Anda di halaman 1dari 22

snake BITE

Menurut Taylor racun adalah


setiap bahan atau zat yang
dalam jumlah relatif kecil bila
masuk kedalam tubuh akan
menimbulkan reaksi kimiawi
yang akan menyebabkan
penyakit atau kematian

Racun ular adalah racun hewani


yang terdapat pada ular berbisa.
Racun binatang adalah merupakan
campuran dari berbagai macam zat
yang berbeda yang dapat
menimbulkan beberapa reaksi toksik
yang berbeda pada manusia.

Bisa adalah suatu zat atau substansi


yang berfungsi untuk melumpuhkan
mangsa dan sekaligus juga berperan
pada sistem pertahanan diri.

Neurotoksin : Dapat melumpuhkan


sistim saraf pusat, melumpuhkan
jantung dan sarah pernafasan.
Racun jenis ini dimiliki oleh ular
Kobra, ular Mamba, ular Laut,
Krait, Ular Karang.

Hemotoksin: Dapat menyerang sistim


sirkulasi darah dan sistim otot dan dapat
menyebabkan kerusakan jaringan,
gangrene, kelumpuhan permanen
kemapuan bergerak otot. Racun jenis ini
dihasilkan oleh keluarga ular Viperidae
misalnya Rattle Snake, Coppe head, dan
Cotton mouth.

Beberapa Jenis enzim yang


dimiliki ular berbisa:
Cholinesterase : Neurotoksin dan dapat
melumpuhkan mangsa
Amino Acid Oxidase : Berfungsi
mencerna mangsa dan memicu peran
enzim lainnya.
Hyaluronidase
:
Berfungsi
untuk
mempermudah penyerapan enzim lain
kejaringan korban.

Proteinase: Berfungsi untuk mencerna,


mengahancurkan jaringan tubuh korban.
Adenosin Triphospatase : Diduga neurotoksin
yang bekerja sentral dan menyebabkan
korban mengalami syok dan melumpuhkan
mangsa.
Phospodiesterase : Bekerja dengan cara
mengganggu fungsi jantung dan menurunkan
tekanan darah dengan cepat.

Etiologi Snake Bite


Terdapat 3 famili ular yang berbisa, yaitu
Elapidae, Hidrophidae, dan Viperidae.
Bisa ular dapat menyebabkan perubahan lokal,
seperti edema dan pendarahan. Banyak bisa
yang menimbulkan perubahan lokal, tetapi
tetap dilokasi pada anggota badan yang
tergigit. Sedangkan beberapa bisa Elapidae
tidak terdapat lagi dilokasi gigitan dalam
waktu 8 jam.

1.

Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah


(hematoxic)
Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah, yaitu bisa
ular yang menyerang dan merusak (menghancurkan)
sel-sel darah merah
2. Bisa ular yang bersifat saraf (Neurotoxic)
Bisa ular yang merusak dan melumpuhkan jaringanjaringan sel saraf sekitar luka gigitan yang
menyebabkan jaringan-jaringan sel saraf tersebut mati
dengan tanda-tanda kulit sekitar luka gigitan tampak
kebiru-biruan dan hitam.

3. Bisa ular yang bersifat Myotoksin


Mengakibatkan rabdomiolisis yang
sering berhubungan dengan
maemotoksin. Myoglobulinuria
yang menyebabkan kerusakan ginjal
dan hiperkalemia akibat kerusakan
sel-sel otot.

4. Bisa ular yang bersifat kardiotoksin

Merusak serat-serat otot jantung yang


menimbulkan kerusakan otot jantung.
5. Bisa ular yang bersifat cytotoksin
Dengan melepaskan histamin dan zat
vasoaktifamin lainnya berakibat
terganggunya kardiovaskuler.

6. Bisa ular yang bersifat cytolitik

Zat ini yang aktif menyebabkan


peradangan dan nekrose di jaringan
pada tempat gigitan.
7. Enzim-enzim
Termasuk hyaluronidase sebagai zat
aktif pada penyebaran bisa.

Tanda dan gejala


Gejala-gejala awal
- Terdiri dari satu atau lebih tanda bekas
gigitan ular
- Rasa terbakar
- Nyeri ringan
- Pembengkakan local yang progresif.

Bila timbul parestesi, gatal, dan mati rasa


perioral, atau fasikulasi otot fasial, berarti
envenomasi yang bermakna sudah terjadi. Bahaya
gigitan ular racun pelarut darah adakalanya timbul
setelah satu atau dua hari, yaitu timbulnya gejalagejala hemorrhage (pendarahan) pada selaput tipis
atau lender pada rongga mulut, gusi, bibir, pada
selaput lendir hidung, tenggorokan atau dapat juga
pada pori-pori kulit seluruh tubuh.

Pertolongan pertama untuk


korban gigitan ular adalah:
Jangan panik. Tidak semua gigitan ular
mengandung bisa yang berbahaya,
bahkan meski yang menggigit adalah
spesies ular berbisa.
2. Kurangi gerak. Setiap gerakan yang
tidak perlu hanya akan menyebabkan
bisa ular menyebar lebih luas melalui
peredaran darah.
1.

3. Cuci bekas gigitan. Jika ada, gunakan


sabun
dan
air
matang
untuk
membersihkan luka sesegera mungkin.
4. Cuci mata jika kena semburan bisa.
Beberapa spesies ular kobra yang hidup
di
Asia
dan
Afrika
mampu
menyemburkan bisa mematikan tanpa
harus

. Ikat kuat-kuat daerah di sekitar luka. Ikatan yang kuat


di sekitar bekas gigitan dapat menghambat penyebaran
racun sampai mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
6. Bawa ke dokter secepat mungkin. Serum anti bisa
ular bisa didapatkan di Puskesmas atau tempat praktik
dokter.
7. Jangan suntikkan antiracun sendiri. Injeksi antiracun
memang dibutuhkan dengan segera, namun sebagiknya
tetap dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan
yang terampil.

R = Reassure
Yakinkan kondisi korban, tenangkan dan istirahatkan korban,
kepanikan akan menaikan tekanan darah dan nadi sehingga
racun akan lebih cepat menyebar ke tubuh. terkadang pasien
pingsan / panik karena kaget.
I = Immobilisatio
Jangan menggerakan korban, perintahkan korban untuk tidak
berjalan atau lari. Jika dalam waktu 30 menit pertolongan medis
tidak datang: lakukan tehnik balut tekan ( pressureimmoblisation ) pada daerah sekitar gigitan (tangan atau kaki)
lihat prosedur pressure immobilization (balut tekan).
G = Get
Bawa korban ke rumah sakit sesegera dan seaman mungkin.
T =Tell the Doctor
Informasikan ke dokter tanda dan gejala yang muncul pada korban.