Anda di halaman 1dari 32

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

Kelompok 6
NAMA
Rina Septianingrum
Susiana
Tommy Hidayat
Mukas
Tyas Rukmi Ken H.
Wulandari

NIM
12030114220043
12030114220030
12030114220041
12030114220034
12030114220050

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI


AKUNTANSI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Pihak yang membeli opsi berarti telah memiliki


hak untuk meminta pihak lain (penjual atau
writer) membeli atau menjual aset dengan
harga yang sudah ditentukan di masa yang
akan datang.
Contohnya, opsi pada sebuah gedung
memberikan hak kepada pembeli untuk
membeli gedung 1 Milliar dollar sebelum atau
hari sabtu ketiga di bulan Januari tahun 2015

Opsi memberikan pembeli hak, bukan


kewajiban. Pembeli menggunakan opsi apabila
melihat ada keuntungan yang akan diperoleh.

Exercise strike price (harga penebusan)


adalah harga beli atau jual dari aset yang
mendasari opsi (underlying assets).
Time to expiration adalah tanggal kadaluarsa
(expiration date) yang merupakan batas akhir
pelaksanaan (exercise).
Underlying asset adalah aset yang menjadi
subjek untuk dibeli atau dijual dalam aset.
Option premium adalah harga yang dibayarkan
oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.
Pembeli opsi adalah pihak yang membeli opsi.
Penjual (writer) opsi adalah yang menjual opsi.

Call option memberikan hak kepada pembeli


(buyer/holder) opsi untuk membeli (call) aset
tertentu seperti saham, mata uang atau
komoditas pada periode waktu dan harga yang
ditetapkan (exercise price). Call option tidak
memberikan batasan mengenai jenis aset tetapi
yang paling umum diperdagangkan adalah
saham dan obligasi.

Call option saham IBM memungkinkan


investor untuk membeli 100 lembar saham
sebelum atau pada tanggal 15 Juli, dengan
harga penebusan (exercise price) $100. Hal
ini merupakan opsi yang bernilai apabila
terdapat kemungkinan harga saham biasa IBM
akan meningkat lebih dari $100 sebelum
tanggal 15.

Nilai kontrak Call Option atas saham biasa saat


tanggal kadaluarsa sangat tergantung pada nilai
saham pada saat tanggal kadaluarsa
Apabila harga saham lebih besar dari pada
harga penebusan maka disebut sebagai in the
money.
Apabila harga saham lebih kecil dari pada harga
penebusan maka disebut sebagai out of the
money

Anggap harga saham IBM pada tanggal


kadaluarsa adalah $130. Pembeli call option
memiliki hak untuk membeli saham tersebut
pada harga penebusan, yaitu $100. Dengan
memiliki hak untuk membeli dengan harga
$100 dimana nilai sebenarnya adalah $130
merupakan sesuatu yang baik. Nilai intrinsik
call option pada saat hari kadaluarsa
(expiration day) adalah $30 ($130-$100). Call
akan menjadi lebih berharga apabila harga
saham lebih tinggi saat tanggal kadaluarsa.

Put Options merupakan kebalikan dari call


options. Put options memberikan hak kepada
pembeli (buyer/holder) untuk menjual aset
pada harga yang telah ditetapkan. Kondisi
yang menentukan nilai dari put options
merupakan kebalikan dari call options karena
put options memberikan hak kepada
pemegang aset untuk menjual.

Harga penebusan put saham IBM adalah $50


dan harga saham IBM saat tanggal kadaluarsa
adalah $40. Kondisi tersebut sangat
menguntungkan karena harga saham
sesungguhnya adalah $40 sementara
pemegang put options memiliki hak untuk
menjual saham tersebut seharga $50. Dengan
demikian, keuntungan yang diperoleh adalah
$10. $10 tersebut dapat dikatakan sebagai
nilai intrinsik put options saat tanggal
kadaluarsa.

Call options dan put options dapat


digabungkan dengan sekuritas lainnya untuk
menjadi satu kontrak yang rumit. Terdapat
dua strategi umum terkait dengan transaksi
gabungan opsi, yaitu:
1.Protective put
2.Covered Call

Protective put adalah strategi yang


dilaksanakan untuk membeli put options dari
saham perusahaan yang telah dimiliki. Tujuan
pembelian saham sekaligus put optionnya
adalah untuk mencegah kerugian yang terjadi
karena turunnya harga saham.

PT ABC membeli 10.000 lembar saham PT XYZ


pada harga Rp3.000/lembar sebagai langkah
awal untuk mengakuisisi PT XYZ. Manajemen
PT ABC memiliki kekhawatiran bahwa harga
saham PT XYZ akan turun harganya dalam
waktu dekat sehingga memutuskan untuk
membeli put option yang memberikan hak
untuk menjual 10.000 lembar saham PT XYZ
pada harga penebusan sebesar Rp2.950
selama 3 bulan ke depan. Lakukanlah analisis
terhadap data di atas!

Berikut adalah analisisnya:


Jika 3 bulan mendatang harga saham PT XYZ >
Rp2.950 maka manajemen PT ABC tidak akan
melaksanakan haknya dan tetap memegang saham
PT XYZ karena lebih menguntungkan.
Jika 3 bulan mendatang harga saham PT XYZ <
Rp2.950
maka
manajemen
PT
ABC
akan
melaksanakan haknya dengan mengirimkan 10.000
lembar saham PT XYZ kepada penjual put options. PT
ABC memperoleh uang sebesar Rp2.950 setiap
lembar saham PT XYZ yang dikirimkan. Kerugian
diminimalkan sebesar harga beli (Rp3.000) dikurangi
dengan harga penebusan (Rp2.950) ditambah
dengan option premium.

Strategi covered call adalah kegiatan menjual


call options suatu saham dan pada saat yang
bersamaan membeli saham tersebut di pasar.
Tujuan dari strategi covered call adalah
mencegah terjadinya kerugian dari transaksi
penjualan
call
option
tanpa
memiliki
sahamnya terlebih dahulu apabila harga
saham yang menjadi underlying assets lebih
tinggi dari harga penebusannya.

Pada tanggal 1 Juni 2012, PT RST menjual call


options yang dapat membeli saham PT SYX
sebesar 1.000 lembar dengan harga opsi
Rp200. Harga penebusan sebesar Rp5.000
dan jatuh tempo 3 bulan mendatang.
Lakukanlah analisis terhadap data di atas!

Jika harga saham PT SYX 3 bulan


mendatang < Rp5.000 maka pembeli call
options tidak akan melaksanakan hak yang
dimiliki tetapi langsung membeli ke pasar
karena lebih murah harganya.
Jika harga saham PT SYX 3 bulan
mendatang > Rp5.000 maka pembeli call
options akan melaksanakan haknya
membeli saham PT SYX dari PT RST dengan
harga Rp5.000.

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai opsi


1. Harga penebusan (exercise price)
Kenaikan pada harga penebusan akan menimbulkan harga
call option.
2. Tanggal berakhir opsi (expiration date)
semakin lama tanggal berakhir opsi, maka semakin tinggi
harga call option.
3. Harga saham
Semakin tinggi harga saham yang menjadi underlying asset
sebuah call option, semakin tinggi harga call optionnya.
4. Variabilitas dari underlying asset.
Semakin besar dari underlying asset maka call option
semakin berharga
5. Tingkat biaya

Metode yang digunakan untuk menentukan harga opsi adalah :


A. Metode binomial
1. Langkah pertama dalam metode minomial adalah menenttukan
harga tertinggi dan terndah dari suatu underlying asset dimasa
depan,misal harga saham tahun depan
2. Dari hargatertinggi dan terendah suatu underlying asset, maka
tentukan pay off optionnya.
3. Tentukan delta yang diperoleh dengan cara membagi selisih pay-off
call option dengan selisih antara harga tertinggi dan terendah
saham
4. Tentukan nilai sekarang dari jumlah yang harus dipinjam
5. Harga call option = harga saham saat ini x delta dikurangi
pinjaman
B. Model penetapan harga option yang paling populer adalah BlackScholes option pricing model yang dikembangkan oleh fisher Black
dan Myron Scholes

Asumsikan PT A telah memperoleh konsesi untuk mengadakan asia games di


tahun depan. Perusahaan Aakan tutup setelah penyelenggaraan Asian games
berakhir. Perusahaan mendanai dengan utang. Utang pokok dan beban bunga
tahun depan adalah Rp 800 milyar Berikut skenarionya :

Perkiraan arus kas PT A


Penyelenggar
aan sangat
berhasil

Penyelengg Penyelengga
araan cukup raan cukup
berhasil
gagal

Gagal total

Arus kas sebelum


bunga dan pokok
utang

Rp. 1 trilyun

Rp. 850
milyar

Rp. 700
milyar

Rp.550 milyar

Bunga dan pokok


utang

Rp. 800
milyar

Rp. 800
milyar

Rp. 800
milyar

Rp. 800 milyar

Arus kas untuk


pemegang saham

Rp.200
milyar

Rp. 50
milyar

Saham dapat dianggap sebagai call option di perusahaan.


Underlying asset dalam hal ini adalah PT. A Pemegang obligasi
adalah perusahaan
Pemegang saham dalam hal ini memiliki call option dengan
harga penebus sebesar Rp 800 milyar . Jika kas perusahaan
diatas Rp 800 milyar , perusahaan akan melakukan exercise,
dengan kata lain perusahaan akan membeli perusahaan dari
pemegang obligasi seharga Rp 800 milyar. Apabil arus kas
perusahaan sebesar 1 trilyun maka arus kas bersih yang
diterima oleh pemegang saham adalah Rp 200 milyar
sedangkan apabila arus kas dibawah Rp 800 milyar maka
pemegang saham akan memilih untuk melakukan exercise atas
seluruharus kas ke pemegang obligasi.
Pemegang obligasi akan memperoleh seluruh kas apabila arus
kas yang diperoleh kurang dari Rp. 800 milyar. Apabila arus
kas lebih besar dari Rp. 800 milyar maka pemegang obligasi
perusahaan

Merger dan Diversifikasi


Diversifikasi sering dianggap sebagai alasan mengapa perusahaan melakukan
merger. Apakah diversifikasi baik untuk perusahaan
Contoh :Terdapat dua perusahaan PT A dan PT B . kedua perusahaan
memiliki arus kas yang sifatnya musiman sehingga kedua manajemen
perusahaan khawatir dengan arus kas perusahaan. PT. A akan menghasilkan
arus kas yang baik selama musim kemarau sedangkan PT B memiliki arus kas
yang baik selama musim hujan. Jika kedua perusahaan tersebut melakukan
merger maka perusahaan hasil merger akan memiiki arus kas yang lebih
stabil. Mergerakan mendiversifikasi variasi musim dan membuat resiko
kebangkrutan menurun.
Option dan Capital budgeting,
Untuk perusah an yang memiliki utang dalam struktur pendapatannya akan
lebih menyukai proyek yang menghasilkan NPV yang lebih rendah dibanding
dengan NPV yang tinggi. Pemegang saham bahkan akan cenderung terkadang
mengambil proyek dengan NPV yang negatif karena proyek yang NPV
terendah bahkan negatifmemiliki risiko yang tinggi dan akan memberikan
tingkat pengembalian yang tinggi pula untuk pemegang saham jika proyek
tersebut berjalan dengan sukses.

Investasi proyek
yang akan dilakukan
dianggap dapat perkiraan arus kas di masa
depan. Diharapkan arus kas di masa depan
setiap periode adalah diskon pada tingkat
berisiko
yang
tepat,
menghasilkan
perhitungan NPV. Untuk proyek independen,
NPV positif berarti penerimaan dan negatif
NPV berarti penolakan. Pendekatan ini
memperlakukan
risiko
melalui
tingkat
diskonto.

Kompensasi eksekutif biasanya terdiri dari


elemen berikut:
1.Kompensasi Jangka Panjang
2.Bonus tahunan
3.Kontibusi Pensiun
4.Saham

a.

b.

c.

Opsi saham membuat eksekutif


perusahaan memiliki kepentingan yang
sama dengan pemegang saham sehingga
mereka akan mengambil keputusan untuk
kebaikan pemegang saham.
Opsi saham dapat mengurangi gaji yang
dibayar untuk eksekutif.
Opsi saham membuat perusahaan
membayar eskekutif sesuai kinerja
perusahaan.

Perusahaan
baru
penuh
dengan
ketidakpastian.
Perusahaan
dapat
menggunakan analisis capital budgeting untuk
menilai perusahaan yang akan didirikan.
Opsi dapat diterapkan ketika menganalisis
untuk pendirian perusahaan baru. Apabila
kondisi buruk yang terjadi setelah perusahaan
didirikan
maka
terdapat
opsi
untuk
menghentikan bisnis perusahaan. Apabila
kondisi
baik
maka
perusahaan
akan
melakukan ekspansi usaha.

Diasumsikan PT ABC adalah distributor minyak diesel,


sedangkan PT XYZ adalah perusahaan pembangkit
listrik. Pada tanggal 1 September harga minyak adalah
$2/gallon. Harga minyak periode 1 September sampai
dengan 1 Desember bervariasi antara $2,74 atau $1,46.
Diasumsikan PT XYZ melakukan pendekatan pada PT
ABC dan berjanji akan membeli minyak diesel pada
harga $2,10 pada tanggal 1 Desember sebanyak 6 juta
gallon. Jika harga minyak diesel per 1 Desember
sebesar $2,74 maka PT ABC akan rugi sebesar $0,64
(2,74-2,10) sedangkan apabila harga mencapai $1,46
maka PT XYZ tidak akan membeli minyak diesel dari
PT ABC karena lebih murah untuk membeli di pasar.

Untuk mengkompensasi risiko kerugian yang


mungkin akan diterima oleh PT ABC, manajemen
PT XYZ akan membayar di awal sebesar $1 juta
untuk memperoleh hak membeli minyak diesel
pada harga $2,10 dengan pengiriman minyak
diesel pada 1 Desember.
Harga minyak diesel akan naik sebesar 37%
($2,74/$2 1) atau turun sebesar 22% ($1,46/$2
1). Pertumbuhan atau penurunan harga tersebut
dapat dianggap sebagai return sehingga return
relatif untuk kenaikan harga adalah 1,37 (1 + 0,37)
dan penurunan harga sebesar 0,73 (1-0,27).

Langkah menentukan Risk-neutral Probabilities

Probabilitas kenaikan harga dari tingkat pengembalian


minyak diesel adalah sama dengan tingkat suku
bunga bebas risiko. Jika suku bunga bebas risiko
adalah 8% pertahun yang berarti sebesar 2% dalam 3
bulan maka probabilitas kenaikan harga adalah :
2% = probabilitas kenaikan x 0,37 + (1 probabilitas
kenaikan) x -0,27
Probabilitas kenaikan = 45% sedangkan probabilitas
penurunan = 0,55

Hitung Kontrak
Jika harga minyak diesel naik menjadi $2,74 pada tanggal 1 Des
maka PT XYZ akan membeli minyak diesel dari PT ABC pada
harga $2,10 dan PT ABC akan rugi sebesar $0,64 per gallon
karena harus membeli ke pasar pada harga $2,74.
Jika harga minyak turun menjadi $1,46 maka PT XYZ tidak akan
membeli minyak dari PT ABC sehingga PT ABC tidak akan
memperoleh kerugian atau keuntungan pada harga $1,46.
Nilai kontrak untuk PT ABC adalah :
(0,45 x ($2,10 - $2,74) x 6 juta gallon + 0,55 x 0) / 1,02 +
$1.000.000 = -$694,118.
Nilai kontrak yang negatif ini adalah nilai call option untuk PT
ABC sedangkan nilai kontrak untuk PT XYZ adalah $694,118.

Dalam menjalankan bisnisnya, manajemen


terkadang harus membuat keputusan
apakah menghentikan sementara bisnisnya
sambil menunggu saat yang tepat untuk
kembali melanjutkan bisnis.
Keputusan untuk menghentikan sementara
kegiatan bisnis dan melanjutkan kembali di
masa depan dapat dibantu dengan
melakukan analisis atas pendekatan
binominal.