Anda di halaman 1dari 54

AKUNTANSI SKPD

Berbasis Akrual

Disampaikan Oleh:
Rr. Sri Pancawati Martiningsih, SE., M.Sc., Ak., CA.

REGULASI
PP No. 71 Tahun 2010

1.

Lampiran 1: Standar Akuntansi Pemerintahan


Berbasis Akrual

Permendagri No 64 Tahun 2013

2.

Lampiran 2: Panduan Penyusunan Sistem


Akuntansi Pemerintah Daerah

10/12/15

Subbab Sistem Akuntansi SKPD

Laporan Keuangan Pemda


1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.

Laporan Realisasi Anggaran (LRA)


Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
(SAL)
Laporan Operasional (LO)
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
Neraca
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Laporan Realisasi
Anggaran

10/12/15

4 Pendapatan-LRA
xxx
5 Belanja
(xxx)
6 Belanja transfer
(xxx)
Surplus/Defisit LRA
xxx
7 Pembiyaan
xxx
SiLPA/SiKPA
xxx

Laporan Operasional

10/12/15

8 Pendapatan-LO
xxx
9 Beban
(xxx)
Surplus/Defisit Operasional
xxx
93 Surplus/Defisit Non Operasional
xxx
Surplus/Defisit Sebelum Pos luar biasa
xxx
94 Pendapatan/Beban luar biasa
xxx
Surplus/defisit-LO
xxx

Persamaan Akuntansi:

Cash to Accrual

t=o Aset = Utang + Ekuitas


t=1 A = U + (E + SiLPA)
A = U + E + P Bj + PPn - PPg
A + Bj + PPg = U + E + P + PPn
AKUN

10/12/15

TAMBAH

KURANG

Aset

Utang

Ekuitas

Pendapatan

Belanja

Pembiayaan
Penerimaan

Pembiayaan
Pengeluaran

Persamaan Akuntansi:

Accrual Basis

1. Persamaan LO
t=o Aset = Utang + Ekuitas
t=1 A = U + (E + S/D LO)
A=U+E+PB
A+B=U+E+P
AKUN

10/12/15

TAMBAH

KURANG

Aset

Utang

Ekuitas

Pendapatan

Beban

Persamaan Akuntansi:

Accrual

Basis

2. Persamaan LRA
SiLPA = Estimasi Perubahan SAL
Est. Perubahan SAL = P Bj + PPn PPg
Est. Perubahan SAL + Bj + PPg = P + PPn
AKUN

10/12/15

TAMBAH

KURANG

Est Perubahan SAL

Pendapatan

Belanja

Pembiayaan
Penerimaan

Pembiayaan
Pengeluaran

Akuntansi Anggaran
(Opsional)

10/12/15

Dasar:
DPA SKPD
Jurnal awal tahun (pengesahan anggaran):
D: Estimasi Pendapatan
xxx
D: Est. Perubahan SAL
xxx
K:
Apropriasi Belanja
xxx
Jurnal penutup akhir tahun :
D: Apropriasi Belanja
xxx
D: Est. Perubahan SAL
xxx
K:
Estimasi Pendapatan
xxx
9

Akuntansi Pendapatan
LRA
dan
Akuntansi Pendapatan
LO

10/12/15

10

Pendapatan LRA: Pengertian


Pendapatan LRA adalah semua penerimaan

Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang


menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode
tahun anggaran yang bersangkutan yang
menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu
dibayar kembali oleh pemerintah.
Persamaan:
Pendapatan LRA = Belanja + SAL

Implikasi:
Pendapatan LRA ber (+) maka Kasda ber (+)
Pendapatan LRA ber (+) maka SAL ber (+)
Penerimaan kas yang harus dibayar kembali di masa
yad merupakan Pembiayaan Penerimaan

10/12/15

11

Pendapatan LRA: Pengakuan dan Pengukuran


Pengakuan Pendapatan LRA:

saat terjadinya pengeluaran dari Rekening


Kas Umum Negara/Daerah
Pengukuran Pendapatan LRA:
Pendapatan-LRA diukur berdasarkan azas
bruto
membukukan penerimaan bruto
tidak mencatat jumlah netonya (setelah

dikompensasikan dengan pengeluaran).

Jika pengurang pendapatan-LRA bruto


(revenue offset) bersifat variabel terhadap
pendapatan dan tidak dapat dianggarkan
terlebih dahulu maka asas bruto dapat
dikecualikan.
10/12/15

12

Klasifikasi Pendapatan LRA


(PSAP No 2, PP 71/2010)
41 Pendapatan PAD LRA
411 Pendapatan Pajak Daerah - LRA
412 Pendapatan Retribusi Daerah - LRA
413 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan LRA
414 Lain-lain PAD yang sah - LRA
42 Pendapatan Transfer LRA
421 Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - LRA
422 Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Lainnya - LRA
423 Pendapatan Transfer Pemerintah Daerah Lainnya - LRA
424 Pendapatan Bantuan Keuangan - LRA
43 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah LRA
431 Pendapatan Hibah - LRA
432 Pendapatan Lainnya - LRA
13

Pendapatan LO: Pengertian


Pendapatan LO adalah hak pemerintah

pusat/daerah yang diakui sebagai penambah


ekuitas dalam periode tahun anggaran yang
bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali
Persamaan (PP 71/2010):
Thn ke-0: Aktiva = Utang + Ekuitas
Thn ke-1: Aktiva = Utang + (Ekuitas + Surplus LO)
Thn ke-1: Aktiva = Utang + (Ekuitas + Pendapatan LO
Beban)
Implikasi:
Pendapatan LO ber (+) maka Surplus LO ber (+) dan
Ekuitas ber (+)
Pendapatan LO ber (+) maka Aktiva ber (+)
10/12/15

14

Pendapatan LO: Pengakuan dan Pengukuran


Pendapatan LO diakui saat terdapat kemungkinan besar
manfaat ekonomi masa depan akan terjadi. PendapatanLO diakui pada saat:
a)
Timbulnya hak atas pendapatan;
b)
Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk
sumber daya ekonomi.
Pengukuran Pendapatan LO:
Pendapatan-LO diukur berdasarkan azas bruto
membukukan penerimaan bruto
tidak mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran).
Jika pengurang pendapatan-LO bruto (revenue offset)
bersifat variabel terhadap pendapatan dan tidak dapat
dianggarkan terlebih dahulu maka asas bruto dapat
dikecualikan

10/12/15

15

Klasifikasi Pendapatan LO
(PSAP No 12, PP 71/2010)
81 Pendapatan PAD LO
811
812
813
819

Pendapatan Pajak Daerah - LO


Pendapatan Retribusi Daerah - LO
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan - LO
Lain-lain PAD yang sah - LO

82 Pendapatan Transfer LO
821
822
823
824

Pendapatan
Pendapatan
Pendapatan
Pendapatan

Transfer Pemerintah Pusat - LO


Transfer Pemerintah Pusat Lainnya - LO
Transfer Pemerintah Daerah Lainnya - LO
Bantuan Keuangan - LO

83 Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah LO


831 Pendapatan Hibah - LO
832 Pendapatan Lainnya - LO
83 Lain-lain - LO

84 Pendapatan Non Operasional LO


85 Pendapatan Luar Biasa
16

Akuntansi Pendapatan
1. Penerimaan kas dari piutang pendapatan yg
diakui akhir tahun lalu

Jurnal Keuangan - LO
Dr Kas di BPn / RK PPKD
Cr Piutang Pajak/Retribusi

xxx
xxx

Jurnal Statutory - LRA


Dr Est. Perubahan SAL
xxx
Cr Pendapatan pajak/retribusi LRA xxx

10/12/15

17

Akuntansi Pendapatan

2. Penerimaan pendapatan tunai selama


tahun berjalan

10/12/15

Jurnal Keuangan - LO
Dr Kas di BPn / RK PPKD
xxx
Cr Pendapatan Pajak Daerah LO
xxx
Cr Pendapatan Retribusi Daerah LO
xxx
Jurnal Statutory - LRA
Dr Est. Perubahan SAL
xxx
Cr Pendapatan Pajak Daerah LRA
xxx
Cr Pendapatan Retribusi Daerah LRA
xxx

18

Akuntansi Pendapatan
3. Pengakuan piutang pendapatan pada akhir
tahun kini
Jurnal Keuangan - LO
Dr Piutang pajak/retribusi
xxx
Cr Pendapatan pajak/retribusi LO

10/12/15

xxx

19

Rekonsiliasi
Pendapatan LRA dan Pendapatan LO

Piutang
Pendapat
an awal
tahun

PENDAPATAN
TUNAI

Piutan
g
penda
patan
akhir
tahun

PENDAPATAN LO
PENDAPATAN LRA
10/12/15

20

Rekonsiliasi
Pendapatan LRA dan
Pendapatan LO

Pendapatan LRA
xxx
Piutang Pendapatan akhir tahun lalu
(xxx)
Piutang Pendapatan akhir tahun kini
xxx
Pendapatan LO
xxx

10/12/15

21

Pendapatan LRA: Koreksi (Restitusi)


Pengembalian bersifat normal dan berulang:
Pengembalian diakui sebagai pengurang pendapatan
LRA
Pengembalian bersifat tidak berulang:

Berasal dari pendapatan LRA tahun berjalan


Pengembalian diakui sebagai pengurang pendapatan

LRA

Berasal dari pendapatan LRA tahun


sebelumnya
Pengembalian diakui sebagai pengurang SAL

10/12/15

22

Pendapatan LRA: Koreksi (Restitusi)

Tidak berulang
Terjadi pada periode sebelumnya
Mempengaruhi posisi kas(menambah/mengurang saldo kas)
Laporan keuangan sudah terbit.

PP 24

Pembetulan pada akun


Ekuitas Dana Lancar

PP 71

Pembetulan pada akun kas dan


akun Saldo Anggaran Lebih

Dalam PP 24 tidak dibedakan penerimaan


pendapatan-LRA dan pendapatan-LO
23

Pendapatan LO: Koreksi (Restitusi)


Pengembalian bersifat normal dan berulang:
Pengembalian diakui sebagai pengurang pendapatan
LO
Pengembalian bersifat tidak berulang:

Berasal dari pendapatan LO tahun berjalan


Pengembalian diakui sebagai pengurang pendapatan

LO

Berasal dari pendapatan LO tahun


sebelumnya
Pengembalian diakui sebagai pengurang Ekuitas

10/12/15

24

Pendapatan LO: Koreksi (Restitusi)

Tidak berulang
Terjadi pada periode sebelumnya
Mempengaruhi posisi kas(menambah/mengurang saldo kas)
Laporan keuangan sudah terbit.

PP 24

PP 71

Pembetulan pada akun


Ekuitas Dana Lancar

Pembetulan pada akun


Kas dan akun Ekuitas

Dalam PP 24 tidak dibedakan penerimaan


pendapatan-LRA dan pendapatan-LO

25

Pengungkapan di CALK

10/12/15

Kebijakan akuntansi mengungkapkan:


Dasar pengakuan pendapatan LRA
Dasar pengukuran pendapatan LRA
Dasar pengakuan pendapatan LO
Dasar pengukuran pendapatan LO
Penjelasan pos-pos laporan keuangan:
Rincian Pendapatan LRA (sesuai Permendagri
64/2013 tentang BAS, halaman 18 s.d 25)
Rincian Pendapatan LO (sesuai Permendagri
64/2013 tentang BAS, halaman 40 s.d 48)
26

Akuntansi Belanja
dan
Akuntansi Beban

10/12/15

27

BELANJA: Pengertian dan


Pengakuan

Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas

Umum Negara/Daerah yang mengurangi Saldo


Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran
bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh pemerintah
Persamaan:
Pendapatan LRA = Belanja + SAL

Implikasi:
Belanja ber (+) maka Kasda ber (-)
Belanja ber (+) maka SAL ber (-)
Pengeluaran kas yang akan diterima kembali di masa yad
merupakan Pembiayaan Pengeluaran
Pengakuan Belanja:
saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum

Negara/Daerah
10/12/15

28

BEBAN: Pengertian
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau

potensi jasa dalam periode pelaporan yang


menurunkan ekuitas, yang dapat berupa
pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya
kewajiban
Persamaan (PP 71/2010):
Thn ke-0: Aktiva = Utang + Ekuitas
Thn ke-1: Aktiva = Utang + (Ekuitas + Surplus LO)
Thn ke-1: Aktiva = Utang + (Ekuitas + Pendapatan LO
Beban)
Implikasi:
Beban ber (+) maka Surplus LO ber (-) dan Ekuitas ber
(-)
29
10/12/15 Beban ber (+) maka Utang ber (+)

BEBAN: Pengakuan
saat terjadinya penurunan manfaat ekonomi

atau potensi jasa,


Contoh penyusutan atau amortisasi.

Dr Beban Penyusutan
Cr Akumulasi Penyusutan

xxx
xxx

Saat terjadinya konsumsi aset,


Contoh pemakaian inventaris/barang
Dr Beban barang
xxx
Cr Macam Kredit
xxx
Saat timbulnya kewajiban,
Utang rekening telepon dan listrik
Dr Beban Listrik
xxx
Cr Utang PLN
xxx
10/12/15

30

BEBAN: Pengukuran

Pengorbanan yang dapat diasosiasikan


untuk memperoleh pendapatan

Alokasi biaya perolehan pada periode


yang memanfaatkannya

Beban untuk menagih pendapatan

Beban penyusutan dan amortisasi

Biaya (pengorbanan ekonomi) yang


dibebankan dalam periode terjadinya

10/12/15

Beban dari belanja tidak langsung

31

Klasifikasi Belanja vs Beban


1.

2.

3.

Permendagri 13/2006 (Penganggaran Belanja)


Klasifikasi belanja untuk kepentingan manajerial.
Untuk administrasi anggaran, belanja diklasifikasi menurut kelompok
Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung
PSAP No 2, PP 71/2010 (Laporan Realisasi Anggaran)

Klasifikasi belanja untuk kepentingan pertanggungjawaban

Untuk penyajian LRA, belanja diklasifikasi menurut klasifikasi ekonomi


PSAP No 12, PP 71/2010 (Laporan Operasional)
Klasifikasi Beban untuk kepentingan pertanggungjawaban
Untuk penyajian LO, beban diklasifikasi menurut klasifikasi ekonomi

Klasifikasi Beban
. Untuk penyajian LO
. Untuk kepentingan pertanggungjawaban (akuntanbilitas)
32

Klasifikasi
Anggaran Belanja
(Permendagri 13/2006)
1. Kelompok belanja tidak langsung terdiri dari:
belanja pegawai;
belanja bunga;
belanja subsidi;
belanja hibah;
belanja bantuan sosial;
belanja bagi hasil;
bantuan keuangan; dan
belanja tidak terduga.
2. Kelompok belanja langsung terdiri dari:
belanja pegawai;
belanja barang dan jasa; dan
belanja modal.

33

Klasifikasi
Realisasi Anggaran Belanja
(PSAP No 2, PP 71/2010)
51 Belanja operasi terdiri dari:

511 belanja pegawai;


512 belanja barang dan jasa;
513 belanja bunga;
514 belanja subsidi;
515 belanja hibah;
516 belanja bantuan sosial;

52 Belanja modal
53 Belanja tidak terduga
62 Belanja transfer (bagi hasil)
34

KONVERSI
Anggaran Belanja menjadi Realisasi Anggaran Belanja
ANGGARAN BELANJA
A. Belanja Tidak langsung

Belanja Pegawai

Belanja Bunga

Belanja Subsidi

Belanja Hibah

Belanja Bantuan
Sosial

Belanja Bagi Hasil

Bantuan Keuangan

Belanja Tak Terduga


B. Belanja langsung

Belanja Pegawai

Belanja Barang dan


Jasa

Belanja Modal

REALISASI ANGGARAN BELANJA

Belanja Pegawai *)
Belanja Barang dan
jasa *)
Bunga *)
Subsidi *)
Hibah *)
Bantuan Sosial *)
Belanja Modal
Belanja Tidak
Terduga
Belanja Bagi Hasil
(Transfer)
*) diklasifikasi sebagai

35

Klasifikasi Beban
(PSAP No 12, PP 71/2010)
91 Beban operasi terdiri dari:

911 Beban pegawai;


912 Beban barang dan jasa;
913 Beban bunga;
914 Beban subsidi;
915 Beban hibah;
916 Beban bantuan sosial;
917 Beban penyusutan;
918 Beban penyisihan piutang;
919 Beban lain-lain

92 Beban transfer
93 Beban non operasional
94 Beban luar biasa
36

PERBANDINGAN
BELANJA LRA DAN BEBAN - LO
BELANJA: LRA

Belanja Pegawai *)
Belanja Barang *)
Bunga *)
Subsidi *)
Hibah *)
Bantuan Sosial *)
Belanja Modal
Belanja Tidak
Terduga
Belanja Bagi Hasil
(Transfer)
*) diklasifikasi sebagai
10/12/15
Belanja Operasi

BEBAN: LO

Beban pegawai;
Beban barang/ persd;
Beban bunga;
Beban subsidi;
Beban hibah;
Beban bantuan
sosial;
Beban penyusutan;
Beban Penyisihan
piutg
Beban transfer;
Beban lain-lain

Beban luar biasa


Aktiva Tetap

37

Beban Penyusutan dan


Beban Penyisihan Piutang
Beban penyusutan aktiva tetap dilakukan dengan
metode:
a)
Metode garis lurus (straight line method);
b)
Metode saldo menurun ganda (double declining
balance method);
c)
Metode unit produksi (unit of production
method).
Beban penyisihan piutang sebesar % tertentu dari
piutang tak tertagih
10/12/15

38

Beban Non Operasional dan


Beban Luar Biasa

Beban Non Operasional


Defisit penjualan aset non lancar
Defisit penyelesaian kewajiban jangka
panjang
Beban non operasional lainnya

Beban Luar Biasa


Tidak dapat direncanakan
Tidak diharapkan terjadi secara berulang
Diluar kendali pemerintah

10/12/15

39

Akuntansi Beban dan


1. Pembayaran utang Belanja
beban yang diakui akhir tahun lalu

Jurnal Keuangan - LO
Dr Utang beban barang dan jasa
xxx
Cr Kas di BPg / RK PPKD
xxx

Jurnal Statutory - LRA


Dr Belanja barang dan jasa
Cr Est. Perubahan SAL

10/12/15

xxx
xxx

40

Akuntansi Beban dan


2. Pembayaran beban/belanja
tunai selama satu tahun
Belanja

10/12/15

Jurnal Keuangan LO
Dr Beban pegawai;
xxx
Dr Beban barang dan jasa;
xxx
Dr Beban bunga;
xxx
Dr Beban subsidi;
xxx
Dr Beban hibah;
xxx
Dr Beban bantuan sosial;
xxx
Dr Beban lain-lain
xxx
Cr Kas di BPg / RK PPKD
xxx

41

Akuntansi Beban dan


2. Pembayaran beban/belanja
tunai selama satu tahun
Belanja

10/12/15

Jurnal Statutory - LRA


Dr Belanja pegawai;
xxx
Dr Belanja barang dan jasa;
xxx
Dr Belanja bunga;
xxx
Dr Belanja subsidi;
xxx
Dr Belanja hibah;
xxx
Dr Belanja bantuan sosial;
xxx
Dr Belanja tidak terduga
xxx
Cr Est. Perubahan SAL
xxx

42

Akuntansi Beban dan


3. Pengakuan beban
non tunai (beban akrual)
Belanja

Beban Penyusutan:
Dr Beban Penyusutan
Cr Akumulasi Penyusutan AT

xxx
xxx

(Akumulasi Penyusutan disajikan di Neraca sebagai


pengurang biaya perolehan aktiva tetap)

Beban penyisihan piutang


Dr Beban penyisihan piutang
xxx
Cr Penyisihan piutang tak tertagih
xxx
(Penyisihan piutang tak tertagih disajikan di Neraca
sebagai pengurang piutang)

10/12/15

43

Akuntansi Beban dan


Belanja

4. Pengakuan persediaan barang (aset


belum dikonsumsi) pada akhir tahun kini
Dr Persediaan barang
Cr Beban barang dan jasa

xxx
xxx

5. Pengakuan utang beban pada akhir


tahun kini
Dr Beban barang dan jasa
xxx
Cr Utang beban barang dan jasa
xxx

10/12/15

44

Rekonsiliasi
Belanja dan Beban

Utang
Beban
awal
tahun

Belanja
/ Beban
Tunai

Beban
Non Tunai

Beban
Konsum
si Aset

Utan
g
Beba
n
akhir
tahun

BEBAN - LO
BELANJA
- LRA

10/12/15

45

Rekonsiliasi
Belanja dan Beban

10/12/15

Belanja
xxx
Utang beban akhir tahun lalu
(xxx)
Beban non tunai
xxx
Beban konsumsi aset
xxx
Utang beban akhir tahun kini
xxx
Beban
xxx

46

Koreksi Beban
Koreksi beban bersifat normal dan berulang:
Pengembalian diakui sebagai pengurang beban
Dr Kas di BPg / RK PPKD / Macam2 Debet xxx
Cr
Beban ..
xxx
Koreksi beban bersifat tidak berulang:

Berasal dari beban tahun berjalan


Pengembalian beban diakui sebagai pengurang

beban

Berasal dari beban tahun sebelumnya


Jika mengurangi beban maka diakui sebagai

Pendapatan Lainnya LO
Jika menambah beban maka diakui sebagai
pengurang ekuitas
10/12/15

47

Pengungkapan
Belanja dan Beban dalam CALK

10/12/15

Kebijakan akuntansi mengungkapkan:


Dasar pengakuan Belanja
Dasar pengukuran Belanja
Dasar pengakuan Beban
Dasar pengukuran Beban
Penjelasan pos-pos laporan keuangan:
Rincian Belanja (sesuai Permendagri 64/2013
tentang BAS, halaman 25 s.d 38)
Rincian Beban LO (sesuai Permendagri
64/2013 tentang BAS, halaman 48 s.d 54)
48

Akuntansi Aset

Perolehan aset tetap


Jurnal Keuangan
Dr Aset Tetap
Cr RK PPKD

xxx
xxx

Jurnal statutory LRA


Dr Belanja modal
xxx
Cr Est. Perubahan SAL
xxx

10/12/15

49

Akuntansi Aset

Penghapusan aset tetap


Jurnal Keuangan
Dr RK PPKD
xxx
Dr Akumulasi Penyusutan
xxx
Cr Surplus penjualan aset
xxx
Cr Aset Tetap
xxx
Jurnal statutory LRA
Dr Est. Perubahan SAL
xxx
Cr Lain2 PAD yang Sah - LRA xxx

10/12/15

50

10/12/15

Pengungkapan aset di
CALK
Aset diklasifkasikasikan menjadi aset lancar,
investasi jangka panjang, aset tetap, dana
cadangan, dan aset lainnya.
Kebijakan akuntansi aset mengungkapkan:
Dasar pengakuan aset
Dasar pengukuran aset
Metode penyisihan piutang tak tertagih
Metode penyusutan
Penjelasan pos-pos laporan keuangan:
Rincian Aset (sesuai Permendagri 64/2013
tentang BAS, halaman 1 s.d 15)
51

Akuntansi Kewajiban

Pembayaran utang yang diakui akhir


tahun lalu
Jurnal Keuangan
Dr Utang ..
xxx
Cr Kas di BPg / RK PPKD
xxx
Jurnal Statutory LRA
Dr Belanja
xxx
Cr Est. Perubahan SAL
xxx

Pengakuan utang akhir tahun


Dr Beban ..
Cr Utang ..

10/12/15

xxx
xxx
52

Pengungkapan kewajiban di
CALK

10/12/15

Kewajiban diklasifikasikan menjadi kewajiban


lancar dan kewajiban non lancar.
Kebijakan akuntansi aset mengungkapkan:
Dasar pengakuan aset
Dasar pengukuran aset
Metode penyisihan piutang tak tertagih
Metode penyusutan
Penjelasan pos-pos laporan keuangan:
Rincian Aset (sesuai Permendagri 64/2013
tentang BAS, halaman 1 s.d 15)
53

Laporan Keuangan SKPD


1.
2.
3.
4.
5.

Laporan Realisasi Anggaran (LRA)


Laporan Operasional (LO)
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
Neraca
Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)