Anda di halaman 1dari 30

DESAIN PENELITIAN

Musafaah, SKM, MKM

PERBEDAAN ORIENTASI
PENELITIAN

Kuantitatif

Diawali dengan menguji


hipotesis

Konsep dalam bentuk


variabel yang beragam

Pengukuran secara
sistematis diciptakan
sebelum data
dikumpulkan; pengukuran
standar
Data dalam bentuk angka,
bersumber dari
pengukuran yang pasti

Kualitatif
Makna terungkap
setelah peneliti terlibat
dengan data
Konsep berbentuk tema,
motif, generalisasi, dan
taksonomi
Pengukuran diciptakan
secara ad hoc dan
spesifik untuk setting
individual atau peneliti.
Data berbentuk kata
dan image, berasal dari
dokumen, observasi,
dan transkrip

Penelitian

Desain Penelitian

Observasional / Survei

Deskriptif :
1Studi Survei

Analitik :
1Potong Lintang

2Studi Kasus

2Kasus Kontrol

3Studi Komparatif

3Kohort

4Studi Prediksi
5Studi Evaluasi
6Studi Kepustakaan
7Studi Historis
8Studi Korelasi

Eksperimen

Pra
Eksperimen

Eksperimen
Semu

Eksperimen
Murni

DECISION TREE FOR STUDY DESIGN

Adakah Perlakuan?
Tidak

Ya

Apakah tujuan utama


menilai hubungan?
Tidak

Apakah tindakan
dikontrol ketat oleh
peneliti?

Ya
Tidak

Desain
Deskriptif

Akankah sampel
diteliti sebagai
grup tunggal?

Ya

Desain
Kuasi Eksperimen
Ya

Tidak

Akankah
digunakan
grup kontrol
dipilih secara
random?

Tidak

Desain
Korelasional

Ya

Apakah semua sampel


dipilih secara random?
Tidak

Ya

Desain Eksperimen

DESAIN PENELITIAN NON


EKSPERIMEN

tidak terjadi manipulasi variabel bebas


bersifat eksplorasi dan deskriptif;
menghasilkan tingkat pemahaman persoalan
yang dikaji pada tataran permukaan
desain penelitian deskriptif dan desain
penelitian korelasional

DESAIN PENELITIAN
EKSPERIMEN

terjadi manipulasi variabel bebas


bersifat eksplanatori (sebab akibat)
menghasilkan tingkat pemahaman yang lebih
mendalam
percobaan di lapangan (field experiment)
dan percobaan di laboratorium (laboratory
experiment)

CROSS SECTIONAL

suatu penelitian untuk mempelajari dinamika


korelasi antara factor-faktor resiko dengan efek,
dengan carapendekatan observasi atau pengumpulan
data sekaligus pada suatu saat ( poin time
approach ).

Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi


sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap
status karakter atau variable subjek pada saat
pemeriksaan.

Hal ini tidak berarti semua subjek penelitian diamati


pada waktu yang sama.

CROSS SECTIONAL

peneliti hanya mengobservasi fenomena pada


satu titik waktu tertentu

mampu menjelaskan hubungan satu variabel


dengan variabel lain pada populasi yang
diteliti, menguji keberlakuan suatu model
atau rumusan hipotesis serta tingkat
perbedaan di antara kelompok sampling pada
satu titik waktu tertentu

CROSS SECTIONAL

Tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan dinamika


perubahan kondisi atau hubungan dari populasi yang
diamatinya dalam periode waktu yang berbeda, serta
variabel dinamis yang mempengaruhinya.

ketidakmampuannya untuk menjelaskan proses yang


terjadi dalam objek/variabel yang diteliti serta
hubungan korelasionalnya.

mampu menjelaskan hubungan antara dua variabel,


namun tidak mampu menunjukkan arah hubungan kausal
di antara kedua variabel tersebut (Shklovski, et.al.,
2004).

PENELITIAN CROSS SECTIONAL

Keuntungan penelitian Cross Sectional :


Mudah dilaksanakan, sederhana, ekonomis
dalam hal waktu, dan hasil dapat diperoleh
dengan cepat dan dalam waktu bersamaan
dapat dikumpulkan variabel yang banyak,
baik variabel resiko maupun variabel efek.

PENELITIAN CROSS SECTIONAL

Keterbatasan penelitian Cross Sectional :


a. Diperlukan subjek penelitian yang besar
b. Tidak dapat menggambarkan
perkembangan penyakit secara akurat
c. Tidak valid untuk meramalkan suatu
kecenderungan
d. Kesimpulan korelasi faktor resiko dengan
faktor efek paling lemah bila dibandingkan
dengan dua rancangan epidemiologi yang
lain.

CASE CONTROL STUDY

DEFINISI
Yaitu rancangan penelitian epidemiologi
yang mempelajari hubungan antara paparan
(faktor penelitian) dan penyakit, dengan
cara membandingkan kelompok kasus dan
kelompok kontrol berdasarkan status
paparannya

CIRI-CIRI
Pemilihan subyek berdasarkan status
penyakit, untuk kemudian dilakukan
pengamatan apakah subyek mempunyai
riwayat terpapar faktor penelitian atau
tidak

SKEMA CASE CONTROL STUDY


KASUS (PENYAKIT +)

TERPAPAR (E)

TIDAK TERPAPAR (E)


KASUS (PENYAKIT -)

TERPAPAR (E)

TIDAK TERPAPAR (E)

COHORT

SKEMA PENELITIAN COHORT


Penelitian
mulai disini

Diikuti prospektif

Apakah terjadi
efek

Ya
FR (+)
Subyek
tanpa Faktor
Risiko
tanpa efek

Tidak

Ya
FR (-)
Tidak

EKSPERIMEN

PRA EKSPERIMEN

belum merupakan eksperimen sungguhsungguh karena masih terdapat variabel luar


yang ikut berpengaruh terhadap
terbentuknya variabel dependen.

Rancangan ini berguna untuk mendapatkan


informasi awal terhadap pertanyaan yang
ada dalam penelitian

PRA EKSPERIMEN
a. One Shoot Case Study (Studi Kasus Satu Tembakan)
Dimana dalam desain penelitian ini terdapat suatu kelompok diberi
treatment (perlakuan) dan selanjutnya diobservasi hasilnya
(treatment adalah sebagai variabel independen dan hasil adalah
sebagai variabel dependen). Dalam eksperimen ini subjek disajikan
dengan beberapa jenis perlakuan lalu diukur hasilnya.

b. One Group Pretest-Posttest Design (Satu Kelompok PratesPostes)


Kalau pada desain a tidak ada pretest, maka pada desain ini
terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil
perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat
membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.

PRA EKSPERIMEN
c. Intact-Group Comparison
Pada desain ini terdapat satu kelompok yang
digunakan untuk penelitian, tetapi dibagi
dua yaitu; setengah kelompok untuk
eksperimen (yang diberi perlakuan) dan
setengah untuk kelompok kontrol (yang tidak
diberi perlakuan).

TRUE EXPERIMENTAL DESIGN

desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel


luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.

Dengan demikian validitas internal (kualitas


pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi
tinggi.

Ciri utama : bahwa, sampel yang digunakan untuk


eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil
secara random (acak) dari populasi tertentu.

Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan


sampel yang dipilih secara random.

TRUE EXPERIMENTAL DESIGN


a. Posstest-Only Control Design
Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masingmasing dipilih secara random (R). Kelompok pertama
diberi perlakuan (X) dan kelompok lain tidak. Kelompok
yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan
kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok
kontrol.

b. Pretest-Posttest Control Group Design.


Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih
secara acak/random, kemudian diberi pretest untuk
mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

TRUE EXPERIMENTAL DESIGN


c. The Solomon Four-Group Design.
Dalam desain ini, dimana salah satu dari
empat kelompok dipilih secara random.
Dua kelompok diberi pratest dan dua
kelompok tidak. Kemudian satu dari
kelompok pratest dan satu dari kelompok
nonpratest diberi perlakuan eksperimen,
setelah itu keempat kelompok ini diberi
posttest.

EKSPERIMEN SEMU

eskperimen yang memiliki perlakuan,


pengukuran dampak, unit eksperimen namun
tidak menggunakan penugasan acak untuk
menciptakan perbandingan dalam rangka
menyimpulkan perubahan yang disebabkan
perlakuan (Cook & Campbell, 1979)

tidak mempunyai pembatasan yang ketat


terhadap randomisasi, dan pada saat yang
sama dapat mengontrol ancaman-ancaman
validitas.

kelemahan dari penelitian Quasi Eksperiment


adalah sebagai berikut:
a.Tidak adanya randomisasi (randoimization),
yang berarti pengelompokan anggota sampel
pada kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol tidak dilakukan dengan random atau
acak.
b.Kontrol terhadap variabel-variabel yang
berpengaruh terhadap eksperimen tidak
dilakukan, karena eksperimenini biasanya
dilakukan di masyarakat

PENELITIAN CASE SERIES

Suatu rancangan penelitian yang


menggambarkan sekelompok kasus dengan
diagnosa yang sama.

Kegunaan Penelitian Case Series :


a. Sebagai petunjuk pertama dalam
mengidentifikasi suatu penyakit baru.
b. Untuk memformulasikan suatu hipotesa
atau dugaan.

CASE SERIES

Kegunaan Penelitian Case Series :


a. Sebagai petunjuk pertama dalam
mengidentifikasi suatu penyakit baru.
b. Untuk memformulasikan suatu hipotesa
atau dugaan.

CASE SERIES

Kelemahan Penelitian Case Series :


a.Studi ini tidak dapat digunakan untuk
mengetes hipotesa karena tidak ada
kelompok pembanding.
b.Ada Case Series terdiri lebih dari satu kasus
akan tetapi tidak ada kelompok pembanding
sehingga tidak dapat untuk mengetes suatu
hubungan asosiasi yang valid secara statistik.

CASE REPORT

Studi kasus yang menggambarkan pengalaman kasus / pasien,


sehingga rancangan case report ini disebut rancangan kuno dan
jarang digunakan lagi.

Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan


melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal.
Unit tunggal disini dapat berarti satu orang, sekelompok
penduduk yang terkena suatu masalah, misalnya keracunan, atau
sekelompok masyarakat di suatu daerah.

Unit yang menjadi kasus tersebut secara mendalam dianalisis


baik dari segi yang berhubungan dengan keadaan kasus itu
sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian
khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan
dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan
tertentu.