Anda di halaman 1dari 19

Skills Lab adalah suatu tempat

untuk melatih tindakan


keterampilan medis yang berada
di suatu laboratorium
menggunakan maneken atau
pasien simulasi.

Gambar
Blok be-bi

Salah satu keterampilan medis


yang harus dikuasai oleh seorang
dokter umum adalah Pembebatan
dan
Pembidaian
sebagai
pertolongan pertama pada kasus
trauma

Deskripsi Topik
Aktivitas

Standar Kompetensi

Indikator

Refleksi

Evaluasi
Rubrik

Pembebatan (bandage)
Pertolongan pertama pada trauma non
fraktur
Kata kunci, trauma dan tidak ada tandatanda fraktur

Pembidaian (splint)
Pertolongan pertama pada trauma dengan
fraktur
Kata kunci, trauma dan ada tanda-tanda fraktur
seperti krepitasi, bengkok dan tanda fraktur
pada pemeriksaan radiologis
Prinsip Pembidaian, melalui 2 sendi yaitu sendi
di sebelah proksimal dan distal tulang yang
fraktur, kecuali fraktur femoris dari ujung kaki
sampai axila.
Bagian lunak dari Bidai di sisi dalam.

Pelajari Anatomi Tulang

Pembebatan
Pilihan jenis bebat, perhatikan untuk extremitas
superior atau inferior
Membuat dasar/pondasi
Menutup 2/3 dari sebelumnya
Mengakhiri/Finishing
Uji kekencangan dengan memasukkan 1
bulpen
Perhatikan persarafan dan vaskularisasi
terutama disebelah distal yang dibebat

Contoh Pembebatan
Putaran spiral (spiral turns)
Putaran spiral terbalik (spiral reverse
turns/spiral reverse bandage)
Teknik rebung
Dan lain-lain

Pada topik ini mahasiswa Kedokteran belajar dan berlatih


teknik-teknik dasar pembebatan dan pembidaian
sehingga mampu menerapkan ilmu dan keterampilan dalam
penatalaksanaan penderita dengan kasus trauma
Tujuan:
Menilai kemampuan mahasiswa dalam
Keterampilan Pembebatan dan
Pembidaian

Peserta didik:
Mahasiswa semester VI

Sumber Belajar:
Modul pembebatan dan Pembidaian
Maneken dan Pasien Simulasi
Audio Visual
Back to Top

PADA TOPIK INI MAHASISWA AKAN MENGIKUTI KEGIATAN WAJIB


SEBAGAI RANGKAIAN DARI KEGIATAN KETERAMPILAN MEDIS

Aktifitas 1:
Latihan Terbimbing
Instruktur memberikan penjelasan dan mendemonstrasikan
keterampilan Pembebatan dan Pembidaian.
Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai
teori teknik pembebatan dan pembidaian dari instruktur
dilanjutkan demonstrasi ketrampilan pembebatan dan pembidaian
yang dilakukan oleh instruktur yang diikuti oleh mahasiswa
Menggunakan Modul Pembebatan dan Pembidaian
Foto Latihan Pembebatan dan Pembidaian

Back to Top

Aktifitas 2:
Responsi
Mahasiswa menunjukkan kemampuan dalam melakukan
ketrampilan pembebatan dan pembidaian pada
kasus yang telah diskenariokan
di hadapan instruktur

Aktifitas 3:
OSCE
Mahasiswa mengikuti
proses evaluasi melalui sistem
Objective Structured Clinical Examination (OSCE)

Back to Top

1.Mahasiswa terampil dalam melakukan


berbagai teknik membebat pada
berbagai organ tubuh manusia sesuai
dengan prosedur
2.Mahasiswa terampil dalam melakukan
pemasangan bidai dengan tepat

Back to Top

Pembebatan

Mahasiswa mampu membangun komunikasi


efektif dengan pasien

Mahasiswa mampu mengidentifikasi bagian


tubuh yang mengalami cedera melalui
pemeriksaan inspeksi dan palpasi serta
mampu memeriksa ROM (Range of
Movement)

Mahasiswa mengenal dengan baik


bermacam-macam jenis bebat dan mampu
memilihnya dengan tepat sesuai kasus

Mahasiswa mampu melakukan disinfeksi


luka dengan baik sebelum melakukan
pembebatan

Mahasiswa mampu melakukan pembebatan


sesuai prosedur

Mahasiswa mampu melakukan evaluasi hasil


pembebatan dengan tepat (terutama
mengenai tekanan bebat)

