Anda di halaman 1dari 33

PRESENTASI KASUS

PEMERIKSAAN RADIOLOGI ABDOMEN 3 POSISI


PADA ILEUS
OBSTRUKTIF

Oleh
Husnawati
Pembimbing : dr. Ita Rima Rahmawati, Sp. Rad

Identitas Pasien
NamaPasien
:Ny. A
Umur
:79 tahun
Jenis Kelamin
:perempuan
Alamat
: Dusun Medayu, Suruh,
Semarang
Agama
:Islam
Tanggal Pemeriksaan : 25 Juli 2015

Anamnesis
Keluhan utama : Nyeri seluruh lapang
perut
Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang ke IGD dibawa oileh keluarga


dengan keluhan nyeri pada seluruh lapang
perut sejak 1 minggu SMRS. Nyeri terasa
seperti melilit , hilang timbul. Pasien juga
mengeluh tidak bisa kentut dan BAB sejak 5
hari SMRS. Mual (+), muntah lendir jernih (+)
setiap kali makan, , perut kembung (+), badan
lemas (+). Riwayat BAB seperti kotoran
kambing dan BAB bercampur darah disangkal.

Riwayat penyakit dahulu disangkal


Riwayat penyakit keluarga disangkal

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : tampak kesakitan


dan lemah
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda Vital
Tekanan darah : 152/90 mmHg
Nadi
: 88 kali/menit
Pernafasan
: 20 kali/menit
Suhu
: 37oC

Pemeriksaan Fisik
Kepala & leher : dalam batas normal
Thorax
: dalam batas normal
Abdomen
:
Inspeksi : Tampak cembung, ikut gerak
nafas, distensi abdomen (+)
Palpasi : Nyeri tekan (+) seluruh lapang
perut, massa (-)
Perkusi : Hipertimpani
Auskultasi : Peristaltik (+) kesan Menurun

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Elektrolit
Natrium
: 131 mml/e
Kalium
: 3,6 mml/e
Chlorida
: 96 mml/e
Kalsium
: 8,5 mg%

Pemeriksaan radiologi abdomen 3 posisi:

Hasil :
Pre peritoneal fat line dextra et sinistra jelas
Renal outline dan psoas line bilateral tak tervisualisasi
Tampak dilatasi sistema usus halus membentuk
gambaran coil spring appearance dan step ledder
appearance
Tak tampak gambaran udara bebas extra lumen
maupun tempat tertinggi pada proyeksi LLD
Sistema tulang intak
Kesan :
Gambaran small bowel obstruction ( ileus obstruksi
letak tinggi)
Tak tampak gambaran penumoperitoneum

Diagnosis

Ileus Obstruksi letak tinggi

Tinjauan Pustaka

Ileus obstruktif merupakan penyumbatan


intestinal mekanik yang terjadi karena
adanya daya mekanik yang bekerja atau
mempengaruhi dinding usus sehingga
menyebabkan penyempitan/penyumbatan
lumen usus. Hal tersebut menyebabkan
pasase lumen usus terganggu (Ullah et al.,
2009).

Anatomi GI Tract

Fisiologi Pencernaan

Usus halus mempunyai dua fungsi utama :


pencernaan dan absorpsi bahan- bahan nutrisi dan air.
Proses pencernaan disempurnakan oleh sejumnlah
enzim dalam getah usus (sukus enterikus). Banyak di
antara enzim-enzim ini terdapat pada brush border vili
dan mencernakan zat-zat makanan sambil diabsorpsi.

Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang


semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus
yakni mengabsorpsi air dan elektrolit, yang sudah
hampir lengkap pada kolon bagian kanan. Kolon
sigmoid berfungsi sebagai reservoir yang menampung
massa feses yang sudah dehidrasi sampai defekasi
berlangsung.

Klasifikasi Ileus
penyebab
Lesi
intraluminal
Lesi
intramural
Lesi
ekstramural

Stadium
Parsial
Simple
strangulasi

Letak
Sumbatan
Usus halus
Usus besar

Etiologi

Tabel 2.1. : Beberapa Penyebab Obstruksi Mekanik dari Intestinal


(Whang et al., 2005) (Thompson, 2005)
Obturasi Intraluminal

Lesi Ekstrinsik

Lesi Intrinsik

Benda Asing

Adhesi

Kongenital

Iatrogenik

Benda Asing

Tertelan

Hernia

Batu Empedu

Eksternal

Cacing

Internal

Intususepsi

Massa

Pengaruh Cairan

Barium

Feses

Meconium

Anomali

Atresia,

stenosis,

webs
-

Divertikulum Meckel

Inflamasi
organ

atau -

Divertikulitis

pembuluh darah

Drug-induced

Organomegali

Infeksi

Akumulasi Cairan

Coli ulcer

Neoplasma

Neoplasma

Post Operatif

Tumor Jinak

Volvulus

Karsinoma

Karsinoid

Limpoma

Sarcoma

Trauma
-

Intramural Hematom

dan

Patofisiologi

Manifestasi Klinis

Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus


obstruktif :
Nyeri abdomen
Muntah
Distensi
Kegagalan buang air besar atau gas
(konstipasi).

Penegakkan Diagnosis
Anamne
sis

Pada ileus obstruktif usus halus kolik dirasakan


di sekitar umbilkus, sedangkan pada ileus
obstruktif usus besar kolik dirasakan di sekitar
suprapubik. Muntah pada ileus obstruktif usus
halus berwarna kehijaun dan pada ileus
obstruktif usus besar onset muntah lama.

Px Fisik

Inspeksi dapat terlihat distensi pada


abdomen, pada penderita yang
kurus/sedang juga dapat ditemukan
darm contour (gambaran kontur usus)
maupun darm steifung (gambaran
gerakan usus)

Px
Penunjang

Laboratoium
Radiologi

Pemeriksaan Radiologi
Foto polos abdomen
dilakukan dalam 3 posisi yakni foto posisi
supine, posisi tegak abdomen atau posisi
dekubitus dan posisi tegak thoraks. Temuan
spesifik untuk obstruksi usus halus ialah
dilatasi usus halus ( diameter > 3 cm ),
adanya air-fluid level pada posisi foto
abdomen tegak, dan kurangnya gambaran
udara di kolon

Pada foto abdomen dapat ditemukan beberapa


gambaran, antara lain:
Distensi usus bagian proksimal obstruksi
Kolaps pada usus bagian distal obstruksi
Posisi tegak atau dekubitus: Air-fluid levels
Posisi supine dapat ditemukan :
distensi usus
step-ladder sign
String of pearls sign, gambaran beberapa kantung gas
kecil yang berderet
Coffee-bean sign, gambaran gelung usus yang distensi
dan terisi udara dan gelung usus yang berbentuk U
yang dibedakan dari dinding usus yang oedem.
Pseudotumor Sign, gelung usus terisi oleh cairan.
(Moses, 2008)

Untuk radiologi ileus perlu diperhatikan beberapa hal


(Simatupang, 2010):
Posisi terlentang (supine). Gambaran yang diperoleh
yaitu pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi,
penebalan dinding usus, gambaran seperti duri ikan
(Herring bone appearance). Gambaran ini didapat dari
pengumpulan gas dalam lumen usus yang melebar.
Posisi setengah duduk atau berdiri. Gambaran
radiologis didapatkan adanya air fluid level dan step
ladder appearance.
Posisi LLD, untuk melihat air fluid level dan
kemungkinan perforasi usus. Dari air fluid level dapat
diduga gangguan pasase usus. Bila air fluid level
pendek berarti ada ileus letak tinggi, sedangkan jika
panjang-panjang kemungkinan gangguan di kolon.
Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas
infra diafragma dan air fluid level.

Ileus Letak Tinggi

Pada foto abdomen 3 posisi ileus obstruktif letak


tinggi tampak dilatasi usus di proksimal sumbatan
(sumbatan paling distal di iliocecal junction) dan
kolaps usus dibagian distal sumbatan. Penebalan
dinding usus halus yang terdilatasi memberikan
gambaran herring bone appearance, karena dua
dinding usus halus yang menebal dan menempel
membentuk gambaran vertebra (dari ikan), adanya
coil spring, dan muskulus yang sirkular menyerupai
kostanya. Tampak gambaran air fluid level yang
pendek-pendek yang berbentuk seperti tangga
disebut juga step ladder appearance karena cairan
transudasi berada dalam usus halus yang
mengalami distensi.

Gambaran herring bone


appearance dan air fluid level

Ileus Letak Rendah

Pada ileus obstruktif letak rendah tampak dilatasi usus


di proksimal sumbatan (sumbatan di kolon) dan kolaps
usus di bagian distal sumbatan. Penebalan dinding
usus halus yang mengalami dilatasi memberikan
gambaran herring bone appearance, karena dua
dinding usus halus yang menebal dan menempel
membentuk gambaran vertebra dan muskulus yang
sirkuler menyerupai kosta dan gambaran penebalan
usus besar yang juga distensi tampak pada tepi
abdomen. Tampak gambaran air fluid level yang
panjang-panjang yang berbentuk seperti tangga
disebut juga step ladder appearance karena cairan
transudasi berada dalam usus halus yang terdistensi
dan air fluid level yang panjang-panjang di kolon.

pada ileus paralitik gambaran radiologi


ditemukan dilatasi usus yang menyeluruh
dari gaster sampai rectum

Gambaran radiologis ileus obstruktif


dibandingkan dengan ileus paralitik :

Pembahasan
Dalam menegakkan diagnosis ileus obstruktif
pada pasien ini dapat secara klinis meliputi
anamnesis lengkap dan melakukan
pemeriksaan fisik yang baik, namun sangat
penting untuk dikonfirmasikan dengan
melakukan pemeriksaan penunjang berupa
foto rontgen untuk membantu mengarahkan
dan menilai secara objektif keadaan yang
sebenarnya.

Dari gejala subjektif dan temuan objektif


pada kasus ini diperoleh manifestasi klinis
yang mengarah pada gejala ileus obstruktif
yaitu nyeri abdomen, muntah, distensi,
kegagalan buang air besar atau gas
(konstipasi).
Pada pemeriksaan inspeksi abdomen, perut
terlihat distensi, tidak didapatkan adanya
darm contour dan darm steifung, pada
auskultasi didapatkan suara bising usus
menurun. Pada pemeriksaan perkusi
didapatkan hipertimpani dan pada palpai
pasien mengeluhkan nyeri tekan.

Pada pemeriksaan penunjang laboratorium


didapatkan penurunan nilai natrium dan
pada pemeriksaan radiologi abdomen 3
posisi didapatkan kesan ileus obstruktivus
letak tinggi. Dengan pemeriksaan klinis kita
sudah dapat mencurigai adanya kelainan
akut pada abdomen. Foto abdomen 3 posisi
dilakukan untuk menunjang anamnesis dan
pemeriksaan fisik sebelumnya dan melihat
penyebab dan lokasi terjadinya kelainan.

Tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien


ini untuk dapat memutuskan apakah pasien
dengan nyeri akut abdomen memerlukan
operasi atau tidak dan bila perlu dioperasi
apakah bersifat segera atau masih dapat
ditunda sehingga masih dapat dilakukan
pemeriksaan lain yang mendukung
diagnosis

Gambaran yang dapat ditemukan pada


pemeriksaan foto abdomen pada kasus ini yaitu :
Ileus obstruksi letak tinggi yang pada gambaran
radiologi didapatkan dilatasi usus halus yang
membentuk gambaran Coil spring appearance dan
step ladder appearance.

Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan


pemeriksaan penunjang radiologi, maka kasus
pada pasien ini mendukung adanya ileus obstruksi
letak tinggi.