Anda di halaman 1dari 15

A

R
A
D
U
N
A
R
A
M
E
C
N
E
P
Oleh:
Agatha Audrey A.S.
(1)
Aibigaillia
(2)
Febri Ana Dwi
Sarwindah (13)

Peng
ertian
bertambahnya bahan
fisik atau kimia ke
dalam lingkungan
udara normal yang
mencapai sejumlah
tertentu, sehingga
dapat dideteksi oleh
manusia (atau yang
dapat dihitung dan

Faktor
Faktor Internal
Internal (secara
(secara
D
ebualamiah)
yang
alamiah)
beterbang
an
akibat tiup
an
angin.
Abu (de
bu) yang
dikeluarka
n dari
letusan gu
nung
berapi ber
ikut
gas-gas
vulkanik.,
Proses
pembusuka
n
sampah or
ganik,
dll

Penye
bab

Faktor Eksternal
Eksternal (karena
(karena ulah
ulah
Faktor
manusia)
manusia)

Hasil
pembaka
r
bahan ba
k ar
fosil.
Debu/
serbuk d
ar i
kegiatan
industri
Pema
kaian zat
zat kimia
yang
disempro
tkan ke
udara

k
fi
i
K l as
a si
Polutan Primer

Polutan Sekunder

Polutan
Primer

Polutan primer adalahpolutan yg ditimbulkan


langsung dari sumber pencemaran udara
Macam:
1. Polutan Gas terdiri dari:
a. Senyawa karbon hidrokarbon, hidrokarbon
teroksigenasi,
dan karbon oksida (CO atau
CO2)karena
ia
merupakan
hasil
dari
pembakaran.
b. Senyawa sulfur oksida.
c. Senyawa halogen flour, klorin, hydrogen
klorida, hidrokarbon terklorinasi, dan bromin.
2. Partikel
Dapat berupa zat padat maupun suspense
aerosol cair sulfur di atmosfer melalui proses
kondensasi (misalnya proses menyemprot/
spraying) maupun proses erosi bahan
tertentu.

Polutan
Sekunder
Polutan sekunder adlsubstansi
pencemar
yg terbentuk dari reaksi pencemar 2 primer
diatmosfer sekunder biasanya tjd krn
reaksi dari dua atau lebih bahan kimia di
udara, misalnya reaksi foto kimia.
Sebagai contoh adalah disosiasi NO 2yang
menghasilkan NO dan O radikal.
Proses kecepatan dan arah reaksinya
dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara
lain:
a)Konsentrasi relative dari bahan
reaktran
b)Derajat fotoaktivasi
c)Kondisi iklim
d)Topografi lokal dan adanya embun.

Partikulat
(asap/jelaga)

Karbonmonoksida
Gas yg tdk
berwarna, tidak
berbau dan
bersifat racun.
Dihasilkan dari
pembakaran
tidak sempurna
bahan bakar fosil

Nitrogen dioksida
Gas yang palin
g
beracun. Dihas
ilkan
dari pembakara
n
batu bara di pa
brik,
pembangkit
energi listrik d
an
knalpot kendara
an
bermotor.

Sulfur dioksida
Gas yang berbau
tajam, tidak
berwarna dan tida
k
bersifat korosi.
Dihasilkan dari
pembakaran baha
n
bakar yang
mengandung sulf
ur
terutama batubara

Polutan udara yan


g
paling jelas terliha
t
dan paling
berbahaya.
Dihasilkan dari
cerobong
pabrik berupa asa
p
hitam tebal.

Hidrokarbon
Uap bensin yang
tidak terbakar.
Dihasilkan dari
pembakaran baha
n
bakar yang tidak
sempurna.

Karbon dioksida
(CO2)
Timbal (Pb)
Logam berat yang
digunakan manusi
a
untuk
meningkatkan
pembakaran pada
kendaraan
bermotor. Hasil
pembakaran
tersebut
menghasilkan
timbal oksida yan
g
berbentuk debu
atau
partikulat yang
dapat terhirup ole
h
manusia.

Gas yang
dihasilkan dari
pembakaran
sempurna bahan
bakar kendaraan
bermotor dan
pabrik serta gas
hasil kebakaran
hutan

Chlorofluorocarbon
(CFC)
Gas yang dapat
menyebabkan
menipisnya lapisa
n
ozon yang ada di
atmosfer bumi.
Dihasilkan dari
berbagai alat
rumah tangga
seperti kulkas

Damp
ak

1. Hujan asam
Merupakan hujan yang memiliki kandungan pH
(derajat keasaman) kurang dari 5,6.
Dampak hujan asam:
Mempengaruhi kualitas air permukaan
Merusak tanaman
Melarutkan logam-logam berat yang terdapat
dalam tanah sehingga mempengaruhi
kualitas air tanah dan air permukaan
Bersifat korosif sehingga merusak material
dan bangunan

2. Penipisan Lapisan Ozon


Disebabkan oleh zat kimia
buatan manusia yang disebut
sebagai ODS (Ozone Depleting
Substances) atau BPO (Bahan
Perusak Ozon).
Lapisan ozon yang berkurang
disebut sebagai lubang ozon
(ozone hole).

3. Pemanasan global
Pemanasan global adalah kenaikan
suhu rata-rata di seluruh dunia dan
menimbulkan dampak berupa
berubahnya pola iklim.
Dampak dari pemanasan global adalah
:
- Pencairan es di kutub
- Perubahan iklim regional dan global
- Perubahan siklus hidup flora dan
fauna

4. Gangguan kesehatan
pada manusia
Misalnya : Penyakit
Antrakosis,Penyakit
Silikosis,Penyakit
Asbestosis

Solusi
(Upaya Pencegahan
Pencemaran Udara)
mengembangkan energi alternatif dan
teknologi yang ramah lingkungan.
mensosialisasikan pelajaran lingkungan
hidup (PLH) di sekolah dan masyarakat.
mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan) bagi
industri atau usaha yang menghasilkan
limbah.
tidak membakar sampah di pekarangan
rumah.

tidak merokok di dalam ruangan.


menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot.
ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.
ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon
pelindung.
tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar
secara sembarangan.
mengurangi atau menghentikan penggunaan zat aerosol dalam
penyemprotan ruang.
menghentikan penggunaan busa plastik yang mengandung CFC.
mendaur ulang freon dari mobil yang ber-AC.
mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC dan
CCl4