Anda di halaman 1dari 10

Def : infeksi kulit SUPERFISIAL

KRONIK

PITIRIASIS
Epid :
VERSIKOLOR
Daerah tropis

Remaja dan dewasa MUDA >

Etio : Malassezia furfur -> lipofilik


& dimorfik (bentuk ragi dapat
berubah menjadi hifa) -> banyak
berkolonisasi di area yang kaya
sekresi kelenjar SEBASEA.
Tempat predileksi : leher, area
sternum, dada, punggung, perut,
pubis, dan area intertriginosa /
lipatan
Tanda :
area depigmentasi /
diskolorasi
Makula (putih-kemerahanhitam))
Berbatas TEGAS
Berskuama HALUS
(pitiriasiformis)
Tersebar DISKRET / KONFLUEN
terutama pada badan bagian
ATAS-> contoh: lengan atas

Patogenesis
Malassezia spp. Semula
berbentuk ragi saprofit ->
berubah menjadi miselia ->
kelainan kulit PV
Faktor predisposisi:
Suhu
Kelembaban lingkungan
tinggi
Tegangan CO2 tinggi
permukaan kulit akibat
oklusi
Faktor genetik
Hiperhidrosis
Imunosupresif
Malnutrisi
Umumnya keluhan KOSMETIK, ,
kadang pruritus ringan, tidak
disertai gejala subyektif.

Hyperpigmen
ted

Mekanisme -> belum jelas


1 studi -> pemeriksaan
mikroskop elektron
didapatkan :

ukuran melanososm > dari


normal.
Lapisan keratin > tebal

Hipopigmen
tasi

Mekanisme terjadinya
perubahan warna sehingga
menimbulakn lesi
HIPOpigmentasi:
Malassezia sp. Memproduksi
asam dikarboksilat

mengganggu pembentukan
pigmen melanin
Memproduksi metabolit
(pityriacitrin) -> mampu
mengabsorbsi sinar
ultraviolet -> lesi
HIPOpigmenetasi

1. Lampu wood :
fluoresensi YELLOW GREEN ->
akibat
metabolit asam
dikarboksilat
Hasil
+ palsu jika penggunaan
salap yang mengandung
asam salisilat & tetrasiklin
-

Pemeriksaan
Penunjang

Palsu jika orang rajin


mandi

2. Pemeriksaan mikologis
langsung sediaan kerokan
kulit
kumpulan hifa pendek
sel ragi bulat, kadang
oval
spaghetti and
meatballs
banana and grapes
Cara pengambilan sediaan
kerokan kulit:
Skalpel

3. Pemeriksaaan dengan larutan KOH 20%


Dapat ditambahkan sedikit tinta biru-hitam
untuk memperjelas gambaran elemen jamur.

Terapi
Identifikasi dan hindari faktor predisposisi -> jika tidak
bisa hindari faktor predisposisi-> terapi maintenance
Pemilihan antara Terapi topikal dan Terapi sistemik
tergantung dari :
Luas lesi -> luas dan kegagalan terapi topikal-> terapi sistemik
Biaya
Kepatuhan pasien
Kontraindikasi
Efek samping

Edukasi: Lesi HIPOpigmentasi dapat bertahan sampai


beberapa bulan setelah jamur -

Terapi topikal
selenium sulfide
Aplikasi:
dioleskan setiap hari selama 1530 di seluruh tubuh kecuali kepala
& genital-> bilas
Dibiarkan sepanjang malam; 2x
seminggu (hati-hati kemungkinan
reaksi iritasi)
Sampo 1,8%
Losio 2,5%

Ketokonazol 2%
Solusio natrium hiposulfit 20%
Solusio propilen glikol 50%
Untuk lesi terbatas -> krim derivat
azol (klotrimazol), tolsiklat,
tolnaftat, siklopiroksolamin &
haloprogin

Terapi topikal sebaiknya diteruskan 2


minggu setelah hasil pemeriksaan:
Lampu wood
Mikologis langsung kerokan kulit -

Terapi sistemik
Ketokonazol 200
mg/hari selama 510 hari
Itrakonazol 200
mg/hari selama 5-7
hari

Terapi maintenance
Sampo selenium sulfide (periodik)
Terapi sistemik -> ketokonazol
400mg 1x setiap bulan
200mg sehari selama 2 hari tiap bulan

Prognosis
Baik jika:
Pengobatan tekun dan konsisten
dilakukan
Faktor predisposisi dapat dihindari