Anda di halaman 1dari 20

Sefalalgia

Klasifikasi Sefalalgia (IHS)


 Primer : migren, nyeri kepala karena
ketegangan, nyeri kepala cluster
 Sekunder : gangguan organik lain ex. Infeksi,
trombosis, penyakit metabolisme, tumor,
penyakit sistemik lain
Pendahuluan
 Struktur peka nyeri kranium yang terlibat
dalam sefalalgia:
 Semua jaringan ekstrakranium: kulit kepala,
otot, arteri, periosteum tengkorak
 Sinus kranialis, sinus vena intrakranium dan
vena-vena cabangnya, bagian dari dura
didasar otak dan arteri didalam dura, n.
kranialis trigeminus, fasialis, vagus,
glosofaringeus, n. servikalis (c2 dan C3)
 Parenkim otak, sebagian besar jaringan
meningen dan tengkorak  tidak peka
terhadap nyeri
 Peregangan periosteum  nyeri lokal
Gambar 50-10
Pendahuluan
 Tentorium  lembaran dura, berfungsi
sebagai garis pembatas dan titik referensi di
dalam kranium
 Memisahkan fossa anterior(batang otak dan
serebelum) dari serebrum anterior
 Daerah anterior(2/3 rongga kranium) 
supratentorium
 Daerah posterior (1/3 rongga kranium) 
infratentorium
 Nyeri kepala yg melibatkan struktur-struktur di
daerah infratentorium  daerah oksipitalis
kepala dan leher oleh akar saraf servikal
atas
 Nyeri supratentorium  anterior
kepala(frontalis, temporalis, parietalis).
Diperantaraai n. trigeminus
Mekanisme umum memicu nyeri
kepala (lance, 2000)
 Peregangan atau pergeseran pembuluh darah:
intrakranium atau ekstrakranium
 Traksi pembuluh darah

 Kontraksi otot kepala dan leher

 Peregangan periosteum

 Degenerasi spina servikalis atas disertai


kompresi pada akar nervus servikalis
 Defisiensi enkefalin
Menilai pasien dengan nyeri
kepala
Pertanyaan umum
 Apa, kalau ada, yang menyebabkan nyeri
kepala(faktor pemicu)?
 Kapan awitannya(lama dalam tahun, penyakit
medis, riwayat cedera kepala)?
 Apakah ada tanda peringatan dini(gejala
prodroma)?
 Apakah nyeri kepala timbul tersendiri atau disertai
kelainan lain(mual, muntah, pusing bergoyang,
fotofobia, penglihatan kabur)?
 Bagaimana Anda menjelaskan nyeri Anda(lokasi,
frekuensi, waktu, durasi, kualitas, faktor pemicu,
faktor pereda)?
 Apakah ada anggota keluarga yang menderita
nyeri kepala atau gejala serupa?
Pertanyaan diagnostik spesifik
 Bagaimana nyeri kepala mengganggu
kehidupan Anda?
 Apakah ada perubahan pola nyeri kepala
selama 6 bulan terakhir?
 Seberapa sering Anda mengalami nyeri kepala
tipe apapun?
 Seberapa sering Anda menggunakan obat
untuk mengatasi nyeri kepala?
Sefalalgia
Head pain
Chronic, continual Tension headache
Chronic, episodic Analgesic dependent headache
Migraine
Subacute, evolving Cluster headache pressure
Raise intracranial
acute, severe Icepick headache
Meningoencephalitis
Subarachnoid hemorhage
Giant cell artritis
Tension headache
 Nyeri ditandai dengan rasa kencang seperti
pita disekitar kepala dan nyeri tekan
didaerah oksipitoservikalis
 Sering terjadi pada perempuan daripada laki-
laki
 Bersifat bilateral, terus menerus, tumpul, tidak
berdenyut, sering disertai rasa cemas,
depresi, dan perasaan tertekan
 Etiologi: kontraksi kronik otot-otot didaerah
leher dan muka
NYERI KEPALA MIGREN
Migren
 Diklasifikasikan menjadi 3 tipe: migren tanpa
aura, migren dengan aura, varian migren
 Lebih sering terjadi pada perempuan dr pd
laki-laki, dasar genetik
 Pengidap migren memiliki sistem saraf yang
lebih sensitif terhadap faktor lingkungan dan
internal daripada mereka yang tidak
mengidap migren


Migren tanpa aura
 Ditemukan pada sekitar 80% dari semua pengidap
migren
 Definisi migren: paling sedikit 5 kali serangan nyeri
kepala seumur hidup yang memenuhi kriteria
berikut:
 Durasi 4-72 jam apabila tidak diobati
 Nyeri kepala dengan paling sedikit dua dari empat
gambaran berikut:lokasi unilateral, kualitas
berdenyut, intensitas nyeri sedang- berat, nyeri
yang diperparah oleh aktivitas fisik rutin
 Selama nyeri kepala, paling sedikit satu dari dua hal
berikut: mual dan muntah atau keduanya;
fotofobia dan fonofobia
 Tidak semua serangan migren memenuhi kriteria
tersebut
Migren dengan aura
 Pasien lebih besar kemungkinannya
mengalami rangkaian perubahan
neurobiologik 24 sampai 48 jam sebelum
awitan nyeri kepala.
 Gejala aura mencangkup: perubahan
penglihatan dan sensorik abnormal( seperti
kilatan atau cahaya tajam, merasa
mengecap atau membaui sesuatu ), serta
defisit motorik dan bicara(afasia)
 Juga dapat bersifat somatosensorik seperti
rasa baal di satu tangan
 Kriteria migren dengan aura:
 satu atau lebih gejala aura reversible yang
mengisyaratkan disfungsi korteks serebrum
atau batang otak atau keduanya
 Paling tidak satu gejala aura timbul secara
bertahap selama lebih dari 4 menit
 Tidak ada gejala aura yang menetap lebih dari
60 menit
 Nyeri kepala mengikuti aura dengan interval
bebas kurang dari 60 menit dan dapat
muncul sebelum atau bersamaan aura
 Paling tidak tiga dari empat karakteristik
diatas
Pemicu migren
 Stress and fatigue  Menstruation or
 Skipping meal ovulation
 Binge eating  Oral contraceptive

 Cheese, citrus fruit  Early post partum

 Caffein and red wine


period
 Menopause
 Head injury
 Strong smell
 Bright sunshine,
 hypertension
flicker

Cluster headache
 Tipe episodik adalah tipe tersering dan
ditandai dengan satu sampai tiga serangan
singkat nyeri periorbita per hari selama
periode 4-8 minggu diikuti oleh
intervalbebas nyeri yang lamanya rata-rata
1 tahun
 Laki-laki >>

 Karakteristik: konstan, parah, tidak berdenyut


dan unilateral, terbatas pada mata dan sisi
wajah
 Faktor pemicu: alkohol, cuaca, stress,
serangan hay fever
Icepick headache
 Nyeri tusukan sementara pada kepala
 Sering terjadi pada orang yang mengidap
migren atau tension headaches