Anda di halaman 1dari 50

PENCEGAHAN

KANKER LEHER RAHIM

Dr.dr.Dwiana Ocviyanti, SpOG(K)


Departemen Obstetri dan Ginekologi
FKUI/RSCM
Apa itu Leher Rahim?
Bagaimana mememeriksa leher rahim?
Diagram Epitel Serviks
Daerah
transformasi
Kanker adalah…

penyakit tumor ganas yang dapat menyebar


(metastasis) ke organ-organ yang lain dan
menyebabkan kematian
Diagram Histopatologi Epitel Skuamosa
Serviks Normal dan Displasia
Gambaran Sitologi Epitel Skuamosa Serviks
Normal dan Displasia

Normal Displasia
Gambaran Visual Serviks Normal dan Serviks
dengan Lesi Prakanker/Displasia serviks

Serviks Normal Lesi Prakanker


Gambaran Visual Serviks Normal dan Kanker
Serviks

Serviks Normal Kanker Serviks


Apa penyebab
Kanker Leher Rahim?

 Infeksi Virus HPV yang onkogenik pada


perempuan
 Infeksi Virus HPV menetap
 Perempuan yang terinfeksi mempunyai
Faktor Risiko
HPV
 Viruspapilloma relatif kecil—hanya ada
dua strand DNA dalam satu sel bundar,
atau amplop, yang menyerupai bola golf
ketika diperbesar dengan mikroskop
elektron
Bagaimana seorang perempuan
dapat terinfeksi virus HPV?

 Sebagian besar melalui kontak seksual


Bagaimana Virus HPV masuk ke dalam
tubuh dan menyebabkan
Kanker Leher Rahim

Adapted from Goodman A, Wilbur DC. N Engl J Med. 2003;349:1555–1564. Copyright © 2003 Massachusetts Medical Society
Perkembangan stadium Kanker Leher Rahim
Besarnya masalah Kanker Leher Rahim
 Kanker leher rahim adalah kanker urutan
kedua terbanyak pada perempuan di dunia
 Kanker terbanyak pada perempuan di
Indonesia
 Dialami > 1,4 juta wanita di seluruh dunia
 Sering datang ke Rumah Sakit dalam
keadaan terlambat
 >460.000 kasus/tahun dan fatal, karena
menyebabkan kematian pada 50% kasus
Fakta tentang Kanker Leher Rahim
 Disebabkan oleh virus HPV (human
papilloma virus)
 Hanya diderita oleh perempuan yang
sudah pernah melakukan hubungan
seksual
 Perkembangan penyakit membutuhkan
waktu lama , antara 10-20 tahun
 Pada fase prakanker dan pada stadium
awal tidak menimbulkan gejala
 Dapat dicegah!
Perjalanan penyakit
Kanker Serviks

Infeksi
Transien

Aktivitas Epitel serviks


seksual HPV Normal

Infeksi
Persisten Kanker
HPV Onkogenik Lesi Derajat Lesi Derajat
Perilaku Serviks Kematian
Rendah Tinggi
seksual Invasif
risiko
tinggi

Kofaktor: merokok, host (HLA, polimorfi P53), kontrasepsi


oral, paritas, infeksi PMS lain, nutrisi
MEROKOK
PENURUNAN
KEKEBALAN
TUBUH

PASANGAN SEKSUAL
LEBIH DARI SATU

RIWAYAT PADA
IBU DAN SAUDARA
PEREMPUAN

Faktor Risiko
HUBUNGAN SEKS PERTAMA
Kanker Leher
USIA KURANG DARI 20 TAHUN Rahim
Upaya Pencegahan Kanker
Serviks

Infeksi
Transien

Aktivitas Epitel serviks


seksual HPV Normal

Infeksi
Persisten Kanker
HPV Onkogenik Lesi Derajat Lesi Derajat
Perilaku Serviks Kematian
Rendah Tinggi
seksual Invasif
risiko
tinggi

Kofaktor: merokok, host (HLA, polimorfi P53), kontrasepsi


oral, paritas, infeksi PMS lain, nutrisi

Pencegahan Pencegahan
Pencegahan sekunder tersier
primer
Penyebab tingginya kejadian kanker
serviks di negara yang sedang
berkembang
 Tidak adanya program skrining yang efektif
 Di negara sudah berkembang yang 80 %
wanita berisiko sudah menjalani skrining
dengan tes pap, angka kejadian kanker serviks
turun hingga 93 %
 Di negara sedang berkembang kurang dari 5%
yang menjalani skrining
Program Skrining Kanker Serviks
Merupakan program yang paling ideal untuk
mengatasi suatu kanker karena :
 Insiden kanker serviks cukup tinggi dengan angka
mortalitas yang tinggi pula
 Perkembangan penyakit cukup lama dan dapat
dikenali pada fase pra kanker
 Sudah ada teknik skrining yang efektif , aman dan
dapat diterima – tes Pap
 Ada cara pengobatan yang efektif dan jauh lebih
murah bila dilakukan pada fase dini (keberhasilan
terapi pada fase prakanker 100%)
Pemeriksaan Skrining
Kanker Leher Rahim
 Tes HPV dapat mendeteksi adanya infeksi HPV
risiko tinggi yang menyebabkan Kanker Leher
Rahim
 Tes Pap, tes IVA, dapat mendeteksi kondisi
epitel leher rahim yang berpotensi untuk
berubah menjadi kanker (mendeteksi perubahan
epitel pada fase prakanker- sebelum menjadi
kanker serviks)
 Bila ditemukan pada fase prakanker ,
keberhasilan pengobatan mendekati 100
persen!
Kelemahan program skrining dengan
tes Pap
 Membutuhkan penunjang yang cukup kompleks
seperti : tenaga trampil untuk pengambilan sampel,
bahan dan alat untuk pengambilan sampel, upaya
transportasi sampel ke laboratorium, laboratorium
lengkap dengan sarana pengolahan sampel dan
tenaga trampil untuk pengolahan dan interpretasi
sampel
 Cukup spesifik ( Sp 98 % untuk LDT ) tetapi tidak
cukup sensitif ( Sn sekitar 50 %, terendah 20 % ).
Sensitifitas terutama dipengaruhi oleh kualitas
sampel.
Keuntungan IVA
 Hasil segera dapat diketahui oleh pemeriksa
maupun pasien
 Teknik pemeriksaan sederhana
 Membutuhkan bahan serta peralatan yang
sederhana dan murah
 Dapat dilakukan setiap waktu tanpa mempengaruhi
hasil pemeriksaan
 Sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi
 Dapat dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih
Kelemahan IVA
 Subyektif,hasil pemeriksaan ditentukan
oleh kompetensi pemeriksa
 Hanya dapat diinterpretasi bila daerah
transformasi dapat ditampakkan
 Angka positif palsu cukup tinggi

Sensitivitas 76-90% (Pap Smir 44-86%)


Spesifisitas 64-92% (Pap Smir 90-91%)
Nilai Prediksi Positif 23% (Pap Smir 40%)
Nilai Prediksi Negatif 85% (Pap Smir 88%)
Gaffikin(1997) dan Sankaranayan(1998)
Bagaimana Mencegah Kanker
Leher Rahim?

 Bila mungkin, hindari Faktor Risiko!


 Memeriksakan diri secara teratur , minimal
satu tahun sekali untuk dilakukan tes
skrining terhadap Kanker Leher Rahim
(tes Pap, tes IVA- inspeksi visual dengan
aplikasi asam asetat, tes HPV)
 Imunisasi HPV
Pengobatan pada
Fase Prakanker

 Sederhana
 Umumnya dapat dikerjakan di poliklinik
tanpa pembiusan
 Bentuk pengobatan : diatermi, krioterapi,
laser
Pengobatan Kanker Leher Rahim
 Pembedahan: pengangkatan rahim,
indung telur dan seluruh jaringan di
sekitarnya
 Radioterapi
 Kemoterapi
 Keberhasilan pengobatan tergantung
stadium kanker
 Biaya pengobatan mahal
Tes Pap dan Tes HPV
 Dilakukan pengambilan sel-sel epitel leher
rahim
 Waktu pengambilan setelah bersih haid
minimal 3 hari, dan disarankan tidak
melakukan hubungan seksual atau
menggunakan obat vaginal minimal 3 hari
sebelum pemeriksaan
 Sampel dikirim ke laboratorium untuk
diproses dan hasil dapat diterima dalam
waktu sekitar 7 hari kemudian
TES PAP
Alat Alat
Formulir

Spatula Ayre & Cytobrush

Kaca benda

Alat - Alat
Spekulum

Tabung Fiksasi
berisi alkohol 95 %

Sel skuamosa normal Endoserviks normal
Infeksi HPV / LG SIL
Displasia keras / NIS 3 / HG SIL
Sel Karsinoma in situ Sel Karsinoma skuamosa
NIS 3 / HG SIL
Karsinoma sel skuamosa
The Bethesda System

Class I Class II Class III Class IV Class V

Mild Mode Seve


Normal Inflam CIS Cancer
Dysplasia
CIN I CIN II CIN III
Normal Atypia Cancer
Koilocytosis
Benign
AS
WNL Cellular LGSIL HGSIL HGSIL Carcinoma
CUS
Changes
Tes IVA
 Dilakukan pengamatan leher rahim
sebelum dan setelah pemberian asam
asetat 5%
 Tidak diperlukan persiapan khusus
 Hasil pemeriksaan dapat diketahui segera
setelah selesai pemeriksaan
 Biaya pemeriksaan amat murah
ASAM
ASETAT
Gambaran Visual dengan Aplikasi Asam
Asetat pada Lesi Prakanker

Sebelum pemberian asam asetat Setelah pemberian asam asetat


Vaksinasi HPV
 Dapat mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18
yang diketahui menyebabkan hampir 70
persen kanker serviks
 Efektifitas dalam mencegah lesi prakanker
serviks hampir 100 persen

 Vaksinasi dalam bentuk suntikan sebanyak 3


kali ( bulan ke 0, 1 at 2, 6)
 Dapat diberikan mulai usia 9 hingga 26 tahun
Dimana dapat dilakukan
Tes Pap, Tes IVA, Tes HPV
atau Vaksinasi HPV
 Tenaga medis termasuk bidan, dokter
umum dan dokter spesialis kebidanan dan
kandungan dapat melakukan Tes Pap,
Tes IVA dan Tes HPVapabila sudah dilatih
dan mempunyai fasilitas untuk itu
 Semua tenaga medis dapat memberikan
Vaksinasi HPV
Pencegahan Kanker Leher Rahim
yang paling ideal
 Vaksinasi HPV sebelum pernah
melakukan hubungan seksual
 Tetap memeriksakan diri secara teratur,
bila memungkinkan tes HPV dan tes Pap
atau tes IVA
 Menghindari faktor risiko Kanker Leher
Rahim
 Menjaga pola hidup sehat ( olah raga,
cukup istirahat dan makanan gizi
seimbang)