Anda di halaman 1dari 45

SISTEM KETENAGAAN

KAMAR OPERASI

Cepat,Cermat, Tepat,Teliti

Oleh
WAHYU AGUNG

KONSEP DASAR
KAMAR OPERASI

Lay Out Kamar Operasi (diunduh dari www.johnsonmedical.com

I.
KAMAR
OPERASI
/
OK/OT

A. DEFINISI:
Suatu unit khusus unt tindakan pembedahan OP.
ELEKTIF maupun ACUT/ Emergecy yg membutuhkan
keadanan suci hama ( steril ).
adalah suatu unit khusus di rumah sakit yang
berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan
pembedahan secara elektif maupun akut, yang
membutuhkan kondisi steril dan kondisi khusus lainnya
( Depkes RI 2010 )
Instalasi Kamar Operasi
Merupakan bagian integral yang penting dari
pelayanan suatu rumah sakit berbentuk suatu unit
yang terorganisir dan sangat terintegrasi, dimana
didalamnya tersedia sarana dan prasarana penunjang
untuk melakukan tindakan pembedahan.

B. Filosopi Pembedahan
Pembedahan merupakan bagian dari tahap

pengobatan, relatif singkat, sangat penting


dan menakutkan.
Dalam melakukan pembedahan harus
memiliki visi dan misi demi kepentingan
pasien yang dilakukan dengan cara aman.

C. VISI DAN MISI OT/OK


Visi pembedahan;

Menjadi yang terbaik, bermutu serta


mengikuti kemajuan ilmu dan tehnologi
Misi pembedahan;
a. Menyembuhkan
b. Mengurangi penderitaan
c. Memperbaiki kualitas hidup

Tata Ruang Kamar


Operasi
.

KAMAR OPERASI:
1. Daerah Public
2. Daerah Semi Publik
3. Daerah Aseptik ( Daerah Kamar Operasi ):
a. Daerah Aseptik -0 ( lapangan operasi )
b. Daerah Aseptik -1 ( instrumen, duk stiril )
c. Daerah Aseptik -2 ( anestesi )

1. Daerah Public :

Daerah yg boleh dimasuki oleh semua

orang tanpa ada syarat khusus langsung


berhub dg dunia luar:

- Kamar tunggu, administrasi, apotik,


lorong, emperan depan kompleks kamar
operasi
2. Daerah Semi Public :

Daerah ini hanya boleh dimasuki oleh

orang-orang tertentu saja dan sdh ada


pembatasan tentang jenis pakaian yg dipakai
serta perlengkapannya

3. Daerah Aseptik :

Daerah kamar operasi sendiri yg hanya

boleh dimasuki oleh orang-orang yg langsung


ada hub dg kegiatan pembedahan saat itu:

a. Daerah Aseptik -0 ( lapangan operasi )


b. Daerah Aseptik -1 ( instrumen, duk

stiril

c. Daerah Aseptik -2 ( anestesi )

Zone ruang operasi rumah sakit

1
2
3
4

55

Keterangan :
5 = Area Nuklei Steril (Meja Operasi)
4 = Zona Resiko Sangat Tinggi (Steril

dengan prefilter,
medium filter dan hepa filter, Tekanan
Positif)
3 = Zona Resiko Tinggi (Semi Steril
dengan Medium Filter)
2 = Zona Tingkat Resiko Sedang (Normal
dengan Pre Filter)
1 = Zona Tingkat Resiko Rendah (Normal)

Kamar Operasi untuk jenis khusus

Kamar Operasi dengan sistem electrical

Contoh ruang operasi jantung (lebih dari


60 m2)

Contoh Ruang Recovery

Ruang Recovery

Ruang Istirahat Dokter

Scrub station untuk 2


orang.

Slop Sink dan Service Sink

Janitor

KETENAGGAAN

A. TIM BEDAH ;
1. Ahli Bedah
2. Ahli Anestesi
3. Asisten bedah
4. Asisten anestesi
5. Scrub nerse ( perawat instrumen )
6. Circulating nerse ( perawat sirkulasi / omploop )
B. STAF PERAWAT / NURSING STAF
1. Perawat Kepala OK
2. Supervisor
3. Staf nurse ( perawat tetap )
4. Domestic staf ( perawat harian )
C. TENAGA YG LAIN
1. Adminstrasi
2. Penunjang medis

Kewajiban dan Tanggung jawab


Dokter BEDAH
1. Mengerti manajemen kamar opersi
2. Mematuhi segala peraturan yang ada di

kamar operasi
3. Bertanggung jawab terhadap keselamatan
pasien
4. Bila terjadi kematian wajib mengisi surat
kematian

HAK
1. Dokter ahli bedah berhak atas kemudahan

di dalam menjalankan tugasnya di dalam


kamar operasi demi kelancaran pekerjaan
2. Berhak mendapatkan perlakuan yang sama
dan adil tanpa melihat dari bagian mana yang
bersangkutan
3. Didalamhal terjadi perselisihan berhak
mengajukan persoalannya baik langsung
maupun tidak langsung kepada pimpinan
kamar operasi

PERYARATAN KETENAGAAN KAMAR OPERASI;

1. Perawat Kepala OK
Seorang tenaga perawat profesional yg bertanggung
jawab & berwenang dlm mengelola kegiatan pely kep di
kamar operasi

a. Pendidikan
- Diutamakan sarjana keperawatan / S1 Kep
- Memiliki sertifikat manajemen Keperawatan
- Memiliki sertifikat tehnik Kamar Operasi
b. Mempunyai pengalaman kerja di kamar operasi
minimal 5 th
c. Memiliki kemampuan kepemimpinan
d. Sehat jasmani dan rokhani
e. Tanggung jawab, secara fungsional
bertanggungjawab kpd kepala bidang kep, scr
operasional kepada kepala instalasi kamar operasi

f. Uraian tugas:
- Melaksanakan fungsi perencanaan
- Melaksanakan fungsi penggerak dan pelaksanaan
- Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian & penilaian

2. Perawat Instrumen/scrub nurse

Seorang tenaga perawat profesional yg diberi wewenag &

ditugaskan dlm pengelolaan paket alat pembedahan, selama


pembedahan berlangsung
a. Pendidikan
- Berijazah pendidikan formal keperawatan dr semua jenjang
yg diakui oleh pemerintah/berwenang

- Memiliki sertifikat khusus tehnik kamar operasi

b. Pengalaman kerja di kamar opersi minimal 2 tahun sbg


circulating nurse

c. Bakat, minat, iman, berdedikasi tinggi & berkepribadian

d. Dpt bekerja sama & cepat tanggap

e. Tanggung jawab, scr administrasi & kegiatan kep kpd karu


dan scr operasional kpd ahli bedah & karu
f. Tugas
- Pra Bedah:
* Kunjungan pasien yg akan dibedah
* Menyiapkan kamar operasi
* Menyiapkan set instrumen
- Intra Op:
* Memperingatkan tim bila terjadi penyimpangan prosedur
* Membantu pemakaian jas stiril
* Menata instrumen
* Desinfeksi daerah tindakan
* Drapping daerah tindakan
* Mempertahankan instrumen dan menjaga kesetirilan lat
dan daerah operasi

* Menghitung peralatan yg dipakai

* Membersihkan luka dan menutup serta menyiapkan bahan


pemeriksaan lab/patolgi

- Post Op
* Bersihkan daerah operasi
* Ganti alat tenun, memeriksa dan menghitung
instrumen

* Dekontaminasi & bersihkan

* Bungkus instrumen, steriliasasi, simpan

3. Perawat Sirkuler
Seorang tenaga perawat profesional yg diberi wewenang

& tanggung jawab membantu kelancaran pelaksanaan


tindakan pembedahan
a. Pendidikan

- Berijazah pendidikan formal keperawatan dr semua


jenjang yg diakui oleh pemerintah/berwenang
b. Pengalaman kerja di kamar opersi minimal 1 tahun
c. Bakat, minat, iman, berdedikasi tinggi & berkepribadian
d. Dpt bekerja sama & cepat tanggap

e. Tanggung jawab, kepada Karu & Ahli Bedah


f. Tugas:
- Pre Op.
* Serah terima pasien, Check list : Obat, SPO dll
- Intra Op
* Mengatur posisi, mengikat & membantu mencatat
darah dan cairan yang masuk dan hilang selama operasi

