaan fisik
Status generalisata dalam batas normal
Status lokalis (skrotum)
Inspeksi : - warna sama dengan sekitar
- hematom
- ukuran / besar tidak simetris
- terdapat benjolan diskrotum
sebelah
kanan
Palpasi : - testis kanan dan kiri teraba
- terdapat benjolan diskrotum
kanan yang
tidak nyeri
- konsistensi kenyal
Auskultasi
: bising usus tidak ada
Pemeriksaan transiluminasi (+)

Diagnosa kerja
Hidrokel komunikan dextra
Usulan pemeriksaan
Darah rutin
Terapi
Tindakan untuk mengatasi hidrokel adalah aspirasi dan
operasi . Pada kasus ini dilakukan hidrokelektomi oleh dokter
ahli bedah.
Sebelum pembedahan lakukan persiapan pre operasi
Observasi tanda-tanda vital
pemasangan iv line -> RL
Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad fuctionam
Quo ad sanationam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

Tinjauan Pustaka
Anatomi testis
:
Terletak di skrotum dg ukuran 4x3x2,5 cm volume 15-25ml,
bentuk ovoid
Dibungkus oleh tunika vaginalis dibagian luar dan tunika
albuginea dibagian dalam yg melekat pada testis serta tunika
dartos
Otot kremaster disekitar testis dapat digerakkan mendekati
rongga abdomen untuk mempertahankan temperatur testis
Testis mendapatkan suplai darah dari :
Arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta
Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior
Arteri kremasterika cabang dari arteri epigastrika

Vena yang meninggalkan testis membentuk pleksus


pampiniformis
Dinding scrotum terdiri dari :
cutis
fascia superfisialis
musculus dartos
fascia spermatica externa
fascia cremasterica
fascia spermatica interna
tunika vaginalis

Histologi testis
:
testis terdiri atas +/- 250 lobuli, tiapi lobuli terdiri atas tubulus
seminiferi, didalam tubulus seminiferi terdapat sel-sel
spermatogonia dan sel sertoli yang berfungsi memberi makan pada
bakal sperma.
Diantara tubulus seminiferi terdapat sel-sel leydig atau sel
interstisial testis yang berfungsi dalam menghasilkan hormon
testosteron yang diatur oleh LH
Fisiologis testis
:
Sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli seminiferi yang diatur
oleh FSH disimpan & mengalami maturasi di epididimis
Setelah dewasa akan keluar bersama getah dari epididimis, vas
deferen, vesikula seminalis, serta cairan prostat membentuk cairan
semen.

Definisi
Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis
dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada didalam
rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan
reabsorbsi oleh sistem limfatik disekitarnya.

Etiologi
Pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena
1.Belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi
aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis
2.Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam
melakukan reabsorbsi cairan hidrokel
Pada orang dewasa hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer)
dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan
pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem
sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan dapat
berupa tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis.

Gambaran klinis
pasien mengeluh adanya benjolan dikantong
skrotum yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum
dengan konsistensi kistus atau kenyal dan pada
pemeriksaan penerawangan atau transiluminasi
didapatkan transmisi cahaya sebagai bayangan
merah menunjukan rongga yang mengandung
cairan serosa.

Klasifikasi hidrokel
1.Hidrokel testis
kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat
diraba. Pada anamnesis besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari.
2.

Hidrokel funikulus
kantong hidrokel berada difunikulus yaitu terletak disebelah kranial dari
testis sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada diluar kantong
hidrokel. Pada anamnesis besarnya kantong hidrokel tetap sepanjang hari.
3. Hidrokel komunikan
terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum
sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Pada anamnesis,
kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat
anak menangis. Pada palpasi, kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat
dimasukan kedalam rongga abdomen.

Diagnosis banding
1.Varikokel
adalah varises dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran
darah balik vena spermatika interna.
2. Torsio testis
adalah keadaan dimana funikulus spermatikus terpuntir sehingga terjadi
gangguan vaskularisasi dari testis yang dapat berakibat terjadinya gangguan vaskularisasi
dari testis yang dapat berakibat terjadinya gangguan aliran darah daripada testis.
3. Spermatokel
adalah benjolan kistik yang berasal dari epididimis dan berisi sperma
4.Hematokel
adalah penumpukan darah didalam tunika vaginalis, biasanya didahului oleh
trauma.
5.Hernia inguinalis lateralis
benjolan di daerah inguinal / skrotal yang hilang timbul
6.Tumor testis
keganasan pada pria terbanyak usia antara 15-35 tahun.

Terapi
Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan
harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiri, tetapi jika
hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu difikirkan untuk dilakukan koreksi.
tindakan untuk mengatasi hidrokel adalah aspirasi dan operasi. Aspirasi cairan
hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat
menimbulkan penyulit berupa infeksi.
Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah
1.Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah
2.Indikasi kosmetik
3.Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam
melakukan aktivitasnya sehari-hari
pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali
hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel sekaligus
dilakukan herniorafi. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan skrotal dengan
melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara winkelman atau plikasi
kantong hidrokel sesuai cara lord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel
secara in toto.

Pemeriksaan Penunjang
Ultrasonografi dapat mengirimkan gelombang suara melewati skrotum
dan membantu melihat adanya hernia, kumpulan cairan ( hidrokel atau
spermatokel), vena abnormal (varikokel) dan kemungkinan adanya tumor.

Komplikasi
1.Kompresi pada peredaran darah testis
2.Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan
hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga
menimbulkan atrofi testis
3.Perdarahan yang disesabkan karena trauma dan aspirasi
4.Sekunder

Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad fuctionam
Quo ad sanationam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam