Anda di halaman 1dari 96

MIKROORGANISME PENYEBAB

PENYAKIT PERJALANAN (TRAVELER


DISEASE)
VELMA BUNTUAN

TIK
Menjelaskan Bakteri,Virus, Jamur
menyebabkan Penyakit pejalanan.
Menjelaskan tentang Morfologi
bakteri,virus,jamur yang berhubungan
dengan penyakit perjalanan
Patogenesis penyakit Bakteri, Virus, Jamur
yang menyebabkan penyakit perjalanan
Pemeriksaan
laboratorium(Pengambilan,pengiriman,pe
nyimpanan,pengolahan spesimen)

Diseases Related to Travel


Information for travelers about specific
diseases which can affect them while
traveling.
Note: For travel recommendations by specific
regions, please see Destinations

Traveling disease ( Penyakit perjalanan)

VIRUS

BAKTERI

1. Campylobacter
2. Cholera
3. Diphtheria, tet
anus, and pertussi
s
4. E. coli
5. IMS
6. Shigellosis
7. Streptococcus
pneumoniae
8. Tuberculosis (TB
)
9. Salmonellosis

1.
2.
)
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
s

AIDS/HIV
Chickenpox (Varicella
Chikungunya fever
Encephalitis
H1N1 flu
Hepatitis
HIV (see AIDS/HIV)
Influenza (flu)
Japanese encephaliti

10. Measles, mumps, an


d rubella (MMR)
11. Meningitis
12. Norovirus infection
13. Poliomyelitis
14. Rabies
15. Rotavirus
16. SARS
17. Ims (Virus)
18. Smallpox
19. Varicella (chickenpo
x)
20. Viral hemorrhagic f

JAMUR

1. Coccidioidomycosis
2. Criptococcus
neoformans
3. Histoplasmosis

E.coli

Escherichia coli, atau biasa


disingkat E. coli, adalah salah satu
jenisspesiesutamabakteri
gram negatif.
ditemukan olehTheodor Escherich
Penghuni usus besarmanusia.
KebanyakanE. Colitidak berbahaya,

E. ColitipeO157:H7, dapat
mengakibatkan keracunan makanan
yang serius pada manusia yaitudiare
berdarah karenaeksotoksinyang
dihasilkan bernamaverotoksin.[1]
Toksin ini bekerja dengan cara
menghilangkan satu basaadenindari
unit 28SrRNA, sehingga
menghentikan sintesisprotein.[1]

Bakteri dapat ditemukan pada daging


yang belum masak, seperti daging
hamburger yang belum matang.[1]
E. Coliyang tidak berbahaya dapat
menguntungkan manusia dengan
memproduksivitamin K2, atau dengan
mencegah baketi lain di dalam usus.

E. colibanyak digunakan dalam


teknologirekayasa genetika.
Biasa digunakan sebagai vektoruntuk
menyisipkangen-gentertentu yang
diinginkan untuk dikembangkan.
E. coli dipilih karena pertumbuhannya
sangat cepat dan mudah dalam
penanganannya.

KLASIFIKASI

Superdomain : Phylogenetica
Filum
: Proterobacteria
Kelas
: Gamma Proteobacteria
Ordo
: Enterobacteriales
Family
: Enterobacteriaceae
Genus
: Escherichia
Species
: Escherichia Coli

Klasifikasi E. coli
1.
2.
3.
4.
5.
6.

E. coli Enteropatogenik (EPEC)


E. coli Enterotoksigenik (ETEC)
E. coli Enterohemoragik (EHEC)
E. coli Enteroinvansif (EIEC)
E. coli Enteroagregatif (EAEC)
E coliO157: H7 tipe hemoragik

E. coli
Flora normal dalam usus besar
manusia
Dapat menyebabkan infeksi
primer diusus
Travelers diarrhea
Mampu menimbulkan infeksi
pada jaringan yang lain diluar
usus
Tdd: 2 spesies:
1. E.colli
2. E.hermanii

MORFOLOGI E. collli

E. Coli dari anggota family


Enterobacteriaceae.
Ukuran sel panjang 2,0 6,0 m dan lebar
1,1 1,5 m.
Tidak ditemukan spora
E. Coli batang gram negatif.
Selnya bisa terdapat tunggal, berpasangan,
dan dalam rantai pendek
Tidak berkapsul.

Bakteri ini aerobic dan dapat juga


aerobic fakultatif. E. Coli
merupakan penghuni normal usus,
seringkali menyebabkan infeksi.
Kapsula atau mikrokapsula terbuat
dari asam - asam polisakarida.
Mukoid kadang - kadang memproduksi
pembuangan ekstraselular yang tidak
lain adalah sebuah polisakarida dari
speksitifitas antigen K

Terdapat asam polisakarida yang


dibentuk oleh banyak E. coli seperti
pada Enterobacteriaceae.
digambarkan sebagai antigen M dan
dikomposisikan oleh asam kolanik.

MORFOLOGI:
Bentuk batang
pendek (kokobacillus)
Gram negatif
Ukuran 0,4-0,7 m x
1,4 m
Beberapa strain
memiliki kapsul
Sebagian besar gerak
positif
Struktur Ag ),H dan K

Patogenitas
2 type fimbriae:
1. Tipe manosa sensitive (pilli)
2. Tipe manosa resisten (CFAs I dan
II)
2 macam enterotoksin
1. Toksin LT (termolabil)
2. Toksin ST (Termostabil)

E.colli
Invasi mukosa usus
Kerusakan sel

Masuk kedalam sel


endotel PD masuk
kedala usus

Diare darah,mukus
dan pus (EIEC)
Diare darah,mukus
dan pus (EIEC)

Penyakit lain :

-Infeksi saluran kemih


- Pneumonia
-Meningitis
-Infeksi luka terutama luka didalam
- abdomen

Diagnosa laboratorium
Sama dengan kuman enterik yang
lain

VIETNAM

E.Coli

Toksikogenik

Enterotoksin

Non
Toksikogenik

Penetrasi sel epitel usus

-Disentri, tenesmus, urgensi,


hiperpireksia dan hipotensi
dengan toksemia sistemik.

Tuberkulosis

Mycobacterium
tuberkulosis

Bakteri Tahan Asam


(BTA)

Tuberkulosis

Pada malam tanggal 24


Maret, 1882 ketika Robert
Koch menyelesaikan
presentasinya pada
penyebab infeksi
tuberkulosis,

keheningan
menyelimuti ruangan
yang penuh sesak di
Fisiologis Berlin
Society.

Bagaimana cara memerangi


TBC - penyakit yang pada
abad ke-19 penyebab semua
kematian di New York
sertamenewaskan seperempat
penduduk Eropa

60 tahun
Streptomisisn
Pasien sembuh (banyak yang
dilaporkan)
Kekambuhan
Resisten terhadap Streptomisin

Mecegah

DOTS (

MDR

TUBERKULOSIS

2 juta orang setiap


tahun. meninggal

MDR

Lini-I OAT (Rifapisin


dan INH (resisten)

Meninggal

500.000 pasien/tahun

Bertanggung jawab pemutusan rantai penularan


M.TBC
Petugas kesehatan
Penderita

Masyarakat /
keluarga

Pemerintah

Petugas
laboratorium

M. TBC

Pendidikan Kesehatan

Pemeriksaan bakteriologi
Mycobacterium tuberkulosis

mikroskopik

Kultur

Kombinasi

BTA

1.Pasien tersangka
tuberkulosis, tapi
hasil BTAnya negatif
2. uji sensitivitas anti
tuberkulosis

Pengambilan,
penyimpanan, dan
pengiriman spesimen
Tujuan :
- mendapatkan spesimen sputum
yang
memenuhi syarat untuk
pemeriksaan
bakteriologik mycobacterium
tuberculosis

Sampel pemeriksaan
Mycobacterium TBC

1. Sputum
2. Bilasan lambung
3. Urine dan feses (segar)
4. Cairan pleura (Wadah
steril tertutup)
5. Cairan otak
(Cerebrospinalis) (wadah
steril dan tertutup
6. Darah

Pemeriksaan mikroskopik
Prinsip Pewarnaan Bakteri Tahan Asam

1. Ziehl Neelsen
pewarna diferensial
untuk bakteri tahan
asam, modifikasinya
adalah pewarnaan
Kinyoun Gabbet (Tan
Thiam Hok)

2. mengikat zar warna


fukhsin karbol sedanghkan
kuman yang tidak tahan
asam akan melepaskan
fukhsin karbol dan mengikat
zat warna kedua yaitu biru
metilen

Zat warna
1. Kinyoun
Gabbet (Tan
Thiam Hok)

Larutan Kinyoun (Fukhsin karbol 4 %)


Larutan Gabbet ((H2SO4 + alkohol + biru
metilen 1 %)

2. Ziehl Neelsen

- 1,5 gr basic fuchsin dalam 30 ml


ethanol
- 15 gr phenol dalam 285 ml
Aquadest
- Asam alkohol 3 %
- Larutan Methileen blue 0,1%

Pewarnaan yang lain :


- Fluorochrom
(mikroskop fuorosensi)
- M. TBC

warna kuning orange

J Clin Microbiol. 2004 February

Metode

- Mycobaterium

berbentuk batang

- Warna merah dengan latar belakang biru

M.tuberculosis Cultur
M. tuberculosis is grown on a
selective medium known as
1. Lowenstein-Jensen medium
2. Ogawa medium

1. Lowenstein-Jensen
medium
Lowenstein-Jensen
medium
popularly
known as LJ medium
is a growth medium
specially used for culture of
Mycobacterium notably
Time
growth (25
day)

Mycobacterium tuberculosis.

M. Tuberculosis bacterial colonies


From Wikipedia, the free encyclopedia

composition
- Malachite green
- Glycerol
- Asparagine
- Potato flour
- Coagulation eegs
- Mineral salt solution
Potassium dihydrogen phosphate

Magnesium sulfate
Sodium citrate

2. Media Ogawa
Komposisi media
- Larutan garam :
Monopotasium (KH2PO4)
Sodium glutamat
Aquades
- Glycerol
- Malachit hijau
- Telur yang di kocok
Lama pertumbuhan 6-8 minggu

New Diagnostic methods


1. Automated culture method
- Bactec TB-460
- Bactec MGIT 960
- VersaTREK
- Bact/Alert 3D
2. Nucleic Acid amplification method
3. Genetic Identification methods
- PCR restriction-enzyme analysis
- DNA Probe
- Genetic sequencing

4. Non-Conventional Phenotyping
Diagnostic Methods
- Phage-Based Assay
- The Micro-Colony Method
- Microscopic Observation broth-Drug
Susceptibility Assay (MODS)
- Analysis of Cell Wall Mycolic Acids

1. Automated culture
method
Although known for decades,the ability of
a liquid medium to support a faster growth
was heavily hampered by its susceptibility
to contamination
The use of antimicrobial combination
potential contaminants (Gram-positive,
gram negative bacteria)
During the same period, automation was
taking its first step in microbiology with
blood cultures leading the field (for
diagnostic mycobacteriology)

The principle (Bactec-TB-460)


modified Middlebrook 7H9

In use Palmitic acid


(radiolabeled)

Contamination is
controlled (PANTA)
- Polymyxin B
- Amphotericin B
- Nalidixic acid
- Trimethoprim
- Azlocillin

The vials containing the


medium remain sealed
through the whole culture
process and the specimen
is inoculated by puncturing
the rubber septum with a
needle
The instrumen:
Once paired needles have perforated
the rubber septum of the vial. The
gaseous phase is aspirated and
replaced with air containing 5% CO2
Aspirated gas is analyzed by -counter
to quantify the eventual present of
radiolabeled CO2
www. Tuberculosis
Textbook.com.

