Anda di halaman 1dari 31

UNSUR GOLONGAN IV

DISUSUN OLEH :
CICI AFELA ZANE (1113096000044)
TATU RUHAMALIA (1113096000059)
JANUAR ERLANGGA(1113096000050)
RISNA AYU FADILA(1113096000048)

Latar belakang

Golongan utama sering disebut pula golongan A. Golongan utama


meliputi golongan IA(alkali), golongan IIA(alkali tanah), golongan IIIA,
golongan IVA, golongan VA, golongan VIA, golongan VIIA(halogen).

Unsur golongan IVA merupakan unsur yang sangat penting, seperti


karbon yang merupakan basis dari kehidupan di bumi dan silikon
yang sangat vital bagi struktur fisik bagi lingkungan dalam bentuk
kerak bumi.Golongan IVA pada tabel sistem periodik disebut pula
golongan

karbon

karena

unsur

pertama

dan

umum

ditemukan.Diantara unsur-unsur Golongan IVA adalah karbon (C),


silikon (Si), germanium (Ge), timah (Sn), dan timbal (Pb) yang
menunjukkan keanekaragaman yang patut dipertimbangkan dalam
hal sifat kimia dan fisiknya.

KARBON
Karbon adalah salah satu unsur golongan IVA yang
merupakan unsur nonlogam dan merupakan unsur
penyusun senyawa-senyawa organik.
Karbon merupakan unsur ke-19 yang paling banyak
terdapat di kerak bumi yaitu dengan prosentase berat
0,027%, dan menjadi unsur paling banyak ke-4 di bumi.
Ditemukan baik di air, darat, dan atmosfer bumi, dan
didalam tubuh makhluk hidup. Karbon membentuk
senyawaan hampir dengan semua unsur terutama
senyawa organik yang banyak menyusun dan menjadi
bagian dari makhluk hidup.
Sumber karbon anorganik terbesar terdapat pada
batu kapur, dolomit,
dan karbon dioksida,
sedangkan
sumber organik terdapat pada batu bara, tanah gambut
, dan minyak bumi.

Sifat Khas Karbon

Berdasar Elektron Valensinya, atom C dapat


mengikat 4 atom atau gugus lain yang sejenis
atau berbeda-jenis secara kovalen (mengikat
dengan 4 garis ikatan kovalen).
Antara atom C dapat saling berikatan
membentuk rantai C dengan Ikatan tunggal
maupun ikatan rangkap (rangkap 2 atau 3).
Pada rantai C ada yang terbuka atau tertutup
serta cabang.
Pada rantai C dikenal adanya : Atom C
primer, Atom C sekunder, Atom C tersier dan
Atom

Sintesis Karbon

Karbon dapat di buat dengan proses yang


disebut
dengan
karbonisasi
yakni
pemanasan bahan yang mengandung
karbon.
Karbon juga dapat diperoleh
dari
pembakaran hidrokarbon atau coal, atau
yang lainnya dengan kondisi udara yang
terbatas sehigga terjadi pembakaran yang
tidak sempurna.
CH4(g) + O2(g) C(s) + 2H2O(l)

Reaksi Pada Karbon

Reaksi dengan Halogen


Karbon bereaksi langsung dengan fluorin, sedangkan dengan unsure
halogen lainnya bereaksi secara tidak langsung.
Contoh reaksi :
C + 2F2 CF4 (reaksi langsung)
CF4 + Cl2 CH3Cl + HCl (reaksi tidak langsung)

Reaksi dengan Oksigen


Jika dipanaskan dalam udara, maka unsure-unsur karbon bereaksi dengan
oksigen (reaksi pembakaran) yang bersifat eksotermik membentuk oksida
CO2. Oksida CO2 bersifat asam dan bereaksi dengan air menghasilkan
larutan asam lemah sekali. Reaksi : CO2 + H2O H2CO3 (asam karbonat)
Reaksi dengan Hidrogen
Alkana (CnH2n+2)
Alkena (CnH2n
Alkuna (CnH2n-2)

