Anda di halaman 1dari 22

Metode

Gravitasi

Variasi Medan
Gravitasi Bumi

penyebaran densitas
batuan tidak merata

penyebab terjadinya anomali

Hukum
Newton


m1m2
F (r ) G 2 r
r

Hukum Newton tentang Gravitasi




m0 (r0 )m(r ) (r r0 )
F (r ) G 2
r r0
r r0

y
m0

r0

r r


Fr

x
Gaya gravitasi antara dua buah titik massa
dengan G = 6,6732 x 10-11 Newton m2/kg2

MEDAN GRAVITASI


F (r )
m0 (r0 )
E (r )
G 2
m (r )
r r0


(r r0 )

r r0

Medan gravitasi merupakan medan konservatif maka medan ini


dapat dinyatakan sebagai gradien dari fungsi potensial skalar.

E (r ) U (r )

POTENSIAL GRAVITASI
Jika massa terdistribusi
secara kontinyu dengan

densitas (r0 ) di dalam


volume V, maka potensial
gravitasi pada sembarang
titik P di luar benda
(gambar) adalah :

P (r )


r r0

Q(r0 )

r0

O
Y
X

Gambar Potensial tiga dimensi

Gdm
U P ( r ) G
V r r
V
0

3
( r0 ) d r0

r r0

Survei Metode Gravitasi

Tahapan survei metode gravitasi dibagi menjadi tiga tahapan


yaitu tahap akuisisi data, pengolahan dan interpretasi.

1.

Tahap akuisisi data


Menentukan waktu, lokasi dan mempersiapkan peralatan
Gravitymeter
Diferensial GPS
Kompas geologi
Palu Geologi
Peta Geologi
HT
Timer
Peta Topografi daerah survey
Alat tulis, dll

b.

Menentukan titik ikat sementara


Tempat yang digunakan sebagai referensi
Tempat ini sebagai base station
Titik ikat ini diperlukan sebagai tempat
pengukuran

Titik Ikat
Permanen

Titik Ikat
Sementara

Daerah
Survei

looping

dalam

c. Penentuan posisi dan pengambilan data


Posisi meliputi: Lintang, Bujur dan Ketinggian
Data gravitasi berupa penunjukkan skala pada gravimeter

Satelit GPS

Monitor
Stasiun

Titik yang dicari


posisinya

Gambaran penentuan posisi dengan DGPS


1.
2.
3.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nilai percepatan gravitasi dipengaruhi oleh :


bumi yang tidak bulat sepenuhnya,
variasi elevasi,
rapat massa dan kedudukan bumi terhadap tata surya
terutama kedudukan bulan dan matahari yang menyebabkan
pasang surut bumi.
Koreksi meliputi:
Faktor Penyebab:
Koreksi Tinggi Alat
Temporal Based Variations:
Koreksi Drift
Instrument
Koreksi Pasang Surut
Drift,
Tidal
Effects,
Koreksi Udara Bebas
Spatial Based Variations:
Koreksi Lintang
Variasi
garis
Koreksi Bouguer
lintang, Elevasi
atau
Koreksi Medan
kemiringan,
Topografi, Slab
atau irisan

Pengolahan Data

Konversi Pembacaan Gravitymeter

Hasil pembacaan alat di lapangan merupakan angkaangka yang tidak berdimensi


sehingga harus di konversi ke dalam satuan tertentu yaitu
mGal.
Dalam mengkonversi ke mGal masing-masing alat
mempunyai konversi sendiri-sendiri. Pada Gravitymeter
Lacoste & Romberg Inc. Model G-802 konversinya sebagai
berikut:

Pengolahan Data

Pembacaan Counter

Nilai dalam mGal

Interval Faktor

2600

2629,49

1,01203

2700

2730,69

1,01211

2800

2831,40

1,01218

Misal hasil pembacaan gravitymeter 2778,3. Nilai ini diambil nilai


bulat sampai ratusan yaitu 2700. Dalam tabel konversi (Tabel)
nilai 2700 sama dengan 2730,69 mGal
Sisa dari hasil pembacaan yang belum dihitung yaitu 78,30
dikalikan dengan faktor interval yang sesuai dengan
nilai
bulatnya, yaitu
1,01211 sehingga hasilnya menjadi 78,30 x
1,01211 = 79,24 mGal.
Kedua perhitungan diatas dijumlahkan, hasilnya adalah (2730,69
+ 79,24) = 2809,93 mGal.

Pengolahan Data

Koreksi Tinggi alat


Penyebab: letak gravitymeter
Nilai yang tercantum pada gravitymeter adalah nilai diatas
permukaan tanah bukan tepat dipermukaan tanah.
Koreksi harus dikonversi ke mGal yaitu:
Gravimeter

K TA 0.3086 h
Pengolahan Data

Koreksi drift

Besarnya koreksi drift dirumuskan sebagai berikut:

t sn t B
GB G B
Dsn
t B t B

Dsn = koreksi drift stasiun n


tsn = waktu pembacaan stasiun-n
tB = waktu pembacaan stasiun base pada awal
loop
tB = waktu pembacaan stasiun base pada akhir
loop
GB = nilai pembacaan stasiun base pada awal
loop
GB = nilai pembacaan stasiun base pada akhir
loop
Setelah dikoreksi drift maka diperoleh medan gravitasi observasi
terkoreksi drift sebesar
gD = g Dn

g adalah medan gravitasi hasil pengukuran (mGal)


Pengolahan Data

Koreksi Pasang Surut (Tidal Correction)


Koreksi pasang surut digunakan untuk menghilangkan efek gaya
gravitasi benda-benda di luar bumi, misalnya efek bulan dan
matahari. Efek gaya gravitasi bulan dan matahari menyebabkan
perubahan nilai medan gravitasi di permukaan bumi secara periodik.

Koreksi pasang surut tergantung dari kedudukan bulan dan matahari


terhadap bumi
koreksi Pasang Surut

Mr
2M

2
3
sin
p

5
cos
p

3
cos
p

3Gr 3d 2
d4
Tdc

2
S
2

3 3 cos 3 q 1
3D

p = sudut zenit bulan, q = sudut zenit matahari, d = jarak antara


pusat bumi dengan bulan, D = jarak antara pusat matahari dengan
bulan, M = massa bulan, S = massa matahari, G= konstanta
gravitasi Newton, r = jarak pengukuran dengan pusat bumi.

Pengolahan Data

Koreksi Lintang (Latitude Correction)


Koreksi lintang digunakan untuk mengkoreksi medan gravitasi di
setiap lintang geografis karena nilai medan gravitasi di setiap tempat
berbeda
akibat dari gaya sentrifugal dan bentuk ellipsoid bumi.
Dari koreksi ini akan diperoleh anomali medan gravitasi.
Medan anomali tersebut merupakan selisih antara medan gravitasi
observasi dengan medan gravitasi teoritis (gravitasi normal).
Pendekatan yang dilakukan oleh Chenbychev terhadap Gravity
Formula 1967 berdasarkan International Geodetic Reference Sistem
(IGRS) 1967 diperoleh maksimum kesalahan 0,004 mGal. Formula
tersebut adalah:
2
2

g n 978031,846 1 0,0053024 sin 0,0000059 sin 2

gn adalah nilai gravitasi teoritis pada posisi titik amat, adalah posisi
(derajat lintang) titik amat.
g g obsmedan
g n gravitasi dapat dinyatakan sebagai berikut:
anomali
, g adalah anomali medan gravitasi

Pengolahan Data

Koreksi Udara Bebas (Free-Air Correction)


Koreksi udara bebas diperlukan untuk menghilangkan efek
pengurangan harga medan gravitasi terhadap ketinggian dari
suatu bidang datar, tanpa memperhatikan efek
massa
batuan.
gfa = gobs gn + 0.3086 h (mgal)

gfa = koreksi udara bebas


gn = koreksi garis lintang

gobs = koreksi drift dan pasang surut

Pengolahan Data

Koreksi Bouguer (Bouguer Correction)

Koreksi Bouguer dilakukan untuk memperhitungkan efek massa


batuan diantara titik pengamatan dengan bidang datum yaitu
dengan menganggap lapisan batuan yang mempengaruhi
mempunyai rapat massa seragam dan melebar sampai tak
hingga.
Dengan mengambil permukaan laut rata-rata sebagai bidang
acuan, maka harga koreksi Bouguer harus dikurangkan
terhadap harga pengamatan untuk titik pengamatan yang
berada di atas datum dan ditambahkan apabila titik amat
berada di bawah datum.
Pendekatan untuk menghitung koreksi Bouguer adalah dengan
mengasumsikan bahwa massa di antara datum dan titik amat
dianggap massa silinder datar dengan radius tak berhingga,
dengan ketebalan sama dan jarak vertikal antara titik amat,
datum dan rapat massa di sekitar titik amat adalah konstan.

Pengolahan Data

Koreksi Bouguer dapat dirumuskan sebagai berikut:

BC 2 G h
BC 0,0419 h

mGal

Persamaan ini menggambarkan bahwa perubahan ketinggian


dari datum akan menambah harga medan gravitasi akibat
adanya tarikan massa di sekitar titik amat.
Anomali medan gravitasi yang dihasilkan setelah dikoreksi
dengan koreksi Bouguer dinamakan anomali Bouguer
sederhana di topografi yang dapat ditulis sebagai berikut : gBS
= gfa - gB

Pengolahan Data

Koreksi Medan (Terrain Corection)


Koreksi medan diakibatkan karena adanya efek massa disekitar
titik pengamatan misalnya gunung, gedung, lembah dan lain-lain.
Adanya gunung atau massa yang menonjol keluar akan menarik
titik di permukaan (g ukur; R jari-jari bumi) ke atas sehingga akan
mengurangi g(R) demikian juga lembah akan mengurangi tarikan
ke bawah pada g(R).
Perhitungan dapat dilakukan dengan program komputer dalam
bahasa fortan yang ditemukan Ballina (1989).

Anomali Bouguer lengkap tersebut masih berada pada permukaan


topografi.
Anomali Bouguer lengkap harus dibawa ke suatu bidang datar.
Anomali yang sudah berada pada bidang datar merupakan superposisi
antara anomali regional dan anomali residual / lokal.
Untuk melakukan interpretasi baik anomali regional maupun anomali
residual maka harus dipisahkan terlebih dahulu antara anomali regional
residual.
Anomali Gravitasi Regional disebabkan oleh struktur geologi dalam skala
besar meliputi suatu luasan
Anomali Gravitasi Residual atau lokal disebabkan oleh struktur geologi
dalam luasan yang kecil
Pemisahan anomali Regional dan residual dapat dilakukan dengan
menggunakan metode pencocokan polinomial maupun pengangkatan
keatas, filtering dll.
Setelah pemisahan anomali Regional maupun Residual tahap
selanjutnya adalah interpretasi data.

L IN T A N G - U T M (m e te r )

351000

350000

7
5
349000

3
1
-1

348000

-3
-5

347000

-7
-9

346000

-1 1
-1 3
-1 5

345000

-1 7
-1 9

344000

343000
474000

475000

476000

477000

478000

479000

480000

481000

482000

483000

B U J U R - U T M (m e te r)
352000
352000

351000

351000

L IN T A N G - U T M (m e te r )

350000

349000

348000

347000

346000

345000

344000

343000
474000

L IN T A N G - U T M (m e te r )

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
-1
-2
-3
-4
-5
-6
-7
-8
-9
-1 0
-1 1
-1 2

350000

7
6
5

349000

4
3
2

348000

1
0
-1

347000

-2
-3
-4

346000

-5
-6
-7

345000

-8
-9

344000

475000

476000

477000

478000

479000

480000

B U J U R - U T M (m e te r )

481000

482000

483000

343000
474000

475000

476000

477000

478000

479000

480000

481000

B U J U R - U T M (m e te r)

482000

483000

A
9290000

9285000

Laut Jawa
C

24
20
16

9280000

12
8
L in t a n g U T M ( m e te r )

9275000

4
0
-4

9270000

-8

G.
Muria

9265000

-1 2
-1 6
-2 0
-2 4

9260000

-2 8
-3 2
9255000

-3 6
( m illig a l)

9250000
465000

470000

475000

480000

485000

A
490000

495000

500000

B u ju r U T M ( m e te r )
0

Sayatan B-B

10000

505000

20000

Sayatan A-A
( m e te r )

Sayatan C-C