Anda di halaman 1dari 23

SASARAN

KESELAMATAN
PASIEN
Dr. Silvi Korprina
Padang, 20 Juni 2014

GAMBARAN UMUM
Sasaran ini mengacu kepada Nine LifeSaving Patient Safety Solutions dari WHO
Patient Safety (2007) yg digunakan juga
oleh KKPRS PERSI, dan dari Joint
Commission International (JCI)
Maksud : mendorong perbaikan spesifik
dalam keselamatan pasien.
Sasaran ini menyoroti bagian-bagian yang
bermasalah dalam pelayanan kesehatan
dan menjelaskan bukti serta solusi dari
konsensus para ahli atas permasalahan

Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit


Sasaran I

: Identifikasi pasien dengan tepat

Sasaran II : Tingkatkan komunikasi yang efektif


Sasaran III : Tingkatkan keamanan obat yang perlu diwaspadai
(high-alert medications)
Sasaran lV : Pastikan tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien
operasi
Sasaran V : Kurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Sasaran VI : Kurangi risiko pasien jatuh

SASARAN I : KETEPATAN
IDENTIFIKASI PASIEN

Gunakan dua
identitas

Tidak boleh nama /


nomor kamar

Sebelum pemberian
obat, darah/produk
darah

Sebelum mengambil
darah/spesimen lain

Sebelum
tindakan/prosedur

Pemasangan Gelang
Identifikasi Pasien

SETIAP PASIEN RAWAT INAP WAJIB


MEMAKAI GELANG IDENTIFIKASI
PASIEN

Hanya boleh dilepas saat akan


pulang

SASARAN
SASARAN II
II :: PENINGKATAN
PENINGKATAN KOMUNIKASI
KOMUNIKASI YANG
YANG
EFEKTIF
EFEKTIF

Komunikasi
yang tidak
efektif antara
petugas
kesalahan medis
(medical errors)
merugikan
pasien
Komunikasi
efektif

Perintah Lisan/Lewat Telepon

Write back
(Catat )
Read Back
(Baca)
Repeat
Back/Reconfi
rm
(Konfirmasi)

KOMUNIKASI EFEKTIF
Menggunakan Metode SBAR :
Situation (S) : kondisi terkini pasien.
Background (B) : informasi penting apa
yang berhubungan dengan kondisi
pasien terkini.
Assesment (A) : melakukan assesment
kondisi pasien terkini.
Recommendation (R) : penatalaksanaan
yang sudah dilakukan & meminta
saran selanjutnya

Contoh SBAR
Introduction
Dr. Iwan, saya Budi perawat RS Senang Maju, saya menelepon dari RS tentang
pasien anda Pak Arman, 56 tahun.
Situation
Situasinya : Pak Arman sesak nafasnya meningkat, dan mengeluh nyeri dada
Background
Pak Arman 2 hari yang lalu dioperasi ganti sendi lutut , kurang lebih dua jam lalu
mengeluh nyeri dada , dia tak bisa istirahat dan nafasnya pendek
Assessment
Nadinya 120x/menit, TD 120/80. Asesmen saya mungkin dia mengalami gangguan
jantung, dok.
Recommendation
Pasiennya saya beri oksigen 2 liter. Ada instruksi selanjutnya atau apa sebaiknya
dokter bisa melihat pasiennya segera.

SASARAN III : PENINGKATAN KEAMANAN OBAT


YANG PERLU DIWASPADAI (HIGH-ALERT)
Obat-obatan Yang Perlu Diwaspadai
(High-alert Medications) Adalah :

1.

Obat Yang Sering Menyebabkan Terjadi


Kesalahan / Kesalahan Serius (Sentinel
Event)

2.

Obat Yang Berisiko Tinggi (elektrolit pekat)

3.

Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/NORUM,


Atau Look Alike Sound Alike / LASA).

Look alike

SASARAN IV: KEPASTIAN TEPAT-LOKASI,


TEPAT-PROSEDUR, TEPAT-PASIEN OPERASI

Tahap Time out (before skin


incision ) memungkinkan
semua pertanyaan atau
kekeliruan diselesaikan
Time out
1. dilakukan di tempat, dimana
tindakan akan dilakukan
2. tepat sebelum tindakan
dimulai
3. melibatkan seluruh tim
operasi.
menggunakan ceklist.

SASARAN V : PENGURANGAN RISIKO


INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN

HAND HYGIENE

HAND RUB
IS
PREFERRE
D
It only
takes 20
30 sec to
do it!

21

SASARAN VI : PENGURANGAN
RISIKO PASIEN JATUH
Jumlah kasus jatuh
cukup bermakna
sebagai penyebab
cedera pasien rawat
inap.
perlu evaluasi risiko
pasien jatuh dan
tindakan untuk
mengurangi risiko
jatuh.

TERIMA
KASIH