Anda di halaman 1dari 14

KOLERA

Dr. Hery Susanto, Sp.A

DEFINISI
Kolera merupakan suatu penyakit akut

yang menyerang saluran pencernaan yang


disebabkan oleh sejenis bakteri Vibrio
cholerae.
Ditandai dengan gejala diare dan kadangkadang disertai muntah, turgor cepat
berkurang, timbul asidosis dan tidak jarang
disertai renjatan
Etiologi : Vibrio cholerae (Vibrio comma)

DISTRIBUSI
Infeksi terjadi akibat masuknya kuman V.

cholerae melalui mulut bersama-sama


dengan makanan atau minuman.hal ini
disebabkan adanya kontak langsung bendabenda tersebut dengan tinja yang
mengandung kuman kolera.
Masa inkubasi : 8-48 jam
Penyakit ini umumnya menyerang
penduduk di daerah yang miskin dengan
keadaan gizi yang kurang baik, di samping
faktor sanitasi lingkungan yang buruk.

PATOGENESIS

Fungsi absorbsi lainnya tidak terganggu karena


mukosa tetap utuh

PATOFISIOLOGI
Akibat diare dengan atau tanpa muntah

oleh karena infeksi kolera akan terjadi :


Gangguan keseimbangan air (dehidrasi) dan

elektrolit
Gangguan gizi (penurunan berat badan
dalam waktu singkat)
Hipoglikemia (terutama pada anak yang
sebelumnya telah mengalami malnutrisi)

GANGGUAN KESEIMBANGAN
AIR DAN ELEKTROLIT
Akibat hilangnya cairan dari tubuh, maka

berat badan akan menurun. Atas dasar


penurunan berat badan atau kehilangan
cairan dehidrasi dapat dibagi menjadi :
Dehidrasi ringan
Dehidrasi sedang
Dehidrasi berat

GANGGUAN KESEIMBANGAN
AIR DAN ELEKTROLIT
Gangguan lain ialah terjadinya asidosis metabolik.

Dikarenakan hilangnya bikarbonas bersama-sama


dengan tinja, sehingga tubuh kekurangan bikarbonas.
Akibat asidosis metabolik dapat timbul :
Pernapasan cepat dan dalam (kussmaul) sebagai

kompensasi
Bertambahnya pemindahan ion hidrogen ke dalam sel
dan keluarnya ion kalium dari dalam sel ke cairan ekstra
sel
Cardiac reserve menurun gagal jantung (jika asidosis
tidak segera diatasi)
Jika kehilangan cairan dan elektrolit berlebih dalam

waktu singkat:

Renjatan
Gangguan gizi

Hipoglikemi : dapat timbul kejang, stupor koma

GEJALA KLINIS
Semua gejala klinis umumnya merupakan

akibat kehilangan cairan tubuh dan elektrolit.


Tinja tampak seperti air cucian beras atau tajin
Kadang-kadang muntah
Turgor yang cepat menurun
Mata cekung
Ubun-ubun besar cekung
Pernapasan cepat dan dalam
Sianosis
Nadi kecil dan cepat
Tekana darah menurun
Bunyi jantung lemah akibat timbul renjatan

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Kadar hematokrit meningkat


Kadar Bikarbonat (HCO3-) dalam darah

arteri menurun
pH darah arteri menurun
Kadar natrum dalam plasma mungkin
normal atau menurun

SEBAB KEMATIAN
Renjatan hipovolemik
Gagal jantung
Gagal ginjal akut karena terjadi tubular

nekrosis akut sebagai akibat gangguan


sirkulasi darah ke ginjal yang terlalu lama.

DIAGNOSIS
Ditegakkan dengan menemukan kuman

Vibrio cholerae dengan cara :


Penanaman pada agar empedu atau agar

GGT (Gelatin-Telurit-Taurokolat) untuk


menemukan koloni kuman kolera
Reaksi aglutinasi dengan antiserum spesifik
Pemeriksaan mikroskop fluoresens.

PENGOBATAN
Prinsip pengobatan :
Memperbaiki dehidrasi dan gangguan

elektrolit
Memperbaiki asidosis dan renjatan (bila
terjadi renjatan)
Membunuh kuman dengan antibiotika
Pemberian makanan peroral yang adekuat
segera setelah rehidrasi tercapai

PROGNOSIS
Dengan pengobatan yang adekuat, akhir-

akhir ini angka kematia dapat diturunkan


sampai 0%

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai