Anda di halaman 1dari 25

KINEMATIKA MEKANISME

VEKTOR

Di susun oleh :
Tri Laksana Suhardiman
(2106100517)
VEKTOR
1.1 Pengertian
 Besaran yang memiliki harga dan arah.
 Misalnya : kecepatan, percepatan, gaya,
momentum, impuls.
 Digambarkan dengan garis lurus beranak
panah ; panjang garis menyatakan besar
vektor dan arah panah menyatakan arah
vektor.
 Vektor dari titik A ke titik B diberi simbol
AB
B
AB
A
A
ā
O D
d
O
1.2 Penjumlahan vektor

 Suatu partikel bergerak dengan lintasan lengkung


dari titik A ke B, kemudian bergerak dengan
lintasan lengkung dari B ke C ; hasilnya partikel
berpindah dari A ke C.
 Perpindahan dari A ke C merupakan resultan
perpindahan dari A ke B dan perpindahan dari B ke
C. Perpindahan semacam ini tidak dapat
dijumlahkan secara aljabar biasa melainkan
dengan dijumlahkan secara vektor.
 Jika dua vektor akan dijumlahkan, misalnya
vektor ā dan vektor b, maka penjumlahan
vektor tersebut dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
 Vektor b di geser sejajar dengan dirinya hingga
pangkal vektor b berimpit dengan ujung vektor
ā, vektor ā + b adalah vektor dari pangkal ā ke
ujung b pindahan atau
 Vektor ā digeser sejajar dengan dirinya hingga
pangkal vektor ā berimpit dengan ujung vektor
b, vektor b + ā adalah vektor dari pangkal b ke
ujung ā pindahan.
b

b + ā b
b
ā + b

ā
 Jika tiga vektor yang akan dijumlahkan,
misalkan a,b,c maka penjumlahan dapat
dilakukan dengan cara :
 Menggeser vektor b ke ujung ā menghasilkan
vektor ā + b yaitu vektor dari pangkal a ke ujung
vektor b, menggeser vektor c ke ujung vektor ā
+ b menghasilkan vektor (ā + b) + c yaitu
vektor dari pangkal ā + b ke ujung vektor c.
 Menggeser vektor c ke ujung b menghasilkan
vektor b + c yaitu vektor dari pangkal b ke ujung
c ; menggeser vektor b + c ke ujung a
menghasilkan vektor ā + (b + c) yaitu vektor
dari pangkal ā ke ujung vektor (b + c)
ā + (b + c)

ā + (b +
c)

ā + (b + c)

Dari gambar terlihat bahwa :


(ā + b) + c = ā + (b + c) (asosiatif)
1.3 Pengurangan Vektor

 Dua buah vektor ā dan b besarnya


sama dan arahnya berlawanan maka
vektor b dinamakan vektor negatif
dari vektor ā atau sebaliknya.
 Pada prinsipnya pengurangan vektor
adalah penjumlahan vektor dengan
vektor negatifnya.
b = - ā

d

c - d
d

-d

d - c
1.4 Perkalian vektor

 Perkalian vektor dengan skalar


 Suatu vektor dikalikan dengan skalar adalah
vektor. Misalnya vektor ā dikalikan dengan n (n =
skalar) adalah vektor yang besarnya sama dengan
n ā, sedangkan arahnya sama dengan bila n
positif atau arahnya berlawanan dengan arah
vektor ā bila n negatif. Perkalian skalar dengan
vektor ini bersifat komutatif

nā=ān
 Perkalian skalar dari dua vektor
 Dikenal dengan nama perkalian titik dari dua vektor.
Perkalian skalar dari dua vektor ā dan b ,ditulis ā.b
hasilnya adalah skalar, didefinisikan : a.b = a b cos θ
 ā.b = a b cos θ (dengan θ= sudut antara vektor ā dan
vektor b)
 ā.b dapat ditulis = (a)(bcos θ), yaitu besarnya vektor ā
dikalikan proyeksi vektor b pada arah vektor ā atau
juga dapat ditulis ā.b = (a cos θ)b, yaitu proyeksi
vektor ā ke arah vektor b dikalikan besarnya vektor b.
Perkalian skalar dari dua vektor bersifat komutatif :
ā.b = b. ā
ab cos θ= ba cosθ
 Perkalian vektor dari dua vektor
 Perkalian vektor antara dua vektor dikenal
dengan perkalian silang dari dua vektor,
didefinisikan :
 ā x b = adalah vektor yang besarnya ab sin

θ arahnya adalah arah maju skrup kanan


bila diputar dari arah vektor ā ke arah
vektor b melalui sudut terkecil.
 Besarnya vektor ā x b = ab sin θ (dengan θ

= sudut antara vektor ā dan vektor b)


 Dengan memperhatikan definisi ā x b, maka

b x ā = -(ā x b) (anti komutatif)


ab sin θ ā x b
b

ba sin θ b x ā
1.5. Komponen Vektor dan Satuan

 Untuk memudahkan operasi besaran


vektor, setiap vektor dapat diuraikan
menjadi komponen- komponen ke
arah sumbu-sumbu koordinat. Dalam
bidang datar, vektor ā dapat
diuraikan menjadi komponen ax dan
ay
Komponen vektor dalam bidang datar
y

ay a

θ
x
ax

 Besar vektor ā = |ā| = a


a= x a
2
+ a y
2
arah vektor a mengapit sudut θ dengan sumbu
x, dengan :
ay
tan θ =
ax
Dalam ruang vektor ā dapat diuraikan
menjadi komponen-komponen ax,ay, dan az

az

γ ā
a

α β
ay

ax
Besar vektor ā = |ā| = a
2 2 2
a= ax + a y + az
 Arah vektor a mengapit sudut α, β, γ
berturut-turut dengan sumbu x,y,z
dengan : ax
2 2 2
a x +a y +a z
 cos α =
ay
2 2 2
a x +a y +a z
 cos β =
az
2 2 2
a x +a y +a z
 cos γ =
Setiap vektor dapat ditulis dengan
besaran vektor dikalikan vektor
satuannya, misalnya :
ā=aâ
a = besar vektor ā
â = vektor yang panjangnya satu satuan,
arahnya searah dengan vektor a

a=aâ=4â

a=4
Dalam koordinat cartesian, vektor satuan ke
arah sumbu x,y, dan z berturut-turut : î, ĵ,
dan Ќ
z

ĵ y

x
Dengan menggunakan vektor satuan î, ĵ, Ќ vektor ā
yang dilukiskan dalam komponen vektor dalam
ruang dapat ditulis :

 ā = āxî + āyĵ + āzЌ

 Penjumlahan dua vektor :


ā + b = (ax + bx)î + (ay + by)ĵ + (az + bz)Ќ

 Pengurangan dua vektor


ā - b = (ax - bx)î + (ay - by)ĵ + (az - bz)Ќ
Perkalian titik dua vektor :

 î.ĵ =ĵ.î=0
 î.Ќ=Ќ.î=0
 ĵ.Ќ=Ќ.ĵ=0

 Jadi ā . b = axbx + ayby + azbz


Perkalian cross dari dua vektor :
 îxî=ĵxĵ=ЌxЌ=0
 î x ĵ = Ќ ĵ x î = -Ќ
 ĵ x Ќ = î Ќ x ĵ = -î
 Ќ x î = ĵ î x Ќ = -ĵ

Î ĵ Ќ
ā x b = ax ay az
bx by bz
SELESAI
 TERIMA KASIH