When viabel mycobacteria are present


in the culture vial, the radiolabeled
palmitic acid is metabolized and
radioactive CO2 is liberated into
gaseous phase
The vials, which are held in anexternal
incubator, must be loaded into the
instrument for reading
The reading is usually performed twice
a week during the first 15 day of
incubation, and weekly thereafter,
until the 42 day

The principle
- The medium a modified Middlebrook 7H9 medium
- Medium in which a supplement is added at the
moment of use (OADC) enrichment:
Oleic acid
Albumin
Dextrose
Catalase
- Contamination is controlled (PANTA)
- Polymyxin B
- Amphotericin B
- Nalidixic acid
- Trimethoprim
- Azlocillin
- As the tubes containing the medium are screw-capped,
no needle is needed for inoculation

A silicon film
embedded with a
ruthenium salt is
present at the bottom
of the tube as a
flourecence indicator

VersaTREK
The versaTREK use
technology of
previously
development blood
culture system and is
commercialized Trek
diagnostic system
VersaTREK bottle (Courtesy
Diagnostic System

The principle

The medium a modified Middlebrook 7H9


To which the OADC enrichment must be added
Two diffrent antimicrobial mixtures are available
The first one,also known as AS include : (OADC)

- Oleic acid
- Albumin
- Dextrose
- Catalase
The secound contains (PVNA)
- Polymyxin B
- Vancomycin
- Nalidixic acid
- Amphotericin B

The instrumentation :
- Incubator and reader
- Which also shakes the bottle during
the
incubation
- The pressur within each bottle is
monitored by a manometer through a
proper connector
- Cultures precenting a decreased
headspace presure
Positive

Mycobacteria are
present in the bottle

The oxygen consumption due


to their metabolism

Reduces the internal


pressure

VersaTREK is a typical walk-away


instrumentation
Which constinously monitors the
bottles, alert when they become
positive and signals the end of the
incubation period

Bact/Alert 3D
The tecnology of a previously developed blood
culture system
Medium :
- modified Middlebrook 7H9
- in use suplemen OADAC
- - Contamination is controlled (PANTA)
- Polymyxin B
- Amphotericin B
- Nalidixic acid
- Trimethoprim
- Vancomysin
- Azlocillin

If viable
mycobacteria a
present in the
bottle, the CO2
produced by their
metabolism causes
a change of the
color of the sensor,
from green to
yellow

Negative

cc

Positive
-

2. Nucleic Acid amplification method


When the Polymerase Chain reaction methodology
took insto its first steps inti diagnostic microbiology
1. in house method for dianosis for TBC
2. Commercial method :

- Ampflified MTD

- Amplicor MTB tet

- BD ProbeTec ET
3. Genetic Identification method

- PCR restriction-Enzym analisys (PRA)

- DNA Probe

- INNO LiPA Mycobacterium


4. Genetic squensing

Apakah PCR itu ?


Polymerase Chain Reaction (PCR)
adalah suatu metode secara
enzimatis melipatgandakan
secara eksponensial suatu
sekuen nukleotida tertentu
dengan cara in vitro
Ditemukan pertama kali oleh
Kary Mullis, 1983

Prinsip PCR

PCR berdasarkan pada 3 tahap yang


diperlukan dalam reaksi
pembentukan DNA :
1. Denaturasi yaitu : untai ganda DNA
dipisahkan menjadi rantai tunggal,
2. Annealing (penempelan) primer pada
rantai tunggal DNA
3. Extension : pemanjangan rantai DNA
(pembentukan rantai DNA yang baru)

Kegunaan PCR

Dalam riset
kedokteran maupun
kedokteran klinis,
kegunaan PCR secara
garis besarnya terbagi
2:
1. Mendeteksi organisme
penyebab infeksi
2. Mendeteksi variasi
dan mutasi gen

Kelebihan PCR
1. Sangat sensitif
2. Dilakukan secara cepat
3. Menggunakan komponen dalam
jumlah yang relatif sedikit

