Anda di halaman 1dari 31

GANGGUAN MOOD

Merry CO
FAA 110 009
Pembimbing : dr. Hotma Marintan, Sp.KJ
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
RSUD dr Doris Sylvanus
Universitas Palangkaraya

Mood

Ekspresi internal
Berlangsung lama
Lebih konsisten
Komponen fisiologis
< (subjektif: rasa
sedih)

Afek

Ekspresi eksternal
Lebih singkat
Mudah berubah
Komponen fisiologis
> (objektif: tampak
murung)

GANGGUAN MOOD
Gangguan Mood adalah kelompok kondisi klinis
yang ditandai oleh hilangnya perasaan kendali
dan pengalaman subyektif adanya penderitaan
berat.
Pasien dengan mood yang meninggi (elevated,
mania) :
Sikap meluap-luap.
Gagasan melompat-lompat (flight of ideas).
Penurunan kebutuhan tidur peninggian harga diri.
Gagasan kebesaran.

GANGGUAN MOOD
Pasien dengan mood terdepresi (depresi) :
Hilang energi dan minat.
Perasaan bersalah
Sulit konsentrasi
Nafsu makan hilang
Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Patofisiologi
Episode Depresi
Stres kronis pengaruhi
neuroransmitter,
sistem signal
intraneural, termasuk
kehilanngan neuron
dan kontak sinaps,
akhirnya tanpa stresor
bisa timbul Gangguan
Mood
Distorsi kognitif
pikiran negatif
terhadap diri

Episode Manik
Peningkatan aktifitas
serotonin, epinefrin,
dan dopamin
Refleksi
ketidakmampuan
mentoleris peristiwa
hidup/tragedi
Reaksi defensi
terhadap depresi; tak
mampu mentolerir
kritik diri lalu
menggantinya dengan
euforia.

GANGGUAN MOOD
ETIOLOGI
1. Faktor biologis
2. Faktor genetika
3. Faktor psikososial

GANGGUAN MOOD
1. Faktor Biologis :
Dari hasil penelitian, faktor biologis yang
berperan sebagai penyebab timbulnya
gangguan mood oleh disregulasi heterogen
pada "amin biogenik".
Dari Amin Biogenik, Nor - Epineprin dan
Serotonin merupakan dua neurotransmiter yang
berperan dalam patofisiologi gangguan mood.

GANGGUAN MOOD
2. Faktor Genetika :
Contoh : sanak keluarga derajat
pertama berkemungkinan lebih besar
dengan sanak keluarga derajat kedua.

GANGGUAN MOOD
3. Faktor Psikososial

Adanya peristiwa kehidupan dan stress


lingkungan sering mendahului
gangguan mood.
Contoh :
- kehilangan orang tua sebelum usia
11 tahun
- kehilangan pasangan

GANGGUAN MOOD

Ciri kepribadian primordial yang bisa


menimbulkan gangguan mood :

Kepribadian dependen

Obsesif kompulsif

Histerikal

GANGGUAN MOOD
GANGGUAN MOOD YANG UTAMA
I. GANGGUAN DEPRESI BERAT
II. GANGGUAN BIPOLAR - I

GANGGUAN DEPRESI

DEPRESI

Gejala Depresi

Mood
(subjektif: rasa sedih)

Afek
(objektif: tampak
murung)

Episode Depresi

Gangguan Depresi

Sindrom/kumpulan
gejala pada perasaan
+ pikiran +
perilaku/aktivitas +
keluhan fisik

Episode Depresi +
Disfungsi kehidupan
sehari-hari (hubungan
interpersonal/sosial,
rawatan diri dan
pekerjaan

EPISODE DEPRESI
(DSM IV)
Perubahan
pola tidur

Hilang
minat &
kegembira
an

Pikiran
bunuh diri

Psikomotor
(Keluhan
fisik)

DEPRE
SI

Perubahan
pola
makan

Rasa
bersalah &
tak
berguna

Rasa lelah
tak
bertenaga

Konsentras
i menurun

Mood
Depresif

EPISODE DEPRESI
(PPDGJ III)
KELUHAN UTAMA: (dalam 2 minggu terakhir)
Perasaan depresif (sedih,murung, atau
menangis)
Kehilangan minat atau kesenangan
Berkurangnya energi yang mengarah pada
keadaan mudah lelah dan menurunnya
aktivitas

EPISODE DEPRESI
(PPDGJ III)
GEJALA PENYERTA:
Konsentrasi dan perhatian berkurang
Harga diri dan kepercayaan berkurang
Rasa bersalah dan tak berguna
Pergerakan lamban atau menjadi gelisah
Ide bunuh diri
Gangguan pola tidur
Gangguan pola makan

EPISODE DEPRESI
(PPDGJ III)
KELUHAN LAIN
Sakit kepala
Keluhan perut (lambung/saluran cerna)
Keluhan pernapasan (terasa sesak)
Keluhan nyeri/sakit lain tanpa sebab
yang jelas

Timbul distress (penderitaan)


Disabilitas/disfungsi
(hambatan yang bermakna
dalam
fungsi
kehidupan
sehari-hari

fungsi
pekerjaan, interaksi sosial,
aktivitas harian)

GANGGUAN DEPRESI
Bila ada distres + disfungsi +
Keluhan utama: 3 + gejala penyerta/keluhan lain: 4 +
disfungsi sangat berat; lama episode < 2 minggu -/+ gejala
psikotik
EPISODE DEPRESI BERAT
Keluhan utama: 2 + gejala penyerta/keluhan lain: 3-4 +
disfungsi berat; lama episode 2 minggu; -/+ 4 gejala
somatik
EPISODE DEPRESI SEDANG
Keluhan utama: 2 + gejala penyerta/keluhan lain: 2 +
disfungsi ringan; lama episode 2 minggu
EPISODE DEPRESI RINGAN

DISTHYMIA

Gejala depresi lebih ringan, namun


berlangsung persisten = 2 tahun
(diagnostik)
Early Onset Dysthymia (sebelum
usia 21 tahun): kronis, prognosis
buruk, transmisi familial

GOLONGAN
ANTIDEPRESI
Tricyclic and Tetracyclic Antidepressants (TCAs)
(Imipramin)
Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs)
Sertraline) muda amitriptylin
Norepinefrin and Dopamine Reuptake Inhibitor ( NDRI)
Serotonin and Noradrenergic Reuptake Inhibitor
(SNRI) (venlafaxine)
Reversible Inhibitor or Monoamine oxidase
Antidepressant (RIMA)
Selective Serotonin Reupatke Enhancer (SSRE)
Noradrenaline Serotonin Reuptake Enhancer (NaSSA)

PSIKOTERAPI
CBT (Cognitive Behavior Therapy)

DEFINISI
Gangguan Bipolar adalah suatu gangguan
jiwa yang bersifat episodik berulang; suasana
perasaan meningkat dan penurunan mood,
energi/aktivitas pada waktu yang lain; serta
diikuti penyembuhan sempurna antar episode
Klasifikasi:
Bipolar I: episode manik + episode depresif
Bipolar II: epiode hipomanik + episode depresif

EPISODE MANIK
DISTRACTIBIL
ITY

TALKATIVENE
SS

SLEEP
DECREASED
NEED FOR

INDISCRETIO
N

DIGFAS
T
GRANDIOSITY

ACTVITY
INCREASED

FLIGHT OF
IDEAS

GAMBARAN KLINIS
Durasi 1 minggu gejala mood meningkat, irritable; > 3
dari 7 gejala
Perhatian mudah teralih
Terlibat aktivitas menyenangkan tapi berpotensi
merugikan (belanja berlebihan, seksualitan,dll)
Harga diri melambung/grandiositas (kebesaran)
Flight of ideas (pikiran meloncat dari satu ide ke ide
lain)
Peningkatan aktivitas atau agitasi psikomotor
Penurunan kebutuhan tidur
Banyak bicara dari biasanya/terus bicara

CIRI PSIKOTIK
Gangguan bipolar disertai dengan
gangguan RTA (Reality Testing Ability)

Insight terganggu
Bicara dan perilaku kacau
Halusinasi
Waham (delusi): keyakinan patologis, tak dapat
dikoreksi; jenis non-bizzare
waham serasi mood
Waham tak serasi mood

Cyclothymic Disorder
Mania

Normal
Mood
Beberapa gejala hipomanik +
depresi
Berlangsung 2 tahun (anak: 1
tahun)
Tanpa episode depresi mayor,
episode manik atau mixed episodes
1/3 berkembang menjadi Gangguan
Bipolar

Penatalaksanaan
Gangguan Bipolar
Terapi
mania akut

Hospitalisasi
Psikofarmaka (mood stabilizer: Lithium
Carbonate) (Carbamazepine atau Asam
Valproat atau Lamotrigin)

Terapi
Rumatan
(profilaksis)

Rawat Jalan
Psikofarmaka

Terapi
Psikososial

Individual (Psikoterapi suportif)


Keluarga / lingkungan

TERIMA KASIH