Kegunaan

Digunakan dalam bidang industri baja, plastik, cat, karet dan lain-lain
Dalam bentuk intan dapat digunakan sebagai perhiasan dan untuk
membuat alat pemotong, karena sifatnya yang sangat keras
Dalam bentuk senyawa-senyawa hidrokarbon, seperti minyak bumi dan
turunannya digunakan sebagai bahan bakar, obat-obatan, dan industriindustri petrokimia
Gas karbondioksida (CO2) digunakan oleh tumbuhan hijau untuk proses
fotosintesis yang menghasilkan gas oksigen untuk pernapasan manusia
Isotop karbon-14 digunakan dalam bidang arkheologi
Dalam bentuk batu bara digunakan sebagai bahan bakar,
Arang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna dan bahan
polutan dalam pengolahan air serta dalam air tebu pada pengolahan
gula, selain sebagai obat sakit perut.
Asam karbonat (H2CO3), digunakan sebagai bahan baku untuk
pembuatan garam-garam karbonat.
Glukosa (C6H12O6), yang bermanfaat sebagai sumber energi yang
digunakan untuk proses respirasi

SILIKON

Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai


simbol Si dan nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling
berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7% .
Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Terdapat dialam
dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir,kebanyakan dalam
bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat.

Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet,
hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak
berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan
proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat
menghantarkan listrik.

SIFAT FISIKA SILICON

Titik leleh, c
: 1,412
Titik didih, C : 2,680
Distribusi elektron : 2,84
Energi pengionan : 8,2 eV/atm atau
kJ/mol
jari-jari kovalen, : 1,18
jari-jari ion, : 0,41 (Si4+)
keelektronegatifan : 1,8

SIFAT KIMIA SILIKON

Silikon murni berwujud padat seperti logam dengan titik lebur


14100C.

Silikon murni berstruktur seperti Intan ( tetrahedral) sehingga


sangat keras dan tidak menghantarkan listrik, jika dicampur
dengan sedikit unsur lain, seperti alumunium (Al) atau boron
(B). silikon bersifat semikonduktor (sedikit menghantarkan
listrik), yang diperlukan dalam berbagai peralatan, elektronik,
seperti kalkulator dan Komputer. Itulah sebabnya silikon
merupakan zat yang sangat penting dalam dunia modern

REAKSI SILIKON
a. Reaksi dengan Halogen

Silikon bereaksi dengan halogen secara umum, bahkan sampai terbakar dalam gas
flour (menggunakan suatu atom halogen).
Si + 2X2 SiX4

b. Reaksi dengan air

Semua silikat yang larut, membentuk larutan yang berasifat basa bila dilarutkan
dalam air. Ion SiO32-, bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
SiO32-(aq) + H2O(aq) HSiO3-(aq) + OH-(aq)

c. Reaksi dengan Hidrogen


Pada suhu tinggi, silikon dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida,
Si(s) + 2H2 SiH4

d. Reaksi dengan Basa


Si(s) + 4OH-(aq) SiO4(aq) + 2H2(g)

silikon tidak reaktif pada suhu kamar dan tidak bereaksi dengan asam, tetapi
dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH.

Namun, dua asam silikat sederhana adalah asam ortosilikat, H 4SiO4, dan
asam metasilikat, H2SiO3. Kedua senyawa ini praktis dan larut dalam air,
tetapi mereka memang bereaksi dengan basa.Contohnya:
H4SiO4(s) + 4 NaOH(aq) Na4SiO4(aq) + H2O(aq)
(nartium ortosilikat)

KEGUNAAN SILIKON DAN


SENYAWA SILIKON
Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan
transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk tujuan itu
diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam
berbagai jenis alise dengan besi (baja). Sedangkan senyawa
silikon digunakan dalam industri. Silica dan silikat digunakan
untuk membuat gelas, keramik, porselin dan semen.
Larutan pekat natrium silikat (Na2SiO3), suatu zat padat amorf
yang tidak berwarna, yang disebut water glass, digunakan untuk
pengawetan telur dan sebagai perekat, juga sebagai bahan
pengisi (fillir) dalam detergent. Dll

Germanium (Ge)

Germanium adalah unsur kimia dengan simbol Ge dan nomor atom


32. Germanium adalah metaloid berkilau, keras, berwarna abu-abu
keputihan dalam golongan karbon, secara kimiawi bersifat sama
dengan unsur segolongannya timah dan silikon. Germanium murni
adalah semikonduktor, dengan penampilan hampir sama dengan
unsur silikon. Germanium, sama halnya dengan silikon, secara
alamiah bereaksi dan membentuk senyawa kompleks dengan
oksigen di alam. Berkebalikan dengan silikon, germanium terlalu
reaktif untuk ditemukan secara alami di Bumi dalam bentuk
bebasnya.
Karena sangat sedikit mineral yang berkandungan tinggi, germanium
ditemukan cukup terlambat dalam sejarah kimia. "Logam"
germanium (germanium terisolasi) dipakai sebagai semikonduktor di
dalam transistor dan berbagai perangkat elektronik lainnya.
Germanium tidak dianggap sebagai unsur yang esensial untuk
semua organisme hidup.

Sifat kimia germanium adalah sebagai berikut.

Struktur kristal
: cubic face centered
Bilangan oksidasi
: 4)
Elektronegativitas
: 2.01 (skala pauling)
jari-jari atom
: 125 pm
jari-jari kovalen
: 122 pm
Germanium umumnya memiliki bilangan oksidasi +2
dan +4, tetapi biloks yang paling mantapnya adalah +4.
Jenis ikatan yang terbentuk antara timah dengan unsur
lain pada umumnya ikatan kovalen.Germanium agak
lebih relaktif daripada silikon dan melarut dalam H2SO4
dan HNO3 pekat.

Sumber dan Kelimpahan


Logam ini ditemukan di argyrodite,sulfida germanium
dan perak; germanite, yang mengandung 8% unsur ini;
bijih seng; batubara; mineral-mineral lainnya.
Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik
pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk
sampingan beberapa pembakaran batubara.
Germanium murni ditemukan dalam bentuk yang keras,
berkilauan, berwarna putih keabu-abuan, tapi
merupakan metalloid yang rapuh.
Pembuatan Germanium
Dibuat dengan proses reduksi:
GeO2 + C
Ge + CO2
Ge + 2Cl2
GeCl4
GeCl4 + 2H2
Ge + 4HCl

Reaksi pada Germanium

1. Reaksi dengan Oksigen


Bila dipanaskan dalam udara, germanium bereaksi dengan oksigen dalam
reaksi pembakaran yang sangat eksotermik untuk membentuk oksida GeO 2.
Reaksi antara silikon dengan oksigen adalah sebagai berikut.
Ge(s) + O2(g)
GeO2(S)
2. Reaksi dengan halogen
Dihalida germanium stabil. GeF2 adalah padatan kristal putih yang diperoleh
dari reaksi HF anhidrat dengan Ge pada suhu 200 C, merupakan polimer
berjembatan flour dan Ge. GeCl2 memberikan garam dengan ion GeCl 3-Yang
mirip dengan garam Sn
3. Reaksi dengan Hidrogen
Hidrida germanium yang stabil hanya GeH4.
Ge(s) + 2H2 GeH4(s)
Germanium agak lebih reaktif daripada silikon, dan melarut dalam H2SO4 dan HNO3
pekat.

Kegunaan

Sebagai bahan semikonduktor.


Sebagai bahan pencampur logam, sebagai fosfor di bola
lampu pijar dan sebagai katalis.
Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar
infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra merah
dan barang-baran goptik lainnya, termasuk pendeteksi infra
merah yang sensitif. Index refraksi yang tinggi dan sifat
dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat
berguna sebagai lensa kamera wide-angle dan microscope
objectives.
Bidang studi kimia organogermanium, beberapa senyawa
germanium memiliki tingkat keracunan yang rendah untuk
mamalia, tetapi memiliki keaktifan terhadap beberapa jenis
bakteria, sehingga membuat unsur ini sangat berguna
sebagai agen kemoterapi.

TIMAH (Sn)
Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang
mudah ditempa dan bersifat flesibel, memiliki struktur
kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika
didinginkan.Timah adalah unsur dengan jumlah isotop
stabil yang terbanyak dimana jangkauan isotop ini mulai
dari 112 hingga 126.
Sumber Timah
Timah pada saat ini dapat diperoleh dari mineral cassiterite
atau tinstone dan kompleks mineral sulfide yaitu stanite
(Cu2FeSnS4)

Sifat Sifat Timah


A. Secara umum
1.
2.
3.
4.
5.
6.

mudah dibentuk,
ductile
memilki struktur kristal yang tinggi.
tahan karat
flesibel,
memiliki struktur kristalin, akan tetapi
bersifat mudah patah jika didinginkan

Sifat Sifat Timah


B. Sifat kimia
Bilangan oksidasi
: 4,2, -4
Nomor atom
: 50
Nomor massa
: 118,71
Elektronegatifitas
: 1,96 (skala pauli)
Energi ionisasi 1
: 708,6 kJ/mol
Energi ionisasi 2
: 1411,8 kJ/mol
Energi ionisasi 3
: 2943,0 kJ/mol
Jari-jari atom
: 140 pm
Jari-jari ikatan kovalen: 139 pm
Jari-jari van der waals : 217 pm
Struktur kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu)
Konduktifitas termal
: 66,8 W/mK

Reaksi timah dengan berbagai


senyawa lain

Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4,


dan beberapa pelarut organic seperti
asam asetat, asam oksalat dan asam
sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat
seperti NaOH dan KOH.
Timah (II) cenderung memiliki sifat
logam dan mudah diperoleh dari
pelarutan Sn dalam HCl pekat panas.

1. Reaksi dengan Hidrogen


Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.
Sn(s) + 2H2 SnH4
2. Reaksi dengan klorin
Timah bereaksi dengan klorin secara langsung
membentuk Sn(IV) klorida.
Sn+ 2X2 SnX4
Contoh: Sn + 2Cl2 SnCl4
3. Reaksi dengan oksigen
Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan
terbentuk SnO2, oksida dari timah yang paling stabil.
Sebenarnya SnO ada tetapi sifatnya tidak mantap dan jika
dipanaskan di udara akan berubah menjadi SnO2.
Sn + O

SnO

4. Reaksi dengan Asam


Timah larut dalam larutan HCl, lambat dalam asam encer
dan lebih cepat jika asamnya pekat.
Sn(s) + 2HCl (aq) Sn2+(aq)+2Cl-(aq)+H2(g)
Dalam larutan HNO3 pekat, timah teroksidasi menjadi SnO2.
Sn(s) + 4HNO3(aq, pekat) SnO2(S)+2H2O(l)+4NO2(g)
5. Reaksi dengan Basa
Reaktifitas terhadap basa adalah timah dapat larut larutan
NaOh pekat dengan reaksi yang serupa dengan alumunium.
Dalam reaksi ini timah teroksidasi menjadi bilangan oksidasi
+4 dalam ion kompleks (Sn(OH)6)2-, hasil sampingnya adalah
gas H2.
Sn(s) + NaOH (aq) (Sn(OH)6)2-

Kegunaan Timah
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Logam timah banyak dipergunakan


untuk solder(52%)
industri plating (16%)
bahan dasar kimia (13%), kuningan &
perunggu (5,5%)
industri gelas (2%),
berbagai macam aplikasi lain (11%).
Manfaat lain timah digunakan untuk
membuat kaleng makanan

Tinjauan Umum

Timbal memiliki nomor atom 82 dan nomor massa


207,2. Dengan nomor atom 82 maka timbal memiliki
konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2.

Di alam terdapat empat macam isotop timbal yaitu


Pb204 (1.48%), Pb206 (23.6%), Pb207 (22.6%) dan Pb208
(52.3%) yang terbanyak di alam.

Sumber mineral timbal yang utama adalah Galena


(PbS)

yang

mengandung

86,6%

(PbCO3), dan Anglesit (PbSO4).

Pb,

Kerussit

Sumber Timbal

Galena
Cerrusite

Anglesite

Simbol

Pb

Radius Atom

1.75

Volume Atom

18.3 cm3/mol

Massa Atom

207.2

Titik Didih

2023 K

Radius Kovalensi

1.47

Massa Jenis

11.35 g/cm3

Konduktivitas Listrik

4.8 x 106 ohm1


cm-1

Elektronegativitas

2.33

Konfigurasi Elektron

[Xe] 4f14 5d10


6s2p2

Formasi Entalpi

4.77 kJ/mol

Konduktivitas Panas

35.3 Wm-1K-1

Potensial Ionisasi

7.416 V

Titik Lebur

600.65 K

Bilangan Oksidasi

4,2

Kapasitas Panas

0.129 Jg-1K-1

Entalpi Penguapan

177.9 kJ/mol

Sifat Timbal
Timbal merupakan logam
putih kebiru-biruan dengan
pancaran yang terang. Ia
sangat lunak, mudah dibentuk
dan bukan konduktor listrik
yang
baik.
Ia
memiliki
resistansi
tinggi
terhadap
korosi.

Sintesa Timbal
Timbal terutama terdapat dalam bentuk galena, PbS. Bijih dipekatkan
dengan

pemanggangan.

kemudian

bijih

dipanggang

temperatur tinggi.

Reduksi dilakukan dengan kokas atau batu gamping

dengan

Reaksi Timbal
Reaksi timbal dengan HCl(aq)
Pb(s) + 3 HCl(aq,pekat) (PbCl3)-(aq) + H+(aq) + H2(g)
Reaksi PbO dengan CH3COOH
PbO + CH3COOH
Pb(CH3COO)2 + H2O
Reaksi antara Pb3O4 CH3COOH
Pb3O4 + CH3COOH
Pb(CH3COO)4
Reaksi dengan HNO3
Logam Pb tidak larut dalam asam sulfat maupun asam klorida, melainkan
larut dalam asam nitrat dengan membentuk gas NO dan timbal nitrat yang
larut.
3Pb + 8H+ + 8 NO32 Pb2+ + 6 NO3- + 2NO + 4OH Bila dipanaskan dengan hidroksida dari logam alkali maka logam timbal akan
membentuk [Pb(OH)2]4-.
PbO + 2OH- + H2O
[ Pb(OH)2]4 Bila terjadi Klorinasi terhadap larutan diatas menghasilkan timbal dengan
biloks +4.
[Pb(OH)2]4- + Cl2

PbO2 + 2Cl- + 2H2O

Aplikasi Kegunaan Timbal


Kegunaan timbal yang utama ialah dalam pembuatan baterai-penyimpanan
timbal (aki), solder dan alloy lain, pembungkus kabel, amunisi, tetraetil
timbal sebagai aditif antiknock untuk bensin dan perisai radiasi (untuk
perlindungan terhadap sinar X). Oksida timbal digunakan dalam industri
gelas, pemoles keramik, semen (PbO), cat pelindung logam (Pb3O4), korek
api (PbO2), dan peledak (PbO2).
Aki (Sel Penyimpan Timbal)
Oksidasi
Reduksi

: Pb(s) + SO4-2(aq) PbSO4(s) + 2e


: PbO2(s) + 4H+(aq) + SO4-2 + 2e PbSO4(s) + 2H2O

Keseluruhan : Pb(s) + PbO2(s) + 4H+ + 2SO4-2 2PbSO4(s) + 2H2O