Anda di halaman 1dari 17

KONSEP DASAR

BRONKIEKTASIS

PENGERTIAN
Bronkiektasis adalah dilatasi kronis dari saluran
pernapasan karena kerusakan unsur elastis bronchial
dan elemen otot. (Brunner & Suddarth, 2001)
Bronkiektasis merupakan kelainan morfologis yang terdiri
dari pelebaran bronkus yang abnormal dan menetap
disebabkan kerusakan komponen elastis dan muscular
dinding bronkus.(Anne E. Belcher PhD, RN)

PENGERTIAN

ETIOLOGI
1.Infeksi pernapasan
Penyumbatan bronkus
2.Cedera polusi atau aspirasi
3.Keadaan genetik
4.Kelainan imunologik
5.Keadaan lainnya

PATHWAY
Infeksi merusak dinding bronkial, meyebabkan kehilangan
struktur pendukungnya dan menghasilkan sputum kental
yang akhirnya dapat menyumbat bronki. Dinding bronkial
menjadi teregang secara permanen akibat batuk hebat.
Infeksi meluas ke jaringan peribronkial sehingga dalam
kasus bronkiektasis sekular, setiap tuba yang berdilatasi
sebenarnya adalah abses paru yang eksudatnya mengalir
bebas melalui bronkus. Bronkiektasis biasanya menyerang
lobus atau segmen paru. Lobus yang paling bawah paling
sering terkena.

...
Retensi sekresi dan obstruksi yang diakibatkannya pada
akhirnya menuyebabkan alveoli di sebelah distal obstruksi
mengalami kolaps (atelektasis). Jaringan parut (fibrosis)
akibat reaksi inflamasi menggantikan jaringan parut yang
berfungsi. Pada waktu pasien mengalami insufiensiensi
pernapasan dengan penurunan kapasitas vital, penurunan
ventilasi dan peningkatan rasio volume residual terhadap
kapasitas paru total. Terjadi kerusakan campuran gas yang
diinspirasi (ketidakseimbangan ventilasi-perfusi ) dan
hipoksemia.(Brunner & Suddart,2001)

KOMPLIKASI
1. Bronkitis kronis
2. Pneumonia dengan atau tanpa
atelektasis
3. Kor pulmonal
4. Empiema
5. Gagal napas

MANIFESTASI
KLINIK
Ciri-ciri gejala bronkiektasis
termasuk batuk kronik dan
pembentukan sputum purulen dalam jumlah yang sangat banyak.
Spesimen sputum akan secra khas membentuk lapisan menjadi
tiga lapisan, yaitu lapisan atas berbusa, lapisan tengah yang
bening dan lapisan bawah berpartikel tebal.Sebagian besar pasien
dengan penyakit ini juga mengalami hemoptisis. Jari tabuh juga
amat umum karena insufisiensi pernapasan. Pasien hampir pasti
mengalami infeksi paru berulang. Bronkiektasis tidak mudah
didiagnosis karena gejala-gejalanya dapat tertukar dengan
bronkitis kronik. Tanda yang pasti adalah riwayat batuk produktif
yang berkepanjangan, sputum yang secara konsisten negatif
terhadap tuberkel basil . Diagnosis di tegakkan dengan dasar
bronkografi dan bronkoskopi serta CT- scan yang menunjukkan ada

MANAJEMEN KLINIK

Terapi Obat

Mucolytic agen: acetyeysteine (mucomyst), nebulization q 2-6 jam


dengan larutan 20% (1-10ml) atau larutan 10% (2-20ml).
Agen Antiinfective: terapi antibiotik harus spesifik untuk organisme
diidentifikasi dalam evaluasi dahak.
Bronkodilator: tpratruptum bromido (Atrovent).

Operasi

Reseksi bronkial: mungkin jarang dilakukan pada pasien yang


terisolasi dari bronhietas yang tidak menanggapi pengobatan
konservatif; penyakit ini harus cukup untuk memungkinkan lokal
reseksi lengkap tanpa sengaja mengorbankan fungsi paru.( Anne E.
Belcher PhD, RN)

ASUHAN KEPERAWATAN
BRONKIEKTASIS

PENGKAJIAN
Pengkajian

Observasi

Pernapasan Suara napas: krakles dan ronki pada lobus-lobus bagian bawah.
Pola napas: mungkin menarik napas panjang dengan sukar, peningkatan
dispnea.
Batuk: kronik dan dengan produksi sputum purulen yang banyak (batuk
dan produksi sputum mungkin menjadi lebih buruk apabila terjadi
perubahan posisi badan dan aktivitas).
Hemoptisis dalam 50% kasus
Retraksi dinding dada selama bernapas dan penurunan expiratory
excursion.
Kardiovask Pada kasus-kasus terkini, jari-jari (tangan atau kaki) mengalami sianosis
ular

dan clubbing.

Respon

BB kurang, night sweats, demam, secara perlahan badan menjadi kurus

umum

mungkin indikasi dari perkembangan penyakit dengan kemungkinan


infeksi-infeksi sekunder.

DIAGNOSA
Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan

Data Subjektif

bersihan

jalan Melaporkan susah bernapas

Data Objektif
Batuk produktif (seringkali berbau

napas b.d peningkatan produksi

busuk), krakles dan ronki, susah

sputum mukopurulen

bernapas

dengan

napas

panjang,

demam, dispnea, hemoptisis.


Pola

napas

obstruksi

dan

tidak

efektif

proses

b.d Melaporkan susah bernapas

inflamasi

Dispnea, batuk produktif, retraksi


dinding dada.

bronkial.
Perubahan nutrisi: kurang dari Melaporkan intake inadekuat BB kurang, intake makanan dan
kebutuhan tubuh b.d anoreksia

dan anoreksia (nafsu makan cairan/minuman inadekuat.


menurun)

Intoleransi akivitas b.d kelemahan Mengeluh letih dan napas Napas pendek selama aktivitas, level
umum dan dispnea.

pendek

aktivitas menurun.

INTERVENSI

TINDAKAN KLINIK

Tindakan keperawatan dilakukan dengan


mengacu pada rencana tindakan/intervensi
keperawatan yang telah ditetapkan/dibuat.

EVALUASI

Evaluasi keperawatan dilakukan untuk menilai


apakah masalah keperawatan telah teratasi,
tidak teratasi atau teratasi sebagian dengan
mengacu pada kriteria evaluasi