Anda di halaman 1dari 11

TONOMETER

- Tonometer adalah alat yang digunakan untuk


pemeriksaan tekanan bola mata
- Tekanan intraokular normal rata-rata sekitar
15mmHg dengan kisaran 12-20mmHg
- Tonometri adalah pemeriksaan yang dilakukan
dengan tonometer pada bola mata.

TONOMETER
-

Tonometer Aplanasi

1.

Tonometer Perkins

2.

Tonometer Goldman

-. Tonometer nonkontak
1.

Tonometer airpuf

2.

Ocular response analyzer

3.

Pnemumotonometer

4.

Tonometer indentasi
-. Tonometer Schiotz
-. Tono-Pen

TONOMETER SCHIOTZ

- Tekanan bola mata dinilai secara


tidak langsung
- Keuntungan: Portable, sederhana.
- Kelemahan: mengabaikan faktor
kekakuan sklera
- Harus dilakukan dengan hati-hati =>
keratitis dan erosi kornea

TONOMETER SCHIOTZ

CARA MENGUKUR DENGAN MENGGUNAKAN


TONOMETER SCHIOTZ

1. Jelaskan maksud dan prosedur pemeriksaan


2. Minta pasien untuk berbaring
3. Anaestesi topikal dengan menggunakan tetes mata pantocain 0,5%
4. Gunakan beban yang terendah 5,5gr
5. Desinfeksi indentesi dengan alkohol 70%. Biarkan sampai kering.
Penderita diminta melihat ke atas dengan melihat lurus pada jari
penderita yang diposisikan diatas mata yang akan diperiksa
6. Letakkan tonometer dengan hati-hati pada kornea, selanjutnya baca
skala yang ditunjukkan
7. Sesuaikan hasil bacaan dengan tabel yang tersedia
8. Teteskan antibiotik topikal setelah pemeriksaan .

TONOMETER APLANASI
- Prinsip : mengukur tekanan bola mata dengan
memberikan tekanan yang akan membuat rata
permukaan kornea dalam ukuran tertentu dan
kecil
- Tidak dipengaruhi oleh faktor kekakuan sklera
- Keuntungan : lebih teliti dibandingkan dengan
tonometer schiozt

TONOMETER DIGITAL PALPASI


- Tanpa alat/dengan jari
- Dasar pemeriksaan: merasakan reaksi lenturan
bola mata. Dilakukan dengan penekanan
bergantian dengan kedua jari

CARA MENGUKUR DENGAN MENGGUNAKAN


TONOMETER DIGITAL PALPASI
1. Jelaskan maksud dan prosedur pemeriksaan
2. Pemeriksa duduk berhadapan dengan penderita
dengan jarak jangkauan tangan pemeriksa.
3. Mintalah penderita untuk meilirik kebawah
4. Kedua jari telunjuk berada pada palpebra superior,
ibu jari, kelingking, jari manis, dan jari tengah
memfiksasi didaerah tulang sekitar orbita. Dan jari
telunjuk secara bergantian menekan bola mata
melalui palpebra dan mersakan besarnya tekanan
bola mata.
5. Tekanan dinyatakan dengan tanda N+1, N+2, N+3
atau N-1, N-2, N-3

REFERENSI
Vaughan.DG, Asbury. T. Oftalmologi umum. Edisi
14. Jakarta: 2000. Widya Medika.
Ilyas S, Yulianti S.R, Ilmu penyakit mata. Edisi 4.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
Lubis R.R, Tonometer. Departemen ilmu
kesehatan Mata Fakultas kedokteran Universitas
Sumatera Utara. Medan .2009
Gyuton n Hall. Buku ajar fisiologi kedokteran.Edisi
11. EGC

Terimakasih.danke