Anda di halaman 1dari 19

Peranan Promosi

Kesehatan
terhadap Masalah
Kebidanan
Oleh:
Iran

outline
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pendahuluan
Latar Belakang
Pengertian promosi kesehatan
Tujuan promosi kesehatan
Strategi Promosi Kesehtan
Ruang Lingkup Promosi Kesehatan
Promosi Kesehatan Determinan yang Berlaku
Masalah Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

9. Startegi meningkatkan promkes ibu hamil.


10. Peran Bidan
11. Kesimpulan

2. Latar Belakang
Tantangan dalam kesejahteraan dan
kesehatan masyarakat saat ini
sangat berat
Banyak perilaku masyarakat yang
saat ini menimbulkan masalah
kesehatan.
Bidan dan tenaga kesehatan lainnya
harus berkompetensi dalam
meningkatkan kesejahteraan dan
kesehatan masyarakat

3. Pengertian Promosi Kesehatan


PromosiKesehatan

LAWRENCE GREEN 1984 : SEGALA BENTUK


KOMBINASI PENKES DAN INTERVENSI YG TERKAIT DG
EKONOMI, POLITIK DAN ORGANISASI YG DIRANCANG
UTK MEMUDAHKAN PERUB. PRILAKU DAN LINGK YG
KONDUSIF

OTTAWA CHARTER 1986 : SUATU PROSES UTK


MEMAMPU KAN MASY DALAM MEMELIHARA DAN
MENINGKATKAN KES MEREKA

4. Tujuan Promosi
Kesehatan
Memampukan masyarakat
dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan
mereka.
Menciptakan suatu keadaan,
yakni perilaku dan
lingkungan yang kondusif
bagi kesehatan.

5. Strategi Promkes (Piagam


Ottawa, 1986)
1.
2.
3.
4.
5.

Kebijakan Berwawasan Kesehatan


Lingkungan yang Mendukung
Reorientasi Pelayanan Kesehatan
Keterampilan Individu
Gerakan Masyarakat

6. Ruang Lingkup Promosi


Kesehatan
1. Promosi kesehatan pada aspek promotif
Sasaran : Penkelompok orang sehat
Tujuan : Agar tetap sehat dan meningkatkan
kesehatannya
2. Promosi kesehatan pada aspek preventif
Sasaran : Kelompok beresiko tinggi (Bumil, Bulin,
Lansia, dll)
Tujuan : Tidak jatuh sakit
3. Promosi kesehatan pada aspek kuratif
Sasaran : Kelompok penderita penyakit
Tujuan :Sembuh dan tidak menjadi parah
4. Promosi kesehatan pada aspek rehabilitatif
Sasaran : Penderita yang baru sembuh
Tujuan : Agar segera pulih kesehatannya

8. Masalah Kesehatan Ibu


dan Anak di Indonesia
Berdasarkan survei kedokteran pada
2012, angka kematian ibu masih di
atas 200 setiap 100 ribu kelahiran.
Sedangkan kematian anak di atas 34
per 100 ribu kelahiran.
Kehamilan tidak diinginkan dan aborsi
terus meningkat.
Balita dengan gizi buruk

9. Startegi
meningkatkan
ibu dan
hamil.
promkes
Meningkatkan kesadaran
motivasi berbagai

pihak terkait untuk meningkatkan kesehatan ibu


hamil.
Meningkatkan pelaksanaan strategi promkes :
yang telah dirumuskan oleh WHO 1994
Advokasi
Dukungan sosial
Pemberdayaan masyarakat

9. Peran Bidan
Menetapkan manajemen kebidanan pada
setiap asuhan kebidanan yang diberikan,
mencakup:
Mengkaji status kesehatan
Menentukan diagnosis,
Menyusun rencana tindakan sesuai dengan
masalah
Melaksanakan tindakan sesuai dengan
rencana
Mengevaluasi tindakan yang telah
diberikan,
Membuat rencana tindak lanjut
kegiatan/tindakan,

Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak


remaja dan dengan melibatkan mereka sebagai
klien.
Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama
kehamilan normal, persalinan, nifas, bayi baru
lahir
Memberikan pelayanan kontrasepsi dan wanita
dengan gangguan reproduksi.

a. Bidan sebagai
Advokator
Advokasi adalah suatu pendekatan kepada
seseorang/badan organisasi yang di duga
mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan
suatu program atau kelancaran suatu kegiatan.
Advokasi dapat dilakukan thd pengambil
keputusan dari program atau sektor terkait
masalh kesehatan maternal neonatal.
Bidan melakukan upaya agar pembuat keputusan
mempercayai dan meyakini bahwa program yang
ditawarkan perlu mendapatkan dukungan melalui
suatu kebijakkan.

b. Bidan sebagai Educator


Memberipendidikandanpenyuluhan
kesehatanpadaklien.
Melatihdanmembimbingkader
Mentorship dan preseptorsip bagi calon tenaga
kesehatan dan bidan baru.
Berkaitan dengan daur hidup wanita:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Masa Hamil
Bersalin
Nifas
BBL
Tum-Bang
Masa Reproduksi Sehat
Menopause dan Klimakterium

c. Bidan sebagai
Fasilitator
adalah peranan yang berkaitan dengan upaya
dalam menstimulasi dan mendukung upayaupaya masyarakat sehingga mempermudah
kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam
bidang kesehatan.
Istilah fasilitator berasal dari kata
fasilitasi yang berarti sarana. Maka
memfasilitasi berarti memberikan sarana
agar tercapai tujuan. Sarana tersebut
biasanya untuk memperlancar proses
kegiatan, seperti memfasilitasi proses agar
kegiatan berjalan lancar

Keberhasilan pelaku pemberdayaan dalam


memfasilitasi proses pemberdayaan juga dapat
diwujudkan melalui peningkatan partisipasi aktif
masyarakat.
Fasilitator harus terampil mengintegritaskan tiga hal
penting yakni optimalisasi fasilitasi, waktu yang
disediakan, dan optimalisasi partisipasi masyarakat.
Masyarakat pada saat menjelang batas waktu harus
diberi kesempatan agar siap melanjutkan program
pembangunan secara mandiri. Sebaliknya, fasilitator
harus mulai mengurangi campur tangan secara
perlahan.

Kesimpulan
Promosi Kesehatan ( Health Promotion ) adalah ilmu dan seni
membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat
optimal. Kesehatan yang optimaldidefinisikan sebagai keseimbangan
kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan
sekedar pengubahan gaya hidup saja,namun berkaitan dengan
pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung
dalam membuat keputusan yang sehat. Upaya kesehatan dalam
pelayanan kebidanan secara promotif sangat penting untuk
mengurangi AKI, AKA dan AKB.
Pendekatan pemeliharaan pada ibu hamil merupakan upaya
kesehatan yang pari purna dan berkesinambungan melalui upaya
peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), dimulai
sejak awal kehamilan sampai dekat persalinan, deteruskan oleh
upaya penyembuhan (kuratif) sebagai pertolongan persalinan yang
memadai seswuia dengan tingkat resikonya, dan pemulihan
kesehatan (rehabilitatif) dengan masa nifas, laktasi / pemberian ASI
dan Keluarga Berencana. Upaya pemeliharaan kesehatan ibu hamil
dilakukan berbasis keluarga, sejak awal kepada suami dan keluarga
perlu diberikan informasi mengenai kondisi ibu hamil.

TERIMAKASIH