Anda di halaman 1dari 15

PRESENTASI OCCIPITO

POSTERIOR PERSISTANCE
1. Titi Surotul Fatekhah
2. Ulfi Oktaviyani
3. Uswatun Khasanah
4. Verawati
5. Vin Nasari
6. Vivi Theria Zulfa
7. Wahyuni Eka Yuliana
8. Yuna Silviana

Konsep Dasar
Keadaan dimana ubun-ubun kecil tidak

berputar ke depan, sehingga tetap


dibelakang. Keadaan ini dinamakan posisi
oksiput posterior persisten. Satu bentuk
kelainan putar paksi dalam ( internal
rotation ) pada proses persalinan.Pada 10%
kehamilan, kepala masuk PAP dengan
oksiput berada pada segmen posterior
panggul

Etiologi
Salah satu penyebab terjadinya POPP

adalah kesulitan dalam penyesuaian kepala


dalam usaha penyesuaian kepala terhadap
bentuk dan ukuran panggul, misalnya pada
panggul dengan diameter anteroposterior
lebih panjang daripada diameter
transversal seperti pada panggul
Anthropoid, atau segmen depan yang
menyempit seperti pada panggul Android.
Maka UUK akan mengalami kesulitan
memutar ke depan. Sebab-sebab lain
seperti otot-otot dasar panggul yang sudah
lembek pada multipara atau kepala janin

Tanda Gejala
UUk pada pemeriksaan dalam teraba

dibelakang, putar paksi terhalang atau


tidak terjadi.

Diagnosa
Diagnosa posisi oksiput posterior persistens dapat

ditegakkan dengan penemuan hasil pemeriksaan:


Pada pemeriksaan abdomen yaitu:
Bagian bawah perut mendatar
Ekstremitas janin teraba anterior
DJJ terdengar di samping
Pada pemeriksaan vagina yaitu:
Presentasi kepala
Sutura sagitalis berada pada diameter antero posterior rongga

pelvis
UUK dekat sacrum

UUB mudah teraba di anterior jika kepala dalam

keadaan defleksi

Mekanisme
Bila hubungan antara panggul dan janin cukup longgar,persalinan dengan
POPP dapat berlangsung secara spontan tetapi pada umumnya lebih lama.
Kepala janin akan lahir dalam keadaan muka di bawah simpisis dengan
mekanisme sebagai berikut : Setelah kepala mencapai dasar panggul dan
ubun-ubun besar (UUB) berada di bawah simpisis maka UUB tersebut
menjadi hipomoklion sehingga lahirlah oksiput melalui perineum yang diikuti
oleh bagian kepala lainnya.
Kelahiran bayi dengan UUK di belakang menyebabkan regangan yang besar
pada vagina dan perineum. Keadaan ini dapat menimbulkan kerusakan pada
vagina dan perineum yang luas.
Selama persalinan berlangsung, kepala janin memperoleh tekanan kearah
pelvis sehingga terjadi fleksi kepala. Setelah dilatasi lengkap, proses
persalinan selanjutnya dapat terjadi melalui satu dari 3 kemungkinan
dibawah:
Kemungkinan arah Putar Paksi Dalam ( PPD) pada posisio oksipitalis posterior:
65% kasus, kepala melakukan PPD sejauh 1350 sehingga occiput berada
dibelakang simfisis (rotasi panjang) persalinan spontan pervaginam
normal.
20% kasus, kepala tidak dapat melakukan PPD secara lengkap sehingga
ubun-ubun kecil berada dikiri atau dikanan (deep tranverse arrest).
15% kasus, terjadi PPD 450 kearah posterior (rotasi pendek) positio
occipitalis posterior persisten.

Prognosis
Jalannya persalinan pada posisi oksiput

sulit diramalkan hal ini disebabkan karena


kemungkinan timbulnya kesulitan selalu
ada. Persalinan pada umumnya
berlangsung lebih lama, kemungkinan
kerusakan jalan lahir lebih besar,
sedangkan kematian perinatal lebih tinggi
bila dibandingkan dengan keadaan dimana
ubun-ubun kecil berada di depan.

Pengaruh
Persalinan lama
Regangan vagina dan perineum
Tidak bisa ada gerakan defleksi
Menyebabkan robekan jalan lahir

Komplikasi
o Partus lama
o Luka perineum

Penanganan
Dalam menghadapi persalinan dengan

ubun-ubun kecil di belakang sebaiknya


dilakukan pengawasan persalinan yang
seksama dengan harapan persalilnan dapat
berlangsung spontan. Tindakan untuk
mempercepat persalinan dilakukan apabila
kala II berlangsung terlalu lama, atau ada
tanda-tanda bahaya terhadap janin.

Lanjutan...
Pertolongan persalinan pada POPP membutuhkan cara penanganan yang

tidak berbeda jauh dengan persalinan dengan oksipito anterior.


Kemungkinan untuk persalinan pervaginam adalah dengan:
1.Menunggu persalinan spontan.
2.Persalinan dengan forsep
3.Mengubah posisi oksiput posterior ke oksiput anterior dengan
menggunakan forsep dan dilahirkan
4.Dengan manual mengubah oksiput posterior ke oksiput anterior dan
dilahirkan
5.Jika ada tanda-tanda persalinan macet atau ada tanda gawat janin
lakukan SC
6.Jika ketuban utuh pecahkan ketubanJika pembukaan serviks belum
lengkap dan tidak ada tanda obstruksi akselerasi persalinan dengan
oksitosin.
7.Jika pembukaan serviks lengkap dan tidak ada kemajuan pada fase
pengeluaran periksa kemungkinan adanya obstruksi. Jika tidak ada
obstruksi akselerasi persalinan dengan oksitosin
8.Jika pembukaan lengkap kepala janin teraba 3/5 atau lebih di atas
simpisis lakuakan SC
9.Jika pembukaan lengkap kepala janin teraba 1/5 lakukan ekstraksi vakum
dan forsep

Tindakan Bidan
Idealnya pada setiap kelainan presentasi

dan posisi dari kepala janin, tindakan bidan


adalah merujuk. Kecuali keadaan janin
kecil, panggul normal, jarak rumah dan
tempat rujukan yang jauh, maka bidan
dapat menolong pasien dengan melakukan
inform concent terlebih dahulu. Tetapi
apabila bidan praktek mandiri, menemukan
kasus ini maka tindakan bidan adalah
merujuk pasien.

TERIMA
KASIH