Anda di halaman 1dari 11

MALARIA

KEL.12

DEFINISI

Malaria adalah penyakit yang bersifat akut


maupun kronik yang disebabkan oleh
protozoa genus plasmodium yang ditandai
dengan demam, anemia dan splenomegali
(Mansjoer, 2001, hal 406).
Malaria adalah infeksi parasit pada sel
darah merah yang disebabkan oleh suatu
protozoa spesies plasmodium yang
ditularkan kepada manusia melalui air liur
nyamuk (Corwin, 2000, hal 125).

Etiologi
Menurut Harijanto (2000) ada empat jenis plasmodium
yang dapat menyebabkan infeksi yaitu,
a. Plasmodium vivax, merupakan infeksi yang paling sering
dan menyebabkan malaria tertiana/ vivaks (demam pada
tiap hari ke tiga).
b. Plasmodium falciparum, memberikan banyak komplikasi
dan mempunyai perlangsungan yang cukup ganas, mudah
resisten dengan pengobatan dan menyebabkan malaria
tropika/ falsiparum (demam tiap 24-48 jam).
c. Plasmodium malariae, jarang ditemukan dan
menyebabkan malaria quartana/malariae (demam tiap hari
empat).
d. Plasmodium ovale,

patofisiologi
Dibagi 2 :
Fase aseksual, dalam tubuh manusia.
Siklus dimulai ketika anopheles betina nenggigit manusia dan
memasukkan sporozoid yang terdapat pada air liurnya, kedalam
darah manusia. Jasat yang langsing dan lincah ini dalam waktu 30
menit sampai satu jam memasuki sel parenkim hati dak berkembang
biak membentuk skizon hati yang mengandung ribuan merozoid.
Proses ini disebut skitogani eksoeritrosit karena parasit belum masul
kedalam sel darah merah. Lama fase ini berbeda, untuk tiap spesies
plasmodium. Pada akhir fase skizon hati pecah, merozoid keluar, lalu
masuk dalam aliran darah (disebut sporulasi).
Fase eritrosit dimulai saat merozoid dalam darah menyerang sel
darah merah dan membentuk trofozoid. Proses berlanjut menjadi
trofozoid skizon merozoid. Setelah dua sampai 3 generasi
merozoid berubah menjadi bentuk seksual

Fase seksual, dalam tubuh nyamuk.


Jika nyamuk anopheles betina menghisab darah
manusia yang mengandung parasit malaria,
parasit bentuk seksual masuk kedalam perut
nyamuk. Bentuk ini mengalami pematangan
menjadi mikrogametosit dan makrogametosit dan
terjadilah pembuahan yangdisebut zygot.
Selanjutnya ookinet menembus dinding lambung
nyamuk dan menjadi ooksida. Jika ooksida pecah,
ribuan sporozoid dilepaskan dan mencapai
kelenjar air liur nyamuk dan siap ditularkan jika
nyamuk menggigit tubuh manusia.

Manifestasi klinik
Demam
Trias malaria : periode
dingin,panas,berkeringat
Splenomegali
Anemia
ikterus

komplikasi

a. Malaria otak

b. Anemia berat

c. Edema paru

d. Hipoglikemia

Pemeriksaan diagnostik
a. Pemeriksaan mikroskopis malaria
b. QBC (Semi Quantitative Buffy Coat)
meriksaan mikroskopis malaria
c. Pemeriksaan imunoserologis
d. Pemeriksan Biomolekuler

Penatalaksanaan Medis
Malaria tersiana biasanya di tanggulangi
dgn kloroquin namun jika resisten perlu di
tambahakan mefloquin single dosis 500mg
Malaria ovale, berikan klinin dan doksisklin
atau mefloqin
Malaria falcifarum , kombinasi suifadoxin
1000mg dan pirimetamin 25gr

pencegahan
Menghindari gigitan nyamuk,tidur pakai
kelambu,gunakan obat nyamuk,menggunakan obat
oles anti nyamuk
Membersihkan lingkungan,menimbun genangan air,
membersihkan lumut.
Menebarkan pemakan hentik,menekan kepadatan
nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan
jentik,sperti ikan kepala timah,nila merah,gupi,mujair,
Pengobatan pencegahan,2 hari sebelum berangkat ke
daerah malaria dgn pemberian obat yaitu minum obat
doksisilin 1x1/hari sampai 2 minggu setelah keluar dari
lokasi endemis malaria.

Diagnosa keperawatan
1.

2.

3.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan


tubuh berhubungan dengan asupan makanan
yang tidak sdekuat ; anorexia; mual/muntah
Hipertermia berhubungan dengan
peningkatan metabolisme, dehidrasi, efek
langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus.
Perubahan perfusi jaringan berhubungan
dengan penurunan komponen seluler yang di
perlukan untuk pengiriman oksigen dan
nutrient dalam tubuh.