4. Non-Conventional
Phenotyping Diagnostic
Methods

In addition to on the so-called


conventional method for TB diagnosis
basides the automated and molecular
diagnosic methods descrebed above,
Some new technology gies have been
proporsed
Rappid dtection of growth by
microscopic observation of
microcolonies in solid or liqued media

Microcopic Observation Drug


susceptibility (MODS)
New diagnostic stool are urgently
needed
Rapid, sensitive detection of
tuberculosis and multidrug resistance
tuberculosis in sputu
Which broth cuture are examined
microscopically to detected growth
characteristic

Microcopic Observation Drug


susceptibility (MODS)
Pionereed Robert Gilman in Peru
Liquid cultur method for detection of M.
TBC
Microscopic detection of bacteri coeding
that is caracteristic for M. TBC
Can be adapted for drug susceptibility
testing
Relatively simple, relatively inexpensive
No radioactivity

Kultur

Virus

Chikungunya fever
Klasifikasi Chikungunya Virus

Kelompok: Kelompok IV ((+) ssRNA)


Keluarga: Togaviridae
Genus : Alphavirus
Spesies : Chikungunya Virus

Struktur
RNA
rantai tunggal, Polaritas
positif, Segmen tunggal
Virion
- berselubung, Diameter
60-70 nm
- nukleokapsid berbentuk
ikosahedral, tersusun 3-4
jenis protein utama
- Protein berselubung
memiliki aktifitas
hemaglutinasi

Tiga genotipe

Afrika Selatan
Asia

Afrika Barat, Timur / Tengah

- Chikungunya virus asli ke Afrika tropis dan Asia,


- Ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk
yang terinfeksi, biasanya dari genus Aedes.

- Chikungunya virus milik genus alphavirus dari


keluarga Togaviridae. Ini adalah "Arbovirus" (Ararthropoda, bo-borne).

- Epidemi demam chik transmisi oleh manusia-nyamukmanusia.

- Virus utama penjangkiti monyet, tetapi spesies lain


juga dapat dipengaruhi, termasuk manusia.

PATOGENESIS
Betina

Masuk virus

Plasma darah
sel target

Sel endotel kapiler darah, Makrofag,


Monosit, sist RE

Repikasi

VIREMIA
RE

VIREMIA
SEK

> Virus di produksi

Tes laboratorium

RT-PCR
Isolasi
virus

Tes
serologi.

RT-PCR

Menggunakan pasangan primer


digunakan untuk beberapa

chikungunya-gen spesifik dari seluruh


darah.

Hasil dapat ditentukan dalam satu


sampai dua hari.

Isolasi Virus
Diagnosis pasti,
Perlu waktu satu sampai dua minggu
biosafety level 3 laboratorium.

Dibiakan pada sel vertebrata dan sel


nyamuk. (embrio unggas cell-line

ginjal bayi Hamster dan ginjal monyet

Diagnosis serologis

Pemeriksaan darah
Menggunakan uji ELISA untuk mengukur
chikungunya-spesifik tingkat IgM.

Hasil memerlukan dua sampai tiga hari,


Positif palsu dapat terjadi dengan infeksi
virus lainnya

Japanese encephalitis
Virus classification
Group:

Group IV ((+)ssRNA)

Family:

Flaviviridae

Genus:

Flavivirus

Species:

Japanese encephalitis
virus

Geographic distribution of Japanese encephalitis (in yellow)

Morfologi
Virus RNA:
rt, polaritas positif, segmen tunggal,
replikasi RNA melalui RNA komplementer
yang menjadi cetakan pada RNA genom
Virion :
Selubung, nukleokapsid simetris
(kurang jelas), tersusun 4 jenis protein
utama, aktifitas hemaglutinasi, diameter
virion 40-50 nm
Replikasi di sitoplasma

Patogenesis
Vektor nyamuk aides albopectus

Virus
Berkembang biak tempat
inokulasi
Viremia - 1
Sirkulasi
Viremia - 2

Otak

Pemeriksaan Laboratorium
Isolasi dan Identifikasi
Bahan:
- Darah
- Cairan cerebospinal
Segra dikirim ke Laboratorium
Isolasi pada biakan sel (bayi
mencit,sel nyamuk)

