Anda di halaman 1dari 13

I

S
A
B

I
06
0
R
11
2
T
N 210

-1
E
IS HINA

DARAD
F

R
E
L

DEFINISI
Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu
dys (gangguan) dan enteron (usus), yang
berarti suatu peradangan usus besar yang
dapat menimbulkan gejala meluas seperti :
BAB dengan tinja berdarah
BAB dengan tinja bercampur lendir
Kram perut
Nyeri saat buang air besar (tenesmus)

ETIOLOGI
1. Bakteri (Disentri basiler)
Shigella, Shigella adalah basil non motil, gram
negatif, famili enterobacteriaceae. Ada 4 spesies
Shigella, yaitu S.dysentriae, S.flexneri,S.bondii
dan S.sonnei. Merupakan penyebab disentri yang
tersering
2. Amoeba (Disentri amoeba), disebabkan
Entamoeba hystolitica

PATOGENESIS
MO bertahan terhadap pH yang rendah,
dapat melewati barrier asam lambung
kolonisasi di ileum terminalis/kolon, terutama
kolon invasi ke sel epitel mukosa kolon
replikasi menghasilkan eksotoksin yang
mempunyai sifat enterotoksik, sitotoksik,dan
neurotoksik cAMP hipersekresi usus (diare
cair, diare sekresi) infiltrasi sel radang
mukosa usus hiperemik, lebam dan tebal,
nekrosis superfisial ulkus-ulkus kecil
mengenai pembuluh darah tinja bercampur
darah

MANIFESTASI KLINIS

Inkubasi 1-2 hari


Mendadak nyeri perut, demam, dan diare cair
BAB sering dan mengandung lendir dan darah
Tenesmus
Dehidrasi bahkan syok

DIAGNOSIS
Keluhan nyeri abdomen bawah, dan diare
Pemeriksaan mikroskopik tinja menunjukkan
adanya eritrosit dan leukosit PMN.
Untuk memastikan diagnosis dilakukan kultur dari
bahan tinja segar atau hapus rektal.
Endoskopi : mukosa hemoragik yang terlepas dan
ulserasi. Kadang tertutup eksudat. Sebagian besar
lesi terdapat di bagian distal kolon dan secara
progresif berkurang di segmen proksimal kolon
Px. Enzim immunoassay : mendeteksi toksik di
tinja.

DIAGNOSIS BANDING
1. Disentri amuba
2. Eschericiae coli
1. Escherichia coli Enteroinvasive (EIEC)
2. Escherichia coli Enterohemoragik (EHEC)

KOMPLIKASI
Perdarahan usus
Perforasi
Dehidrasi
Gangguan susunan
saraf

TERAPI
Prinsipnya : istirahat, mencegah atau memperbaiki
dehidrasi, dan pada kasus berat dapat diberikan antibiotik
Cairan dan elektrolit :
Dehidrasi ringan sedang : cairan rehidrasi oral
Berat : cairan IV..
Bila pasien tidak muntah : diberikan melalui minuman
atau air kaldu atau oralit.
Bila berangsur sembuh : susu tanpa gula
Diet :
Makanan lunak sampai frekuensi BAB < 5x/hari
Makanan ringan biasa bila ada kemajuan

Ampisillin 4 x 500 mg/hari selama 5 hari.


Trimetropim sulfametoksazol 2 x 960 mg hari
selama 3-5 hari.
Amoksisilin tidak dianjurkan karena tidak
efektif,
Pemakaian jangka pendek : siprofloksasin 2 x
500 mg/hari selama 3 hari. KI anak dan bumil.
Azitromisin 1 gr dosis tunggal
Sefiksim 400 mg/hari selama 5 hari

PROGNOSIS
Prognosis baik pada kasus tanpa komplikasi
Bentuk S. dysentriae biasanya lebih berat
dan masa penyembuhan lama.
Bentuk S. flexneri mempunyai angka
kematian yang rendah.

PENCEGAHAN
Sanitasi
Air minum sebaiknya dimasak terlebih dahulu

Terima kasih