Anda di halaman 1dari 53

Kuswantoro Rusca Putra, S.Kp.,M.

Kep

AUDIT KEPERAWATAN
Pengkajian kualitas keperawatan
yang merupakan upaya evaluasi
secara profesional mutu
pelayanan keperawatan dan
menghasilkan peningkatan
kualitas pelayanan keperawatan
kepada pasien
(Elison)

CLINICAL AUDIT CYCLE

1. SELEC TOPIC

Memilih Topik Audit.


Gunakan.. SMART !
S Specific
M Apakah kriteria diaplikasikan di klinik dan Measurable
A Apakah sumber daya/akses mendukung audit
Achievable

R Agar audit dapat dilakukan dengan lancar, harus


Realistic

T Agar audit dapat dilakukan tepat waktu, harus a Timely


way.

Pemilihan Topik
Identifikasi masalah hal yang perlu dilakukan audit
TOPIK
No

KRITERIA

Topik 1

Topik 2

Manfaat bagi asuhan keperawatan pasien


1
2

Jumlah pasien banyak

High cost

Standar profesional & pedoman yang menjadi rujukan


tersedia

Terkait dengan komplikasi dan komplain

Melibatkan multidiciplinary

Data dapat diproleh dengan mudah

Catatan:
1.
2.
3.

Topik ditulis sesuai dengan situasi yang ada istitusi masing-masing. Bisa lebih dari 2 topik
Penilaian kriteria masing-masing dengan menggunakan jawaban Ya atau Tidak
Topik yang dipilih adalah yang sesuai dengan kriteria (semua item ya)

dst

Alasan pemilihan topik


Misalkan: Perawatan pasien dengan pemasangan urine
kateter
post operasi jantung hari 1 hari 3 di ruang ICU
Dewasa

No Uraian kriteria
Manfaat bagi asuhan keperawatan pasien
1 Jawaban: Ya. Alasan:..
2
3
4
5
6

Jumlah pasien banyak


Jawaban: Ya. Alasan:..
High cost
Jawaban: Ya. Alasan:..
Standar profesional & pedoman yang menjadi rujukan tersedia
Jawaban: Ya. Alasan:..
Terkait dengan komplikasi dan komplain
Jawaban: Ya/Tidak. Alasan:..
Melibatkan multidiciplinary
Jawaban: Ya/Tidak. Alasan:..

TOPIK AUDIT..?
Penting untuk asuhan kesehatan pasien?

Ya, karena angka infeksi akibat pemasangan urine kateter masih cukup tinggi

Jumlah pasien yang ada banyak?

Ya, khusus untuk pasien post operasi

High Cost?

Ya, terutama dampak yang ditimbulkan seperti bila terjadi infeksi maka length of
stay akan tinggi dan berdampak kepada biaya yang menyebabkan high cost.

Standar profesi/nasional dan pedoman yang menjadi rujukan


tersedia?

Ya, telah banyak dilakukan riset terutama pada bagian infeksi nosokomial RS

Apakah ada keterkaitan dengan accident/komplikasi atau


komplain?

Ya, angka terjadinya infeksi masih cukup tinggi

Apakah melibatkan multidisciplinary?

Ya, melibatkan dokter, perawat dan pasien

Apakah data diperoleh dengan mudah?

Ya, secara observasi, data dokumentasi keperawatan, wawancara

Contoh TOPIK AUDIT


Penggunaan kateter urine

2. REVIEW LITERATURE

Literature Review
Tujuan:
1.

Mencari adanya rekomendasi standar nasional


berhubungan dengan standard yang akan dibuat.

2.

Mencari audit yang telah dilakukan sebelumnya


berhubungan dengan topik yang spesifik sebagai acuan
untuk membuat design audit, metode koleksi data, dan
membuat standard.

3.

Mencari hasil riset atau guideline terkait dengan mutu


pelayanan yang dapat digunakan dalam standard.

3. SET
STANDARDS

Dua key points pada Audit Klinik

Dibutuhkan.
1) Buat/set Kriteria explisit
2) Buat/set Standards dengan melakukan review
pelayanan secara sistimatis

Pentingnya SETTING STANDARDS


Mengembangkan standard dapat memfasilitasi
diskusi antar staf tentang aspek penting dalam
pelayanan dan menginspirasi mereka membaca
literature terkait.
Membandingkan praktik klinik terkini yang tidak
sesuai dengan standar, dapat mengetahui
masalah yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Standard dapat memotivasi staf untuk melakukan
perubahan dalam praktik dengan adanya gap
antara mutu dalam praktik klinik terkini dengan
pelayanan yang diharapkan.

Bagaimana membuat STANDARD.?


