Anda di halaman 1dari 21

Medicinal

Chemistry
Puji Rahmi Sumarno
1411011051

Morfin
Alkaloidanalgesikyang sangat kuat
dan merupakan agen aktif utama yang
ditemukan padaopium.
Morfin adalah hasil olahan dari
opium/candu mentah. Morfin
merupakan alkaloida utama dari opium
( C17H19NO3) . Morfin rasanya pahit,
berbentuk tepung halus berwarna putih
atau dalam bentuk cairan berwarna

Derivat Morfin

Hubungan struktur dan aktivitas morfin


dijelaskan sebagai berikut :

Fenolik OH

Metilasi gugus fenolik OH dari morfin


akan mengakibatkan penurunan
aktivitasanalgesiksecara
drastis.Gugus fenolik bebas adalah
sangatkrusial untuk aktivitasanalgesik
(Patrick, 1995)

6 Alkohol

Penutupanataupenghilangangugusalkoholt
idakakanmenimbulkanpenurunan efek
analgesik dan pada kenyataannya malah
sering menghasilkan
efekyangberlawanan.Peningkatanaktivitas
lebihdisebabkanolehsifatfarmakodinamikdi
bandingkandenganafinitasnyadenganresep
toranalgesik.Dengankatalain,lebihditentuk
anolehberapabanyakobatyangmencapair
eseptor, bukan seberapa terikat dengan
reseptor (Patrick, 1995)

Ikatan Rangkap C7 dan C8

Beberapaanalogtermasukdihidromor
finmenunjukkanbahwaikatanrangkap
tidak penting untuk aktivitas analgesik
(Patrick, 1995)

Gugus N-Metil

Atomnitrogendarimorfinakanterionisasiketika
berikatandenganreseptor.Penggantian gugus Nmetil dengan proton mengurangi aktivitas
analgesik tetapitidak menghilangkannnya. Gugus
NH lebih polar dibandingkan dengan gugus Nmetiltersiersehinggamenyulitkannyadalamme
nembussawardarahotakakibatnyaakanmenur
unkanaktivitasanalgesik.Halinimenunjukkanb
ahwasubstitusi N-metil tidak terlalu signifikan
untuk aktivitas analgesik.
Sedangkanpenghilanganatom Nakan
menyebabkan hilangnya aktivitas (Patrick, 1995

Cincin Aromatik

Cincinaromatikmemegangperananpentingdimana
jikasenyawatidakmemilikicincin aromatik tidak
akan menghasilkan aktivitas analgesik.Cincin
Adannitrogenmerupakanduastrukturyangumumd
itemukandalamaktivitasanalgesik opioid. Cincin A
dan nitrogen dasar adalah komponen penting
dalamefek untuk agonis, akan tetapi jika hanya
kedua komponen ini saja, tidak akancukup juga
untuk menghasilkan aktivitas, sehingga penambahan
gugus
farmakofordiperlukan.Substitusipadacincinaromati
kjugaakanmengurangiaktivitasanalgesik (Patrick,
1995)

Biotransformasi
Biotransformasi morfin diekskresikan terutama dalam
bentuk terkonyugasi. Yang dominan dalam hal ini yaitu 30-glukuronida. N-demetilasi kurang penting. Metabolit
utama kodein ialah 6-0-glukuronida. Selain itu terjadi Ndan 0-demetilasi, dimana terbentuk norkodein dan morfin.
Produk demitilasi sebagaian diekskresikan sebagai
konyugat. Sintesis karena suatu sintesis total morfin dari
segi teknis tidak memungkinkan, karena diarahkan pada
penamaan papaver somniferum. Opium kasar yang
diperoleh mengandung lebih kurang 7 sampai 21 %
morfin, terutama sebagai mekonat (garam dari asam
mekonat) atau sebagai laktat. Opium DAB 8 mengandung
10 % morfin, sedangkan tingtur opium DAB 8 mengandung
1 % morfin.

Taxol
Taxol adalah senyawa kimia
diterpenoid tipe taksan yang berasal
dari tumbuhan
TaxusbrevifoliaNutt,famili Taxaceae.

Tahun-tahun terakhir ini senyawa obat yang dihasilkan


dari bahan alam telah menjadi perhatian khusus oleh
industri farmasi. Sebagai representatifnya dapat dilihat
dari pengembangan senyawataxol, Taxol merupakan
senyawa kimia yang pertama kali diisolasi dari
tumbuhanTaxus brevifolia. Isolasi dan penentuan
struktur senyawa ini dilakukan berdasarkan hasil riset
awal dilaboratorium yang menunjukkan bahwa ekstrak
dari tumbuhan ini menunjukkan aktivitas melawan sel
kanker. Walaupun pengujian bioaktivitas ini telah
dilakukan pada awal tahun 1960-an, isolasi dan
penentuan struktur kimianya baru berhasil dilakukan
pada tahun 1971.Setelah melalui berbagai tahap riset,
pada tahun 1980 pengujian secara klinis berhasil
dilakukan.Sekitar tahun 1990-an senyawataxoldan
derivatnyataxotereternyata telah terbukti secara klinis
efektif melawan kanker payudara (breast cancer) dan
kanker indung telur (ovarian cancer).

Kulit batang kayuT. brevifoliadiekstrak


dengan alcohol, dipekatkan dan
dipisahkan dengan pelarut air dan
kloroform. Ekstrak kloroform kemudian
dipisahkan dan dimurnikan melalui
kromatografi kolom dengan adsorben
yang berbeda, yaitu : florisil, sephadex
LH-20 dan silica gel dan selanjutnya
direkristalisasi dengan methanol encer
untuk mendapatkan Kristal jarum yang
berwarna putih.

Bioaktivitas
Taxol dan taxotere merupakan
senyawa toxoid yang mempunyai
aktivitas antikanker. Istimewanya,
keduanya berasal dari pohonPacific
Yew, Taxus brevifolia.Tanaman ini
merupakan pohon yang tumbuh
lambat dan ditemui di daerah bertanah
lembab dekat aliran sungai dan danau
di bagian barat laut Pasifik.

Taxol mempunyai sejarah perkembangan yang panjang


walaupun aktivitas antineoplastiknya telah
diidentifikasi pada ekstrak kasar kulit kayu pada tahun
1960, namun baru tahun 1971 taxol ditetapkan
sebagai bahan antineoplastik. Perkembangan
selanjutnya terhambat kesulitan mengisolasi dalam
jumlah besar dan problem formulasi karena sifatnya
yang sukar larut. Sesudah semuanya dapat diatasi,
kemudian muncul masalah kipersensitivitas. Namun
setelah problem ini dapat diatasi, pengujian
berikutnya terus dilanjutkan. Bahkan setelah
memperlihatkan aktivitas terhadaprefractory ovarian
cancer,perkembangan taxol menjadi prioritas utama.