Anda di halaman 1dari 29

Deskripsi Luka

Oleh:
Ayu arifitriana Dewi
Hilda kusuma wardani
Fitriani al

Pembimbing:
Dr. Tjang Sari

sor :
Dr. Ulfa.C.Indiasari . SpF

PENDAHULUAN

Luka hilang atau rusaknya


Luka

kontuinitas dari jaringan


tubuh akibat trauma
tergantung penyebab
dan
usaha
yang
menyebabkan trauma

Sjamsuhidayat, Wim de Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2005
Windi

dkk,

Traumatologi.
Accessed
in
:
Desember
2014.
www.Freewebs.com/traumatologie2/traumatollogi.htm.

Available

at

Penyebab
Mekan
ik

Fisik

Kimia

Al-fatih, Muh. Dry Heat (Burn Heat/Luka Bakar. Accessed in : Desember 2014, Available at: www.klinikindonesia.com.

DESKRIPSI LUKA

1.
2.
3.
4.
5.

Jumlah luka
Lokasi luka
Bentuk luka
Ukuran luka
Sifat-sifat luka

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.


Semarang. 1999)

Lokasi Luka
Lokasi berdasarkan regio anatomiknya

Thorne J, Anatomi Manusia, accessed in : Desember 2014. Available at : www.wikipedia.com

Lokasi berdasarkan garis aksis dan


garis ordinat
Garis Ordinat
Garis tengah tubuh
Garis mendatar yang melewat putting susu
Garis mendatar yang melewati pusat

Garis Aksis

Garis mendatar yang melewati ujung tumit


Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Penentuan Lokasi
Luka dengan ukuran Panjang
Lokasi luka pada perut
sebelah kanan atas, yaitu:
Ujung I 3cm sebelah kanan
garis tengah tubuh dan
14cm di atas garis mendatar
yang melewati pusat.
Ujung II 15cm sebelah
kanan garis tengah tubuh
dan 5cm di atas garis
mendatar yang melewati
pusat.
Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Luka dengan ukuran lebar


Lokasi luka pada daerah dada dan
perut, yaitu:
Batas teratas 17cm di atas garis
mendatar yang melewati putting
susu dan batas terbawah 17cm di
bawah garis mendatar yang
melewati putting susu
Batas paling kanan 10cm sebelah
kanan garis tengah tubuh dan
batas paling kiri 9cm sebelah kiri
garis tengah tubuh.
Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Luka dengan ukuran kecil


Lokasi luka pada dada kanan
atas, yaitu:
16 cm sebelah kanan garis
tengah tubuh.
12 cm di atas mendatar
yang melewati puting susu

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Menentukan letak Luka Tembak


Letak luka pada dada kiri
atas, yaitu :
4 cm sebelah kiri garis
tengah tubuh
120cm di atas garis
mendatar yang melewati
ujung tumit.

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999 )

Bentuk Luka
Bentuk sebelum dirapatkan
Bentuk sesudah dirapatkan

Ukuran Luka
Ukuran sebelum dirapatkan
Ukuran sesudah dirapatkan

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Sifat-Sifat luka
1.
2.
3.

Garis batas luka


Daerah di dalam garis batas
luka
Daerah di sekitar garis batas
luka

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Luka Lecet

Luka SAYAT

Luka
TEMBAK

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Trauma Tumpul

1. Luka Lecet/Abrasi

Polinak, David, Evan,et al. Forensic Pathology Principle and practice. Elsevier Academic press. London.2005
Shkrum, Michael J, David A. Ramsay,et al. Forensic Pathologic Of Trauma Common Problem For The Pathologist. Totowa.
New Jersey. Human Press. 2007

2. Luka Memar

Polinak, David, Evan,et al. Forensic Pathology Principle and practice. Elsevier Academic press. London.2005

3. Luka Robek

Polinak, David, Evan,et al. Forensic Pathology Principle and practice. Elsevier Academic press. London.2005
Shkrum, Michael J, David A. Ramsay,et al. Forensic Pathologic Of Trauma Common Problem For The Pathologist. Totowa.
New Jersey. Human Press. 2007

Contoh Deskripsi Luka Akibat


Trauma Benda Tumpul
Pada pemeriksaan ditemukan luka
Jumlah : Satu
Lokasi : Di dahi bagian kanan, 3 sentimeter
sebelah kanan dari garis tengah
tubuh
dan 4 sentimeter di atas garis mendatar
yang melewati kedua matanya.
Bentuknya : Berupa luka terbuka, tak
teratur dan jika ditautkan tidak rapat
Ukurannya : 3 sentimeter, lebar 2
sentimeter dan dalamnya 0,6 sentimeter.
Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Sifatnya
: Garis batas luka tak teratur,
terdapat 6 buah sudut yang terdiri atas
ujung luka tumpul dan runcing. Tebing
luka tak rata, terdiri atas jaringan kulit
dan jaringan ikat. Terdapat jembatan
jaringan diantara kedua tebing. Dasar
luka berupa tulang dahi yang masih
normal. Daerah di sekitar luka tampak
bengkak
(menonjol)
dan
berwarna
kebiruan.

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Trauma Tajam
1.

Luka Iris/ Sayat

2. Luka Tusuk

Polinak, David, Evan,et al. Forensic Pathology Principle and practice. Elsevier Academic press. London.2005

3. Luka Bacok

Polinak, David, Evan,et al. Forensic Pathology Principle and practice. Elsevier Academic press. London.2005

Contoh Deskripsi Luka Akibat


Trauma Benda Tajam
Pada pemeriksaan ditemukan luka
Jumlah
: Satu
Lokasi
: Di dada bagian kanan atas, 10
sentimeter sebelah kanan garis tengah
tubuh dan 7 sentimeter di atas garis
mendatar yang melewati puting susu.
Bentuknya : Berupa luka tembus seperti
celah dan ketika ditautkan rapat serta
membentuk garis lurus yang arahnya
mendatar.
Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Ukurannya : Sebelum dirapatkan


panjangnya 2,5 sentimeter, lebar 0,6
sentimeter dan dalamnya belum
dapat ditentukan pada pemeriksaan
luar sebab luka menembus dinding
dada. Ketika dirapatkan panjangnya
menjadi 2,7 sentimeter.

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

Sifatnya
:
Garis batas luka
bentuknya teratur dan simetris,
tepinya
rata
serta
kedua
ujungnyanya runcing. Tebing luka
rata terdiri atas kulit, jaringan ikat,
jaringan lemak dan otot. Tidak
ditemukan adanya jembatan jaringan
dan dasar luka tidak terlihat pada
pemeriksaan luar. Disekitar garis
batas luka tidak ada memar.

Dahlan, Sofyan. Pembuatan Visum Et Repertum. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. 1999)

ASPEK MEDIKOLEGAL.

Pada
hakekatnya
dokter
diwajibkan
untuk
dapat
memberikan
kejelasan
dari
permasalahan sebagai berikut :
Jenis luka apa yang terjadi.
Jenis kekerasan/senjata apakah
yang menyebabkan luka.
Bagaimana kualifikasi luka itu.
Idries, Abdul Munim. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi pertama. BinaRupa Aksara.
Jakarta. 1997

1. Luka Ringan
Luka yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam
menjalankan pekerjaan jabatan atau pekerjaan mata pencahariannya.(4)
Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka
penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk
menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai
penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan
atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana
dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu
terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.(12)

2. Luka Sedang
Luka yang dapat menimbulkan penyakit, atau halangan dalam
menjalankan pekerjaan jabatan/pekerjaan mata pencaharian untuk
sementara waktu saja, maka luka ini dinamakan luka derajat kedua.
Pasal 351
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua
tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima
ratus rupiah,
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah
diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3)Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling
lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.(12)

3. Luka Berat
Apabila penganiayaan mengakibatkan luka berat, seperti yang
dimaksud dalam pasal 90 KUHP, luka tersebut dinamakan luka derajat
ketiga, dengan kriteria :
Penyakit atau luka yang tak dapat diharapkan sembuh dengan
sempurna.
Luka yang dapat mendatangkan bahaya maut.
Rintangan tetap menjalankan pekerjaan jabatan atau pekerjaan mata
pencaharian.
Kehilangan salah satu panca indera.
Cacat besar atau kudung.
Mengakibatkan kelumpuhan.
Mengakibatkan gangguan daya pikir 4 minggu lamanya atau lebih.
Mengakibatkan keguguran atau matinya janin dalam kandungan.

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai