Anda di halaman 1dari 21

Manifestasi Klinik Gangguan Jiwa

Dr. Tribowo Tuahta Ginting S, Sp.KJ


Gejala dan Tanda Gangguan Psikiatri
1. Gangguan Kesadaran
Kesadaran : tingkatan kewaspadaan
(sinonim dengan sensorium)
a. Disorientasi
b. Kesadaran berkabut
c. Stupor
d. Delirium
e. Koma
f. Coma Vigil
g. Twilight State
h. Dreamlike state
i. Somnolen
j. Konfusi
k. Drowsiness
l. Sundowning (sundowner’s syndrome)
2. Gangguan Orientasi
Orientasi merujuk pada kewaspadaan akan
waktu, tempat dan orang. Keakuratan orientasi
memerlukan integritas dari perhatian, persepsi,
ingatan dan gagasan. Kerusakan dapat terjadi
terutama pada gangguan mental organik seperti
abnormalitas pada struktur otak dan keracunan
metabolisme otak, serta kadang-kadang muncul
pada keadaan disosiatif dan psikotik.
Disorientasi waktu
Disorientasi tempat
Disorientasi orang
3. Gangguan Memori
Memori : fungsi dimana informasi disimpan di
otak yang kemudian dikembalikan ke kesadaran.
Fungsi memori dibagi 3 tahap, yaitu :
1. Registrasi : kemampuan menambahkan materi
baru ke memori. Materi dapat sensorik, persepsi,
atau konseptual dan dapat berasal dari
lingkungan atau diri sendiri.
2. Retensi : kemampuan mempertahankan ingatan
di tempat penyimpanan.
3. Recall : kapasitas untuk mengembalikan memori
yang disimpan sebelumnya ke kesadaran.
Gangguan memori :
a. Amnesia : ketidakmampuan secara total atau
parsial untuk me-recall kejadian sebelumnya
(memori jangka pendek dan jangka panjang)
dalam keadaan kesadaran normal. :
Anterograde amnesia adalah ketidakmampuan
untuk meregistrasi atau mempelajari informasi
baru (dan karena itu dapat membentuk memori
baru) dari saat terjadinya kejadian tertentu dan
sesudahnya
Retrograde amnesia adalah gangguan dalam
mengingat peristiwa/hal-hal sebelum terjadinya
kejadian traumatik tertentu.
b. Paramnesia : memori yang salah dengan adanya
gangguan dalam recall
Confabulation (konfabulasi) : penderita mengisi
gap/celah pada ingatannya dengan pengalaman yang
tidak terjadi/tidak nyata yang dipercayai penderita tetapi
tidak terbukti kebenarannya.
Déjà vu : merasa sudah pernah mengenali situasi-
situasi yang baru, padahal seseorang belum pernah
mengalaminya.
Déjà Entendu : merasa sudah pernah mendengar hal-
hal yang baru, padahal seseorang belum pernah
mendengarnya.
Déjà pensé : suatu perasaan bahwa pikiran baru,
dikenali sebagai pikiran yang pernah dialami
sebelumnya
Jamais vu, jamais entendu dan jamais pensé,
merupakan kebalikannya
4. Gangguan Emosi
Emosi : kompleks tingkatan perasaan dengan komponen
fisik, somatik, dan perilaku yang berkaitan dengan afek
dan mood
A. Afek
Afek yang sesuai : sesuai dengan ide, pikiran atau
pembicaraan
Afek yang tidak sesuai (inappropriate)
Afek tumpul : ditandai dengan kurangnya intensitas
perasaan yang ditampilkan
Afek menyempit : berkurangnya intensitas perasaan,
tidak terlalu berat dibandingkan afek tumpul
Afek datar : hilangnya tanda ekspresi afektif, suara
yang monoton, dan wajah/air muka yang tidak berubah
Afek labil : perubahan perasaan/emosi yang cepat
dan mendadak, yang tidak berkaitan dengan stimulus
eksternal
B. Mood : suasana perasaan yang menetap
dan bertahan lama yang dilaporkan oleh
seseorang dan dapat diamati oleh orang
lain yang mempengaruhi pandangan
seseorang terhadap dunianya.
1. Disforik
2. Euthym
3. Mood ekspansif
4. Iritabel
5. Mood labil
6. Elevated mood
7. Euforia
8. Depresi
9. Mania
10. Grief / mourning

C. Emosi lainnya : anxietas, takut, panik,


agitasi, apati, ambivalen, malu, rasa
bersalah, dll.
5. Gangguan Psikomotor/ Perilaku Motorik
Perilaku motorik (conation) : aspek psikis yang
meliputi impuls, motivasi, harapan, dorongan,
insting, dan keinginan, yang diekspresikan
dalam bentuk perilaku seseorang atau aktivitas
motorik.
1. Echopraxia : peniruan/imitasi pergerakan
2. Katatonia atau abnormalitas postural 
Terdiri dari : katalepsi, katatonik stupor,
katatonik posturing, rigiditas katatonik,
cereaflexibilitas (waxy flexibility), akinesia.
3. Negativisme : penolakan
4. Katapleksi : hilangnya tonus otot
5. Stereotipik : pola berulang
6. Mannerism : gerakan involuntar karena
kebiasaan
7. Mutisme : tidak bicara
8. Overaktivitas : agitasi pikomotor, hiperaktivitas,
Tic, sleepwalking, akatisia, kompulsi
9. Ataksia : gagalnya koordinasi otot
10. Tremor : peningkatan pergerakan secara
ritmik
11. Bradikinesia : melambat,menurun
12. Diskinesia : kesulitan gerakan volunter
13. Rigiditas : otot kaku
6. Gangguan Pikiran
Pikiran : proses masuknya informasi, diolah dan
menghasilkan suatu ide atau tujuan
A. Gangguan Bentuk dan Proses Pikir
- Pressure of speech
- Flight of idea
- Circumstantiality
- Tangentiality
- Loose associations (asosiasi longgar)
- Verbigeration : suara dari bunyi-bunyi yang inkoheren.
- Clang association
- Echolalia : ulang kalimat terakhir
- Palilalia : ulang kata atau suku kata terakhir
- Perseveration : ulang kata atau kalimat berulangkali
- Stereotype : ulang kata atau perilaku yang menetap
B. Gangguan Isi Pikir
- Delusi/waham
- Overvalued ideas : isi pikir/ ide /
kepercayaan yang tidak beralasan yang
dipegang orang tersebut dibawah
kesadaran
- Ideas of Reference
- Obsesi
- Preokupasi
7. Gangguan Persepsi
Persepsi : proses pemindahan stimulasi fisik
ke informasi psikologis dimana stimulus
sensorik dibawa ke dalam kesadaran.
a. Halusinasi : persepsi yang salah pada panca
indera tanpa adanya stimulus eksternal 
visual, auditorik, taktil, olfaktorius, gustatorik,
halusinasi somatik, halusinasi liliput.
Normal : halusinasi hipnagogik (sebelum
tidur), hipnopompik (saat bangun tidur)
b. Ilusi : interpretasi atau persepsi yang salah
terhadap stimulus sensorik  contoh :
fatamorgana
8. Gangguan Intelegensi
Intelegensi : kemampuan untuk mengerti,
recall, melaksanakan dan
mengintegrasikan secara konstruktif hal-
hal yang telah diketahui atau dipelajari
sebelumnya saat menghadapi situasi
baru.
1. Retardasi Mental : kurangnya
intelegensia sampai pada derajat yang
dapat mengganggu fungsi dan
penampilan sosial pekerjaan.
- Ringan : IQ (intelligence Quotient) 50-55 – 70
- Sedang : IQ 35-40 – 50-55
- Berat : IQ 20-25 – 35-40
- Sangat berat : dibawah 20-25
- Idiot : umur mental < 3 thn
- Imbecile : antara 3 – 7 tahun
- Moron : sekitar 8 tahun
2. Dementia : penurunan global dari fungsi
intelektual tanpa adanya penurunan
kesadaran
3. Pseudodementia : mirip dementia  depresi
9. Gangguan Kepribadian
Kepribadian : karakter/ciri karakteristik
perilaku dan emosional yang secara relatif
stabil dan menetap
Gangguan kepribadian : pola menetap dari
pengalaman dan perilaku yang menyimpang
secara nyata dari hal-hal yang diharapkan
oleh lingkungan individu, menetap dan tidak
fleksibel, mempunyai onset pada remaja atau
dewasa muda, stabil sepanjang waktu dan
menyebabkan distres atau impairment.
Terdapat 3 cluster yaitu :
Cluster A : Odd atau eccentric
 Paranoid, Schizoid, Schizotypal
Cluster B : Dramatic, emotional atau Erratic
 Antisosial, Borderline (Ambang),
Histrionik, Narsissistik
Cluster C : Anxious atau Fearful
 Avoidant (menghindar), dependen,
Obsesif-kompulsif (Anankastik)
10. Tilikan /Insight : kemampuan seseorang
unutk memahami penyebab nyata dan makna
dari suatu keadaan atau situasi.
a. Tilikan intelektual : mengerti secara objektif
suatu situasi tanpa kemampuan untuk
menerapkannya untuk mengatasi situasi
tersebut
b. Tilikan Nyata (true insight) : mengerti secara
objektif suatu situasi disertai dengan motivasi
dan keterlibatan emosi untuk mengatasi situasi
tersebut
c. Gangguan tilikan : ketidakmampuan untuk
mengerti situasi secara objektif.
11. Judgement/ Daya Nilai : Kemampuan untuk
menilai situasi secara baik dan tepat dan
melakukan tindakan yang sesuai dengan situasi
yang dihadapi tersebut.
a. Critical judgment : kemampuan untuk menilai,
melihat, dan memilih berbagai pilihan yang ada
dalam sebuah situasi
b. Automatic judgment : tindakan refleks/spontan
yang sesuai dengan situasi yang dihadapi
c. Impaired judgment : ketidakmampuan dalam
mengerti situasi dan tidak mampu bertindak
dengan sesuai.