Anda di halaman 1dari 28

UNIT COST SEBAGAI DASAR

PENENTUAN TARIF PAKET INACBGs /CASE MIX DI RUMAH SAKIT


Oleh
Prof. Dr. Wasis Budiarto, Drs.Ec, MS
Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat, Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan

PENGERTIAN
Tarif

RS sebagai nilai suatu jasa pelayanan


rumah sakit dengan sejumlah uang dimana
berdasarkan nilai tersebut, rumah sakit bersedia
memberikan jasa kepada pasien (Depkes,2000).
Tarif atau price adalah harga nilai uang yang
harus dibayar oleh konsumen untuk memperoleh
atau mengkomsumsi suatu komoditi yaitu barang
atau jasa (Gani, 1997)
Dalam keadaan normal harga atau tarif harus
menutup biaya penuh (full cost) yang terkait
dengan produk dan menghasilkan laba yang
dikehendaki (Mulyadi, 1997)

Bagi

rumah sakit pemerintah , tarif ditetapkan


melalui SK MenKes atau Perda.
Tarif RS pemerintah umumnya mempunyai
pemulihan biaya (cost-recovery) yang rendah,
khususnya pada pelayanan kelas III, sehingga
pemerintah membuat kebijakan subsidi
pemerintah untuk masyarakat miskin dalam
menggunakan pelayanan rumah sakit.
Dengan pemberlakuan cost recovery yang
rendah pada kelas III maka tujuan subsidi silang
akan tercapai dimana masyarakat atas akan
mensubsidi masyarakat bawah.

TUJUAN PENETAPAN TARIF


a. Pemulihan biaya
Tarif dapat ditetapkan untuk meningkatkan pemulihan
biaya (cost recovery) rumah sakit. Hal semacam ini
terutama dijumpai pada rumah sakit pemerintah yang
semakin lama, semakin kurang subsidinya.
b. Subsidi Silang
Penentuan tarif bertujuan untuk menyeimbangkan
penggunaan pelayanan bagi masyarakat ekonomi
lemah, mengingat heterogennitas pendapatan
masyarakat. Pola subsidi dapat didasarkan pada kelas
ruang pelayanan profit dan pelayanan non profit.

c. Mengurangi pesaing
Penetapan tarif terkadang dilakukan untuk mengurangi
potensi pembangunan rumah sakit baru yang akan
menjadi kompetitor baru.
Penetapan tarif berbasis pada analisis pesaing, artinya
biaya yang menyesuaikan dengan tarif.
Ada dua metode yakni penetapan tarif diatas pesaing
dan penetapan tarif dibawah pesaing.
d. Memaksimalkan Pendapatan
Pada ciri pasar monopoli, maka penetapan tarif dapat
dilakukan dengan tujuan memaksimalkan pendapatan.
Tanpa kehadiran pesaing dalam suasana pasar dengan
demand tinggi, maka tarif pada tingkatan yang setinggitingginya, akan memberikan surplus setinggi - tingginya.

e. Memaksimalisasikan Penggunaan Pelayanan


Ada suatu kondisi dimana rumah sakit
mempunyai BOR yang rendah . Guna
meningkatkan BOR maka tarif ditekan serendah
mungkin dengan tujuan meningkatkan utilisasi
f. Meminimalisasi Penggunaan Pelayanan
Untuk mengurangi pemakaian, dapat ditetapkan
tarif tinggi. Sebagai contoh, tarif periksa umum
di rumah sakit pemerintah ditetapkan jauh lebih
tinggi dari pelayanan sejenis di Puskesmas.
Dengan cara ini, maka fungsi rujukan dapat
ditingkatkan

TARIF RASIONAL
Tarif

rasional adalah tarif optimal untuk


melayani consumer surplus, tetapi tetap
berusaha mempertahankan pemerataan
pelayanan kesehatan rawat inap dirumah
sakit.
Hubungan antara biaya total, pendapatan
total dan jumlah ouput (produk) dapat
menentukan tarif rasional,

Selama ini penetapan tarif rawat inap rumah sakit


berdasarkan Kepmenkes, No 582/1997 yang menjadikan
perawatan kelas II sebagai setara unit cost (UC)
terhitung dengan metode double distribusi, maka
dapatlah diketahui besarnya tarif Kelas III (1/3 kali UC
Kelas II), kisaran tarif Kelas I (2-9 Kali UC Kelas II) dan
VIP/Super VIP (10-20 kali UC Kelas II). (Razak A. 2004)
Bila pelayanan rawat inap kelas III diasumsikan sesuai
dengan Unit cost , maka rumah sakit memerlukan
penataan kembali pola tarif rawat inap yang ada dengan
menjadikan kelas III setara dengan unit cost terhitung
dengan metode double distribusi dan untuk kelas II,
Kelas I, dan VIP dijadikan kelas profit rumah sakit sesuai
dengan kebutuhan rumah sakit.

PERHITUNGAN TARIF
BERBASIS PAKET
Diagnosa Related Group
(DRGs)
Pembuatan Clinical
Pathway ?

DITERMINAN TARIF per TINDAKAN


TARIF
margin

UNIT COST

Total cost

ATP/WTP

quantity

ANALISIS
BIAYA

CRR

PESAING

DITERMINAN TARIF per DRGS


TARIF

Marjin
COST/DRGs
UNIT COST
TINDAKAN RI

Total cost

UNIT COST
UNIT COST
UNIT COST
TINDAKAN Obat TINDAKAN Lab TINDAKAN Alkes

UNIT COST
TINDAKAN OK

ACTIVITY BASED COSTING + SIMPLE DISTRIBUTION

DRG Decision Tree

INDONESIAN DRGs
Pola
ICD

pikir

tetap
MDC untuk sementara tetap
Clinical Pathway bisa dibuat
DRG di konfirmasi + bisa dibuat
Casemix di konfirmasi + bisa dibuat
Costing dilakukan dengan pendekatan
Activity Based Costing + Simple
Distribution

POLA PIKIR INDONESIAN DRGs (1)

INA - DRG
1.Konfirmasi DRG

2.Hitung Cost/DRG

Clinical Pathway & Casemix

Activity Based Costing

POLA PIKIR INDONESIAN DRGs (2)


ICD
MDC

1
DRG

DRG
COST

DRG
CASEMIX

TARIF

COST
TARIF

Karakteristik Industri Pelayanan Kesehatan

Format dasar Clinical Pathway


Aktivitas
pelayanan

Pra R.I
(Poliklinik
/
UGD)

Hari I
Tgl

Hari 2
Tgl

Komplika
si/Comorbidity

Pendaftaran
Penetapan Diagnose
Pra-Perawatan
Perawatan
Tindak Lanjut

Rawat Inap (R.I)

DUMMY TABLE (1)


Clinical Pathway

Cost of Treatment
Hari.1

No

Clinical Pathway

Perawatan

Konsultasi

Visite

Tindakan medis

Tindakan perawatan

Diag.Utama

+ Serta

+ Sulit

+ Serta
+ Sulit

DUMMY TABLE (1)


Clinical Pathway
Cost of Treatment
No

Aktivitas

Admission

Diagnostic

Pra
Therapy

Therapy

Follow Up
Total

Utilisasi Direct
Cost

Indirect
Cost

Total
Cost

Unit
cost

Sub
Total

Rp

Cost of Treatment
(Cost/DRG/Casemix)
No

Cost of Treatment /
Activity Based Costing

Admission

Diagnostic

Pra Therapy

Therapy

Follow Up

Discharge

Direct Cost
Invest Op/
Pelihara

Indirect

Tarif Pelayanan JAMKESMAS


Program Rujukan...

PAKET

Tujuan Paket Tarif :

Meningkatkan akses dan mutu pelayanan


kesehatan kepada seluruh masyarakat miskin
dan tidak mampu dalam rangka mewujudkan
tercapainya pelayanan kesehatan di rumah
sakit yang optimal secara efektif dan efisien.

Tarif pelayanan meliputi :


A.

Lanjutan...

Pelayanan Rawat Inap


Merupakan paket jasa pelayanan, prosedur/tindakan,
penggunaan alat, ruang perawatan, serta obat-obatan dan
bahan habis pakai yang diperlukan.

B. Pelayanan Rawat Jalan


Merupakan paket jasa pelayanan kesehatan pasien rawat
jalan sudah termasuk Jasa pelayanan, Pemeriksaan
penunjang Prosedur/ tindakan, Obat-obatan yang dibawa
pulang, Bahan habis pakai lainnya.

Keuntungan Secara Umum


Tarif Paket

Tarif terstandarisasi dan lebih transparan


Penghitungan tarif pelayanan lebih objektif dan
berdasarkan kepada biaya yang sebenarnya;
RS mendapat pembiayaan berdasarkan kepada
beban kerja sebenarnya;
Dapat meningkatkan mutu & efisiensi pelayanan
RS.

Manfaat :
Bagi Rumah Sakit :

Salah satu cara untuk meningkatkan standar


pelayanan kesehatan;
Secara objektif memantau pelaksanaan Program
Quality Assurance;
Bisa mendapatkan informasi mengenai variasi
pelayanan;
Dapat mengevaluasi kualitas pelayanan;
Dapat mempelajari proses perawatan pasien;
Adanya rencana perawatan yang tepat.

Bagi Pasien :

Memberikan prioritas perawatan pada pasien


berdasar tingkat keparahan penyakit
Pasien menerima kualitas pelayanan kesehatan
yang lebih baik
Mengurangi resiko yang dihadapi pasien
Mempercepat pemulihan dan meminimalisasi
kecacatan

Bagi DEPKES :

Dapat mengevaluasi dan membandingkan


kinerja Rumah Sakit
Benchmarking
Area untuk audit klinis
Mengembangkan kerangka kerja klinis dan alur
pelayanan (SOP)
Menstandarisasi proses pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit