Anda di halaman 1dari 18

BATUAN SEDIMEN

KELOMPOK 4

1.MUHAMMAD WILDAN
(1204108010057)
2.RIRINA DARA
(1204108010061)
3.NOVA ILHAFNI
(1204108010070)
4.MUYASSIR
(1204108010097)

APA ITU BATUAN


SEDIMEN?
Batuan sedimen (endapan)
merupakan batuan yang terbentuk
dari hasil endapan pelapukan
batuan. Batuan jenis seperti ini
dapat pula terbentuk dari batuan
yang terkikis ataupun dari hasil
endapan sisa-sisa binatang dan
tumbuhan.

APA ITU BATUAN


SEDIMEN?
Menurut ( Pettijohn, 1975 ) batuan sedimen adalah
batuan yang terbentuk dari akumulasi material
hasil perombakan batuan yang sudah ada
sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun
organisme, yang di endapkan lapis demi lapis pada
permukaan bumi yang kemudian mengalami
pembatuan.
Menurut Tucker (1991), 70 % batuan di permukaan
bumi berupa batuan sedimen. Tetapi batuan itu
hanya 2 % dari volume seluruh kerak bumi. Ini
berarti batuan sedimen tersebar sangat luas di
permukaan bumi, tetapi ketebalannya relatif tipis.

KOMPOSISI BATUAN
SEDIMEN
fragmen mineral
mineral autogenic (
mineral allogenik

Fragmen (clast) ,
Matrix , dan Semen
Komponen pembentuk
batuan sedimen klastik :
butiran (clasts), masa
dasar (matrix), dan
semen (semen oksida
besi berwarna coklat
kemerahan)

STRUKTUR BATUAN
SEDIMEN
1.
2.
3.

Struktur Sedimen Primer


Struktur Sedimen Sekunder
Struktur Sedimen Organik

Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya struktur perlapisan


adalah:
Adanya perbedaan warna
Adanya perbedaaan ukuran butir
Adanya perubahan struktur sedimen
Adanya perbedaan komposisi mineral
Adanya perubahan macam batuan
Adanya perubahan kekompakan

STRUKTUR BATUAN
SEDIMEN
Perlapisan :
Lapisan : tebal > 1 cm
Laminasi : tebal < 1 cm
Jenis Perlapisan : Paralel lamination, Cross lamination / cross

beds, Convolute lamination, Gradded bedding, Injection


structures (sandstones dykes).
Struktur di bidang perlapisan:
Di bagian bawah : load cast, flute cast
Di bagian atas : ripple marks, mud cracks, organic marks

(tracks & trails, burrow)

Macam-macam struktur
1.
2.
3.

4.

5.

Masif, Bila tidak menunjukkan struktur dalam atau


ketebalan lebih dari 120 cm.
Perlapisan sejajar, Bila bidang perlapisan saling sejajar.
Ketebalannya lebih dari 1 cm
Laminasi, Perlapisan sejajar yang ukuran atau ketebalannya
lebih kecil dari 1 cm. Terbentuk dari suspensi tanpa adanya
mekanik.
Perlapisan pilihan (graded bedding), Bila perlapisan disusun
atas butiran yang berubah teratur dari halus ke kasar pada
arah vertikal, terbentuk pada arus pekat.
Perlapisan silang siur, Perlapisan yang membentuk sudut
terhadap bidang lapisan yang berada di atas atau di bawah
dan dipisahkan oleh bidang erosi, terbentuk intensitas arus
yang berubah-ubah.

TEKSTUR BATUAN
SEDIMEN
1.
2.
3.
4.

Ukuran Butir
Sortasi atau Derajat Pemilahan
Derajat Pembundaran (Roundness)
Kemas (Fabric)

TEKSTUR BATUAN
SEDIMEN

Tekstur Klastik
Untuk mendiskripsikan tekstur klastik kenampakan yang perlu
diperhatikan adalah :
a) Ukuran dan tingkat keseragaman partikel

Ukuran butir sedimen merupakan faktor penting dalam penamaan


batuan sedimen, klasifikasi yang digunakan biasanya adalah klasifikasi
Wentworth. Tingkat keseragaman butir atau sortasi merupakan
tingklat kopentensi dan efisiensi media pengangkutnya, di bedakan
menjadi : Very well sorted, Well sorted, Moderately sorted dan Very
poorly sorted
b) Bentuk

Dalam mendiskripsikan bentuk partikel, dua sifat harus dibedakan


yaitu Spericity dan Roundness.

TEKSTUR BATUAN
SEDIMEN

Tekstur Non Klastik


Tekstur non klastik terutama dihasilkan oleh presipitasi kimiawi
dan aktifitas organisme.

Contoh-contoh batuannya adalah :


Evaporit yaitu batuan hasil penguapan garam batu, anhidrit, gips,
garam kali dan lain-lain.
Sedimen organik, sisa-sisa dari zat-zat hidup misal gambut
Sedimen silika misal nodul dan konkresi

JENIS-JENIS BATUAN
SEDIMEN
1.

Konglomerat

Jenis Batuan : Sedimen


Warna : kelabu keputihan
Tekstur : Klastik
Struktur : Non Stratified (Greeded Bedding)
Komposisi : sejenis atau campuran rijang, kuarsa, granit, dan lain-lain

2.

Breksi

Jenis Batuan : Sedimen


Warna : Hijau kekuningan
Tekstur : Klastik
Struktur : Non Stratified
Komposisi : sejenis atau campuran dari rijang, kuarsa, granit, kuarsit,
batu gamping, dan lain-lain

JENIS-JENIS BATUAN
SEDIMEN
3. Batu Pasir (Sandstone)
Jenis Batuan : Sedimen
Warna : krem
Tekstur : Klastik
Struktur : Non Stratified
Komposisi : Butir kuarsa

4. Shale (Serpih)
Jenis Batuan : Sedimen
Warna : Coklat kehitaman
Tekstur : Klastik
Struktur : Non Stratified (paralel lamination)
Komposisi : lempung, kuarsa, opal, kalsedon, klorit, dan bijih besi

JENIJENIS BATUAN
SEDIMEN
5. Marmer
Jenis Batuan : Sedimen
Warna : Bervariasi
Tekstur : berupa butiran seperti gula, tekadang terdapat fosil, bereaksi dengan HCl
Struktur : Non foliasi
Komposisi : Kalsit atau Dolomit

6. Coal ( Batu Bara)


Jenis Batuan : Sedimen
Warna : Hitam
Tekstur : Amorf, berlapis, dan teba
Struktur : non Stratified
Komposisi : kompaksi material yang berasal dari tumbuhan, baik berupa akar, batang,
maupun daun

FAKTOR DAN PROSES


PEMBENTUKAN BATUAN
SEDIMEN
Faktor-faktor yang mengontrol terbentuknya sedimen
adalah iklim, topografi, vegetasi dan juga susunan yang
ada dari batuan.

Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk


melalui proses sedimentasi baik secara fisik maupun
secara kimia atau organik

FAKTOR DAN PROSES


PEMBENTUKAN BATUAN
Terjadinya batuan sedimen
terdapat empat tahap yang harus dilalui,
SEDIMEN
yaitu : P1 (pelapukan), P2 (pengangkutan), P3 (pengendapan), dan P4
(perkembangan bentuk).

Batuan sedimen dapat terbentuk dari berbagai jenis batuan. Pada

awalnya terjadi pelapukan batuan, kemudian terjadi erosi atau


terangkut ke suatu tempat dan mengendap.
Setelah mengendap karena adanya tekanan tertentu maka endapan

tersebut akan mengeras dan membentuk batuan sedimen. Jika


ditemukan batuan yang berlapis-lapis dan kadang-kadang terdapat
sisa-sisa kehidupan (fosil) maka dapat dikatakan bahwa batuan
tersebut adalah batuan sedimen

Tahapan diagenesis
Eogenesis : fase sedimentasi hingga
pembebanan di dekat permukaan atau di
permukaan bumi
Mesogenesis : fase pembebanan (midlestage diagenesis) fase pembebanan
lanjut sesudah pembebanan
Telogenesis : fase akhir diagenesis (late
stage diagenesis) ; terjadi setelah
pengangkatan

Thank You