Anda di halaman 1dari 64

RESPONSI 2

HUKUM KEDUA dan


KETIGA
TERMODINAMIKA +
ENTROPI
Dosen: Dr. Ir. Adi Surjosatyo, M.Eng.
Asisten: Hafif Dafiqurrohman
Sumber:
http://termodinamika2.files.wordpress.com/2008/02/termo2uapidea
l.ppt

Arah Proses
Termodinamik
Proses termodinamik yang berlanggsung secara alami
seluruhnya disebut proses ireversibel (irreversibel
process). Proses tersebut berlanggsung secara
spontan pada satu arah tetapi tidak pada arah
sebaliknya. Contohnya kalor berpindah dari benda
yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
Proses reversibel adalah proses termodinamik yang
dapat berlanggsung secara bolak-balik. Sebuah
sistem yang mengalami idealisasi proses reversibel
selalu
mendekati
keadaan
kesetimbangan
termodinamika antara sistem itu sendiri dan
lingkungannya. Proses reversibel merupakan proses
seperti-kesetimbangan (quasi equilibrium process).

Tiga pernyataan bagi


Hukum Kedua
Termodinamika
Kalor tidak mengalir secara spontan dari dingin
ke panas
(sebaliknya: dapat spontan?)
Tidak ada mesin yang dapat mengubah kalor
menjadi usaha secara utuh
(sebaliknya: dapat spontan?)
Setiap sistem terisolasi condong menjadi acak
(sistem terbuka: dapat menumbuhkan
keteraturan?)

Kalor tidak akan mengalir spontan


dari benda dingin ke benda panas
[Rudolf Clausius (1822 1888)]

Pada taraf molekular:


Molekul yang bergerak lebih cepat,
akan menyebarkan energinya
kepada lingkungannya

Pada taraf makroskopik:


Perlu pasokan energi / usaha, untuk mendinginkan sebuah benda

Anda tidak dapat membuat mesin yang


sekedar mengubah kalor menjadi usaha
sepenuhnya
[Kelvin (1824 1907) & Planck (1858
1947)]

Efisiensi mesin tidak dapat 100%


Diperlukan tandon panas dan tandon dingin
Tandon panas menjadi sumber energi
Perlu membuang kalor pada suhu yang lebih
rendah, ke tandon dingin
Biasanya tandon suhu terendah = atmosfer

Hukum II Termodinamika
Jika tidak ada kerja dari luar, panas tidak dapat merambat
secara spontan dari suhu rendah ke suhu tinggi (Clausius)
Proses perubahan kerja menjadi panas merupakan proses
irreversible jika tidak terjadi proses lainnya (ThomsonKelvin-Planck)
Suatu mesin tidak mungkin bekerja dengan hanya
mengambil energi dari suatu sumber suhu tinggi kemudian
membuangnya ke sumber panas tersebut untuk
menghasilkan kerja abadi (Ketidakmungkinan mesin abadi)
Mesin Carnot adalah salah satu mesin reversible yang
menghasilkan daya paling ideal. Mesin ideal memiliki
efisiensi maksimum yang mungkin dicapai secara teoritis

MESIN KALOR

Sebuah mesin kalor adalah sesuatu alat yang


menggunakan kalor/panas untuk melakukan
usaha/kerja.

Mesin kalor memiliki tiga ciri utama:

1.

Kalor dikirimkan ke mesin pada temperatur yang relatif


tinggi dari suatu tempat yang disebut reservoar panas.
Sebagian dari kalor input digunakan untuk melakukan
kerja oleh working substance dari mesin, yaitu material
dalam mesin yang secara aktual melakukan kerja (e.g.,
campuran bensin-udara dalam mesin mobil).
Sisa dari kalor input heat dibuang pada temperatur
yang lebih rendah dari temperatur input ke suatu
tempat yang disebut reservoar dingin.

2.

3.

Skema Mesin Kalor


Gambar ini melukiskan skema
mesin kalor.
QH menyatakan besarnya input
kalor, dan subscript H
menyatakan hot reservoir.
QC menyatakan besarnya kalor
yang dibuang, dan subscript C
merepresentasikan cold
reservoir.
W merepresentasikan kerja yang
dilakukan.

