Anda di halaman 1dari 24

11/10/15

I
S
I
N
I
EF Ekstraksi
D

metode
pemisahan
yang
melibatkan
perpindahan
suatu zat dari lapisan yang
satu ke lapisan zat yang
kedua.

11/10/15

adalah

EKSTRAKSI

Ekstraksi
Cair-Cair

Maserasi

11/10/15

Ekstraksi
Padat-Cair

Ekstraksi
Asam-Basa

Soxhletasi

DEF
INIS
I

Ekstraksi
Cair-cair

11/10/15

Jika kedua lapisan adalah cairan yang


tidak saling bercampur, metode ini
dikenal sebagai ekstraksi cair-cair.
Dalam ekstraksi cair-cair, suatu senyawa
terpartisi di antara dua pelarut.

PELARUT

11/10/15

Dalam ekstraksi air dengan senyawa organik, lapisan


air dinyatakan sebagai lapisan berair dan pelarut
organik disebut lapisan organik.
Pelarut organik yang umum dipilih adalah mempunyai
titik didih yang jauh lebih rendah daripada titik didih
senyawa yang diekstraksi, biasanya dipilih pelarut
yang harganya murah dan senyawa yang tidak
beracun dan titik didihnya lebih rendah dari 100oC.

E
K
S
T
R
A
K
S
I
C
A
I
R
C
A
I
R

E
K
S
T
R
A
K
S
I
C
A
I
R
C
A
I
R
11/10/15

E
K
S
T
R
A
K
S
I
C
A
I
R
C
A
I
R
11/10/15

Ekstraksi yang dilakukan berulang


kali dengan volume pelarut organik
yang kecil jauh lebih efisien
daripada bila dilakukan satu kali
saja dengan volume pelarut organik
yang besar.

Penggunaan corong pisah


Penyiapan corong pisah
Gunakan vaselin secukupnya. Kran dari bahan
teflon lebih baik daripada bahan gelas karena
mempunyai koefisien gesekan yang rendah, dan
tidak perlu vaselin.
Corong pisah dengan kran pada posisi tertutup,
ditempatkan di atas klem cincin besi. Idealnya
cincin harus dibalut dengan plastik untuk
mencegah kontak langsung dengan gelas dan
mengurangi bahaya keretakan corong. Letakkan
Erlenmeyer atau gelas piala di bawah corong.
11/10/15

Alat ekstraksi
cair-cair

11/10/15

Masalah dalam pemisahan


Campuran sedemikian gelap sehingga batas
lapisan tidak tampak,
Campuran jelas tetapi batas antara muka
tidak tampak
Hanya lapisan tunggal yang tampak
Zat tak-larut tampak pada antarmuka
Emulsi
Tidak ada produk isolat setelah evaporasi
lapisan organik,
11/10/15

E
K
S
T
R
A
K
S
I
C
A
I
R
C
A
I
R

Ekstraksi padat-cair
Proses ekstraksi
padat cair
Transfer massa solut dari padatan ke
cairan berlangsung melalui dua tahapan
proses, yaitu difusi dari dalam padatan ke
permukaan padatan dan transfer massa
dari permukaan padatan ke cairan Karena
butir padatan cukup kecil, maka diambil
asumsi bahwa konsentrasi solut dalam
padatan selalu homogen atau serba
sama, jadi dalam hal ini tidak ada gradien
konsentrasi dalam padatan.

11/10/15

s
a
t
I
S
le
RAK
h
T
S
x
EK S
oCAIR
T
DA
PA

Soxhletasi merupakan ekstraksi padat cair


yang berkesinambungan. Ekstraksi ini biasanya
dilakukan dengan suatu alat yang dinamakan
Soxhlet .
Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik
karena komponen terlarut kemudian
dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa
mengalami perubahan kimiawi.

Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika


bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven
pengekstraksi.
11/10/15

PENGERINGAN
LARUTAN
Faktor yang paling penting dalam pengeringan
larutan organik adalah pemilihan agent pengering.
padatan agent pengering seharusnya tidak larut
sama sekali dalam pelarut organik
inert terhadap senyawa-senyawa organik (termasuk
pelarut)
mampu mengikat air dengan cepat
efisien membentuk hidrat sehingga memudahkan
penyaringan.
11/10/15

Contoh agen Pengering

11/10/15

Ekstraksi Padat-Cair

11/10/15

SOXH

KEUNTUNGAN

LETAS
I

Menggunakan pelarut yang sedikit sebab pelarut itu


juga yang akan digunakan kembali untuk mengulang
percobaan.
Uap panas tidak melalui simplisia, tetapi melalui pipa
samping.
KERUGIAN

Tidak dapat menggunakan bahan yang


mempunyai tekstur yang keras.
Pengerjaannya rumit dan agak lama,
karena harus diuapkan di rotavapor untuk
memperoleh ekstrak kental

11/10/15

MASERASI

11/10/15

EKS
PAD TRAK
S
AT
CA I
IR

Maserasi merupakan proses perendaman


sampel pelarut organik yang digunakan
pada temperatur ruangan. Proses ini sangat
menguntungkan
karena
dengan
perendaman sampel tumbuhan akan terjadi
pemecahan dinding dan membrane
sel
akibat perbedaan tekanan antara didalam
dan diluar sel sehingga metabolit sekunder
yang ada dalam sitoplasma akan terlarut
dalam
pelarut
organik
dan
ekstrak
senyawa akan sempurna karena dapat
diatur lama perendaman yang dilakukan.

Prinsip ekstraksi maserasi


Ekstraksi zat aktif yang dilakukan dengan cara
merendam serbuk dalam pelarut yang sesuai
selama sehari atau lebih pada temperatur
kamar terlindung dari cahaya, pelarut akan masuk
ke dalam sel melewati dinding sel.
Isi sel akan larut karena adanya perbedaan
konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di
luar sel. Larutan yang konsentrasinya tinggi
akan terdesak keluar dan diganti oleh pelarut
dengan konsentrasi rendah
(proses difusi).
11/10/15

MA

KEUNTUNGAN
Peralatannya yang sederhana

KERUGIAN
waktu yang diperlukan untuk mengekstrak
sampel cukup lama, pelarut yang digunakan
lebih banyak, tidak dapat digunakan untuk
bahan-bahan yang mempunyai tekstur keras
seperti benzoin, tiraks, dan lilin

11/10/15

SE
RA

SI

Ekstrasi Asam-BasaNetral
Ekstraksi aktif secara kimia (chemically active
extraction) dapat digunakan dalam pemurnian
senyawa-senyawa
organik
melalui
pemisahan
komponen-komponen asam, basa, dan netral.
Senyawa-senyawa asam seperti asam-asam
sulfonat dan asam-asam karboksilat dengan mudah
diubah menjadi garam-garam natriumnya yang
biasanya larut dalam air dengan cara mereaksikannya
dengan natrium bikarbonat.

11/10/15

Skema umum untuk pemisahan komponen-komponen suatu campuran asam


(AH), basa (B:), dan netral (N)

11/10/15

ISOLASI DAN PEMURNIAN SENYAWA ASAM ORGANIK

11/10/15

ISOLASI DAN PEMURNIAN SENYAWA BASA ORGANIK

11/10/15

11/10/15

Anda mungkin juga menyukai