Anda di halaman 1dari 21

Metode Migrasi Seismik

Pengolahan Data Seismik Refleksi

Theodorus Bayu pratama 115100069


Nana Higiana 115100028
R.V aditya 115100034
Irfan M Hidayat 115100029
Fikri fadhilah 115100076
Romario 115100009
Yonathan 115100022

Migrasi

Migrasi merupakan tahapan alternatif yang penting dalam


pengolahan data seismik, dan bertujuan memindahkan
reflektor miring ke posisi yang sebenarnya pada penampang
seismik.
Migrasi juga mampu menghilangkan efek difraksi, sehingga
dapat memperjelas gambaran struktur detil bawah
permukaan.
Migrasi dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang
dapat meningkatkan resolusi spasial penampang seismik.
Melalui migrasi didapat sejumlah parameter yang berbeda
sebagai koreksi yaitu, a. migrasi memperbesar sudut
kemiringan, b. memperpendek reflektor dan c. memindahkan
reflektor ke arah up dip serta d. memperbaiki resolusi lateral.
Di dalam kegiatan ini, akan disampaikan prinsip migrasi klasik
(metode grafis) dan salah satu konsep migrasi modern
(numerik), khususnya metode migrasi dalam kawasan f-k
yang diajukan oleh Stolt, 1978.

Pengertian Migrasi

Apabila terdapat suatu reflektor miring pada


penampang seismik yang berordinat kedalaman,
maka posisi sesungguhnya dari reflektor tersebut
tidaklah berada di tempat itu.
Karena
penggambaran
penampang
seismik
tersebut
menggunakan
asumsi/rumus
perambatan gelombang Snelius pada bidang
datar.
Dengan demikian untuk bidang miring perlu
dilakukan koreksi secukupnya, yaitu dengan cara
migrasi. Migrasi berarti mengembalikan titik-titik
reflektor ke posisi sebenarnya.

WHY
MIGRATION ?

METODA MIGRASI SEISMIK


Metoda

Grafis,

Metoda Stack Difraksi (Penjumlahan


Kirchhof)
Metoda Persamaan Gelombang, antara
lain :

Metoda Turunan-hingga (Finite-differential)


Metoda Transformasi F-K (Frekuensi Bilangan
Gelombang)
Metoda Integral Kirchhoff

Migrasi Grafis
Dengan kurva muka gelombang dan difraksi
Dalam
Kawasan
Waktu
Metode migrasi
klasik didasarkan
pada kurva-kurva
muka gelombang
(waves front) dan
kurva-kurva difraksi
yang dikenal sebagai
migrasi grafis. Kedua
kurva diplot dalam
koordinat waktu dan
offset (t-x).

Migrasi grafis
Dalam kawasan kedalaman

Model reflektor vertikal (a= 90o),


diasumsikan sumber seismik
pada titik A serta direkam pada
titik yang sama, maka dapat
diketahui bahwa hanya
gelombang pantulan horizontal
saja yang bisa diterima oleh
geophone di A.
Sementara yang menjalar tidak
horizontal akan dipantulkan ke
bawah. Apabila semua
gelombang yang terpantul
dengan mengubah-ubah posisi A
dipetakan pada bidang x-z, maka
hasilnya seperti gambar 8.7b.
Bila Panjang OA = OC, maka
kemiringannya 45o.
Jadi untuk reflektor yang
membentuk sudut 90o terhadap
permukaan akan terekam sebagai
garis refleksi bersudut 45o
terhadap permukaan.

Reflektor-reflektor di dalam segitiga ABO dimigrasi ke dalam


sebuah setengah lingkaran yang diameternya sama dengan
OA. Konsep dasar ini sangat membantu untuk pemahaman
hubungan antara prosedur migrasi dalam kawasan waktu
dan prosedur yang sama dalam kawasan frekuensi.

Migrasi f-k Stolt

Menurut eksperimen teoritis, geophone diletakkan di


permukaan dan sumber seismik berada di sepanjang
reflektor (di subsurface). Semua sumber meledak pada
waktu yang bersamaan, sehingga yang terjadi (diambil)
hanyalah gelombang yang ke atas saja, dengan
mengabaikan gelombang lainnya. Dengan demikian waktu
rambatnya hanya sekali jalan (one way time), sementara
pada penampang seismik waktu rambatnya dua kali jalan,
maka perlu dibagi dua.
Masalah migrasi sekarang adalah mengambil pengukuran
gelombang yang ke atas saja, kemudian menelusuri
rambatan waktunya ke arah mundur (t 0) sampai ke
posisi reflektor disebut sebagai depropagate.

Tahapan Migrasi Stolt


1.

Hitung dulu transformasi Fourier F(kx, ) dari penampang rekaman


U(x,0,t) dengan persamaan,
F (k x , )

2.

dx U ( x,0, t ) e i ( k x x t ) dt

Hitung A(kx, ky) dari F(kx, ) dengan persamaan,


A( k x , k y ) F ( k x , ck y

3.

k x2
1 2 ) .
ky

c
1

k x2
k y2

Hitung penampang reflektor yang dicari U(x,y,0) dengan transformasi


Fourier balik dari A(kx, ky), melalui persamaan,
1
U ( x , y ,0)
4 2

dk x A( k x , k y ) e

i ( kx x k y y )

dk y

Stolt Migration

Contoh before and after


Migration

Fautl delinetion

METODE FINITE DIFERENCE


Metoda Beda-hingga (Finite-diference), dilakukan
setelah data seismik distack. Kecepatan yang
digunakan adalah kecepatan RMS hasil analisa
kecepatan
yang
telah
mengalami
proses
smoothing. Keuntungan metoda ini adalah dapat
dilakukan pada data dengan rasio sinyal-noise
yang rendah (data yang buruk), kelemahannya
adalah waktu komputasi yang lama dan tidak
bisa meresolusi reflektor dengan kemiringan yang
curam. Contoh hasil metoda ini dapat dilihat pada
gambar

Metode Kirchof
Metoda Penjumlahan Kirchhoff (Kirchhof
summation), dilakukan setelah proses stack.
Kecepatan yang digunakan adalah kecepatan
stack yang telah dismooth secara lateral.
Keuntungan metoda ini dapat meresolusi struktur
dengan kemiringan yang curam, kelemahannya
adalah tidak bisa dilakukan pada data dengan
rasio sinyal-noise yang rendah atau data yang
buruk. Contoh hasil metoda ini dapat dilihat pada
gambar

Data Sebelum Migrasi

Migrasi Finite Diference

Migrasi Kirchoff

Perbandingan Metode

TERIMAKASIH