Ketika sebuah sistem


melakukan proses siklus
maka tidak terjadi
perubahan energi
dalam pada sistem. Dari
hukum I termodinamika:
U Q W

0 Q W
Q W

Q QH QC QH QC
W Q QH QC
W QH QC

Mesin Kalor .

Untuk menghasilkan efisiensi yang tinggi, sebuah


mesin kalor harus menghasilkan jumlah kerja yang
besar dan kalor input yang kecil. Karenanya,
efisiensi, e, dari suatu mesin kalor didefinisikan
sebagai perbandingan antara kerja yang dilakukan
oleh mesin W dengan kalor input QH:

Kerja yg dilakukan W

Input panas
QH

(1)

Jika kalor input semuanya dikonversikan menjadi


kerja, maka mesin akan mempunyai efisiensi 1.00,
karena W = QH; dikatakan mesin ini memiliki
efisiensi 100%, idealnya demikian.
Tetapi hal tersebut tidak mungkin QC tidak sama
dengan nol

Mesin Kalor
Sebuah mesin, harus mengikuti
prinsip
konservasi
energi.
Sebagian dari kalor input QH
diubah menjadi kerja W, dan
sisanya QC dibuang ke cold
reservoir. Jika tidak ada lagi
kehilangan energi dalam mesin,
maka prinsip konservasi energi:
Q H = W + QC

W QH QC
e

W
QH

QH QC
QC
e
1
QH
QH

W
QH

Contoh 1: An Automobile Engine


Sebuah mesin mobil memiliki efisiensi
22.0% dan menghasilkan kerja sebesar 2510
J. Hitung jumlah kalor yang dibuang oleh
mesin itu.
W
1

QC QH W W 2510 J
1 8900 J
e
Solusi
0.22

Proses mesin bakar

Pendingin (refrigerator): sebuah mesin kalor yang


beroperasi secara terbalik. Refrigerator menarik
panas dari tempat dingin (di dalam pendingin) dan
melepaskan panas ke tempat yang lebih hangat.
REFRIGERATOR

QH QC W 0
QH QC W
QH QC W

TH
QH
W
QC
TC

QH QC

REFRIGERATOR
TH

QH QC W

QH

Persamaan di atas merupakan hubungan nilai-mutlak


yang berlaku untuk mesin kalor dan pendingin
Siklus pendingin terbaik adalah yang memindahkan
Kalor QC terbanyak dari dalam pendingin dengan
Kerja mekanik W sedikit mungkin

QC
W

W
QC
TC

Semakin besar rasio ini maka semakin baik pendinginnya


Rasio ini disebut koefisien kinerja (coeficient of performance)

QC
W

QC
QH QC

Prinsip Carnot dan Mesin


Carnot
Bagaimana membuat mesin kalor beroperasi
dengan efisiensi maksimum?
Insinyur Prancis Sadi Carnot (17961832)
mengusulkan bahwa sebuah mesin kalor akan
memiliki efisiensi maksimum jika proses-proses
dalam mesin adalah reversibel (dapat balik).
Suatu proses reversibel adalah suatu keadaan
dimana kedua sistem dan lingkungannya dapat
kembali ke keadaan semula, sama persis seperti
sebelum terjadinya proses.
Tujuan dari mesin kalor adalah perubahan panas
menjadi kerja dengan efisiensi sebesar mungkin.
Selama perpindahan panas dalam mesin carnot
tidak boleh ada perbedaan suhu yang cukup besar.

Prinsip Carnot dan


Mesin Carnot
Prinsip Carnot : Sebuah alternatif
penyataan Hukum II Termodinamika
Tidak ada mesin ireversibel yang beroperasi
antara dua reservoir pada suhu konstan dapat
mempunyai efisiensi yang lebih besar dari
sebuah mesin reversibel yang beroperasi antara
temperatur yang sama. Selanjutnya, semua
mesin reversibel yang beroperasi antara
temperatur yang sama memiliki efisiensi yang
sama.

Prinsip Carnot dan


Mesin Carnot
Tidak ada mesin nyata
yang beroperasi
secara reversibel.
Akan tetapi, ide
mesin reversibel
memberikan
standard yang
berguna untuk
menilai performansi
mesin nyata. Gambar
ini menunjukkan
sebuah mesin yang
disebut, Mesin
Carnot, yang secara
khusus berguna
sebagai model ideal.

Suatu sifat penting


dari mesin Carnot
adalah bahwa
semua kalor input
QH berasal dari
suatu hot reservoir
pada satu
temperatur tunggal
TH dan semua kalor
yang dibuang QC
pergi menuju suatu
cold reservoir pada
satu temperatur
tunggal TC.

Ciri-ciri siklus carnot

Setiap proses yang melibatkan perpindahan


panas haruslah isotermal baik pada T H
maupun pada TC.
Setiap proses yang mengalami perubahan
suhu tidak terjadi perpindahan panas
(proses adiabatik)
Siklus carnot terdiri dari dua proses
isotermal reversibel dan dua proses
adiabatik reversibel

Application of 2nd law to energy


conversion systems

Carnot
Engine

isothermal
expansion

TA

QH

W12

adiabatic
compression

a-b

adiabatic
expansion

b-c

d-a

W41

W23

c-d

W34
QC

TB

isothermal
compression

Application of 2nd law to energy


conversion systems

Carnot
Cycle

engine
reversible
heat engine

TB
V

reversible
heat pump

TA

TA

TB
V

Untuk gas ideal energi dalam hanya bergantung pada


suhu
maka pada proses isotermal perubahan energi dalam
sama dengan nol

Q W

Vb
QH Wab nRTH ln .........(1)
Va

Vd
QC Wcd nRTC ln
Vc
QC nRTC ln

Vc
.........( 2)
Vd

Dari proses adiabatik

TH Vb

TC Vc
1

Vb
Vc
1
1
Va
Vd

TH Va

TC Vd

Vb
V
c
Va Vd

QC
TC

QH
TH

TC

QH TH

QC
e 1
QH

TC
e 1
TH

QC

Subtitusikan persamaan 1 dengan persmaan 2

T ln (Vc / Vd )
QC
C
......(3)
QH
TH ln (Vb /V a)

Hubungan ini memberikan nilai efisiensi maksimum yang


mungkin dari suatu mesin kalor yang beroperasi antara TC dan TH

Pendingin carnot
Karena masing-masing langkah dalam siklus carnot
adalah reversibel, maka seluruh siklus dapat
dibalik, hal ini mengubah mesin menjadi pendingin

K
K

QC

QC
QH QC

K carnot

TC
TH TC

QC / QH
1 QC / QH

TC

QH TH

Semakin besar perbedaan suhu TH TC


semakin kecil harga K dan semakin besar
kerja yang diperlukan untuk memindahkan
jumlah panas yang dibutuhkan

Prinsip Carnot dan Mesin


Carnot
Untuk mesin Carnot, perbandingan antara kalor yang
dibuang QC dengan kalor input QH dapa dinyatakan
dengan persamaan berikut:
QC TC

QH

TH

dengan TC dan TH dalam kelvins (K).


Efisiensi mesin Carnot dapat dituliskan sebgai berikut:

QC
TC
e 1
1
QH
TH
Hubungan ini memberikan nilai efisiensi maksimum
yang mungkin dari suatu mesin kalor yang beroperasi
antara TC dan TH

Siklus Kompresi Uap Ideal


(A Simple Vapor-Compression
Refrigeration Cycle)
Environment

Mempunyai 4 komponen dan 4 proses.


1. Compressor: mengkompresi
uap menjadi uap bertekanan
tinggi
2. Condenser: mengembunkan
uap tekanan tinggi menjadi
cairan tekanan tinggi
3. Katup ekspansi (Expansion
Valve) : menurunkan tekanan
cairan menjadi bertekanan
rendah
4. Evaporator: menerima kalor
dari medium bersuhu rendah
terjadi penguapan

QH
Condenser

Expansion
Valve

Win
Compressor
Evaporator
QL

Refrigerated
Space

4 Proses Pada Siklus Kompresi Uap Ideal


Process 1-2
1-2 Isentropic
Isentropic Compression
Compression Process,
Process, s=const
s=const..: Compressor, sat.vap superheat vapor
Process 2-3
Process Condenser, superheat vapor sat.liquid
2-3 P
P = const
const.. Heat
Heat Rejection
Rejection Process:
Process 3-4
3-4 Throttling
Throttling Process,
Process, h=const
h=const..: Expansion Valve, sat. liquid mixture
Process 4-1
4-1 P
P=
= const
const.. Heat
Heat Addition
Addition Process
Process : Evaporator, Mixture sat. vapor

Sketsa Alat

T-s Diagram

Environment

P2

QHH
Q

Condenser
Condenser

3
Expansion
Expansion
Valve
Valve

Compressor
Compressor

QH

P1

Winin

4
Evaporator
Evaporator

Win

QL

QLL
Q
Refrigerated
Refrigerated
Space
Space

P-h Diagram
T-s Diagram
T

P-h Diagram

P2
2
Win

QH

P2

P1

QH

Win

P1

QL
s

h4= h3

QL

h1

h2

Pendinginan rumah
dengan AC (airconditioner)

Pemanasan Rumah
dengan Heat Pump
Heating
at 20 oC

Environment

40 oC

QH

QH

50 oC

Condenser

Expansion
Valve

Win

Evaporator

10 C
o

30
o
C

80 oC

QL

Compresso
r
15 oC

Condenser

Expansion
Valve

-20 C
o

Wi

Evaporato
r
QL
-10 oC

Out dooe space

Air Conditioned,
25oC

80 oC

Compresso n
r
0
o
C

KOMPONEN DARI MESIN REFRIGERASI

CONDENSER
Merupakan sebuah alat penukar kalor
dimana refrijeren melepas kalor ke
medium pendingin seperti air atau
udara.
Refrijeren yang berada pada keadaan
uap superpanas melepas kalor sehingga
berubah menjadi cair (liquid refrigerant)

KOMPONEN DARI MESIN REFRIGERASI

EXPANSION VALVE
Refrijeren berekspansi sehingga
tekanannya turun.
Keadaan Refrijeren berubah dari liquid
menjadi campuran cair jenuh dan uap (a
saturated liquid-vapor mixture)

KOMPONEN DARI MESIN REFRIGERASI

EVAPORATOR
Merupakan sebuah alat penukar kalor
dimana refrijeren menyerap kalor dari
benda yang didinginkan (ruang
pendingin).
Refrijeren yang berada pada keadaan
campuran cair jenuh & uap menyerap
kalor sehingga berubah menjadi uap

KOMPONEN DARI MESIN REFRIGERASI

COMPRESSOR

Merupakan sebuah alat untuk menaikkan


tekanan dan temperatur refrijeren dari
tekanan dan temperatur rendah menjadi
tekanan dan temperatur tinggi.
Temperatur Refrijeren menjadi lebih
tinggi dari temperatur medium pendingin
(lingkungan) sehingga kalor yang diserap
di evaporator dapat dibuang

Analisis Mesin Refrigerasi

Clossed
System
Hukum I termodinamika : ??? cyclic process

Q - W = U + KE + PE
QL
output yang diinginkan
COPR =
=
input yang dibutuhkan
Wnet, in

Q-W =0

QH - QL = Win

QL
COPR =
QH QL

1
QH
1
QL

Analisis Mesin Refrigerasi

Open
System

Hukum I termodinamika : ???


0

h 2 h1
Q W in = m

h 2 h1
W in = m

Analisis Mesin Refrigerasi


Open
System

Hukum I termodinamika : ???


0

h 3 h2
Q H W = m

h 3 h2
Q H = m

Analisis Mesin Refrigerasi

Open
System

Hukum I termodinamika : ???


0 0

h 4 h3
Q W = m

h 4 = h3

Analisis Mesin Refrigerasi

Open
System
Hukum I termodinamika : ???
0

h1 h4
Q L W = m

h1 h4
Q L = m

CONTOH
Sebuah refrigerator menggunakan fluida kerja R-134a dan
beroperasi dengan siklus kompresi uap ideal antara
0,14 MPa dan 0,8 MPa. Laju aliran massa refrigerant 0,05 kg/s.
a. Gambarkan siklusnya dalam diagram T-s dan P-h.
b. Hitung laju perpindahan kalor dari ruang pendingin
c. Hitung daya kompresor
d. Hitung kalor yang dibuang ke lingkungan
e. Hitung COP nya.

