Anda di halaman 1dari 27

VISI & MISI

Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan penerbangan yang handal
dengan menawarkan layanan yang berkualitas
kepada masyarakat dunia menggunakan
keramahan Indonesia.
Misi Perusahaan
Sebagai perusahan penerbangan pembawa
bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan
Indonesia kepada dunia guna menunjang
pembangunan ekonomi nasional dengan
memberikan pelayanan yang profesional.

Audit Eksternal
Penilaian eksternal mencermati berbagai
alat dan konsep yang dibutuhkan untuk
menjalankan usaha audit manajemen
strategis eksternal
Penilaian eksternal mengungkap peluangpeluang dan ancaman-ancaman besar
yang di hadapi oleh suatu organisasi

Opportunity (Peluang)
Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar
perusahaan penerbangan yang dilarang terbang di
kawasan Eropa
pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia
tahun 2013 (hingga agustus) mencapai 36,3 juta orang,
atau naik 36,92% dibanding periode tahun 2012
Bergabungnya Garuda sebagai anggota aliansi global
maskapai penerbangan yang bernama SkyTeam Global
Airline Alliance.
Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia
Pasifik.
Dibangunnya bandara di kota kota besar di Indonesia

Threat (Ancaman)
Adanya faktor fasilitas bandara yang tidak dapat dikontrol yang
menghambat ketepatan waktu penerbangan ( On Time Performance/OTP)
Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Indonesia berasal
dari Pertamina
Meningkatnya tragedi bencana alam seperti letusan gunung merapi,
wabah penyakit dsb
Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin
banyaknya rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai
penerbangan lain
Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia untuk
mengimbangi penurunan penumpang internasional akibat adanya krisis
global.
Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih
tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya
Adanya krisis global

Matriks CPM

Tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal


(EFE) untuk Perusahaan Penerbangan
Garuda Indonesia

Audit Internal
Menganalisis kekuatan dan kelemahan dari
perusahaan
Mencari kompetensi yang unik, yang tidak dapat ditiru
dengan mudah oleh pesaing
Mencari faktor-faktor penentu keberhasilan (critical
sucsess factor)
Membuat matriks evaluasi faktor internal (IFE). Dari
matrik ini akan diketahui posisi internal perusahaan,
lemah atau kuat.

Strength (Kekuatan)
Maskapai penerbangan terbesar di Indonesia.
Pada tahun 2012 Garuda Indonesia menerima 22 pesawat baru terdiri dari 4 Boeing 737-800NG, 2
Airbus A330-200, 5 Bombardier CRJ1000 NextGen dan 11 Airbus A320-200 untuk Citilink, sehingga
total pesawat Garuda Indonesia menjadi 106 dengan rata-rata usia mainbrand 5,8 tahun.
Pada Singapore Airshow Februari 2012 Garuda Indonesia menandatangani pengadaan 18 pesawat
Bombardier CRJ1000 NextGen, yang akan datang secara bertahap yaitu 5 pesawat pada 2012, 7
pesawat di 2013 dan 6 pesawat lainnya pada tahun 2014-2015.
Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun 2010
Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan
keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang disebut dengan Garuda Indonesia Experience
yang didasarkan pada 5 senses yaitu sight, sound, smell, taste, and touch, menyebabkan Garuda
Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain
Adanya layanan Immigration on Board yang merupakan inovasi Garuda dan merupakan satusatunya di dunia, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat
Memiliki tim yang terdiri dari individu-individu yang handal, profesional, kompeten, berdaya saing
tinggi dan helpful serta dilandasi atas nilai-nilai FLY-HI (efficient & effective, Loyalty, customer
centricity, Honesty & openness, and Integrity) disetiap insan Garuda Indonesia
Pangsa pasar Garuda Indonesia di pasar Internasional mencapai 23.2% kendati terjadinya krisis
global sehingga Garuda Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar untuk area Jepang-Korea-China,
Timur Tengah dan South West Pacific (Australia)
Memiliki teknologi informasi yang mutakhir dalam menjalankan bisnis sehingga menempatkan
Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan dengan TI tercanggih di Indonesia .
Garuda Indonesia banyak melakukan kegiatan CSR seperti program kemitraan dan bina lingkungan
sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat
Garuda Indonesia telah memiliki brand yang kuat dan satu-satunya maskapai penerbangan kelas
premium di pasar domestik

Weakness (Kelemahan)
Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan jumlah cockpit
dan cabin crew sehingga menyebabkan keterlambatan penerbangan;
Tingginya tingkat hutang lancar yang diakibatkan adanya peningkatan dalam
jumlah kewajiban pada akun-akun lancar seperti hutang usaha dan biaya yang
masih harus dibayar;
Garuda sangat bergantung kepada sistem otomatisasi dalam menjalankan
bisnis sehingga apabila terjadi kesalahan sistem, proses bisnis perusahaan
akan terganggu;
Perseroan memiliki atau tetap memiliki defisit pada modal kerja pada masa
yang akan datang;
Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi
dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya;

Tabel Matriks Evaluasi Faktor Internal


(IFE) untuk Perusahaan Penerbangan
Garuda Indonesia

SWOT Analysis

SWOT Matrix

SO Strategiess
Menambah rute penerbangan ke berbagai daratan eropa serta
amerika.
Memperbanyak jalur penerbangan dari dan menuju asia timur,
timur tengah dan pasifik.
Menjalin kerjasama sekaligus mempromosikan penerbangan ke
indonesia pada anggota sky team global airlane alliance.
Melakukan pelatihan dan pembinaan pegawai untuk
mempersiapkan segala kondisi terutama untuk konsumen
asing yang memiliki kultur dan bahasa yang berbeda.

ST Strategies
Menjalin kontrak kerjasama dengan perusahaan minyak lain.
Meningkatkan dan mengutamakan layanan (Garuda Indonesia
Experience) sebagai indentitas untuk menghadapi kompetitor
lain.
Mengantisipasi kemungkinan terburuk dengan menyiapkan
skema antisipasi dan melakukan manajaemn sdm yang terampil
dan handal untuk menutupi kekurangan yang ada.
Memberikan kompensasi pada pelanggan bila terjadi sesuatu
yang tidak diinginkan ataupun reward bagi pegawai yang
cemerlang.

WO Strategies
Dengan berkembang pesatnya industri penerbangan di
indonesia, Garuda Indonesia mampu secara perlahan
menutupi hutang-hutang yang ada dengan melakukan
manajeman struktur modal yang handal.
Dengan bergabungnya Garuda Indonesia pada aliansi
maskapai internasional, GI bisa mempelajari sistem
operasional maskapai asing untuk memperbaiki kekurangan
terutama mengurangi ketergantungan pada sistem yang ada.
Dengan semakin meningkatnya industri penerbangan, GI
sebaiknya menambah dan mempertajam sdm yang ada.

WT Strategies
Melakukan efesiensi dengan menambah pekerja
ataupun melakukanshiffting.
Mengurangi aktifitas dan melakukan efesiensi pada
kegiatan operasional yang boros.
Menutup rute penerbangan yang tidak memiliki
potensi yang menghasilkan.
Memberlakukan manajemen inventori yang baik dan
handal, termasuk masalah bahan bakar.

Financial Position (FP)


Rasio likuiditas PT Garuda Indonesia menurun dari 0,84 pada akhir tahun 2012
menjadi 0,77 pada kuartal ketiga tahun
2013. 3
Rasio leverage PT Garuda Indonesia naik dari 0,56 pada akhir tahun 2012 menjadi
0,63 pada kuartal ketiga tahun
2013 5
Income PT Garuda Indonesia menurun dari USD 47,5 mio pada kuartal ketiga
tahun 2012 menjadi USD 12,5 mio pada kuartal ketiga tahun
2013 2
Net profit margin PT Garuda Indonesia menurun dari 2% pada kuartal ketiga
tahun 2012 menjadi 0,5% pada kuartal ketiga tahun
2013. 2

Industry Position (IP)


Pertumbuhan ekonomi kurang lebih 6% per
tahun
6
Pertumbuhan yang pesat dalam penggunaan
moda transportasi udara 15% per
tahun 7
Akan adanya 24 bandara udara
baru. 5

Stability Position (SP)


Salah satu produk lain dari Garuda Indonesia yaitu
Citilink masih dalam tahap introduction dalam
product life cycle -6
Nilai tukar mata uang domestik terhadap mata
uang asing yang belum
stabil. -4
Proses penyampaian jasa menggunakan media
internet (teknologi terkini)
.. -1

Competitive Position (CP)


Market share PT Garuda Indonesia untuk pasar domestik menurun dari 29%
pada akhir tahun 2012 menjadi 27% pada kuartal kedua tahun
2013.. -5
Rata-rata umur armada menurun dari 6,2 th pada September 2012 menjadi
5,5 th pada September 2013............................................................-2
RPK Garuda Indonesia naik dari 20,3 milyar pada kuartal ketiga th 2012
menjadi 23,7 milyar pada kuartal ketiga th
2013. -2
Aircraft utilization PT Garuda Indonesia naik menjadi 10 jam 52 menit pada
kuartal ketiga tahun 2013 dari sebelumnya 10 jam 47 menit pada kuartal
ketiga tahun 2012. -2

FP Average = 4
IP Average = 6
SP Average = -3,67
CP Average = -2,75

Y-axis = (4 3,67) / 2 = 0,165


X-axis = (6 2,75) / 2 = 1,625

SPACE Matriks

BCG Matriks

The Decision Stage

Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) PT. Garuda


Indonesia, Tbk Terdapat 2 alternatif strategi yaitu :
Menambah rute penerbangan ke Eropa dan Amerika.
Memperbanyak jalur penerbangan dari dan ke Asia Timur, Timur
Tengah dan Asia Pasifik.

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Metode QSPM


didapatkan hasil :
Menambah rute penerbangan ke Eropa dan Amerika = 5.82
Memperbanyak jalur penerbangan dari dan ke Asia Timur, Timur
Tengah dan Asia Pasifik = 6.24 Sehingga menurut pendapat kami,
strategi alternatif yang dapat kami usulkan kepada Direksi adalah

Sehingga menurut pendapat kami, strategi alternatif


yang dapat kamiusulkan kepada Direksi adalah
memperbanyak jalur penerbangan dari dan ke Asia
Timur, Timur Tengah dan Asia Pasifik.