Standards yang dibuat dapat diaplikasikan dalam
pelayanan, dan sebaiknya disetujui oleh seluruh staf
terkait yang berpartisipasi di dalam audit.
Bila mungkin, standards sebaiknya berdasarkan
praktik klinik terbaik yang sudah terbukti.
Kombinasikan antara pengalaman klinik dan bukti
literatur yang tersedia.
Audit klinik digunakan untuk mengobservasi praktik
klinik terkini yang dapat digunakan dalam
pembuatan standar.

DEVELOPING GOOD STANDARDS

Ingat.. SMART:

Specific clear, understandable


Measurable
Achievable
Relevant to the aims of the audit
Theoretically sound based on current
research.

Target
Dibuat dalam persentase yang didefinisikan sebagai tingkat
pencapaian yang dapat diterima berhubungan dengan
kriteria yang dipilih.

Target

Kriteria (di dalam bracket)

90 % (pasien yang dikirim/transfer dari UGD ke ruang rawat akan


dilakukan visit oleh dokter yang merawat dalam 2 jam setelah di
transfer).

SETTING TARGET

Target harus dibuat secara realistis dan dapat


dicapai
Target jangan terlalu rendah.
Faktor- faktor yang dipertimbangkan:
- penting di dalam klinik (clinical importance)
- dapat diterapkan dalam praktik (practibility)
- dapat diterima (acceptibility)

Contoh KRITERIA
Topik:

Perawatan pasien dengan pemasangan urine

kateter
post operasi jantung hari 1 hari 3 di ruang
ICU Dewasa
No

Uraian kriteria

Apakah pemasangan kateter urin secara sistem tertutup?

Apakah pada label urine bag diberi nama & tanggal ?

Apakah
SOP?
Apakah
bladder
Apakah

Apakah ada instruksi medis tentang pemasangan kateter urine?

Apakah kontainer pengukur urine digunakan satu/pasien ?

ada bukti bahwa perawatan kateter dilakukan sesuai


tubing dan urine bag diletakkan lebih rendah dari
pasien?
tubing dan urine bag tidak diletakkan di lantai?

Contoh Set standar


1. Apakah pemasangan kateter urin secara sistem tertutup?
Sangat penting terkait dengan pencegahan
infeksi

Ya, 100
%

2. Apakah pada label urine bag diberi nama & tanggal ?

Ya, 85 %

Cukup penting untuk mengetahui lama pemasangan


3. Apakah ada bukti bahwa perawatan kateter dilakukan sesuai SOP?
Sangat penting berkaitan dengan kejadian infeksi

4. Apakah tubing dan urine bag diletakkan lebih rendah dari


bladder pasien
Sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi

Ya, 100
%
Ya, 100
%

5. Apakah tubing dan urine bag tidak diletakkan di lantai?


Sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi

Ya, 100
%

6.

Ya, 100
%

Apakah ada instruksi medis tentang pemasangan kateter urine?


Sangat penting terkait dengan legal aspek

7. Apakah kontainer pengukur urine digunakan satu/pasien ? Ya, 100


%
Sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi

Contoh Standards

1. 100 % pemasangan kateter urine s ecara sistem tertutup.


2. 85 % pada label urine bag diberi nama & tanggal.
3. 100 % ada bukti bahwa perawatan kateter dilakukan sesuai SOP.
4. 100 % tubing dan urine bag diletakkan lebih rendah dari bladder
pasien.
5. 100 % tubing dan urine bag tidak diletakkan di lantai.
6. 100 % indikasi & Instruksi medis tentang pemasangan kateter
urine.
7. 95 % kontainer pengukur urine digunakan satu/pasien.

4. Design Audit

Contoh DESIGN AUDIT


Audit keperawatan pada pasien dengan pemasangan kateter post operasi
jantung hari 1 3 di ruang ICU & Intermediate Ward Dewasa

Staf yang terlibat


: Perawat, pasien
Tipe data
: Concurrent
Waktu
: Pengumpulan data 2 minggu
Informasi
: Pasien, perawat, dokumentasi keperawatan & medis
Metode
: (a) Observasi
(b) Check list
(c) Wawancara
Sampel
: 20 pasien yang terpasang kateter urine post
operasi jantung hari 1 3
Analisis Data
: Dilakukan oleh auditor internal
Dengan data statistik
Umpan balik temuan
: Kepada Penanggung Jawab dan tim
leader ICU & IW Dewasa

5. COLLECT DATA

DATA
COLLECTION
Data tepat dan teliti
Hanya informasi penting yang dikumpulkan
Detail hal-hal yang akan di audit ditetapkan sejak
awal.

- Pengguna pelayanan
- Profesional kesehatan yang termasuk pemberi
pelayanan
- Periode penerapan dari kriteria
- Menggunakan statistik
- Sistem informasi komputer atau manual.

Data collection methods

These might involve:

Interviews management/professional/patient
face to face interview, focus group interview
Questionnaire survey staff /patients
Reflective Diaries
Clinical indicators
Patients record/Nursing documentation

Form 1.7

Nursing Audit: Urinary Catheter Use

Contoh Formulir Audit


Form 1.7

Audit Keperawatan: Penggunaan


kateter urine

Tujuan:
Audit tentang penggunaan kateter urine dapat mencegah terjadinya
infeksi (associated infections).

Petunjuk:
1. Isi formulir dengan lengkap pada kotak yang tersedia dan berikan
keterangan bila perlu.
2. Tanda tangani, tulis tanggal, dan serahkan formulir kepada orang
yang bertanggung jawab.

Harus dilengkapi oleh:


Auditor klinik

Form ...1.2.4.7

Contoh Audit Keperawatan: Penggunaan kateter urine

Nama Pasien: _________________________________________RuangUnit: _______________


Auditor: ______________________________________________Tanggal: __________________

Item/Indikator
1.Apakah pemasangan kateter urine secara sistem tertutup?
2.Apakah pada label urine bag diberi nama dan tanggal ?
3.Apakah ada bukti bahwa perawatan kateter dilakukan sesuai SOP?
4.Apakah tubing dan urine bag diletakkan lebih rendah dari bladder pasien?
5.Apakah tubing dan urine bag tidak diletakkan di lantai?
6.Apakah ada instruksi medis tentang pemasangan kateter urine?
7.Apakah kontainer pengukur urine digunakan satu/pasien ?

Tanda tangan---------------------------Tanggal-----------------------------------------

Ya

Tidak

Ket

Contoh Formulir rekapitulasi data


Topik: Penggunaan katerer urine
Ya

Tidak

Jumlah

Jumlah %
jawaban
ya

Target

Apakah Pemasangan kateter


urin secara sistem tertutup?

20

20

100%

100 %

Apakah pada label urine bag


diberi nama & tanggal ?

14

20

70%

85 %

Apakah ada bukti bahwa


perawatan kateter dilakukan
sesuai SOP?

19

20

95%

100 %

Apakah tubing dan urine bag


diletakkan lebih rendah dari
bladder pasien?

20

20

100%

100 %

Apakah tubing dan urine bag


tidak diletakkan di lantai?

20

20

100%

100 %

Apakah ada instruksi medis


tentang pemasangan kateter
urine?

20

20

100%

100 %

Apakah Kontainer pengukur


urine digunakan satu/pasien?

20

20

100%

100 %

Item kriteria

6. ANALYSE DATA

ANALYSE DATA

Dalam analisa data, hal-hal yang tercakup antara lain:


1. Bentuk /jenis pelayanan di lahan praktik
2. Tingkat kesesuaian hasil audit dengan
standard
3. Kasus-kasus yang diterapkan/diterima di
klinik tapi tidak sesuai standard

Apakah dibutuhkan analisis data secara


statistik yang kompleks ?...................

Apakah
dibutuhkan
analisisstatistical
data secara
Do I need
to do a complex
statistik
analysis?yang kompleks ?...................

Secara umum TIDAK, audit tidak


seperti riset
A simple graphical display merupakan
metode yang sangat efektif untuk
menjelaskan data.

Presentasi data
Pasien diabetes yang merokok
Pembaca sulit mengerti karena data tidak jelas

Presentasi data
Pasien diabetes yang merokok
Data mudah untuk dimengerti

Bandingkan dengan
standard set
Persentase yang sesuai dengan setiap
standard

atau
Persentase yang tidak sesuai setiap
standard

Contoh

Analisa data

Topik: Penggunaan kateter urine


Kriteria

Analisa data

Kriteria 1,
4, 5, 6,
dan 7

Kriteria 1,4, 5, d, dan 7 sesuai dengan standar set

Kriteria 2

Ditemukan ada label urine bag yang tidak diberi nama & tanggal
Hal ini disebabkan karena :
1.
Kepedulian individu kurang
2.
Lebel nama tidak ada/fasilitas tidak ada
3.
Tidak masuk dalam SOP
4.
Tidak tersosialisasi

Kriteria 3

Ada bukti bahwa perawatan kateter tidak sesuai dilakukan sesuai SOP?
Hal ini disebabkan:
1.
Tidak ada SOP
2.
SOP belum disosialisasikan.
3.
Keterampilan kurang

Penulisan Laporan Audit

Penulisan Laporan Audit


i) Judul Audit:
Tulis dengan singkat
ii) Tanggal:
Tanggal laporan audit
iii) Penulis:
Nama, department dan profesi
iv) Latar Belakang:
Alasan audit merespon adanya komplain, kebutuhan individu,
mengulang audit sebelumnya
v) Kriteria dan Standards:
Tuliskan kriteria dan standard yang digunakan di dalam audit

Penulisan Laporan Audit

vi) Sampel:
Tulis sampel yang dilibatkan dalam audit
vii) Metode :
Metodelogi yang digunakan pada audit
viii) Hasil:
Dengan Pie-charts atau Bar-charts
ix) Kesimpulan
Kesimpulan tidak terlalu panjang dan to the point
x) Rekomendasi & Action Plan
Usulan bagaimana pelayanan dapat ditingkatkan.

7. FEED BACK
FINDING

DISSEMINATION METHODS
(A)LAPORAN AUDIT (PASSIVE FEEDBACK)
Laporan tertulis tentang hasil audit.
Desiminasikan kepada staf terkait
Simpan laporan yang digunakan untuk internal dan eksternal
(B) DISKUSI HASIL AUDIT (ACTIVE FEEDBACK)
Diskusikan hasil audit ke lahan praktik tentang perubahan yang perlu
dilakukan dan dapatkan persetujuan .

7. FEED BACK
FINDING

Setelah didesiminasikan, buat


rekomendasi dengan action plan:

Apakah dibutuhkan perubahan dalam praktik


klinik (change practice)?

Apakah standard atau guideline perlu diperbaiki?


Apakah staf membutuhkan training/re-training?

Buat time scale dan individu bertanggung jawab

8. CHANGE PRACTICE

CHANGE PRACTICE

Standards sudah tercapai tidak


perlu perubahan bila prosedur di
lahan praktik efektif.
Standards belum tercapai perlu
dibuat standard pada hal-hal yang
belum dibuatkan standard.

Contoh ACTION PLAN


Implementation Change
Informasi kepada pasien harus diperbaiki agar
pemahaman pasien tentang pengobatan lebih baik

Action Plan

1. Mendiskusikan dengan staf tentang cara pemberian informasi


terbaik bagi pasien
2. Membuat SOP tentang pemberian informasi tentang cara
penggunaan obat pada pasien diabetes
3. Mensosialisasikan kepada staf SOP yang baru

CONTOH FORMULIR IMPLEMENTATION CHANGE


DAN
ACTION PLAN

No
: 1/ICU/07/09
Tanggal : 20 Juli 2009

Form 4.1/0017

Uraian masalah/Masalah Potensial :


Adanya beberapa pasien yang menggunakan obat tablet tidak memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana cara meminum
obatnya

Implementing change:
Pemberian informasi kepada pasien harus diperbaiki agar pemahaman pasien tentang penggunaan obat diabetes lebih
baik
No.

Action Plan

Penanggung
Jawab

Batas
waktu

Mendiskusikan dengan staf tentang cara pemberian informasi


kepada pasien diabetes

Dewi

28/8/09

Membuat SOP tentang pemberian informasi cara minum obat


kepada pasien dengan diabetes

Dewi

2/9/09

Mensosialisasikan kepada staf SOP yang baru

9. SET/ REVIEW STANDARDS

9. SET/ RIVIEW STANDARDS


Sebagai bagian dari diskusi umpan balik (feedback discussions
) perlu dipertimbangkan tentang standard:

Buat standard baru atau tinjau standard yang


digunakan pada audit.
Hasil audit dapat digunakan untuk membuat
standard pada pelayanan tertentu.
Mungkin ditemukan standard sebelumnya terlalu
tinggi, terlalu rendah atau kalimat kurang tepat.
Diskusikan dengan sejawat dapat digunakan
untuk modifikasi standard secara tepat.

10. RE-AUDIT

Re-Audit
Tujuan dilakukan audit kedua kalinya
untuk mengetahui:
Rencana tindakan yang disetujui telah
dilakukan
Perubahan telah dilakukan sesuai yang
diharapkan
Standard terus disesuaikan bila perubahan
belum dilakukan

KESIMPULAN

Audit memberikan laporan formal tentang apa yang sedang


terjadi.

Audit menyoroti praktik klinik terkini baik kekuatan maupun


kelemahan.

Audit merupakan suatu sistem perbaikan (improvement).

Audit memberikan mekanisme tentang apa yang harus


dilakukan dan bagaimana melakukannya.

Audit merupakan suatu proses bukan event, dan pada akhir


audit harus diberikan informasi yang dapat digunakan untuk
audit berikutnya.

Audit merupakan suatu spiral yang berupaya mendorong


standard lebih baik.