Anda di halaman 1dari 29

PATOFISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

(DIABETES MELLITUS)

Rennie Puspa N, M.Farm.Klin.,Apt

DIABETES MELLITUS :
Sekelompok gangguan metabolik khronik,
ditandai oleh hiperglikemia yang berhubungan
dengan abnormalitas , metabolisme karbohidrat,
lemak, protein,disebabkan oleh defek sekresi
insulin, sensitivitas insulin atau keduanya dan
mengakibatkan terjadinya komplikasi kronis
termasuk mikrovaskular, makrovaskular dan
neuropati

DIABETES MELLITUS (DM)


DM termasuk penyakit endokrin
Endokrin:
1. Glandula suprarenalis
a. adrenal korteks (kortikosteroid)
b. adrenal medula (NE, E)
2. Paratiroid hormon - metabolisme kalsium
3. Tiroid ( T3, T4)
4. Hormon reproduksi (pria & wanita)
5. Hipofisis Pituitari
a. anterior (ACTH, GH, LH dll)
b. posterior (oksitosin, vasopresin/ADH)
6. Pankreas
a. eksokrin (zimogen, pepsinogen, tripsinogen,
lipase dsb)
b. endokrin (insulin, glukagon, somatostatin dsb)

ENDOKRIN PANKREAS:
(setidaknya ada 4 macam sel pankreas)
apa kaitan dengan DM ?
Sel A menghasilkan: glukagon, proglumid,
GLP-I (glucagon like peptide) & GLP-2
Sel B menghasilkan: insulin,amyllin, GABA
(gamma aminobutyric acid)
diduga GABA disini bekerja
menghambat pelepasan glukagon
(counter regularory hormon)
Sel D menghasilkan: somatostatin
Sel F/ PP (poly peptide) cell menghasilkan :
polipeptid

Hormon islet pankreas


HORMON
Glukagon

Insulin

KENDALI SEKRESI ( dan hasil aksi)


Stimulasi : penurunan glukosa darah, intake protein
Inhibisi : somatosatin, insulin
Aksi : peningkatan glukosa darah--- mekanisme?

Stimulasi : peningkatan kadar glukosa darah, ACH,


arginin-leusin, glukagon, GIP, hGH, ACTH
Inhibisi : somatostatin
Aksi : penurunan glukosa darah, peningkatan
lipogenesis, sintesa protein
Somatosatin Inhibisi : panreatic polipeptida
Aksi: hambat sekresi glukagon dan insulin
Pacreatic polipeptida :
Stimulasi : intake protein, puasa, olah raga,
hipoglikemi akut
Inhibisi : peningkatan kadar glukosa
Aksi : inhibisi sekresi somatostatin, kontraksi
kantung empedu, sekresi enzim pankreas

III. Efek metabolik dari insulin


(di liver, otot, dan jaringan adipose)
(i) KH (karbohidrat):
meningkatkan () glikogenesis (otot, liver)
() glikolisis
menurunkan
() glikogenolisis (otot, liver)
() glukoneogenesis(liver)
(ii) lipida : () penggunaan lemak diet (adipose)
( ) lipogenesis (adipose)
() ketogenesis (otot, liver, adipose)
(iii) protein: () sintesis protein (otot, liver, adipose)
() proteolisis (otot, liver, adipose)

METABOLISME NORMAL :
energi dari nutrisi growth, repair dan normal functioning
A. Metabolisme KH :
1) absorpsi KH d-form hexose (glukose,galaktose,
fruktose) untuk:
i) menghasilkan ATP
ii) sintesis asam amino
iii) sintesis glikogen
iv) sintesis TG/lemak

A. Metabolisme KH :
2) glukose katabolisme :
a. dalam sitosol tahap
i) glikolisis 1 mol glukose 2 mol asam piruvat
ii) asam piruvat jalur aerobik asam piruvat masuk
dalam mitokondria pembentukan gugus asetil +
CoA, masih dlm mitokondria aseti-CoA masuk
siklus Krebs/ siklus sitrik reaksi rantai transport
elektron (dari hasil siklus Krebs) ;
iii) dari tahap (i) tsb piruvat ke jalur
anaerobik /dalam sitosol: asam piruvat oleh
NADH asam laktat
(CoA derived dari asam panntothenat /vit B endogen/
bakteri usus)

b. hasil utama Krebs: energi besar berupa NADH, H,


FADH2 dan ATP utk proses respirasi oksidasi dll, + CO2
diekskresi lewat paru (electron transport chain)
N/FAD=Nikotinamid/Flavin Adenin Dinukleotid
Sumber NAD (endonenous diderived dari asam amino
triptofan nikotinamid/niacin)
c. Electron transport chain dg bantuan electron carrier
molecule a.l.:
i) FMN (flavin mono nukleotid (dari vit. B2)
ii) cytochrom (protein dg Fe grup/hem
iii) Fe-Sulfur (Fe-S)
iv) atom Cu
v) Coenzyme 10 (Q) non protein BM kecil mobile pada
lipid bilayer inner membran sel

