Anda di halaman 1dari 58

PEMODELAN OSEANOGRAFI

II. HIDRODINAMIKA

II. HIDRODINAMIKA
II.1. Persamaan Hidrodinamika Sederhana 1-D
II.2. Pengerjaan Eksplisit Persamaan Hidrodinamika Sederhana 1-D
II.3. Pengerjaan Implisit (Crank - Nicholson)
II.4. Pemodelan Hidrodinamika di Kanal 1-D dgn Topografi bervariasi
II.5. Pemodelan Hidrodinamika di Kanal 1-D dgn Memperhatikan :
Gesekan dasar dan Stress angin
II.6. Pemodelan Hidrodinamika di
Kanal 1-D dgn Memperhatikan :
Gesekan dasar
Stress angin
Suku non linier
Penampang melintang yg bervariasi

II.7. Pemodelan Hidrodinamika 2-D


dgn Memperhatikan :
Gesekan dasar dan Stress angin
II.8. Pemodelan Hidrodinamika 2-D
dgn Memperhatikan : Suku Coriolis
dan suku gesekan Eddy dlm bentuk transpor

II.1. Persamaan Hidrodinamika Sederhana 1-D


Persamaan hidrodinamika sederhana satu dimensi yang lengkap adalah :
(1)

Persamaan gerak / momentum

(2)

Persamaan kontinuitas

Sistem persamaan (1) dan (2) adalah persamaan yang diintegrasikan terhadap kedalaman
jadi kecepatan u adalah kecepatan yang dirata-ratakan terhadap kedalaman.
(3)

Kedalaman total H diberikan oleh


= elevasi muka air
= kedalaman aktual

(4)

(1)
(2)
Sistem persamaan (1) dan (2) dapat disederhanakan menjadi
(5)

Persamaan gerak / momentum

(6)

Persamaan kontinuitas

pada persamaan gerak, suku non linier, gaya disipasi dan gaya luar kita abaikan.
solusi numerik

baik

solusi numerik solusi eksak / analitik

untuk mendapatkan solusi eksak dari sistem persamaan (5) dan (6),
maka sistem persamaan tsb perlu diubah bentuknya menjadi persamaan gelombang :

Arti Fisis Persamaan Gerak / Momentum

Gradien elevasi NEGATIF menghasilkan


arus yang bergerak ke arah-x POSITIF

??

Gradien elevasi POSITIF menghasilkan


arus yang bergerak ke arah-x NEGATIF

Tidak ada arus

Gradien elevasi NOL menyebabkan


TIDAK ADA ARUS (pergerakkan air )

Arti Fisis Persamaan Kontinuitas

??

Elevasi muka air : turun

Gradien kecepatan arus POSITIF menghasilkan


perubahan elevasi thd waktu NEGATIF (levasi muka air turun)

Arti Fisis Persamaan Gerak / Momentum

??

Elevasi muka air : naik

Gradien kecepatan arus NEGATIF menghasilkan


perubahan elevasi thd waktu POSITIF (elevasi muka air naik)

Arti Fisis Persamaan Gerak / Momentum

??

Tidak ada perubahan elevasi

Gradien kecepatan arus NOL menyebabkan TIDAK ADA


PERUBAHAN ELEVASI thd waktu (elevasi muka tetap)

(5)

(I)

(6)

( II )

persamaan gelombang :

Diferensiasikan (I) terhadap t dan (II) terhadap x kemudian jumlahkan menjadi :

persamaan gelombang dalam u.

Untuk membentuk persamaan gelombang dalam


kita diferensiasikan (I) terhadap x dan (II) terhadap t kemudian jumlahkan menjadi :

Dalam kedua persamaan kecepatan gelombang adalah,

II.2. Pengerjaan Eksplisit Persamaan Hidrodinamika Sederhana 1-D

Tinjau kembali persamaan (5) dan (6)


(I)
(II)

Sistem 1 Dimensi

j-1

j+1

j+2

j+3

II.2. Pengerjaan Eksplisit Persamaan Hidrodinamika Sederhana 1-D

Tinjau kembali persamaan (5) dan (6)


(I)
(II)

FTCS

beda maju utk waktu


beda pusat utk ruang

bentuk persamaan (I) dan (II) sama dengan persamaan adveksi

FTCS

Tidak Stabil !!

Utk menghindari ketidakstabilan disusun suatu kasa (grid)


oleh Richardson 1967, Hansen 1956, Sundermann 1966.

Kasa Richardson

Sistem 1 Dimensi

j-1

j+1

j+2

j+3

j-1

j+1

j+2

j+3

waktu
n+2

n+1

n-1

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

waktu
n+2

n+1

n-1

j-1

j+1
ruang

Letak dipindah thd ruang

j+2

j+3

waktu
n+2
n + 3/2
n+1
n + 1/2
n
n 1/2
n-1
n 3/2

Kasa Richardson

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

Letak dipindah
thd waktu

Diskretisasi Persamaan Hidrodinamika dengan

FTCS

waktu
n+2
n + 3/2
n+1
n + 1/2
n
n 1/2
n-1
n 3/2

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

Diskretisasi Persamaan Hidrodinamika dengan


Persamaan Momentum

FTCS

Persamaan Kontinuitas

(I)

(II)

Diskretisasi Persamaan Hidrodinamika dengan

FTCS

waktu
n+2
n + 3/2
n+1
n + 1/2
n
n 1/2
n-1
n 3/2

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

(I)
(II)

Untuk menentukan kriteria kestabilan sistem persamaan (I) dan (II)

1 Kita tulis I dan II dalam bentuk matriks.


Ingat bahwa titik tumpu

2
3

letaknya berjarak

dari titik u. H dianggap konstan

Tentukan matriks cuplikan amplifikasi dari sistem persamaan yang dihubungkan


Kita tentukan dari determinan matrik amplifikasi atau nilai eigen dari matriks amplifikasi, A.

(I)
(II)
dimana
Persamaan II dapat ditulis dengan n n-1 :

Cara Fourier
Dalam rumus
Kita dapat menuliskan :

Ingat

terletak
terletak

dari
dari

1 Dalam bentuk matriks persamaan ini ditulis

(II)

Dengan cara yang sama kita juga dapat menulis (I) dalam bentuk matriks sbb :

(I)

2 (I) dan (II) digabungkan menjadi :

Matriks amplifikasi A adalah :

Menentukan nilai eigen dari matriks A

jika
atau

atau

Nilai eigen :

Tinjau beberapa kasus dari harga

Akarnya imajiner

Dari

Akarnya sama dengan nol

Bila akarnya real

2 &

dapat disimpulkan bahwa kriteria stabilitas penyelesaian eksplisit


dari persamaan hidrodinamika satu dimensi yaitu :

yang disebut dengan Kriteria Stabilitas Courant-Friederichs-Lewy (CFL)

II.3. Pengerjaan Implisit (Crank - Nicholson)

Tinjau kembali persamaan (5) dan (6)


(5)
(6)
Persamaan selisih dari persamaan (5) dan (6) diselesaikan secara implisit dengan
memperhatikan kasa berikut :

waktu
n+2

n+1

n-1

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

waktu
n+2

n+1

n-1

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

Tinjau kembali persamaan (5) dan (6)


(5)
(6)

Persamaan selisih dari persamaan (5) dan (6) diselesaikan secara implisit adalah :

(I)
(II)

Untuk menyelesaikan sistem persamaan (I) dan (II) di atas, kita tentukan
dari (I)
(I)

Kemudian harga

dan

ini disubstitusikan ke dalam (II)

dan dengan menggunakan hubungan


Hasilnya kita peroleh sbb :

dan

Hasilnya kita peroleh sbb :

dimana :
Dengan persamaan ini kita dapat menghitung
Hasil perhitungan ini kita substitusikan ke dalam (I) untuk memperoleh
(I)

II.4. Pemodelan Hidrodinamika di Kanal 1-D dgn Topografi bervariasi

Gunakan persamaan (5) dan (6)


(5)
(6)
Dan mengganti parameter kecepatan dengan transport (volume) yang didefinisikan sebagai
, maka diperoleh persamaan hidrodinamika dalam bentuk transport sbb :
(I)
(II)

dimana

(I)
(II)
dimana
Pengerjaan Eksplisit dari persamaan I dan II perhatikan kasa yang digunakan !

Diskretisasi Persamaan Hidrodinamika dlm transpor dengan

EKSPLISIT

waktu
n+2
n + 3/2
n+1
n + 1/2
n
n 1/2
n-1
n 3/2

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

j+1

ruang

(I)
(II)
dimana
Pengerjaan Eksplisit dari persamaan I dan II adalah
(I)
(II)
Atau dapat juga ditulis dalam bentuk lain sbb :
(I)
(II)

II.5. Pemodelan Hidrodinamika di Kanal 1-D dgn Memperhatikan :


Gesekan dasar dan Stress angin
Pengerjaan Eksplisit
Persamaan model yang dipakai adalah persamaan hidrodinamika dalam kecepatan
(persamaan 5 dan 6 + gesekan).
(I)
(II)
dimana

= stress angin

= koefisien gesekan angin


= 3,2 x10-6 yang merupakan bilangan tak berdimensi
= kecepatan angin
= gesekan dasar

Arti Fisis
Persamaan model yang dipakai adalah persamaan hidrodinamika dalam kecepatan
(persamaan 5 dan 6 + gesekan).
(I)

??

??

gesekan dasar besar kecepatan arus berkurang


stress angin besar kecepatan arus bertambah
(angin membangkitkan arus)
(II)

Ada dua bentuk gesekan dasar yang digunakan :


a. Bentuk linier :

b. Bentuk kuadratif:

koefisien gesekan dasar yang merupakan bilangan tak berdimensi = 3,0 x 10-3
Pengerjaan Eksplisit
Untuk pendiskritan suku gesekan dasar, kita tinjau persamaan gerak yang disederhanakan :
(I)

b. Bentuk kuadratif:

Pendiskritan cara pertama adalah :

Substitusikan ke dalam persamaan di atas :

b. Bentuk kuadratif:

Pendiskritan cara kedua adalah :

Substitusikan ke dalam persamaan di atas :

1 Pendiskritan cara pertama adalah :

H kecil

2 Pendiskritan cara kedua adalah :

1
gesekan mengubah arah arus
tidak dikehendaki !

tidak diemukan pada cara

1 Pendiskritan cara pertama adalah :

2 Pendiskritan cara kedua adalah :

KELEBIHAN dan KEKURANGAN dari kedua cara pendiskritan di atas kita tinjau dua kasus berikut :

H besar

1 Pendiskritan cara pertama adalah :

2 Pendiskritan cara kedua adalah :

1
Energi kinetik dihilangkan hanya
oleh gesekan dasar
tidak dikehendaki !

tidak diemukan pada cara

Kelemahan pendiskritan cara pertama juga berlaku bila kita menggunakan persamaan hidrodinamika dalam bentuk
transport (volume) :

Persamaan hidrodinamika dalam bentuk transport

Bentuk penyelesaian eksplisit dari persamaan hidro dalam bentuk transport dan
menggunakan pendiskritan cara pertama untuk gesekan dasar adalah :

waktu
n+2
n + 3/2
n+1
n + 1/2
n
n 1/2
n-1
n 3/2

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

Persamaan hidrodinamika dalam bentuk transport

Bentuk penyelesaian eksplisit dari persamaan hidro dalam bentuk transport dan
menggunakan pendiskritan cara pertama untuk gesekan dasar adalah :

dimana

waktu
n+2
n + 3/2
n+1
n + 1/2
n
n 1/2
n-1
n 3/2

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

Persamaan hidrodinamika dalam bentuk transport

Bentuk penyelesaian eksplisit dari persamaan hidro dalam bentuk transport dan
menggunakan pendiskritan cara kedua untuk gesekan dasar adalah :

dimana

II.6. Pemodelan Hidrodinamika di Kanal 1-D dgn Memperhatikan :


Gesekan dasar
Stress angin
Suku non linier
Penampang melintang yg bervariasi
Persamaan model yang dipakai adalah persamaan dalam bentuk transport, sbb :
(I)

Suku non linier Gesekan dasar


Stress angin
(turbulen)
Gradien elevasi

(II)
Sistem persamaan (I) dan (II) ini kita transformasikan dalam bentuk persamaan debit (Q), dimana :
Q = Kecepatan x penampang yang dialiri
= u x A = u x H x B ; B : lebar kanal
Q = UB U = Q/B

Persamaan model yang dipakai adalah persamaan dalam bentuk transport, sbb :
(I)

(II)

transformasikan dalam bentuk persamaan debit (Q)

(I)
(II)
Perubahan (turunan) dalam ruang dari lebar kanal diabaikan terhadap variasi ruang
dari Q dan

waktu
n+2

n+1

n-1

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

waktu
n+2

n+1

n-1

j-1

j+1
ruang

j+2

j+3

(I)
(II)

Diskretisasi (IMPLISIT) dari sistem persamaan dalam bentuk debit di atas diberikan oleh :

(I)

(II)

Diskretisasi (IMPLISIT) dari sistem persamaan dalam bentuk debit di atas diberikan oleh :
(I)

(II)

(I)

(II)

(I)

Sistem persamaan di atas dapat disederhanakan dalam bentuk :


(I)
(II)