PENYELESAIAN
T

T-s Diagram

Environment

P2

QH

QH
3

Win

0.8 MPa

Condenser
3

P1

Expansion
Valve

0.14 MPa
4

QL

Compressor

Evaporator

Win

QL

mdot = 0.05 kg/s

Refrigerated Space

R-134a Property Table

State 1 sat. vap. @ P1 = 0.14 MPa h1 = hg@0,14 MPa = 236,04 kJ/kg,


s1 = sg@0,14 MPa = 0.9322 kJ/kg-K
State 2 P2 = 0.8 MPa and s2 = s1 = 0.9322 kJ/kg-K,
h2 = 272,05 kJ/kg (interpolasi)
State 3 sat.liq. @ P3 = P2= 0.8 MPa, h3 = hf@P3 = 93,42 kJ/kg
State 4 h4 = h3 = 93,42 kJ/kg (Throttling Process)

PENYELESAIAN
(b) Evaporator, w 0
Q L ,in m h1 h4 0,05 236,04 - 93,42 7,13 kW
4

Evaporator

(c) Compressor, q 0
W in m h2 h1 0,05 272,05 - 236,04 1.80 kW
QL

Compressor

(d) Condenser, w 0
Q H ,out m h2 h3 , 0,05 272,05 - 93,42 8,93 kW
QH

Q L 7,13kW
(e) COP

3.96

Win 1,80kW

Condenser

Win

Cara lain dengan diagram P-h


P

P-h Diagram

P2

QH

Win

P1

h4= h3

QL

h1

h2

h4 = h3

h1

h2

Entropy and the 2nd Law


Qualitative statements:

Clausius: It is impossible to convert heat completely to work


Kelvin Planck: It is impossible for any any engine to transfer
heat from a cold source to a hot source without work being
done
By analyzing many experiments and processes
involving transfer of heat, Clausius (ca 1850)
uncovers a new thermodynamic property, which he
names entropy
- related to the heat exchanged between system
and surroundings

- not related to work


- places 2nd law in quantitative form

Entropi dan
Ketidakteraturan
Redistribusi partikel gas dalam wadah terjadi
tanpa perubahan energi dalam total sistem,
semua susunan ekivalen
Jumlah cara komponen sistem dapat disusun
tanpa merubah energi sistem terkait erat dengan
kuantitas entropi (S)
Entropi adalah ukuran ketidakteraturan sistem
Sistem dengan cara tersusun ekivalen
komponennya sedikit seperti kristal padat
memiliki ketidakteraturan yang kecil atau entropi
rendah
Sistem dengan cara tersusun ekivalen
komponennya banyak seperti gas memiliki
ketidakteraturan besar atau entropi tinggi

Jika entropi sistem meningkat, komponen


sistem menjadi semakin tidak teratur,
random dan energi sistem lebih terdistribusi
pada range lebih besar Sdisorder > Sorder
Seperti halnya energi dalam atau entalpi,
entropi juga fungsi keadaan yaitu hanya
tergantung pada keadaan awal dan akhir
tidak pada bagaimana proses terjadinya
Ssis = Sfinal Sinitial
Jika entropi meningkat maka Ssis akan
positif, sebaliknya jika entropi turun, maka
Ssis akan negatif

Entropi dan Hukum Kedua


Termodinamika
Apa yang menentukan arah perubahan spontan?
Sistem alami cenderung kearah tidak teratur,
random, distribusi partikel kurang teratur
Beberapa sistem cenderung lebih tidak teratur
(es meleleh) tetapi ada juga yang lebih teratur
(air membeku) secara spontan
Dengan meninjau sistem dan lingkungan terlihat
semua proses yang berlangsung dalam arah
spontan akan meningkatkan entropi total alam
semesta (sistem dan lingkungan). Ini yang
disebut dengan hukum kedua termodinamika
Hukum ini tidak memberikan batasan perubahan
entropi sistem atau lingkungan, tetapi untuk
perubahan spontan entropi total sistem dan
lingkungan harus positif

Application of 2nd law to energy


conversion systems

for a cycle no change in CV so:


QB
QA
SG

TA
TB

for a reversible process:

for an irreversible process:

Efficiency of a
Carnot engine
apply 1st law for this cycle:

then energy conversion efficiency is:

for a reversible process:

Efficiency of an
irreversible engine
sG

QB
QA

TA
TB

for an irreversible process:

nd

2 law other formulations


Kelvin-Planck statement:
continuously operating 1T engine is
impossible
Clausius statement:
a zero-work heat pump is impossible

Pressure
thermodynamic = mechanical

S
G

dS

change
in entropy
storage

entropy
generation

Gibbs:

entropy
inflow

1st law:
compression:

S G

P Pm
T

dV

SG 0 for a reversible process


for an equilibrium state

Entropi:
Diusulkan istilahnya oleh Clausius, dari kata
transformasi dalam bahasa Yunani, dimiripkan
dengan istilah energi yang erat kaitannya.
Dikukuhkan Ludwig Eduard Boltzmann (1844
1906) dengan konsep zat terdiri atas partikel
kecil yang bergerak acak dan teori peluang:
Suatu sistem condong berkembang ke arah
keadaan yang berpeluang lebih besar;
S = kB ln

Setiap sistem terisolasi akan


makin acak
Sistem teratur
Ada pola yang teratur
dan dapat diramalkan
perkembangannya

Sistem tak teratur


Kebanyakan atomatomnya bergerak acak

Entropi
Ukuran bagi taraf
keacakan
Entropi sistem terisolasi
hanya dapat tetap, atau
meningkat

ENTROPI
Menyatakan derajat ketidakteraturan sistem
Hanya dapat dihitung dari proses proses
reversibel

qrev
S =
T
Pada proses isobar

H
S =
T

PERHITUNGAN ENTROPI
Bila proses kimia melibatkan perubahan fasa
zat pada suhu tetap

H
S =
T

Bila proses kimia melibatkan perubahan suhu


dalam fasa tetap

T1
S = CP ln
T2

PROSES IRREVERSIBEL

Pada proses reversibel variabel yang berubah hanya satu


Pada proses irreversibel variabel yang berubah lebih dari satu
Perhitungan entropi pada proses irreversibel dilakukan dengan
menghitung entropi pada tahap tahap reversibel

H2O(l, 25

irrev
C, 1 atm)

H2O(g, 100oC, 1 atm)

S1 rev

rev S2

H2O(l, 100oC, 1 atm)

S = S1 + S2
T1
S1 = CP ln
T2
H
S2 =
T

ENTROPI REAKSI KIMIA

Jika diketahui suatu reaksi


aA + bB cC + dD

(25oC)

S0t = S0produk - S0reaktan


= (cS0C + d S0D) (aS0A + b S0B)
Bagaimana bila reaksi berlangsung pada 100oC ?

aA + bB cC + dD

(100oC)

rev
S1

cC + dD (25oC)

S4
irrev

cC + dD (100oC)

aA + bB (25 C)
o

rev S2
aA + bB (100 C)
o

S3 rev

S1 = S2 + S3 + S4
S4 = S1 - S2 - S3

S2 = CP ln (T2/T1)
= (CP A + CP B) ln (373/298)
S3 = CP ln (T2/T1)
= (CP C + CP D) ln (298/373)
S4 = S1 - S2 - S3
= S1-[(CP A+CP B)ln(373/298)]-[(CP C+CP D)ln(298/373)]
= S1- (CP A+CP B)ln(373/298) + (CP C+CP D)ln(373/298)
= S1- [(CP A+CP B) - (CP C+CP D)] ln(298/373)
= S1 + CP ln 373/298

HUKUM III
TERMODINAMIKA
Entropi kristal murni pada suhu nol absolut adalah
nol
Pada suhu nol absolut (T = 0K)
Tidak terjadi pergerakan atom
Tidak ada kekacauan termal
Struktur kristalin dianggap sempurna

ENERGI BEBAS GIBBS


Menunjukkan perubahan entropi total dari sistem
Batasan suhu dan tekanan tetap
G = H TS
G = H TS (suhu tetap)
G = - TS (tekanan tetap)

HUBUNGAN MAXWELL
T

P
= - S

V
= S

P
S

=
V T T
S
-
P

V
=
T

SOAL TUGAS
A pistoncylinder device initially contains 3 lbm of liquid water
at 20 psia and 70F. The water is now heated at constant
pressure by the addition of 3450 Btu of heat. Determine the
entropy change of the water during this process.