Anda di halaman 1dari 35

Selulitis Preseptal

Oleh:
Andika Sulaiman
Pembimbing:
dr. Hasnah
Konsulen:
dr. A. Sengngeng Relle, Sp.M, MARS

Laporan Kasus

IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur
JK
Suku
Agama
Alamat
Pekerjaan
Tgl.

Px.
No. RM.

: Tri Amartha Wiranata


: 18 tahun
: Laki-laki
: Bugis
: Islam
: BTP blok L no. 392
: Mahasiswa
: 2 Desember 2011
: 52 22 73

Anamnesis
KU

: Bengkak pada seluruh kelopak mata kiri


Anamnesis:
Dialami sejak 3 hari yang lalu. Awalnya berupa
bisul pada kelopak mata kiri bagian bawah berisi
nanah, yang kemudian dipecahkan pasien dan
kemudian kelopak mata pasien menjadi
membengkak. Nyeri (+), mata merah (-), mata
gatal (-), air mata berlebih (+), kotoran mata
berlebih (-), rasa mengganjal (+), penglihatan
berbayang (-), penglihatan kabur (-), silau (-)

Cont. Anamnesis
Riwayat

trauma tidak ada


Riwayat sering sakit gigi tidak ada
Riwayat menderita penyakit sinusitis tidak
ada
Riwayat kontak dengan penderita penyakit
yang sama tidak ada
Riwayat HT dan DM tidak ada

Pemeriksaan Fisik
Keadaan

umum
Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Suhu

: Baik/Gizi Cukup/Sadar
: 120/80 mmHg
: 76 x/menit
: 20 x/menit
: 36,7 C

Pemeriksaan Oftalmologi
Inspeksi:

Cont.

Cont.
Px.an
Palpebra

OD
Edema (-), FIP
10 mm

OS
Edema (+), FIP
5 mm

App. Lakrimalis Lakrimasi (-)

Lakrimasi (+)

Silia
Konjungtiva

Sekret (-)
Hiperemis (-)

Sekret (-)
Hiperemis (-)

Bola Mata

Normal

Normal

Kornea
Bilik Mata
Depan

Jernih
Normal

Jernih
Normal

Cont.
Px.an

OD

OS

Iris

Cokelat, kripte
(+)

Cokelat, kripte
(+)

Pupil

Bulat, sentral,
RC (+)

Bulat, sentral,
RC (+)

Lensa

Jernih

Jernih

Nyeri saat
bergerak (-)

Nyeri saat
bergerak (-)

Mekanisme
Muskular

Cont.
Px.an

OD

OS

Tensi okuler

Tn

Tn

Nyeri tekan

(-)

(+)

Massa tumor

(-)

(+)

Gland.
Preaurikuler

Pembesaran (-) Pembesaran (+)

Cont.
Visus
VOD

: 20/20
VOS : 20/20
Campus

visual: TDP
Color Sense: TDP
Light Sense : TDP

Penyinaran Oblik
Px.an

OD

OS

Konjungtiva Hiperemis (-)

Hiperemis (-)

Kornea

Jernih

Jernih

BMD

Normal

Normal

Iris

Cokelat, kripte (+) Cokelat, kripte (+)

Pupil

Bulat, sentral,
RC (+)

Bulat, sentral,
RC (+)

Lensa

Jernih

Jernih

Cont.
Tes

Flurosensi
Funduskopi
Slit Lamp
SLOD:

: TDP
: TDP

Konjungtiva hiperemis (-), kornea jernih,


BMD normal, iris cokelat kripte (+), pupil bulat
sentral, RC (+), lensa jernih.
SLOS: Konjungtiva hiperemis (-), kornea jernih,
BMD normal, iris cokelat kripte (+), pupil bulat
sentral, RC (+), lensa jernih.

Resume
Seorang laki-laki, 18 tahun, datang ke Poliklinik Mata
RSWS dengan keluhan bengkak pada seluruh kelopak
mata kiri yang dialami sejak 3 hari yang lalu. Awalnya
berupa bisul pada kelopak mata kiri bagian bawah
berisi nanah, yang kemudian dipecahkan pasien dan
kemudian kelopak mata pasien menjadi membengkak.
Keluhan ini disertai nyeri (+), hiperlakrimasi (+), rasa
mengganjal (+), diplopia (-).
Pada pemeriksaan didapatkan OS edema (+) dengan
FIP 5 mm, lakrimasi (+), nyeri saat bergerak (-), nyeri
tekan (+), pembesaran glandula preaurikuler (+).

Diagnosis
D/

OS Selulitis Preseptal

DD/

Selulitis orbita

Penatalaksanaan
Topikal:

C. Xytrol ED 4x1 gtt OS

Oral:

Ciprofloxacin 2x500 mg
Metilprednisolon 4x4 mg
Mefinal 3x500 mg

Selulitis Preseptal

Definisi
Selulitis
Selulitis

peradangan jaringan lunak

preseptal Peradangan terjadi


pada bagian anterior dari septum orbita
Selulitis orbita peradangan mengenai
bagian posterior dari septum orbita

Anatomi

Sphenoid bone

Anatomi

Anatomi

Anatomi

Anatomi

Anatomi

Epidemiologi
Sering

terjadi usia 2 - 4 tahun


Laki2 = perempuan
Selulitis preseptal (85%-95%) >> Selulitis
orbita (5%-15%)
Unilateral >> Bilateral

Etiologi
Selulitis

Infeksi lokal pada


kelopak mata atau
struktur terdekat

Preseptal

Konjungtivitis
Hordeolum
Chalazion
Dacryosistitis
Trauma

Penyebaran
hematogen

Selulitis

periorbital
bakteremik

Selulitis

Sinusitis Akut

Orbital
Abses subperiosteal
Abses orbita
Selulitis orbita
Trombosis sinus
kavernosus

Penyebaran
hematogen
Endoftalmitis

Inokulasi

traumatik

Etiologi
Bakteri

penyebab yang dilaporkan H.


influenzae, S. pneumoniae, Moraxella
catarrhalis, S. aureus, S. pyogenes,
Streptococcus dan hemolitikus, dan S.
viridans
H. influenzae streptococcus &
staphylococcus

Patogenesis
Selulitis

preseptal :

Penyebaran

dari ISPA melalui pembuluh vena

dan limfe
Inokulasi langsung dari trauma
Penyebaran infeksi dari kulit dan struktur
terdekat.

Klasifikasi Chandler

Gejala

Selulitis
Preseptal

Selulitis Orbita

Proptosis

Tidak ada

Ada

Gerak bola mata

Normal

Menurun

Nyeri gerak mata

Tidak ada

Ada

Nyeri tekan orbita

Tidak ada

Ada

Visus

Normal

Dapat menurun

Reflex pupil

Normal

Dapat abnormal

Chemosis

Jarang

Sering

Reflex kornea

Normal

Dapat berkurang

Oftalmoskopi

Normal

Dapat abnormal

Gejala sistemik

Ringan

Biasanya berat

Penatalaksanaan
Antibiotik

oral
Kompres air hangat
Dekongestan untuk kasus akibat
sinusitis

Penatalaksanaan
Infeksi yang
Mendahului

Bakteri Patogen

Antibiotik Pilihan

Sinusitis Akut

Streptococcus
pneumoniae
Haemophilus influenzae
Moraxella catarrhalis

Penicillinase-resistant
penicillin

Trauma

Staphylococcus aureus
Grup A -hemolytic
streptococcus

Penicillinase-resistant
penicillin
Sefalosporin

Sinusitis Kronik

Bakteri anaerob

Metronidazole
Clindamycin

Komplikasi & Prognosis


Komplikasi

Pembentukkan

abses
Trombosis sinus kavernosus
Penyebaran infeksi ke intrakranial
Prognosis:

adekuat

bonam jika diterapi dengan

THANK YOU