Anda di halaman 1dari 9

INFERTILITAS

KELOMPOK VI
1. MISNANCI
2. MARUDIN
3. NELLY SAFRINA
4. NENIEK KURNIANINGSIH
5. NUNUNG NURSASIH

A. DEFINISI INFERTILITAS

1.

Tidak hamil setelah 12 bulan melakukan hubungan intim secara rutin ( 1-3 kali seminggu ) dan bebas

kontrasepsi bila perempuan berumur kurang dari 34 Tahun.


-

Tidak hamil setelah 6 bulan melakukan hubungan intim secara rutin ( 1 3 kali seminggu ) dan bebas

kontrasepsi bila perempuan berumur lebih dari 35 Tahun.


-

Perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya ( 37 42 minggu ).

Menurut Ahli reproduksi Endokrinologi (en.wikipedia.org,www.emedicine health.com, inasoengkowo, 2009).


2.

Kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang teratur
selama satu tahun tanpa memakai alat kontrasepsi. (Prof. Dr. Hanifa Wiknjosastro, SpOG, 2005)

Infertilitas ada 2 macam :


3. Primer : Pasangan belum pernah mengalami kehamilan sama sekali,

istri belum pernah hamil walaupun bersenggama dan dihadapkan


kepada kehamilan selama 12 bulan.
2. Sekunder : Pasangan sulit untuk hamil setelah sudah pernah sekali
hamil dan melahirkan secara normal sebelumnya, istri pernah hamil
akan tetapi kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama
dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan 12 bulan

B. ETIOLOGI INFERTILITAS
Menurut Bayer.S.Handbook of Interfility 2005 dari hasil penelitian membuktikan bahwa faktor suami
menyumbang 25% - 45% dari angka kejadian infertilitas, faktor istri 40% - 55%, infertilitas tak
terjelaskan mencapai 10% - 15%.
I.

Pada wanita
a. Gangguan organ reproduksi : Vagina 3 5%, Serviks 1-10%, Uterus 4-5%, Tuba

65-80%, Ovarium 5-10%, Peritoneum 5-10%.


b. Masalah hormonal
c. Abrasi Genetis
d. Faktor immunologis
e. Lingkungan
f. Usia

Falopii

II.

Pada pria
a. Abnormalitas Sperma : morfologi, motilitas
b. Abnormalitas Ejakulasi
c. Abnormalitas Ereksi
d. Abnormalitas Cairan Semen
e. Infeksi Saluran Genital
f.

Lingkungan; Radiasi, obat-obatan anti Kanker, merokok, minuman keras, obat anti

depresan, strees psikis atau emosional, Narkotika


g. Abrasi Genetik, Defisiensi Gonadotropin, Hiperprolaktinemia

III. PATOFISIOLOGI
Infertilitas akan timbul bila syarat-syarat kehamilan tidak dapat terpenuhi. Syaratsyarat kehamilan normal menurut Abdullah (2004) :

Testis
sperma
Ovarium
Ovum
Fertilitas

Tuba Falopii
Patent
Endometrium Uterus
Kehamilan
Lendir Serviks
Normal

IV. GAMBARAN KLINIS


1. Wanita
Terjadi kelainan sistem endrokrin
Hipomenor dan Amenore
Perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat
Traktus reproduksi internal yang abnormal
2. Pria
Riwayat terpajan benda-benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas,
radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi)
Riwayat infeksi traktus genetalis
Hipertiroidisme atau hipotiroid
Tumor Hipofisis atau Prolactinoma
Disfungsi Ereksi berat
Ejakulasi Retrograt
Hipospadia
Mikropenis
Adesensus testis
Gangguan spermatogenetis
Hernia Scrotalis
Varikokel
Abnormalitas cairan semen

V. KOMPLIKASI
OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome)
Feelings of Inadequancy : loss of self image, fears regarding their own sexuality
VI. PENATALAKSANAAN
1. Anamnesa : umum dan khusus
2. Pemeriksaan fisik : TD, suhu, nadi, pernafasan
3. Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan laboratorium darah rutin, fungsi hepar dan
ginjal, gula darah, urin lengkap, analisis sperma, deteksi ovulasi, biopsi lapisan dalam
rahim, pemeriksaan terhadap saluran telur atau tuba falopii ( pertubasi, hidrotubasi,
HSG/ Histerosalpingografi, histeroskopi ), laparoskopi diagnostik, USG transvaginal,
pemeriksaan pelvis ultrsound
4. Penatalaksanaan Medis :
a. Medikasi : obat stimulasi ovarium, epimestrol, bromokriptin, gonadotropin ( FSH &
LH ), HCG, terapi hormonal pada endometriosis, danazol, progesteron, medroksi
progesteron asetat, GnRH agonis
b. Tindakan operasi rekonstruksi
c. Rekayasa Teknologi Reproduksi : IIU/ Inseminasi Intra Uterin, FIV/ IVF/ Fertilisasi
In Vitro, GIFT/ Gamete Intra Falopiin Tube, ZIFT/ Transfer Zigot Intra Falopii,
Mikromanipulasi, ICSI/ Injeksi Sperma Intra Sitoplasmik

ASUHAN KEPERAWATA N KLIEN DENGAN INFERTILITAS


Pengkajian
Identitas klien (data etnis, budaya, agama)
Riwayat kesehatan :
Wanita (riwayat kesehatan dahulu, riwayat kesehatan sekarang, riwayat kesehatan keluarga,
riwayat obstetri )
b. Pria (riwayat kesehatan dahulu, riwayat kesehatan sekarang, riwayat kesehatan keluarga)
3. Pemeriksaan fisik
4. Pemeriksaan penunjang
A.
1.
2.
a.

B. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan (Stuart, 2007)


1. Ansietas b.d ketidaktahuan tentang akhir proses diagnostik
2. Gangguan konsep diri / citra tubuh; harga diri rendah b.d gangguan
fertilitas
3. Berduka dan antisipasi b.d prognosis yang buruk
4. Nyeri akut b.d efek test diagnostik
5. Ketidakberdayaan b.d kurang kontrol terhadap prognosis
6. Resiko tinggi terhadap kerusakan koping individu / keluarga b.d
metode yang digunakan dalam investigasi fertilitas