Anda di halaman 1dari 7

HISTOPLASMOSIS

PENYAKIT JAMUR SISTEMIK YANG


DISEBABKAN OLEH HISTOPLASMA
CAPSULATUM ATAU HUBOISII

SEJARAH
DARLING (1905) HISTOPLASMOSIS
KAPSULATUM
BLANCHARD
LEFROU (1922) HISTOPLASMOSIS DUBOSII

DISTRIBUSI GEOGARAFIK
ENDEMIK DI BANYAK NEGARA ( INDONESIA)
EMMONS TANAH YANG MENGANDUNG KOTORAN AYAM,
KELELAWAR, BURUNG
DI INDONESIA KELELAWAR
1968 DITANAH YANG MENGANDUNG KOTORAN AYAM
HISTOPLASMOSIS DUBUISII BARU DI LAPORKAN DARI
AFRIKA

MORFOLOGI
BERSIFAT DIMORFIK
KEDUA SPESIES MEMBENTUK MAKROKONIDIA YANG KHAS
BENTUK RAGI H. DUBOISII ( 8 15 MIKRON )
BENTUK RAGI H. CAPSULATUM ( 2 5 MIKRON )

HISTOPLASMOSIS KAPSULATUM
PATOLOGI DAN KLINIS
INHALASI SPORA ( MIKRONIDIA )
INFILTRAT PARU DAN TERJADI PEMBESARAN HILUS
JUMLAH SPORA BESAR TUBERKULOSIS MILIARIS
DAPAT SEMBUH ATAU DAPAT BERLANGSUG PROGRESIF
MENGENAI SEPARUH / SEMUA PARU KEMATIAN
INFEKSI KEDUA REAKSI JARINGAN GEJALA BATUK
DARAH
MENYEBAR HEMATOGEN (SISTEM RETIKULOENDOTEL)
PEMBERANGKATAN HATI , LIMFA, KELENJAR GETAH
BENING
GEJALA TIDAK KHAS (GEJALA PENYAKIT PARU )
DEMAM, BATUK, SESAK NAFAS, DLL
PENYAKIT MENAHUN MIRIP GEJALA TUBERKULOSIS

DIAGNOSIS :
PEMERIKSAAN SPUTUM LANGSUNG ( SEDIAAN GIEMSA )
JAMUR TERLIHAT SEBAGAI SEL RAGI INTRASEL
BIAKAN ( SDA )
PEMERIKSAAN BAHAN BIOPSI (SEDIAAN TEKAN GIEMSA)
SEROLOGI

PENGOBATAN :
AMFOTERISIN B ( OBAT PILIHAN )
INTRAVENA ( DIMULAI DOSIS RENDAH ) 50 mg/HARI/50 kg BB
DOSIS TOTAL SEBANYAK 2500 mg ( ORANG DEWASA )
ANAK DISESUAIKAN DENGAN UMUR DAN BERAT BADAN
DERIVAT AZOL ( KETOKONAZOL ) DOSIS 400 mg /HARI
ITRAKONAZOL 2 X 100 mg /HARI ( DIBERIKAN BEBERAPA BULAN
SAMPAI GEJALA KLINIS HILANG
SEROLOGI 3 X BERTURUT TURUT DENGAN SELANG WAKTU
BULAN TETAP (- )

PROGNOSIS :
UMUMNYA BAIK KECUALI KEADAAN SUDAH LANJUT
( DIGNOSIS TERLAMBAT)

EPIDEMIOLOGI :
H . CAPSULATUM HIDUP SEBAGAI SAPROFIT DITANAH
YANG MENGANDUNG :TINJA AYAM,KELELAWAR, BURUNG
INFEKSI DENGAN INHALASI SPORA ( MIKROKONIDIA )
PEMERIKSAAN UJI KULIT (HISTOPLASMA POSITIF )

HISTOPLASMOSIS DUBOISII
PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS
INFEKSI TERJADI DENGAN INHALASI SPORA
SERINGKALI JAMUR MENYEBAR KE TULANG
GEJALA YANG DITIMBULKAN TIDAK KHAS
( MENYERUPAI OSTEOSARKOMA )

DIAGNOSIS
BIOPSI, P.A.JAMUR TERLIHAT SEL RAGI 8- 15 MIKRON
BIAKAN PADA SUHU KAMAR ( KOLONI FILAMEN )
BIAKAN PADA SUHU 37 C ( KOLONI RAGI )

PENGOBATAN
AMFOTERISIN B ( SEPERTI PADA HISTOPLASMOSIS
KAPSULATUM )

PROGNOSIS
BIASANYA BAIK , KECUALI BILA PENYAKIT TELAH
LANJUT

EPIDEMIOLOGI
SAMPAI SEKARANG PENYAKIT INI BARU DITEMUKAN DI
AFRIKA