Anda di halaman 1dari 12

SCHISTOSOMIASIS

Luthfi khairul
1210211185

Definisi
Schistosomiasis atau Bilharziasis
adalah penyakit infeksi parasit kronis
yang disebabkan oleh cacing darah
(Trematoda) dari genus Schistosoma.

Epidemiologi
Di seluruh dunia, lebih dari 200 juta orang
menderita Schistosomiasis, 20 juta
diantaranya menderita sakit berat, dan 120
juta menunjukkan tanda-tanda klinis. Serta
menjadi ancaman bagi 500-600 juta orang di
74 negara berkembang
Di Indonesia, penyakit ini baru ditemukan di
lembah Lindu (Kec. Kulawi, Kab. Donggala)
dan lembah Napu- Besoa (Kec. Lore Utara,
Kab. Poso) yang terletak di Sulawesi Tengah.

Etiologi

Phylum Platyhelminthes
Kelas Trematoda
Subkelas Digenea
Ordo Prosostomata
Subordo Strigeata
Famili Schistosomatidae
Genus Schistosoma
Species Schistosoma mansoni, Schistosoma
japonicum,
Schistosoma haematobium, Schistosoma mekongi

Hospes
Selain manusia, hospes definitif dari
Schistosoma japonicum juga yakni
anjing, tikus sawah (Rattus), kucing, sapi,
kerbau, babi, kuda, kambing, dan biri-biri.
Hospes perantaranya adalah siput air
tawar spesies Oncomelania nosophora,
O. hupensis, O. formosana, O. hupensis
lindoensis di Danau Lindu (Sulawesi
Tengah) dan O. quadrasi.

Patofisiologi
Serkaria
Penetrasi serkaria pada kulit menyebabkan dermatitis alergika
ditempat masuknya. Pada stadium ini kelainan kulit berupa eritema
dan papula dengan rasa gatal dan panas 2-3 hari pasca infeksi dan
disebut swinners itch, paling sering disebabkan oleh S.mansoni
dan S. japonikum. bilamana jumlah serkaria menembus kulit cukup
banyak, maka dapat terjadi dermatitis (cercarial dermatitis) yang
akan sembuh sendiri dalam lima hari (Sudoyo et al, 2009).
Sistosomula
Sistosomula merupakan cercaria yang tidak berekor yang diangkut
melaui darah atau limfatik kesebelah kanan paru-paru dan jantung.
Infeksi berat dapat menyebabkan gejala seperti demam dan batuk.
Eosinophilia bisa juga ditemukan (Sudoyo et al, 2009).
).

Cacing dewasa
Cacing dewasa tidak memperbanyak diri dalam tubuh manusia.
Didalam darah vena, cacing jantan dan betina kawin, kemudian
betina bertelur 4-6minggu setelah penetrasi sercaria. Cacing
dewasa jarang bersifat patogen. Cacing betina dewasa dapat
hidup sekitar 3-8 tahun bahkan lebih 30 tahun dan bertelur
sepanjang hidupnya, namun tidak merusak karena hanya telurtelurnya saja yang dapat merusak organ (Sudoyo et al, 2009).
Telur-telur
Telur-telur ini yang menyebabkan schistosomiasis dan demam
katayama. Hingga saat ini Katayama patofisiologi yang tepat
belum diketahui. Demam Katayama dilaporkan paling sering pada
S.japonicum tetapi juga telah dilaporkan terjadi S.mansoni, jarang
dirasakan pada schistosomiasis hematobium (Sudoyo et al, 2009

Gejala klinis
Ada riwayat sebagai penduduk daerah/ pernah
tinggal didaerah endermis
Demam, menggigil
Sefalgi
Lemah
Berat badan merosot
Batuk nonproduktif
Demam katayama (demam plus eosinofili)
Hepatomegali terutama lobus kiri, nodul pada hepar
Fibrosis jaringan periportal (Symmers fibrosis,
hipertensi portal

Diagnosis
Diagnosis dibuat dengan
menemukan telur dalam tinja,
dahak,urin, atau dalam jaringan
biopsi

Penatalaksanaan
Praziquantel efektif pada semua bentuk
schistosomiasis hampir tidak ada efek
samping. Dan daya sembuh obat ini untuk
S.mansoni dan S. Japonicum, 63-85 % dan
dapat menurunkan telur-telur lebih 90%
setelah 6 bulan terapi. Obat ini tidak
sensitif terhadap sistoma muda (2-5
minggu). Dosis 2 x 20 mg/kg berat badan/
hari untuk S. Haematobium dan S.mansoni,
dan 3 x perhari untuk S. Japonicum