3) Glukose anabolisme :
a. glikogenesis (dg ATP, UDP)
glikogenesis distimulasi insulin
reaksi dari glikogen ke glukose oleh ensim fosforilase
glikogenolisis/ peruraian glikogen distimulasi oleh glukagon
dan epinefrin
b. glukoneogenesisi konversi molekul non-karbohidrat
(asam amino, asam laktat, gliserol) lewat piruvat
glukose
Glukoneogenesis distimulasi oleh glukagon dan
kortisol.

Epinephrine
Adenylate cyclase

ATP

Cyclic AMP
Protein kinase

Inactive
phosphorilase b
kinase + ATP

Activated
phosphorilase b
kinase

Phosphorylase b
+ ATP
Glycogen

Phosphorylase a

Glucose-1-phosphate

B. Metabolisme lipida:
transport lipida :
Eksogen : dengan bantuan apoprotein (Apo B100, Apo
C2, Apo E dsb) Lipoprotein
Endogen : LDL, IDL, VDL, HDL
1) lipid katabolisme/ lipolisis:
trigliserid/TG asam lemak dan gliserol ;
gliserol piruvat glukose;
sedang asam lemaknya asetil-CoA keton bodies
/ketogenesis dalam liver (Asetil-CoA juga akan masuk ke
siklus Krebs).
Lipogenesis distimulasi insulin ;
Lipolisis distimulasi epinefrin, NE, dan kortisoll.

B. Metabolisme lipida
2) lipid anabolisme / lipogenesis:
di sel hepatosit dan sel adipose, dari asam amino
tertentu atau glukose lipogenesis, distimulasi insulin.
Ketositosis terjadi bila:
i) glukose tdk masuk sel (pada DM) TG digunakan
untuk produksi ATP;
ii) insulin tidak ada, yang seharusnya menghambat
lipolisis
iii) keton bodies banyak dalam darah ketosis H+
asidosis ketotik

C. Metabolisme protein:
1) Anabolisme protein
- ada 20 asam amino dalam tubuh,
10 adalah esensial diperlukan tubuh yang harus ada
dalam diet. Jadi asam amino hrs didapat dari makanan.
Asam amino non-esensial dapat disintesis
dalam tubuh poses transaminasi piruvat dalam siklus
Krebs.
Sintesis protein melibatkan RNA, dan DNA.
Stimulasi sintesis oleh: IGF /Insulin Growth Factor,
Thyroid hormon (T3, T4), insulin, estrogen, testostero
transport asam amino masuk sel distimulasi IGF
(Insuline growth factor.
Kegunaan protein a.l.: hormon, protein, sel, komponen

2) katabolisme protein :
(i) distimulasi oleh kortisol (adrenal korteks),
penurunan insulin, starvation.
Protein asam amino.
(ii) asam amino masuk siklus Krebs asetil-CoA
oksidasi energi

(Ganong 276)

(iii) dalam hepatosit asam amino asam


lemak/fatty acid, benda keton, atau glukose

BATASAN DIABETES MELLITUS


Kriteria diagnostik DM apabila terdapat gejala DM (poliuri,
polidipsi, polifagi dan penurunan berat badan tanpa sebab
yang jelas) ditambah salah satu dari :
1. GDA 200 mg/dl ( 11,1 mmol/L)
Acak --- waktu kapapun tanpa memperhatikan jangka waktu sejak
terakhir makan
2. GDP

126 mg/dl (7 mmol/L).


Puasa --- tidak ada asupan kalori selama 8 jam

3. GD 200 mg/dl sesudah beban glukosa 75 g pada TTGO


Apabila tidak terdapat gejala DM maka harus terdapat hasil dua
dari kadar glukosa yang telah disebutkan di atas

GANGGUAN TOLERANSI GLUKOSA (IFG)


Katagori toleransi glukosa
Gula darah puasa
Normal : < 110 mg/dl
GTG
: 110 mg/dl

DM

tetapi < 126 mg/dl

: 126 mg/dl

Gula darah -TTGO :


Normal : < 140 mg/dl
GTG : 140 mg/dl tetapi < 200 mg/dl
DM
: > 200 mg/dl
25 % berkembang menjadi DM
DM-penetapan diagnosa oleh klinisi
!! Aspek sosial, asuransi , pekerjaan dll

KLASIFIKASI DIABETES MELLITUS


- DM tipe I karena destruksi sel beta---defisiensi insulin absolut
- DM tipe II karena resistensi insulin dan atau defek sekresi
insulin
- DM tipe lain :
- penyakit dari pankreas eksokrin (pankreatitis, Neoplasia)
- endokrinopati (al. acromegaly, cushing syndrome)
- induksi obat atau zat kimia dan lain2
- DM Gestasional

Lain: Primary DM : Tipe I, II, Gestasional


Secondary DM

ETIOLOGI
- DM tipe I
- Autoimun
- Infeksi virus
Genetik-HLA
deteksi : ICA-islet cell antibody
IAA-Insulin Autoantibody
- DM tipe II
Tidak jelas
Defisiensi insulin
Resistensi insulin
Genetik berperan
Insulin dapat normal bahkan meningkat tetapi sensitivitas
target menurun
Obese
Intake berlebihan, aktivitas fisik kurang

Some feature distinguishing tipe 1 from tipe 2 DM


Type I

Type II

Synonym
Age at onset
Ketosis
Body weight
Prevalence/Incidence
Genetics
HLA association
Monozygotic twin
Studies
Circulating islet cell
antibodies
Associated with other
autoimmune phenomena
Treatment with insulin
Complications
Insulin secretion

IDDM
Usually < 30
Common
Nonobese
0.2 0.3 %/ 10-1%

NIDDM
Usually > 40
Rere
Obese ( 80 % )
2 4 %/ >75%

Yes
30-50 % concordance rate
Yes

No
90 100 % concordance
rate
No

Occasionally

No

Always necessary
Frequent
Severe deficiency

Insulin resistance

Occasional with poor control


or excessive insulin antibodies

Usually not necessary


Frequent
Variable : moderate deliciency to
hyperinsulinemia
Usual due to receptor and
postreceptor defects.

Akibat metabolisme - DM :
a. Hiperglikemia hiperosmolar poliuria, polidipsia, polifagia,
elektrokit dsb.
b. hiperglikemia poliol reaksi /reaksi aldose reduktase sorbitol dsb
c. gluokose + amine dr asam amino base Schiff reaksi
Amadori/produk AGEs
d. produk AGEs kerusakan struktur protein, MB,
kolagen sendi/tulang
e. benda keton ketonemia & ketoasidosis
f. laktat lakto asidosis (bila ada stress metabolik,
CHF) pada anaerobik piruvat laktat
g. lipida produk lipolisis dislipidemia
(lipoprotein VDL, IDL, TG, kholesterol, HDL)
komplikasi akut dan/atau khronis

endotel, vaskuler ,

TERAPI - DIABETES MELLITUS


TUJUAN TERAPI
- Pengendalian kadar glukosa darah sepanjang hari pada rentang
acceptable
- Menjaga pertumbuhan dan perkembangan normal pada
anak-anak
- Menghindarkan gejala DM
- Menghindarkan hipoglikemia
- Meminimalkan dan mencegah komplikasi
GOALS OF THERAPY

Parameter

Norma Acceptable
l

Fasting plasma glucose (mg/dl)


< 110
Postprandial plasma glicose (mg/dl) <140
Glycosylated hemoglobin (%)
<6

<140
<175
<8

Fair

Poor

<200
<235
8-9,5

>200
>235
>10

Non Obat
a. latihan/excersise
meperbaiki sensitivitas insulin , toleransi glukosa
b. diet ada formula komposisi makanan
kebutuhan kalori/hari
DM2 pencapaian glukosa darah, juga profil
lipid, tekanan darah dan penurunan berat badan
e. restriksi alkohol/rokok lipolisis, HT
Obat
- Insulin
- OAD DM2 pengendalian glukosa gagal walau diet
tepat, olah raga dan berat badan turun

Kelompok Obat DM : mekanisme kerja ?


Aturan pakai? Sesuai utk Px?
(I) OAD :
a. sulfonil urea (generasi I s.d. IV): beda aturan
pakai, sesuai siapa (usia ?)
b. biguanide (plilihan untuk Px apa?)
c. alfa-glukosidase inhibitor : acarbose vs
miglitol?
d. Insuline sensitisizer: pada PPAR-gamma?
(peoxisome proliferator-activated receptor
gamma): pioglitazone, rosiglitazon
e. Non-sulfonilurea insulin stimulator : ripaglinide

REFERENSI
TEXTBOOK :
FISIOLOGIK (GANONG)
PATOFISIOLOGI (Kowalk)
PHARMACOTERAPY (Dipiro, Herfindal, Neil)

OBAT (DRUG FACT & COMPARISON, BNF)