Mahasiswa mampu menilai kondisi fisik dan


psikologis pasien, serta daerah di bawah
lokasi luka (meliputi warna, suhu, respon
sensorik) karena gangguan sirkulasi

Pembidaian

Mahasiswa mampu membangun


komunikasi efektif dengan pasien

Mahasiswa mampu melakukan


pemeriksaan inspeksi dan palpasi
pada daerah cedera, dan memeriksa
ROM (Range of Movement)

Mahasiswa dapat memilih bidai yang


benar sesuai kasus

Mahasiswa mampu memasang bidai


dengan benar

Mahasiswa mampu melakukan


pemeriksaan hasil pemasangan
bidai dan menilainya dengan benar
(apakah bidai terlalu longgar atau
terlalu ketat)

Mahasiswa mampu menilai kondisi


fisik dan psikologis pasien.

Back to Top

Instruktur memberikan feedback atau


tanggapan atau penilaian bagi mahasiswa
mengenai proses latihan terbimbing,
responsi dan OSCE
Mahasiswa memberikan penilaian terhadap
diri sendiri (self assesment)

Back to Top

Skala Nilai Pembebatan


Skor
No
1.

Kriteria

Berkomunikasi dengan pasien dan menjelaskan


tujuan dari pembebatan

2.

Inspeksi dan palpasi bagian tubuh yang terluka,


memeriksa neurovaskuler bagian distal luka, dan
range of motion

3.

Perlindungan diri (sarung tangan steril)

4.

Memberikan perawatan I pada luka (dengan


disinfektan, kasa steril, reposisi)

5.

Memilih bebat yang sesuai dengan luka

6.

Melakukan pembebatan sesuai prosedur dan


posisi anatomis yang benar

7.

Memeriksa hasil pembebatan: terlalu kencang?


Mudah lepas? Membatasi gerakan sendi normal?

8.

Memeriksa ulang bagian distal dan proximal dari


daerah yang dibebat (pulsasi, oedema, sensasi
rasa, suhu, dan gerakan)

9.

Menasehati pasien untuk merawat luka dengan


baik, menjelaskan akibat dari luka dan follow up
(kapan bebat harus diperiksa)
Skor total

Penjelasan:
Skor 0: Tidak lengkap
Skor 1: Lengkap tidak sempurna
Skor 2: Lengkap sempurna
% Kemampuan keseluruhan = Skor total / 18 X 100% =__________%

Back to Top

Skala Nilai Pembidaian


No

Kriteria

1.

Berkomunikasi dengan pasien dan menjelaskan tujuan


dari splint

2.

Inspeksi dan palpasi bagian tubuh yang terluka,


memeriksa neurovaskuler bagian distal luka, dan range of
motion

3.

Perlindungan diri (sarung tangan steril)

4.

Memberikan perawatan I pada luka (dengan disinfektan,


kasa steril, reposisi, menutup luka / pembebatan)

5.

Memilih splint yang tepat dengan tulang yang patah

6.

Melakukan prosedur pemasangan splint dengan benar


meliputi dua sendi di proksimal dan distal tulang yang
patah

7.

Memeriksa hasil pemasangan splint: terlalu kencang?


Mudah lepas? Membatasi gerakan sendi normal?
Mengimobilisasi ekstremitas yang terluka?

8.

Memeriksa ulang bagian distal dan proximal dari daerah


yang dibebat (pulsasi, oedema, sensasi rasa, suhu, dan
gerakan)

9.

Menasehati pasien untuk mengimobilisasi tulang yang


patah

Skor total

Skor
0

Penjelasan:
Skor 0: Tidak lengkap
Skor 1: Lengkap tidak sempurna
Skor 2: Lengkap sempurna
% Kemampuan keseluruhan = Skor total / 18 X 100% =__________%
Surakarta, __________________2005
Koordinator / Instruktur
Nama:________________

Pengamat
Back to Top
Nama:________________

Back to Top

Perhatikan
Dextra dan sinistra
Diagnosis apa? Dibebat atau dibidai,
contoh: bengkak vs bengkok

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai