Anda di halaman 1dari 59

OBAT HIPOGLIKEMI ORAL

DAN INSULIN

BERAT BADAN IDEAL


Pria
Jika T > 152,4 cm, BBI = 50 + [ (T - 152,4) x 0,89 ]
Jika T < 152,4 cm, BBI = 50 - [ (152,4 - T) x 0,89 ]
Wanita
Jika T > 152,4 cm, BBI = 45,4 + [ (T - 152,4) x 0,89 ]
Jika T < 152,4 cm, BBI = 45,4 - [ (152,4 - T) x 0,89 ]

PENYEBAB RESISTENSI INSULIN


PADA DM TIPE 2
Obesitas terutama yang bersifat sentral
(bentuk apel)
Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat
Kurang gerak badan
Faktor keturunan (herediter)

DIABETES MELITUS
Suatu kumpulan gejala yang timbul
pada seseorang yang disebabkan
oleh karena adanya peningkatan kadar
glukosa darah akibat kekurangan insulin
baik absolut maupun relatif.

FAKTOR RESIKO DM

Usia 45 tahun
Usia lebih muda, terutama dengan indeks massa tubuh (IMT)
> 23 kg/m2
- kebiasaan tidak aktif
- turunan pertama dari orang tua dengan DM
- riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir bayi > 4 kg,
atau riwayat DM gestasional
- hipertensi ( 140/90 mmHg)
- kolesterol HDL 35 mg/dL dan atau trigliserida 250 mg/dL
- menderita polycyctic ovarial syndrome (PCOS)
atau keadaan klinis lain yang terkait dengan resistensi insulin
- adanya riwayat toleransi glukosa yang terganggu (TGT) atau
glukosa darah puasa terganggu (GDPT) sebelumnya
- memiliki riwayat penyakit kardiovaskular

FAKTOR PENCETUS
DIABETES MELITUS
Kurang gerak / malas
Makanan berlebihan
Kehamilan

Kekurangan produksi hormon insulin


Penyakit hormon yang kerjanya berlawanan
dengan insulin

GEJALA DAN
TANDA-TANDA AWAL
Keluhan Klasik :
Penurunan berat
badan dan
rasa lemah
Banyak kencing
Banyak minum
Banyak makan

Keluhan lain :
Gangguan saraf tepi /
kesemutan
Gangguan
penglihatan
Gatal / bisul
Gangguan ereksi
Keputihan

DIAGNOSIS DM
Kadar glukosa
darah sewaktu
(mg/dL)

Kadar glukosa
darah puasa
(mg/dL)

Bukan DM

Belum pasti
DM

DM

Plasma
vena

< 100

100 - 199

200

Darah
kapiler

< 90

90 - 199

200

Plasma
vena

< 100

100 - 125

126

Darah
kapiler

< 90

90 - 99

100

KRITERIA PENGENDALIAN DM
Baik

Sedang

Buruk

Glukosa darah puasa


(mg/dL)

80 - 109

110 125

126

Glukosa darah 2 jam


(mg/dL)

110 144

145 179

180

A1C (%)

< 6,5

6,5 8

Kolesterol total (mg/dL)

< 200

200 239

240

Kolesterol LDL (mg/dL)

< 100

100 129

130

Kolesterol HDL (mg/dL)

45
< 150

150 199

200

18,5 22,9

23 25

25

< 130/80

130-140/80-90

> 140/90

Trigliserida (mg/dL)
IMT (kg/m2)
Tekanan darah (mmHg)

KLASIFIKASI ETIOLOGI DM
Tipe 1

Destruksi sel beta,


umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut
- Autoimun
- Idiopatik

Tipe 2

Bervariasi mulai yang terutama dominan resistensi insulin


disertai defisiensi insulin relatif sampai yang terutama
defek sekresi insulin disertai resistensi insulin

Tipe lain - Defek genetik fungsi sel beta


- Defek genetik kerja insulin
- Penyakit eksokrin pankreas
- Endokrinopati
- Karena obat atau zat kimia
- Infeksi
- Sebab imunologi yang jarang
- Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM
Diabetes melitus gestasional

DIABETES MELITUS
DM tipe 1
Mudah terjadi ketoasidosis
Pengobatan harus dengan
insulin
Onset akut
Biasanya kurus
Biasanya pada umur muda
Berhubungan dengan
HLADR3 & DR4
Didapatkan Islet Cell Antibody
(ICA)
Riwayat keluarga diabetes (+)
pada 10 %
30 50 % kembar identik
terkena

DM tipe 2

Tidak mudah terjadi


ketoasidosis
Tidak harus dengan insulin
Onset lambat
Gemuk atau tidak gemuk
Biasanya > 45 tahun
Tak berhubungan dengan HLA
Tak ada Islet Cell Antibody
(ICA)
Riwayat keluarga (+)
pada 30 %
100 % kembar identik
terkena

TUJUAN PENGELOLAAN DM

Menghilangkan gejala
Menciptakan dan mempertahankan rasa sehat
Memperbaiki kualitas hidup
Mencegah komplikasi akut dan kronik
Mengurangi laju perkembangan komplikasi
yang telah ada
Mengurangi kematian
Mengobati penyakit penyerta, bila ada

PENYULIT KRONIK DM
Mikrovaskular

- Ginjal (kronik)
- Retina mata (buta)

Makrovaskular - Jantung (koroner)


- Pembuluh darah kaki
(luka sukar sembuh)
- Pembuluh darah otak (stroke)
Neuropati

Mikro dan makrovaskular

Rentan infeksi

Mikro dan makrovaskular

PILAR UTAMA
PENGELOLAAN DM

Perencanaan makan
Latihan jasmani
Obat berkhasiat hipoglikemi
Penyuluhan

OBAT HIPOGLIKEMI ORAL


GOLONGAN

CARA KERJA

EFEK SAMPING

Sulfonilurea

Meningkatkan sekresi insulin

Berat badan naik,


hipoglikemi

Glinid

Meningkatkan sekresi insulin

Berat badan naik,


hipoglikemi

Biguanid

Menekan produksi glukosa hati &


menambah sensitivitas
terhadap insulin

Diare, dispepsia,
asidosis laktat

Penghambat
glukosidase
Alfa

Menghambat absorpsi glukosa

Flatulens,
tinja lembek

Tiazolidindion

Menambah sensitivitas
terhadap insulin

Edema

Mekanisme Kerja
Obat Anti-Diabetes

Memperlambat
penyerapan gula
di usus

Alpha-Glucosidase
Inhibitor

Sulfonylurea
Meglitinides

Biguanides

Kadar gula
yang lebih baik
Menurunkan
produksi gula
di hati

Thiazolidinediones

Meningkatkan
produksi Insulin
di pankreas
Meningkatkan
konsumsi gula
di otot

GULA DARAH TERLALU RENDAH


(HIPOGLIKEMI)

Berdebar
Banyak keringat
Gemetar
Rasa lapar
Pusing
Gelisah
Mata berkunang-kunang
Kejang
Kesadaran menurun

PENYEBAB HIPOGLIKEMI

Makan kurang dari aturan yang ditentukan


Berat badan turun
Sesudah olah raga
Sesudah melahirkan
Sembuh dari sakit
Makan obat yang mempunyai sifat serupa

CARA MENGATASI HIPOGLIKEMI


Minum manis / gula pasir sampai gejala-gejala
hilang, dilanjutkan dengan makan, bila puasa
Berhenti minum obat diabetes
Konsultasi segera ke dokter / tim diabetes

OBAT HIPOGLIKEMI ORAL


GOLONGAN

CARA PEMBERIAN

Sulfonilurea

15 30 menit sebelum makan

Glimepirid

Sebelum / sesaat sebelum makan

Glinid

Sebelum / sesaat sebelum makan

Biguanid

Sebelum / pada saat / sesudah makan


karbohidrat

Penghambat Glukosidase
Alfa

Bersama suapan pertama

Tiazolidindion

Tidak tergantung pada jadwal makan

SULFONILUREA
Generik

Nama
Dagang

mg / tab

Dosis harian

Lama
kerja

Frekwensi
/ hari

Glibenklamid

Daonil
Renabetic

2,5 - 5

2,5 - 15

12 - 24

1-2

Glipizid

Minidiab
Glucotrol - XL

5 10
5 - 10

5 20
5 - 20

10 16
12 - 16

12
1

Gliklazid

Diamicron
Diamicron
MR
Glucodex

80
30

80 320
30 - 120

10 20
24

1-2
1

Glikuidon

Glurenorm

30

30 - 120

6-8

2-3

Glimepirid

Amaryl
Gluvas
Amadiab

1, 2, 3, 4
1, 2, 3, 4
1, 2, 3, 4

0,5 6
16
16

24
24
24

1
1
1

GLINID ; TIAZOLIDINDION
Generik

Nama
Dagang

mg / tab

Dosis
harian

Lama
kerja

Frekwensi
/ hari

Repaglinid

NovoNorm

0,5, 1, 2

1,5 - 6

Nateglinid

Starlix

120

360

Glinid

Tiazolidindion
Rosiglitazon

Avandia

4-8

24

Pioglitazon

Actos
Deculin

15, 30
15, 30

15 45
15 - 45

24
24

1
1

PENGHAMBAT GLUCOSIDASE
ALFA ; BIGUANID
Generik

Nama
Dagang

mg / tab

Dosis harian Lama


kerja

Frekwensi /
hari

Penghambat
Glukosidase
Alfa
Acarbose

Glucobay

50 -100

100 - 300

Glucophage
Glumin
Gludepatic

500 - 850
500

250 - 3000
500 - 3000

6-8
6-8

1-3
2-3

Metformin XR Glucophage
-XR
Glumin - XR

500 750
500 - 2000

24

Biguanid
Metformin

500

OBAT KOMBINASI TETAP


Generik

Nama
Dagang

mg / tab

Dosis harian

Lama
kerja

Frekwensi
/ hari

Metformin +
Glibenklamid

Glucovance

250 / 1,25
500 / 2,5
500 / 5

Total
Glibenklamid
20 mg / hari

12 - 24

1-2

Rosiglitazon
+ Metformin

Avandamet

2 / 500
4 / 500

8 / 2000
(dosis
maksimal)

12

Glimepirid +
Metformin

Amaryl - M

1 / 250
2 / 500

2 / 500
4 / 1000

Rosiglitazon
+ Glimepirid

Avandaryl

4/1
4/2
4/4

8/4
(dosis
maksimal)

24

CARA MINUM OBAT


PADA SAAT PUASA (1)
NAMA OBAT
Sulfonilurea :
- Glimepirid
- Glibenklamid
- Glipizid
- Gliklazid

- Glikuidon

TIDAK PUASA

PUASA

1 x sehari
15 30 menit
sebelum sarapan

1 x sehari

2 x sehari
sebelum sarapan
dan makan sore

2 x sehari
saat berbuka puasa
dan saat makan sahur
Dengan dosis dikurangi

3 x sehari
sebelum makan - pagi
- siang
- malam

3 x sehari
saat berbuka puasa
saat makan sahur
Malam hari, tidak minum obat

saat berbuka puasa


Dosis obat mungkin dikurangi

CARA MINUM OBAT


PADA SAAT PUASA (2)
NAMA OBAT
Biguanid :
- Metformin

TIDAK PUASA

PUASA

3 x 500 mg sehari
2 x sehari
segera sesudah makan pagi, 1 tablet sesudah sahur
siang, malam
2 tablet sesudah buka puasa
2 x 500 mg / 850 mg sehari
2 x sehari
segera sesudah makan pagi, 1 tablet sesudah sahur
malam
1 tablet sesudah buka puasa

Penghambat
glukosidase
alfa :
- Acarbose

3 x sehari
bersama suapan pertama
pagi, siang, malam

2 x sehari
bersama suapan pertama
sahur, buka puasa

INSULIN
Suatu zat atau hormon yang dikeluarkan
oleh sel beta di pankreas.

SEKRESI INSULIN
Insulin basal (saat puasa atau sebelum makan) ialah
insulin yang diperlukan untuk mencegah
hiperglikemia puasa akibat glukoneogenesis dan juga
mencegah ketogenesis yang tidak terdeteksi.
Insulin prandial (setelah makan) jumlah insulin
yang dibutuhkan untuk menkonversi bahan nutrien
ke dalam bentuk energi cadangan,
sehingga tidak terjadi hiperglikemia postprandial.
Insulin koreksi (supplement) ialah insulin
yang diperlukan akibat kenaikan kebutuhan insulin
yang disebabkan adanya penyakit atau stres.

Sediaan Insulin

Insulin prandial
Insulin kerja cepat
Regular (Actrapid, Humulin R)
Insulin analog, kerja sangat cepat
Insulin glulisine (Apidra)
Insulin aspart (Novo Rapid)
Insulin lispro (Humalog)
Insulin basal
Insulin kerja menengah
NPH (Insulatard, Humulin N)
Lente
Insulin kerja panjang
Insulin glargine (Lantus)
Ultralente
Insulin detemir (Levemir)

Awal kerja
(menit)

Puncak kerja
(menit)

Lama
kerja
(jam)

30 - 60

30 - 90

3-5

5 15
5 15
5 15

30 90
30 90
30 90

35
35
35

24
34

4 10
4 12

10 16
12 18

24
6 10
24

Tidak ada puncak


8 10
Tidak ada puncak

INSULIN
Sediaan Insulin
Insulin campuran
(kerja cepat dan menengah)
70 % NPH / 30 % regular
(Mixtard ; Humulin 70 / 30)
70 % NPH / 30 % analog rapid
(NovoMix 30)

Awal kerja
(menit)

Puncak kerja
(menit)

Lama kerja
(jam)

30 - 60

dual

10 - 16

JENIS INSULIN
NAMA
INSULIN

(1)

ALAT

CARA PEMBERIAN

Actrapid
Penfil

Novo Pen 3

3 x sehari
- jam sebelum makan pagi
- jam sebelum makan siang
- jam sebelum makan malam

Actrapid
Novolet

Novolet

idem

Humulin
R Penfil

Huma Pen

idem

JENIS INSULIN
NAMA
INSULIN
Mixtard
Penfil
Mixtard
Novolet
Humulin
30/70 Penfil

ALAT
Novo
Pen 3

(2)

CARA PEMBERIAN
2 x sehari
- jam sebelum makan pagi
- jam sebelum makan malam

Novolet

idem

Huma
Pen

idem

JENIS INSULIN
NAMA
INSULIN

(3)

ALAT

CARA PEMBERIAN

Insulatard
Penfil

Novo Pen 3

Biasanya 1 x sehari
Malam, jam 21.00
(sebelum tidur)

Insulatard
Novolet

Novolet

idem

Humulin N
Penfil

Huma Pen

idem

JENIS INSULIN
NAMA ALAT
INSULIN
Novo
Rapid

Apidra

(4)

CARA PEMBERIAN

3 x sehari
Flex
Pen - Sesaat (5 menit) sebelum makan pagi

- Sesaat (5 menit) sebelum makan siang


- Sesaat (5 menit) sebelum makan malam

Solo
Star

idem

Humalog Huma
Penfil
Pen

idem

JENIS INSULIN
NAMA
INSULIN

ALAT

Novo
Mix

Flex
Pen

(5)

CARA PEMBERIAN
2 x sehari

- Sesaat (5 menit) sebelum makan pagi


- Sesaat (5 menit) sebelum makan malam

Humalog
Mix

Huma
Pen

idem

JENIS INSULIN
NAMA
INSULIN
Lantus

Levemir

ALAT
Solo
Star

Flex
Pen

(6)

CARA PEMBERIAN
1 x sehari
Biasanya diberikan malam hari
(harus tepat waktu,
tidak berhubungan dengan makan)
idem

Gambar 49.1. Efek insulin secara teoritis dibuktikan dengan variasi regimen insulin
Penyuntikan 2x sehari insulin kerja cepat (standar, lispro, aspart) dan kerja sedang (NPH atau lente) insulin
Penyuntikan pagi hari insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang penyuntikan presupper insulin kerja cepat dan
penyuntikan saat tidur dengan insulin kerja sedang. Bagi pasien dengan hipoglikemia di pagi hari mengikuti
pantulan hiperglikemia atau bagi pasien dengan hiperglikemia di pagi hari (rebound phenomenon; fenomena
pantulan)
Penyuntikan sebelum tidur insulin kerja pendek dan insulin kerja sedang pada waktu tidur. Insulin lama (insulin
glargine) bisa digunakan pada tempat kerja insulin sedang
Injeksi sebelum tidur insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada saat sarapan dan waktu tidur
Infus insulin SC berkesinambungan
B= breakfast (sarapan), HS= bedtime snack (makanan ringan saat tidur), L=lunch (makan siang), S=supper, Arah
panah, menunjukkan waktu penyuntikan insulin (30mnt sebelum makan) (diambil dari literatur 291)

CARA PAKAI INSULIN


SAAT PUASA (1)
NAMA
INSULIN

TIDAK
PUASA

Lantus
1 x sehari
Levemir
Pagi hari
Insulatard
Humulin N 1 x sehari
Malam hari

PUASA
1 x sehari
Sore, menjelang buka puasa
Dosis insulin disesuaikan
1 x sehari
Malam hari
Dosis insulin disesuaikan

CARA PAKAI INSULIN


SAAT PUASA (2)
NAMA INSULIN

TIDAK PUASA

- Mixtard 30/70
2 x sehari
- Humulin 30/70
- Novomix
Sebelum sarapan
- Humalog Mix 25

PUASA
2 x sehari
Sore, menjelang buka puasa
Dosis mungkin dikurangi 1/3 nya

Sebelum makan malam Sebelum sahur


Dosis mungkin dikurangi 1/2 nya
Dengan pertimbangan dokter

KRISIS HIPERGLIKEMIA
Ketoasidosis Diabetik
terjadi bila kekurangan insulin yang berat
tidak saja menimbulkan hiperglikemia dan
dehidrasi yang berat, tapi juga mengakibatkan
produksi keton meningkat serta asidosis.
Status Hiperglikemia Hiperosmiolar
terjadi ketika defisiensi insulin yang relatif
(terhadap kebutuhan insulin) menimbulkan
dehidrasi dan akhirnya menyebabkan
kondisi hiperosmolaritas.

KERACUNAN KETON
(KETOASIDOSIS)

Lemas
Sakit perut
Mual dan muntah-muntah
Pusing
Gelisah
Kram otot
Nafas berbau aseton
Bingung
Kesadaran menurun
Koma

OBAT YANG DAPAT MENURUNKAN


KADAR GLUKOSA DARAH
Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors
(+)
-Adrenergic blockers (++)
Disopyramide (++)
Ethanol (+++)
Insulin (+++)
Sulfonamides (+)
Sulfonylureas (+++)

OBAT YANG DAPAT MENINGKATKAN


KADAR GLUKOSA DARAH

2-Agonist (++)
Calcium antagonists (+)
Carbamazepine (+)
Corticosteroids (+++)
Diuretics (+++)
Isoniazid (+)
Oral contraceptives (++)
Phenytoin (++)
Pravastatin (+)
Rifampisin (+)

TERIMA
KASIH