Pemeriksaan serologik
1. Uji hambatan hemaglutinasi
2. Uji ELISA
3. Uji Netralisasi

PCR
- Sedikit bahan yang dibutuhkan
- Sangat sensitif

Tugas
1. Meningitis virus
2. H1N1 flu

Jamur
Mikosis endemik
1.Coccidioidomycosis
2.Criptococcus neoformans
3.Histoplasmosis
4.Blastomikosis

Coccidioidomycosis
Etiologi:
1. Coccsioides Immitis
2. Coccsioides Posadasii
Sifat infeksib: Endemik
Terdapat didaerah:
1. Amerika barat Daya
2. Amerika tengah
3. Amerika Selatan

Morfologi
C. posadasii
DNA (sering
Coccodiodomycosis)
Koloni warna putih-coklat
Koloni sperti kapas
Hifa berbentuk rantai
artrokonidia (artrospora)
Artrokonidia (dibawa udara)
resisten kondisi buruk,
infeksius
Inhalasi menjadi Sferis
membentuk sferul yang
mengandung endospora

Patogenesis
Inhalasi artrokonidia
Infeksi primer (60%)
(asimtomatik)
Presipitin serum, uji kulit
positif
40% Gejala Dema, atralgia,
nyeri kepala (demam lembah)
Rx hipersensitivitas;
Ruamkulit, Eritema nodosum,
eritema multiforme, Efusi
pleura, residu di paru

Uji Labo kutanratorium

Spesimen;
Sputum
Eksudat lesi
Cairan spinal
Darah
Urine
Biopsijaringan

Mikroskopik
Sediaan di
centrifugasi
Pewarnaan
calcoflour white
atau KOH
Dilihat Sferula
atipik
danendospora

Biakan
Souboraud
Agar
Inkubasi pada
suhu 37oC
Koloni seperti
kapas
berwarna
putih sampai
dengan coklat

Serologi
Uji aglutinasi lateks (IgM)
Imunodifusi atau Fiksasi Complemen)
IgG
Titer > 1:32

Uji Kulit
Injeksi subkutan larutan standar
Indurasi Maksimum Diameter 5
mm

Tugas
Criptococcus neoformans
Histoplasmosis

Kepustakaan
1.Nendrosuwito, 2000, Standard Operating Procedures (SOP) In
NMicrobiology.
2. Acid-Fast (Mycobacteria) Broth-Based Culture and Smear and
Susceptibility 2007 by Laboratory Corporation of America Holdings
and Lexi-Comp Inc. All Rights Reserved
3. Caviedes L, Moorr ,2007, Introducing MODS: A low-coast, Low tech tool
for high performance detection of tuberculosis and multi drug resistant
tuberculosis, Indian journalMycrobiology. www.ijmn.org
Lowenstein-Jensen medium
4. Wikipedia,2008, Lowenstein-Jensen medium, From Wikipedia, the free
encyclopedia
5. Dorman SD, Kritski AL,2006, The MODS Assay for Detection of TB and
TB Drug Resistance A Multy Center Study, John Hopskins University,
Federal University of Rio the janeiro
6. Mycobacterium tuberculosis - Wikipedia, the free encyclopedia.htm,
2008
7. Friedland, 2007, MODS assay for the diagnosis of TB, The new
EnglandJournal of TB

8. Wahongan P, 2008, Polymerase chain


reaction (PCR), Parasitologi UNSRAT
9. Palamino, Leao,Ritacco, 2007,
Tuberculosis from basic science to
patient care, www. Tuberculosis
Textbook.com.
10. Cidlia Pina-Vaz, at all,2004, Novel
Method Using a Laser Scanning
Cytometer for Detection of
Mycobacteria in Clinical Samples,
American Society of Microbiology
11. Jawets Mikrobiologi Kedokteran