Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

NEURODERMATITIS
Pembimbing:
dr. Wahyu Hidayat, Sp. KK
Penyusun:
Adennisa Yunitasari Nurrachma

STATU
S
PASIEN

Identitas Pasien
Nama
: Tn. RM
Umur
: 78 tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Status pernikahan : Menikah
Alamat
: Bonorejo 3/5, Demak
Pekerjaan
: Staf yayasan Sunan Kalijaga
Demak
Tanggal Periksa
: 20 Oktober 2015
No. CM
: 081670

Anamnesi
s

Keluhan utama
Kulit tungkai kanan
kiri gatal dan
menebal

Keluhan tambahan
Warna kulit lebih gelap dan
timbul sisik-sisik kasar pada
daerah kulit yang gatal

Riwayat Penyakit Sekarang


keluhan kulit gatal dan menebal pada tungkai
kanan dan kiri sejak 8 bulan yang lalu.
Awalnya keluhan ini hanya gatal-gatal saja.
Yang menyebabkan pasien sering menggaruk
lalu timbul penebalan kulit.
Saat menggaruk tanpa sadar pasien melukai
kulit sendiri dan kemudian timbul koreng.
Selain itu pasien juga mengeluhkan timbul
sisik-sisik kasar pada daerah yang gatal.

Riwayat
Penyakit
Sekarang
(lanj.)
Gatal
ini dirasakan
terus
menerus, terutama
saat tidak beraktifitas.
Gatal tidak bertambah saat malam hari, saat
beraktifitas, maupun saat panas siang hari.
Pasien mengaku sebelum sakit seperti ini,
pernah sakit selulitis pada lokasi yang sama
selama 1 tahun, sudah diobatkan ke dokter
spesialis kulit sampai sembuh, lalu tidak
berapa lama, pada tungkai yang sama
muncul keluhan seperti ini.
Keluhan yang sekarang ini, sudah pernah
diobatkan ke dokter namun belum ada
perbaikan sama sekali.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat hipertensi
Riwayat reumatik

: diakui
: diakui

Riwayat osteo arthritis

: diakui

Riwayat stroke ringan

: diakui

Riwayat alergi obat dan makanan


Riwayat asma
Riwayat sakit gula / DM

: disangkal

: disangkal
: disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat sakit serupa disangkal

Riwayat Sosial Ekonomi


Kesan ekonomi cukup

Pemeriksaan
Fisik

Status Generalisata
Keadaan
umum
Kesadaran

Vital sign

Sakit sedang

kompos mentis
nadi: 80 x / menit
laju respirasi: 20 x / menit
suhu: 36.7oC

Normo
cephal,
rambut
hitam
keabuan,
distribusi
rambut
merata

konjungti
va tidak
anemis,
sclera
tidak
ikterik,
alis mata
hitam
tidak
madarosi
s

Normo
tia,
tidak
ada
kelainan
kulit

bentuk
normal,
tidak
ada
kelainan
kulit

bibir tidak
pucat, tidak
kering, dan
tidak ada
kelainan kulit

Jantung

Kesan:
Jantung
dalam batas
normal

Inspeksi:
iktus kordis
tidak
tampak

Palpasi:
Iktus kordis
teraba di ICS
V, 1 cm
medial linea
midclavicula
sinistra

Perkusi:
Batas
apeks
jantung
tidak
melebar

Auskultasi
:
Gallop (-),
bising
sistolik (-)

Paru - paru
Inspeksi:
simetris,
retraksi (-)

Kesan:
Paru- paru
dalam batas
normal

Perkusi:
Sonor
seluruh
lapang paru

Palpasi:
Sterm
fremitus
kanan =
kiri
Auskultasi
:
SDV (+/+)
Ronkhi (-/-)
Wheezing
(-/-)

Abdomen

Kesan:
Abdomen
dalam batas
normal

Inspeksi:
datar,
tidak ada
kelainan
kulit

Palpasi:
Supel,
organomegali
(-)

Perkusi:
Timpani
seluruh
lapang
abdomen

Auskultasi
:
Bising usus
(+) normal

Ekstremitas
Superior

Akral dingin

-/-

inferior

-/-

Sianosis

-/-

-/-

CR

< 2 detik

Oedem

-/-

-/-

Status Dermatologis

Lokasi: tungkai bawah


kanan dan kiri
UKK: tampak plak
hiperpigmentasi,
sebagian likenifikasi,
sebagian ekskoriasi
dan skuama tipis putih
kasar di atasnya

Diagnosa banding
Neurodermatitis / Liken Simpleks Kronis
Dermatitis Numularis Kronis
Psoriasis

Dermatitis Kontak Iritan


Dermatitis Atopik

Diagnosis Utama
Neurodermatitis / Liken
Simpleks Kronis

Penatalaksanaan
Oral
Metilprednisolon tab 3 x 8 mg / hari

Penatalaksanaan
Oral
Loratadine tab 2 x 10 mg / hari

Penatalaksanaan
Topikal
Clobetasol cream 2 x 1 pagi dan sore pada lesi

Asam Salisilat 5% + Clobetasol ointment 2 x 1


siang dan malam pada lesi

Edukasi
Sebisa mungkin hindari
menggaruk
Hindari stress dan pikiran
berlebih
Mencari faktor pencetus dan
menghindarinya

Prognosis
Quo ad
vitam

ad bonam

Quo ad
sanationam

ad bonam

Quo ad
fungsionam

ad bonam

Quo ad
kosmetiku
m

dubia ad bonam

Resume
Anamnesis:
Keluhan kulit gatal dan menebal pada tungkai kanan kiri dejak 8 bulan yang lalu,
gatal dirasakan terus menerus membuat pasien menggaruk sampai menimbulkan
koreng dan penebalan kulit
Sebelumnya pernah sakit selulitis namun sudah berobat sampai sembuh ( 1 tahun
yang lalu). Keluhan saat ini juga sudah diobatkan ke dokter namun belum ada
perbaikan.

Pemeriksaan Fisik :
Tidak didapatkan kelainan pada status generalisata
Pada status dermatologis, lokasi tungkai kanan kiri, tampak plak
hiperpigmentasi, sebagian likenifikasi dan ekskoriasi serta ada skuama
tipis warna putih, kasar di atasnya

Tatalaksana :
Oral: Metilprednisolon tab 3 x 8 mg / hari; Loratadine tab 2 x 10 mg /
hari
Topikal: Clobetasol cream 2 x 1 pagi dan sore pada lesi; Asam Salisilat
5% + Clobetasol ointment 2 x 1 siang dan malam pada lesi

Terimakasi
h

Definisi
Peradangan kulit kronis, disertai rasa
gatal, sirkumskrip, yang khas ditandai
dengan kulit yang tebal dan
likenifikasi. Likenifikasi pada kasus ini
terjadi akibat garukan atau gosokan
yang berulang-ulang.
Keluhan utama yang dirasakan pasien
dapat berupa gatal yang bersifat
paroksismal

Epidemiologi
12% dari populasi orang dewasa dengan
keluhan kulit gatal menderita Liken
Simplek Kronik.
Tidak ada kematian akibat Liken Simplek
Kronik.
Liken Simplek Kronik tidak memandang ras
dalam penyebarannya.
Diketahui bahwa insiden terjadi lebih
sering pada wanita daripada pria. Penyakit
ini sering muncul ada usia dewasa,
terutama usia 30 hingga 50 tahun.

Etiopatogenesis
Etiologi pasti Liken Simplek Kronik belum diketahui, namun
faktor psikologi diasosiasikan dengan Liken Simplek Kronik
Gatal sendiri timbul akibat adanya pelepasan mediator
inflamasi dan aktifitas enzim proteolitik. Keadaan ini
menimbulkan adanya proses inflamasi pada kulit, yang
menyebabkan penderita sering menggaruk lesi yang
terbentuk. Proses inflamasi yang berkepanjangan akan
menyebabkan penebalan kulit.
Penebalan kulit ini sendiri menimbulkan rasa gatal,
sehingga merangsang penggarukan yang akan semakin
mempertebal kulit.

Gejala Klinis
Penderita penyakit ini akan mengeluh rasa gatal yang sangat
mengganggu aktifitas dan dirasakan terutama ketika penderita tidak
sedang beraktifitas. Rasa gatal akan berkurang bila digaruk dan
penderita akan berhenti menggaruk bila sudah timbul luka, akibat
tergantikannya rasa gatal dengan rasa nyeri.
Lesi yang muncul biasanya tunggal, bermula sebagai plak
eritematosa, sedikit edematosa. Lambat laun edema dan eritema
akan menghilang, lalu muncul skuama pada bagian tengah dan
menebal. Likenifikasi, ekskoriasi, dengan sekeliling yang
hiperpigmentasi, muncul seiring dengan menebalnya kulit.
Predileksi lesi di tengkuk, leher, paha bagian medial, lutut, tungkai
bawah lateral, pergelangan kaki bagian depan, punggung kaki,
pubis, vulva, skrotum, dan perianal.

Histopatologi

Ortokeratosis, hipergranulosis, akantosis


dengan rete ridges memanjang teratur.
bersebukkan sel radang limfosit dan histiosit
di sekitar pembuluh darah dermis bagian
atas, fibroblast bertambah, kolagen menebal.
Kadang terlihat krusta yang menutup
sebagian epidermis

Diagnosis
diagnosis neurodermatitis
didasarkan pada gambaran klinis
dan UKK yang khas, emeriksaan
histopatologi dapat digunakan
untuk menunjang penegakan
diagnosis

Penatalaksanaan
Menjelaskan kepada pasien untuk sebisa mungkin menghindari
menggaruk lesi karena lingkaran setan dari gatal-garuklikenifikasi harus dihentikan.
Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan:
Antihistamin, contohnya hidroksizin, difenhidramin, prometazin,
loratadine atau topikal dengan krim doxepin 5% jangka pendek
(maksimal 8 hari).
Kortikosteroid potensi kuat, bila perlu dengan oklusi.
Kortikosteroid memiliki efek anti inflamasi, anti alergi, anti
pruritus, anti mitotik, serta vasokonstriktor. Kortikosteroid topikal
dipakai 2 3 kali sehari, tidak lebih dari 2 minggu untuk potensi
kuat. Apabila tidak berhasil, diberikan secara suntikan intralesi 1
mg, contohnya triamsinolon acetonid.
UVB (Ultraviolet B) atau PUVA (Psoralen Ultraviolet A)

Prognosis
Penyakit ini bersifat kronik dengan
persistensi dan rekurensi lesi. Eksaserbasi
dapat terjadi sebagai respon stress emosional.
Prognosis bergantung pada penyebab pruritus
(penyakit yang mendasari) dan status
psikologik penderita.

Daftar Pustaka
Sularsito, Sri Adi. Suria Djuanda. Dermatitis in Djuanda A, et al. Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;
2013.
Harahap, M. Liken Simplek Kronik in Ilmu Penyakit Kulit. Hipokrates.
2000. Jakarta. (16 17)
Siregar RS. Neurodermatitis Sirkumskripta in Atlas Berwarna Saripati
Penyakit Kulit. ECG. 2005. Jakarta. (129 131)
Hogan DJ. Lichen Simplex Chronicus. Diunduh dari
emedicine.medscape.com/article/1123423-overview#a0199
Wolff, Klaus. Lichen Simplex Chronic / Prurigo Nodularis in
Fitzpaatrickss Dermatology in Gneral Medicine. Edisi ke-7. Mc Graw Hill
Medical. New York.
Mansjoer, Arief. dkk. Neurodermatitis Sirkumskripta in Kapita Selekta
Kedokteran. Media Aesculapius. 2000. Jakarta (3) (89)
Wolff, Klaus. Nummular Eczema in Fitzpatrickss Dermatology in General
Medicine. Edisi ke-7. Mc Graw Hill Medical. New York.

Terimakasi
h