* Menghubungi petugas penunjang bila diperlukan

* Membatu kelancaran jalannya operasi

- Post Op

* Membersihkan, merapikan & memindahkan pasien

* Memeriksa Kelengkapan dokumen,


mendokumentasikan tindakan selam pembedahan

4. Perawat Anestesi
Seorang tenaga perawat yg diberi wewenang dan

tanggung jawab dlm membantu terselenggaranya


pelaksanaan tindakan pembiusan di kamar operasi

a. Pendidikan, D III keperawatan anestesi


b. Mempunyai bakat, minat, berdedikasi tinggi, sehat &
berkepribadian mantap
c. Dapat bekerjasama dg anggota tim, cepat tanggap
d. Tnggung jawab, scr sdministrasi kpd Karu, scr
operasional kpd Ahli Anestesi
e. Tugas

- Pre Op:

* Kunjungan kpd pasien

* Menyiapkan alat & mesin anestesi

* Menerima pasien

* Menjaga keamanan & menyiapkan obat anestesi

- Intra Op:
* Mempertahankan jalan nafas
* Mempertahankan keseimbangan cairan
* Observasi TTV
* Membantu memberikan obat anestesi kpd pasien,
serta melaporkan hasil pemamtauan kpd ahli anestesi

- Pos Op:

* Mempertahankan jalan nafas

* Obsevasi TTV

* Memantau tingkat kesadaran pasien, menilai


respon pasien thd efek obat anestesi

* Memindahkan ke RR, melengkapi CM

* Merapikan alat

KETENAGAAN
Kombinasi jumlah tenaga menurut Intermountain

Health Care Inc adalah :


58 % = 6, 38 ( 6 orang )
26 % = 2, 86 ( 3 orang )
16 % = 1, 76 ( 2 orang )

S 1 Keperawatan
D III Keperawatan
SPK

Kombinasi menurut Abdellah dan Levine adalah :


55 % = 6, 05
( 6 orang ) Tenaga professional45 % = 4, 95 ( 5 orang ) Tenaga non professional

PENGHITUNGAN
TENAGA
Dasar perhitungan tenaga di Kamar Operasi ;
1. Jumlah dan jenis operasi
2. Jumlah Kamar Operasi
3. Pemakaian Kamar Operasi ( diprediksi 6 jam

perhari ) pada hari kerja


4. Tugas perawat di kamar operasi:
instrumentator, perawat sirkulasi ( 2 orang / tim )
5. Ketergantungan tim
Operasi besar
Operasi sedang
Operasi kecil

: 5 jam / 1 operasi
2 jam / 1 operasi
: 1 jam / 1 operasi

Rumus penghitungan tenaga di


kamar operasi

[ jmlh jam prwtan / hr x jmlh operasi ] x jmlh prwt

dlm tim

2
Jam kerja efektif / hari

Faktor koreksi/loss day

Jumlah hari minggu dalam setahun + cuti + hari besar (78hr)

X Jumlah

perawattersedia

Jumlah hari kerja efektif (286hr)

NON NURSING JOBS


Perawat / bidan yang mengerjakan tugas tugas

non profesi ( non nursing jobs ) seperti :


membuat perincian pasien pulang, kebersihan
ruangan, kebersihan alat alat makan pasien dll
diperkirakan 25 % dari jam pelayanan
keperawatan.
RUMUS
Jumlah tenaga perawat + Loss day

X
25

100

Contoh kasus :
Dalam suatu RS terdapat 30 operasi / hari,

dengan rincian :
Operasi besar
Operasi sedang :
Operasi kecil
:

: 6 orang
15 orang
9 orang

Cara Perhitungan
1. RUMUS
[ ( 6 x 5 jam ) + ( 15 x 2 jam ) + ( 9 x 1 jam )

X 2 = 19, 71 = 20

orang

7 jam

2. Loss day:
78

x 20 = 5,45 = 6 orang
286
3. Non jobs :
20 + 6 x 25 %

= 6,50 = 7 orang

Jadi perawat yang dibutuhkan di kamar operasi semua :


20 + 6 + 7 = 33 orang

SEKIAN DAN TERIMA


KASIH