Anda di halaman 1dari 13

Penyesuaian Anggaran Dasar Yayasan

Menurut
Undang-Undang
Yayasan
(Yayasan Sebagai Badan Hukum Non
Profit Oriented)
Oleh :
Aulia Prima Putra

1520123024

Yena Handayani

1520123026

Jade Maulana M

1520123028

Dani Arifin

1520123030

Sadri

1520123032

Ahmad Iqbal M

1520123034

Yayasan Dari Masa Ke Masa

Lanjutan....
Masa Kolonial Belanda dan Pra UU No 16 Tahun 2001
Istilah yayasan dapat dijumpai dalam beberapa ketentuan KUHPerdata antara
lain :
Pasal 365;
Pasal 899;
Pasal 900; dan
Pasal 1680

KUHPerdata

Problem Yayasan Yang Diatur


KUHPerdata
1.
2.

3.

Tidak ada kepastian hukum;


yayasan sering digunakan untuk menampung kekayaan
para pendiri atau pihak lain, bahkan yayasan dijadikan
tempat untuk memperkaya para pengelola yayasan;
Yayasan tidak lagi bersifat nirlaba, namun yayasan
digunakan untuk usaha usaha bisnis dan komersial
dengan segala aspek manifestasinya.

SOLUSI ???

We Need The Rules of The Game


Dalam
rangka
menjamin
kepastian
dan
ketertiban hukum agar yayasan berfungsi sesuai
dengan maksud dan tujuannya berdasarkan
prinsip keterbukaan dan akuntabilitas kepada
masyarakat, maka pada tanggal 6 Agustus 2001
disahkan UndangUndang Nomor 16 Tahun
2001 tentang Yayasan yang mulai berlaku 1
(satu) tahun kemudian terhitung sejak tanggal
diundangkan yaitu tanggal 6 Agustus 2002.
But It Still Has a Problem............

Whats The Problem ??


1.

Kurangnya pemahaman yang benar kepada


masyarakat mengenai yayasan;

2.

Belum menjamin kepastian dan ketertiban


hukum; serta

3.

Belum dikembalikannya fungsi yayasan sebagai


pranata hukum dalam rangka mencapai tujuan
tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan
kemanusiaan.

What Should We Do ??...... Reforms The Rule

UU No. 28 Tahun 2004 Sebagai Perbaikan UU No. 6


Tahun 2002 Tentang Yayasan
UndangUndang Nomor 28 Tahun 2004 tidak mengubah seluruh Pasal yang
ada didalam UndangUndang Nomor 16 Tahun 2001. Akan tetapi undangundang ini bertujuan untuk melengkapi UU No. 6 Tahun 2002 agar dapat
memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai
yayasan, menjamin kepastian dan ketertiban hukum serta
mengembalikan fungsi yayasan sebagai pranata hukum dalam rangka
mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan
kemanusiaan.

Example ???

Contoh Perubahan Pada UU No. 28 Tahun


2004
Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang No.16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang
berbunyi sebagai berikut: Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan
memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya, sebagai kekayaan awal.
BANDINGKAN
Pasal 1 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, yaitu: Yayasan
adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan
diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang sosial keagamaan dan
kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota.

Another Examples
Yayasan Sebelum UU No. 28 Tahun 2004, Yayasan-yayasan yang ada saat itu memiliki
banyak sekali kegiatan usaha, yang dalam prakteknya sama sekali jauh dari nilai-nilai
sosial. Kegiatan usaha yayasan dilakukan dengan dikemas seolah-olah merupakan
kegiatan sosial tetapi sesungguhnya hanyalah mesin pencetak uang bagi pendiri dan
pengurusnya.Yayasan-yayasan tersebut pada umumnya memobilisasi dana dari
masyarakat, yang dilandasi oleh kepentingan bangsa dan Negara. Akan tetapi
mobilisasi dana tersebut dilakukan tanpa dilandasi dengan dasar hukum yang cukup,
sehingga dapat memiliki saldo yang sangat besar namun pihak yayasan tidak
mengumumkan dan mempertanggung jawabkan kepada publik yang notabene
merupakan sumber dana yayasan. Sehingga pada akhirnya akan menguntungkan
Pendiri dan Pengurus yayasan tesebut beserta kroni-kroninya.
Kondisi Ini diperbaiki dengan ketentuan Pasal 71 yang menyatakan :
Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, Yayasan yang telah didaftarkan di
Pengadilan Negeri dan diumukan dalam Tambahan Berita Negara RI atau yang telah di
daftarkan di Pengadilan Negeri dan mempunyai ijin melakukan kegiatan dari instansi
terkait, tetap diakui sebagai badan hukum dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga)
tahun terhitung sejak tanggal Undang-undang ini mulai berlaku. Yayasan tersebut
wajib menyesuaikan Anggaran Dasarnya dengan ketentuan Undang-undang ini.
Yayasan yang telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya wajib memberitahukan kepada
Menteri Kehakiman paling lambat 1 (satu) tahun setelah pelaksanaan penyesuaian.

Lanjutan....
Yayasan yang telah didirikan dan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur
pada Pasal 71 UU No. 28 Tahun 2004 dapat memperoleh status badan hukum
dengan cara menyesuaikan Anggaran Dasarnya dengan ketentuan Undang-undang
ini, dengan mengajukan permohonan kepada Menteri dalam jangka waktu paling
lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal Undang-undang ini mulai berlaku.
Yayasan yang tidak menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam jangka waktu yang
ditentukan, tidak dapat menggunakan kata Yayasan di depan namanya dan
dapat dibubarkan berdasarkan Putusan Pengadilan atas permohonan Kejaksaan
atau pihak yang berkepentingan.
Dari Paragraf-Paragraf di atas jelas terlihat :
1.Yayasan

Harus melakukan penyesuaian anggaran dasar agar sesuai dengan


rule of the game yang diatur oleh UU No. 28 Tahun 2004;
2.Jika

tidak dilakukan penyesuaian, maka Yayasan dinyatakan dibubarkan.

Conclution
1.

Kedudukan yayasan dalam hukum formal sebelum dan sesudah berlakunya undang-undang
nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan mengalami perubahan yang sangat signifikan dimana
sebelum berlakunya Undang-undang Nomor 16 Tahun 2001 Pendirian yayasan dan segala
sesuatu yang berkaitan dengan ruang lingkup gerak yayasan di Indonesia hanya didasarkan pada
hukum kebiasaan ataupun jurisprudensi meskipun mungkin terdapat sedikit tambahan atau
penyesuaian dengan kebutuhan. Dengan tidak adanya peraturan khusus yang mengatur tentang
yayasan di Indonesia, maka tidak ada pedoman yang pasti tentang syarat-syarat pendirian
yayasan, tidak jelasnya status yayasan sebagai suatu badan hukum, dan tidak ada guideline
yang tegas untuk menjadikan yayasan yang didirikan tetap pada koridor dan tujuan awal
sebagai organisasi nirlaba. Setelah berlakunya undang-undang nomor 16 tahun 2001 tentang
Yayasan, maka yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan
diperuntukan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan
serta tidak mempunyai anggota, yang dalam proses pendiriannya harus berdasarkan hukum
formal yang berlaku. Meskipun demikian, ketentuan-ketentuan mengenai yayasan yang diatur
di dalam undang-undang nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan belum cukup untuk
mengakomodir bentuk-bentuk kegiatan dari yayasan yang ada, sehingga banyak kita temukan
praktek-praktek yayasan yang lebih berorientasi kepada profit, yang mana hal ini tidak sesuai
dengan tujuan didirikannya suatu yayasan sebagai organisasi non-profit yang bergerak dibidang
kemanusiaan, keagamaan, pendidikan, dan sosial-kemasyarakatan. Oleh karena itu, undangundang ini akhirnya diubah oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan;

2.

Pada dasarnya Undang-Undang Yayasan menganut asas nirlaba atau non profit. Undang-Undang
dengan tegas mengatur mendirikan yayasan bukan untuk bertujuan mencari keuntungan, akan
tetapi sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 angka 1 tentang pengertian yayasan, bahwa
tujuan yayasan di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Asas tersebut juga terlihat pada
Pasal 3 ayat (2) yang menyebutkan bahwa yayasan tidak boleh membagikan hasil kegiatan
usaha kepada Pembina, Pengurus, dan Pengawas ini artinya ketiga organ yayasan tersebut tidak
boleh mencari keuntungan dengan menggunakan lembaga yayasan.

Suggest....
1.

Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia segera melakukan pendataan
terhadap seluruh yayasan yang ada di Indonesia sebagai bentuk implementasi Undang-Undang
Nomor 16 Tahun 2001 j.o Undang-Undang 28 Tahun 2004 Tentang Yayasan;

2.

Membentuk badan penilai kelayakan yayasan untuk melakukan evaluasi kelayakan dan praktik
kegiatan terhadap seluruh yayasan yang terdaftar sebagai bentuk implementasi Pasal 71
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa :

1)

Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, Yayasan yang telah didaftarkan di Pengadilan
Negeri dan diumukan dalam Tambahan Berita Negara RI atau yang telah di daftarkan di
Pengadilan Negeri dan mempunyai ijin melakukan kegiatan dari instansi terkait, tetap diakui
sebagai badan hukum dalam jangka waktu paling lambat 3 (tga) tahun terhitung sejak
tanggal Undang-undang ini mulai berlaku. Yayasan tersebut wajib menyesuaikan Anggaran
Dasarnya dengan ketentuan Undang-undang ini. Yayasan yang telah menyesuaikan Anggaran
Dasarnya wajib memberitahukan kepada Menteri Kehakiman paling lambat 1 (satu) tahun
setelah pelaksanaan penyesuaian.

2)

Yayasan yang telah didirikan dan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatas dapat
memperoleh status badan hukum dengan cara menyesuaikan Anggaran Dasarnya dengan
ketentuan Undang-undang ini, dengan mengajukan permohonan kepada Menteri dalam
jangka waktu paling lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal Undang-undang ini mulai
berlaku. Yayasan yang tidak menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam jangka waktu yang
ditentukan, tidak dapat menggunakan kata Yayasan di depan namanya dan dapat
dibubarkan berdasarkan Putusan Pengadilan atas permohonan Kejaksaan atau pihak yang
berkepentingan.

Thank You For Your Attention..........


(^_^)

Anda mungkin juga menyukai